Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 24


__ADS_3

Chen Huan melirik ke arah Yan Chen, tatapannya kini berubah saat memandang bocah itu, tak lagi tatapan meremehkan tapi lebih ke arah kekaguman, begitu juga dengan rekannya yang lain.


Mereka bertanya-tanya dalam hati, bagaimana bocah itu bisa mengetahui keberadaan dari orang-orang berbaju hitam? Sementara mereka yang sejak tadi berada disana bahkan tidak mampu merasakan hawa keberadaan dari orang-orang itu.


Chen Huan melirik ke arah tiga Yan bersaudara, sepertinya mereka memang harus mengikuti kata-kata Yan Chang untuk ikut serta bersama menuju gunung dahei, terlebih saat ini ada begitu banyak kultivator yang memiliki ranah lebih tinggi mengincar nyawa mereka.


Tak punya pilihan lain, akhirnya Chen Huan pun memberanikan diri untuk mengungkapkan keinginannya, dia tak mungkin membiarkan seluruh rekannya mati jika sewaktu-waktu orang-orang berbaju hitam itu datang kembali ketempat itu dan membantai mereka.


"Kurasa apa yang tadi disampaikan oleh junior Chang benar! Kami akan mengikuti kalian ke gunung dahei" ucap Chen Huan, matanya melirik ke arah rekan-rekannya dan langsung dijawab anggukan kepala.


Yan Chen sendiri tak peduli dengan situasi saat ini, dia kembali merebahkan tubuh mungilnya diatas rerumputan sambil memejamkan matanya, disusul oleh tiga bersaudara Yan yang juga ikut membaringkan tubuh mereka.


Sedangkan Chen Huan dan rekan-rekan nya masih duduk dengan gelisah, mereka tak tahu apakah keempat orang yang saat ini tengah tidur di hadapan mereka itu setuju atau tidak dengan apa yang tadi diutarakan oleh Chen Huan.


"Lebih baik senior semua juga beristirahat! Kurasa kita akan melanjutkan perjalanan pada malam hari, silahkan mencari tempat yang nyaman, dan tolong jangan keluar dari formasi ini!" ucap Yan Chang masih dengan mata terpejam.


Sedangkan kedua saudaranya saat ini telah terlelap, mereka tidur dengan begitu nyaman. Tak lama kemudian orang-orang berbaju hitam itupun kembali, mereka terus mencari kesepuluh orang kepercayaan kaisar Geng Jingyi ditempat itu.


"Cepat cari! Kurasa mereka bersembunyi di tempat ini, kita semua sudah menyelusuri hutan ini tapi tak bisa merasakan aura keberadaan mereka!" ucap ketua dari orang-orang berpakaian hitam itu.


Seluruh anak buahnya pun kembali menyebar, mereka menyibak semak belukar dan juga mengitari pepohonan untuk mencari kesepuluh orang kepercayaan kaisar Geng Jingyi.


Saat ini ketua mereka telah memerintahkan untuk mendapatkan orang-orang itu agar bisa menekan kaisar Geng Jingyi, terutama setelah mereka mendengar jika dua ratus orang kultivator yang telah di kirim oleh ketua mereka telah mati.


Mereka tak habis fikir saat mendengar berita itu, padahal orang-orang yang mereka kirim bukanlah orang biasa, melainkan para kultivator tingkat tinggi. Entah apa yang akan dilakukan oleh patriark Gu saat mendengar berita kekalahan anak buahnya nanti.


Bisa saja pria tua itu akan marah besar dan menghukum anak buahnya karena tak becus menjalankan perintah. Dan yang lebih parahnya lagi bisa saja mereka mati karena menjadi pelampiasan kemarahan pria tua itu.


Sementara saat ini didalam formasi milik Yan Chen, wajah semua orang mulai pucat, mereka takut jika orang-orang berpakaian hitam itu mengetahui keberadaannya, sementara Yan Chen tersenyum dalam tidurnya.

__ADS_1


Bocah itu memang memiliki pendengaran yang sangat tajam, hingga dia juga akhirnya mengetahui siapa sebenarnya para pembuat onar itu, yang tak lain adalah kelompok tengkorak merah yang dibentuk oleh klan Gu.


"Astaga! Mereka semakin mendekat! Bagaimana jika mereka menemukan keberadaan kita?" ucap salah seorang rekan Chen Huan yang bernama Zhuan Shi. Dia merupakan yang terlemah diantara rekan-rekan nya.


"Tenanglah Zhuan Shi! Aku yakin jika formasi yang dibentuk oleh tuan muda Yan Chen ini sangat kuat, mereka tidak mungkin bisa menemukan keberadaan kita" ucap Chen Huan menenangkan rekannya, dia juga terlihat sangat berhati-hati saat menyebut nama bocah itu menjadi tuan muda.


Setelah dia melihat formasi yang dibuat bocah itu, dia merasa sangat yakin jika Yan Chen bukanlah bocah biasa, dia pasti memiliki kemampuan untuk menghadapi kedua puluh orang pria berpakaian hitam itu.


Sedangkan bocah yang disebut nya masih tertidur dengan sangat santai seolah tidak terganggu dengan ucapan orang-orang itu.


Brak...


Tiba-tiba saja salah seorang pria berbaju hitam itu tersungkur setelah menabrak formasi milik Yan Chen, dia meringis seraya menggertakkan giginya, dan langsung menyerang dengan sangat cepat.


"Hei kalian! Kemari, aku rasa aku telah menemukan dimana para bajingan itu bersembunyi" ucapnya seraya mengangkat dagu menunjukkan kesombongan nya.


Rekan-rekannya yang lain pun segera melesat menuju orang itu, mereka langsung berdiri dengan barisan yang sangat rapi mengelilingi formasi. Akhirnya setelah menghabiskan begitu banyak waktu, mereka berhasil menemukan tempat persembunyian orang-orang kepercayaan kaisar Geng Jingyi.


Akhirnya kedua puluh orang itu pun melesat, mereka berusaha untuk membatalkan formasi yang kini menyembunyikan musuh nya itu.


Trang...


Trang...


Trang...


Terdengar suara pedang mencicit, mereka semua berusaha untuk mengalirkan energi Qi milik mereka dan menggunakan kekuatan jurus terbaik mereka untuk menyerang formasi itu.


Booom....

__ADS_1


Booom...


Duar!


Terdengar beberapa kali dentuman diiringi dengan ledakan besar dan berhasil menggeser sedikit formasi buatan Yan Chen, wajah semua orang yang ada didalam formasi terlihat sangat pucat, mereka tidak menyangka sedikit pun jika orang-orang itu tak berhenti menyerang untuk membatalkan formasi milik Yan Chen.


"Alirkan energi kalian lebih besar lagi! Kurasa formasi itu telah sedikit bergeser karena kekuatan kita, ayo semuanya serang!" teriak sang ketua lagi-lagi membakar semangat anak buahnya.


Akhirnya mereka pun mulai kembali menyerang, tapi bedanya saat ini mereka telah menggunakan seluruh energi Qi milik mereka untuk dialirkan kedalam pedang.


Syuuuut....


Baaaam....


Akhirnya pedang-pedang itu mulai melesat dengan sangat cepat, mereka terus mengayunkan serangan yang mematikan untuk bisa menghancurkan formasi.


"Astaga, bagaimana ini? Sepertinya kita sudah terdesak, kita tidak memiliki pilihan lain selain bertempur melawan mereka, bagaimana pun hasilnya nanti, kita harus berusaha untuk bisa melukai mereka satu persatu." ucap Zhuan Shi seraya mengambil pedangnya.


Dia kini berdiri didepan seraya bersiap untuk menyambut serangan dari pria berbaju hitam itu, nampak nya Zhuan Shi tak main-main dengan ucapan nya, yang akan menghadang serangan dari anggota kelompok tengkorak merah.


Booom...


Dooom...


Duar!


Lagi-lagi terdengar suara ledakan yang sangat besar bersamaan dengan terbantingnya tubuh anggota tengkorak merah itu diatas tanah.


Bruk...

__ADS_1


Bruk....


__ADS_2