Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 37


__ADS_3

Ke-16 orang itu pun terlihat memelototkan matanya, mereka benar-benar dibuat tak percaya, dengan bocah yang saat ini menjadi lawan mereka.


Bagaimana bisa seorang bocah yang baru berusia 9 tahun, menahan serangan dari pedang yang mereka gunakan, hanya dengan tangannya saja? seberapa kuat sebenarnya bocah ini? Sampai dia berani menghadapi anggota kelompok tengkorak merah seorang diri.


Semua orang hampir melompat dari tempatnya, mereka benar-benar tak percaya, bocah ajaib itu ternyata tak main-main, tubuhnya benar-benar kuat bahkan memiliki kecepatan dan juga kekuatan di atas ke-16 orang lawannya.


"Apa aku tak salah lihat? Bocah itu menggunakan tangannya untuk menangkis serangan dari ke-16 orang anggota tengkorak merah!" bisik seseorang pada temannya.


Temannya pun menganggukkan kepala dengan tidak berdaya, dia juga seolah tertampar dengan kenyataan yang saat ini ada di hadapan matanya, jika tadi dirinya meremehkan bocah itu, kini dia benar-benar dibuat malu, karena ternyata bocah berusia 9 tahun itu adalah seorang kultivator tingkat tinggi, yang mampu melawan 16 orang yang sudah berada di ranah jenderal tahap menengah.


Ketiga Yan bersaudara terlihat bertepuk tangan, mereka seolah tengah memberi semangat kepada Yan Chen, sementara bocah itu saat ini tersenyum kecut, sepertinya apa yang dia harapkan dari lawan nya itu, tidak lah akan terwujud. Ke-16 orang itu tidak mungkin mampu memberikan serangan telak terhadap dirinya, yang memungkinkan bisa membuka dantian ketiga yang masih tersegel itu.


Akhirnya bocah itu pun segera menarik nafas panjang, dan langsung memberikan tekanan dengan aura kultivasi sekaligus aura penindas yang sangat besar, sehingga ke-16 orang itu pun mau tak mau dipaksa untuk berlutut dengan badan yang gemetar, bahkan beberapa orang diantaranya harus tersungkur dan bersujud di depan kaki bocah itu, karena tak kuat melawan aura yang dikeluarkannya.


Semua orang yang melihat kejadian hari ini pun hampir tak percaya, mereka seolah tengah melihat sosok dewa yang diturunkan ke bumi, demi untuk memberantas kejahatan yang dibuat oleh kelompok tengkorak merah.


Yan Chen begitu kecewa, dia benar-benar tak habis fikir, kelompok tengkorak merah itu terlalu lemah, sehingga dia pun akhirnya dengan segera menyelesaikan pertarungan dan membunuh ke-16 orang itu dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan, kepada empat orang sebelumnya.


Dia menggunakan jurus 1000 pisau lava untuk menyayat dan menghancurkan batok kepala orang itu hingga pecah dan berderai ke segala arah.


Kedai makan yang tadinya sepi ini telah ramai, karena dikerubuni oleh orang-orang yang sejak tadi menyaksikan pertarungan antara Yan Chen dengan ke-20 orang dari kelompok tengkorak merah, mereka akhirnya berani kembali ke tempat itu, untuk menyaksikan sendiri bagaimana bocah itu menyiksa dan juga melenyapkan ke-20 orang pengacau, yang selalu saja mencari masalah di setiap desa, yang ada di seluruh kekaisaran.


Pemilik kedai pun segera berjalan dengan tergopoh-gopoh, dia berterima kasih kepada Yan Chen yang telah mengamankan kedai miliknya, Yan Chen pun segera mengambil seluruh cincin penyimpanan, yang dimiliki oleh ke-20 orang itu, dan memberikannya kepada sang pemilik kedai.

__ADS_1


Kemudian dia segera kembali ke kursinya, tepat di mana ketiga Yan bersaudara masih duduk dengan santai, sambil menikmati cemilan yang ada di meja mereka.


"Astaga.. aku benar-benar tak percaya! bocah itu ternyata sangat kuat, Andai saja aku memiliki seorang putri, saat ini juga aku akan menjodohkannya dengan bocah itu." ucap seorang laki-laki paruh baya.


Sepertinya dia lupa jika Yan Chen baru berusia 9 tahun, hingga belum waktunya untuk melakukan perjodohan.


"Kau benar! Jika dia mau, aku akan menyerahkan putriku untuk menjadi istrinya kelak!" ucap pria yang lain.


"Hei! Itu tidak akan pernah terjadi, putriku jauh lebih cantik, dan dia lebih pantas untuk menjadi calon istri tuan muda itu, dibandingkan dengan putrimu!" seorang wanita yang berpakaian layaknya seorang bangsawan pun berteriak dengan sangat kencang.


Akhirnya mereka pun terus berdebat di depan kedai makan, di mana saat ini Yan Chen beserta ketiga Yan bersaudara masih bersantai menikmati makanan mereka.


"Bocah itu benar-benar sangat kuat!" ucap seorang pria, tubuhnya terlihat bergidik, terlebih setelah menyaksikan bagaimana cara Yan Chen menyiksa dan juga melenyapkan kedua puluh orang dari kelompok tengkorak merah itu.


"Salam tuan muda." ucapnya sambil membungkukkan badan, ketiga Yan bersaudara menoleh.


"Ada apa?" tanya Yan Dong sambil mengerutkan dahinya. Pemuda itu pun langsung membeku di tempat, niat hati ingin mengikuti bocah yang saat ini di hadapannya, namun melihat sorot Mata Ketiga pria yang mengikuti bocah itu, membuat nyalinya seketika menjadi ciut.


Dia pun melirik ke belakang, di mana teman-temannya saat ini tengah menatap ke arahnya. "Namaku Lian Zhong, bisakah aku mengikuti tuan muda?" ucap pemuda itu sambil menundukkan wajahnya di hadapan ketiga Yan bersaudara.


Mendengar ucapan pemuda itu, Yan Dong langsung tertawa terbahak-bahak, dia merasa sangat lucu, setelah melihat kekejaman yang ditunjukkan oleh Yan Chen, ternyata masih ada seseorang yang memiliki niat untuk mengikutinya.


"Apa kau tak melihat, bagaimana tuan muda ini menghancurkan ke-20 orang anggota kelompok tengkorak merah itu?" tanya Yan Dong sambil menunjuk ke arah Yan Chen.

__ADS_1


Pemuda itu hanya terdiam, dia terlihat takut-takut untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Yan Dong. Sambil sesekali matanya melirik ke arah Yan Chen dan berharap bocah itu menyetujui keinginannya.


Namun harapan tinggal harapan, Yan Chen sama sekali tidak melirik ke arahnya, bahkan bocah itu tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun, sehingga membuat pemuda itu pun akhirnya pasrah.


Mungkin dia memang tidak berjodoh, sehingga kehadirannya tidak diinginkan oleh orang-orang yang tidak dikenal itu. Sebenarnya pemuda itu merupakan seorang yang cacat, di masa lalu dia adalah orang yang sangat kuat, kultivasinya telah mencapai ranah bumi tahap awal, namun karena sebuah pertempuran dengan orang-orang dari klan Gu, sehingga membuat pemuda itu kehilangan seluruh kultivasinya.


Dantiannya dihancurkan dan akhirnya dia pun menjadi seorang yang lemah. Pemuda itu berniat untuk berbalik, dia sudah tidak memiliki harapan untuk bisa mengikuti seseorang yang sangat kuat, namun seketika langkahnya terhenti saat mendengar suara Yan Lu yang mengajukan pertanyaan padanya.


"Apa kau benar-benar ingin mengikuti kami tuan Lian Zhong?" tanyanya.


Pemuda yang bernama Lian zong itu pun segera berbalik, matanya terlihat berbinar, sepertinya Ketiga orang itu melihat tekad dan juga keyakinan dimata Lian Zhong itu.


"Benar!" ucapnya sambil kembali mendekat.


Yan Chen tiba-tiba saja melemparkan satu botol giok kepada Lian Zhong yang langsung ditangkapnya, pemuda itu tidak mengetahui apa maksud dari si bocah, namun seketika ucapan dari Yan Dong membuat pemuda itu kembali sadar, jika saat ini dirinya tengah diuji oleh bocah itu.


"Minum racun yang ada di dalam botol itu, kalau kau benar-benar ingin mengikuti tuan muda kami!" ucap Yan Dong.


Tanpa berpikir dua kali, pemuda yang bernama Lian Zhong itu pun segera mengeluarkan satu butir pil yang berwarna hitam, dari dalam botol giok yang ada di tangannya dan langsung menelannya dengan cepat.


Glup...


semua orang yang menyaksikan Hal itu pun dibuat membelalakkan matanya entah apa yang dipikirkan oleh Lian Zhong sehingga dia bersedia menyerahkan hidupnya kepada Yan Chen.

__ADS_1


__ADS_2