
Dalam bayang-bayang yang gelap, seorang mata-mata tak terlihat menjaga jarak dengan penuh keahlian. Dia adalah mata yang tajam, terlatih untuk mengintai dan melaporkan. Malam itu, dia menyaksikan kehancuran di antara para kultivator aliran hitam, yang dengan cepat menemui ajal mereka.
Dalam sekejap mata, mata- mata itu melihat kehidupan berlalu, bagai kembang api yang terbakar dengan cepat. Dia melihat bela diri yang digunakan dengan kejam, sihir gelap yang menghancurkan segalanya di sekitarnya. Hati sang mata- mata berdetak kencang, terpenuhi rasa ingin tahu dan tekad yang membara.
Tak berlama-lama, sang mata- mata dengan cekatan meninggalkan tempat kejadian, melesat melintasi bayang-bayang dan kegelapan malam. Setiap langkahnya dipilih dengan hati-hati, meninggalkan jejak yang hampir tak terlihat. Dia memiliki misi penting, yang tak bisa ditunda atau diabaikan.
Menuju markas mereka yang tersembunyi, mata- mata itu menyusuri jalan-jalan terpencil dan tersembunyi. Dia berlari melintasi hutan lebat dan melompati tebing yang curam. Hanya tekad yang memandunya, mengatasi lelah dan rintangan yang ada di depannya.
Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya mata- mata itu tiba di tempat tujuan. Markas rahasia para pemimpin aliran hitam menyambutnya dengan ketegasan yang tak tergoyahkan. Dia dibawa ke hadapan pemimpin mereka, yang dikelilingi oleh aura kekuasaan dan rahasia.
Dengan napas tersengal-sengal, mata- mata itu menceritakan apa yang telah ia saksikan. Dia melaporkan pertempuran mematikan yang telah terjadi, dan kematian para kultivator aliran hitam yang tak terelakkan. Dia memberikan informasi penting tentang metode dan strategi musuh, yang bisa menjadi kunci untuk memahami rencana jahat yang sedang digulirkan.
Pemimpin mereka yang bijak mendengarkan dengan serius. Dia menyerap setiap kata dengan hati-hati, menggambarkan situasi yang mengerikan. Kemudian, pemimpin tersebut memandang mata- mata itu dengan mata yang penuh penghargaan.
"Mata- mata yang setia," kata pemimpin itu dengan suara yang tegas.
"Kau telah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Informasi yang kau bawa sangat berharga bagi kita. Dengan pengetahuan ini, kita dapat melawan musuh kita dengan lebih bijaksana dan menghadapi ancaman mereka dengan keberanian."
Mata- mata itu merasakan kepuasan yang mendalam. Tugasnya selesai, dan dia telah membuktikan kesetiaannya kepada pemimpin dan aliran hitam.
Akhirnya pemimpin dari aliansi aliran hitam itu pun segera memberikan perintah, agar seluruh anggotanya kembali berkumpul di dalam aula rapat.
Saat ini mereka harus segera menyusun rencana ke depan, apalagi setelah mendengar keberadaan Yan Chen dan juga Liu Lin yang memiliki kemampuan luar biasa, sehingga bisa menghancurkan ribuan orang kultivator tingkat tinggi, yang merupakan bagian dari aliansi aliran hitam yang bertonggak kepada kekuatan iblis sejati.
Kali ini terlihat beberapa orang yang jika Kaisar Xiao Wo melihatnya, dia pun akan mengenali mereka, karena beberapa kali mendatangi istana kekaisaran dan menjalin kerja sama yang sangat erat dengannya.
Orang itu merupakan Kaisar Tang Jie yang sejak awal memang telah mengincar sumber daya yang sangat banyak, yang terletak di dalam hutan Pandora.
__ADS_1
Apalagi setelah melihat kultivasi yang dimiliki oleh para penduduk hutan Pandora yang berada di atas tingkat yang dia miliki, membuatnya semakin berambisi besar untuk bisa mengalahkan para penghuni hutan Pandora dan merampok seluruh sumber daya yang memungkinkan untuk dirinya beserta seluruh pasukannya naik peringkat.
Dalam suasana yang tegang dan penuh misteri, pemimpin aliansi aliran hitam dengan tegas memberikan perintahnya kepada seratus orang kultivator tingkat Jenderal tahap akhir.
Mereka ditugaskan untuk segera melacak dan menemukan Yan Chen serta Liu Lin, dua orang bocah yang berhasil mematahkan serangan dari ribuan orang kultivator tingkat tinggi.
Pemimpin aliansi, seorang tokoh yang misterius dan berkuasa, menginstruksikan dengan suara lantang dan tegas kepada para kultivator pilihan ini.
Mereka dipilih karena kecakapan luar biasa dan keberanian yang mereka tunjukkan dalam medan pertempuran. Dipersenjatai dengan pengetahuan dan pengalaman mereka yang mendalam dalam seni kultivasi, mereka dipercaya untuk menemukan dan menghadapi Yan Chen dan Liu Lin, yang dianggap sebagai ancaman terhadap kepentingan aliansi.
Dalam pesan singkatnya, pemimpin aliansi menjelaskan bahwa Yan Chen dan Liu Lin telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, mampu melawan dan mengalahkan ribuan kultivator tingkat tinggi dengan mudah. Kegigihan dan kemampuan mereka telah menjadi bukti ancaman yang serius bagi aliansi aliran hitam.
Dengan misi yang diberikan, para kultivator tingkat Jenderal tahap akhir ini diberikan tanggung jawab untuk menghentikan pergerakan Yan Chen dan Liu Lin sebelum mereka dapat menguatkan posisi dan meningkatkan ancaman mereka terhadap aliansi. Dalam perintahnya, pemimpin aliansi menekankan bahaya dari pencarian ini dan betapa pentingnya menjaga kerahasiaan misi ini.
Para kultivator yang bersemangat menerima perintah tersebut dengan penuh dedikasi dan komitmen. Mereka menyadari bahwa tugas mereka adalah penting bagi keselamatan dan kestabilan aliansi aliran hitam.
Dipersenjatai dengan pengetahuan akan kekuatan Yan Chen dan Liu Lin, serta dorongan untuk menjaga keberlanjutan aliansi mereka, para kultivator ini bersiap untuk memulai pencarian yang berbahaya ini.
Sebagai pilar kekuatan aliansi aliran hitam, para kultivator ini bertekad untuk menjaga integritas dan keberlanjutan aliansi tersebut. Dengan perintah dari pemimpin mereka yang berwibawa, mereka siap menghadapi risiko dan mengorbankan diri mereka demi keselamatan aliansi dan keberlangsungan hidup mereka.
.
.
.
Pada suatu hari yang tenang, di sebuah kedai makan yang ramai di tengah kota, terjadi pertemuan yang tidak disengaja antara seratus orang kultivator tingkat jendral tahap akhir dengan Yan Chen dan Liu Lin.
__ADS_1
Kedai makan ini terkenal sebagai tempat di mana banyak informasi berharga bisa didapatkan, sehingga keseratus orang kultivator aliran hitam mendatanginya demi untuk mendapatkan sebuah informasi penting.
Sementara mata-mata yang saat itu menyaksikan Bagaimana ganas dan brutalnya Liu Lin dan juga Yan Chen dalam menghancurkan para kultivator tingkat tinggi yang merupakan rekannya sesama aliansi aliran hitam segera berbisik ke arah rekan-rekannya, dan menunjuk kedua orang bocah yang saat ini tengah duduk bersantai sambil menikmati makanan yang telah terhidang di atas meja.
"Mereka..!" ucap mata-mata itu sambil menunjuk ke arah Liu Lin dan juga Yan Chen yang masih saja tenang di tempatnya.
"Kau yakin?" tanya rekannya seolah tak percaya Karena yang ditunjuk adalah dua orang bocah berusia 9 tahun.
Mata-mata itu pun segera menganggukkan kepala, pertanda dia sangat yakin bahwa orang yang telah menghancurkan seluruh kultivator tingkat tinggi yang merupakan bawahan dari aliansi aliran hitam adalah kedua orang bocah itu.
Liu Lin dan Yan Chen saat ini tengah menikmati makanan mereka dengan sangat nikmat, keduanya terlihat begitu rakus seolah belum pernah menikmati makanan seenak itu. Bahkan mereka tidak menyadari kehadiran seratus kultivator yang sejak tadi terus saja mengawasi interaksi diantara keduanya.
Brak...
Salah seorang kultivator dari aliansi aliran hitam itu menggebrak meja dengan sangat kencang, sehingga membuat seluruh makanan yang saat ini tengah dinikmati oleh kedua bocah itu akhirnya berhamburan, dan membuat wajah Liu Lin beserta Yan Chen langsung cemberut
"Bocah bau susu seperti kalian, apakah memiliki koin yang cukup untuk membayar semua makanan mahal dan enak itu?" tanya si pria sambil menatap tajam ke arah Liu Lin dan juga Yan Chen.
Kedua bocah itu hanya berdengus, sepertinya saat ini mereka tengah direndahkan dan dianggap sebagai orang yang miskin, padahal di ruang dimensi beserta cincin penyimpanan milik mereka, ada banyak sekali koin emas dalam jumlah yang menggunung, sehingga keduanya tak lagi bisa menjumlahkan, berapa nilai dari kekayaannya.
Tiba-tiba, sebuah percakapan yang tidak berujung memicu pertikaian yang tidak terduga. Seorang kultivator memutuskan untuk menantang Yan Chen untuk bertarung.
Percaya bahwa dengan mengalahkannya, ia akan mendapatkan kekuasaan dan reputasi yang besar. Tanpa pikir panjang, kultivator lainnya juga mengikuti, mencoba membuktikan kehebatan mereka sendiri.
Kedai makan itu segera berubah menjadi medan pertempuran yang kacau balau. Seratus kultivator telah siap bertarung, menggunakan kekuatan dan keterampilan kultivasi mereka.
Kedai itu dipenuhi dengan serangan-serrangan mematikan dan energi spiritual yang meledak-ledak. Perabotan di kedai itu hancur berantakan, dan suasana menjadi sangat berbahaya bagi para pengunjung yang tidak terlibat.
__ADS_1
Yan Chen dan Liu Lin, yang sebelumnya hanya ingin menikmati makanan, kini terjebak di dalam pertempuran yang tak terduga ini.
Meskipun mereka berusaha untuk tidak melukai siapa pun, mereka dipaksa untuk melindungi diri mereka sendiri. Keduanya menggunakan keterampilan kultivasi tingkat tinggi untuk bertahan dan mengendalikan situasi sebaik mungkin.