Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 35


__ADS_3

Swush...


Swush...


Swush...


Akhirnya semua orang pun segera melesat dengan cepat, keluar dari dalam goa itu, mereka menengadahkan wajah ke langit, untuk melihat petir pembaptisan yang akan diterima oleh kaisar Geng Jingyi.


Tentunya ini merupakan hal yang sangat baru bagi mereka, karena selama ini mereka hanya mengetahui jika ranah kultivasi tertinggi di daratan xingguan ini, hanya mencapai ranah jenderal dan kali ini Kaisar mereka telah berkali-kali mendapatkan penerobosan hingga akhirnya berhasil naik tingkat hingga ke ranah Jenderal tahap akhir.


Yan Chen bersama ketiga Yan bersaudara, terlihat tetap tenang, mereka berempat masih duduk di tempatnya tadi, sambil sesekali menyuapkan buah yang masih ada di piring mereka, sepertinya keempatnya tidak berniat untuk menonton pertunjukan di depan goa itu.


Mereka masih fokus untuk mencari cara agar bisa secepatnya keluar dari gunung dahei, dan melanjutkan perjalanan menuju gunung bai hu.


Meskipun saat ini ranah kultivasi Yan Chen telah berada di tingkat dewa dewi tahap 7, nyatanya pemuda itu masih harus kembali mengasah elemen bawaannya, yang masih belum bangkit dengan sempurna.


Elemen es yang dimilikinya belum bisa dibandingkan dengan elemen lava, karena hingga saat ini Yan Chen baru saja melatih elemen lava hingga berhasil membuat transformasi pada setiap serangan dan juga perubahan dalam tubuhnya.


Dia membutuhkan waktu yang tidak sedikit, untuk kembali mengasah kemampuannya dan memperkuat elemen es miliknya, agar berkembang semakin sempurna. dan setelah semua itu selesai, dia akan segera memulai petualangannya, untuk mencari sang permaisuri.

__ADS_1


Akhirnya setelah menghabiskan waktu selama dua kali pembakaran dupa, semua orang pun kembali ke dalam goa, wajah Mereka terlihat sumringah, setelah melihat peningkatan ranah kultivasi Kaisar Geng Jingyi yang semakin tinggi.


Mereka dibuat semakin kagum pada bocah berusia 9 tahun itu dan menganggapnya sebagai seorang Dewa. Setelah semua berkumpul, akhirnya Yan Lu segera mengungkapkan niatnya, untuk kembali melanjutkan perjalanan, menuju Gunung Baihu.


Kaisar Geng Jingyi yang mendengar ucapan dari Yan Luu terlihat sangat kaget, dia ingin sekali mengikuti bocah yang bernama Yan Chen itu, terlebih setelah dia mendapatkan manfaat dari pil penyembuh tingkat tinggi yang diberikan oleh bocah itu terhadap tubuhnya.


Namun tentu saja keinginan dari Kaisar Geng Jingyi itu ditolak mentah-mentah oleh Yan Chen, dia tidak ingin sang Kaisar mengikuti langkahnya. Hingga membuat wajah semua orang pun menjadi buruk, padahal mereka sudah sangat senang saat Kaisar Geng Jingyi mengatakan akan mengikuti bocah itu. Penolakan yang dilakukan oleh bocah itu membuat mereka semua menjadi Kecewa.


Yan Chen melemparkan 20 botol giok kepada kaisar Geng Jingyi dan juga orang-orangnya, mata mereka pun langsung membulat, bahkan tanpa ba bi bu lagi, mereka langsung mengambil botol giok itu dan membukanya. mata mereka membola dan hampir saja melompat dari tempatnya, itu adalah hal yang tidak pernah mereka sangka-sangka, hingga mereka pun hampir saja meneteskan air mata karena terharu dengan pemberian dari bocah itu.


Yan Chen memberikan 20 botol giok, di mana Di setiap botol itu, terdapat 10 butir pil peningkat kultivasi tingkat tinggi.


"Itu adalah pil peningkat kultivasi tingkat tinggi, tuan muda Yan Chen tidak ingin kalian semua mengikutinya, tapi mulai hari ini kalian bisa berkultivasi di tempat ini, agar bisa meningkatkan kekuatan kalian untuk bisa kembali merebut kekaisaran dari tangan klan Gu." ucap Yan Lu.


Kaisar Geng Jingyi pun mengangguk, dia bertekad dalam hati, untuk menjadi semakin kuat, agar bisa kembali merebut apa yang menjadi haknya. Dia tak akan membiarkan anggota kelompok tengkorak merah terus menerus menindas rakyatnya dan berbuat kejahatan di wilayah kekaisarannya.


Yan Chen hanya mengangguk sambil menyunggingkan senyuman manis, tanpa harus mengatakan apapun, nyatanya ketiga Yan bersaudara, selalu tahu apa yang harus di katakan.


Serempak semua orang pun bersujud di hadapan Yan Chen, mereka benar-benar sangat bahagia setelah menerima sumber daya yang sangat langka dan tidak terkira harganya. Bahkan mungkin lebih mahal jika dibandingkan dengan nyawa mereka sendiri.

__ADS_1


Yan Chen merasa tidak senang dengan kelakuan semua orang, dia pun segera pergi meninggalkan mereka, disusul oleh ketiga Yan bersaudara.


Swush....


Keempatnya melesat dengan sangat cepat meninggalkan goa itu, untuk kembali melanjutkan perjalanan menuju Gunung Baihu. Sementara semua orang yang ada di dalam goa, masih terpaku dengan botol yang ada di tangan mereka masing-masing, ini adalah keberuntungan surga, mereka mendapatkan manfaat yang luar biasa dari seorang bocah ajaib.


Chen Guan akhirnya menceritakan apa yang terjadi dengan dia dan juga semua orang-orangnya, dihadapan Kaisar Geng Jingyi, mereka juga menceritakan tentang pertolongan yang diberikan oleh Yan Chen beserta ketiga Yan bersaudara itu.


Semua orang dibuat tercengang, apalagi setelah mendengar bahwa Yan Chen ternyata memiliki kemampuan dalam bidang formasi.


"Benar-benar seorang bocah yang sangat luar biasa, semoga suatu saat nanti, kita juga bisa kembali dipertemukan dengan bocah itu." ucap Kaisar Geng Jingyi dengan wajah yang sangat cerah, dia benar-benar bahagia dan merasa sangat beruntung dipertemukan dengan Yan Chen.


Chen Guan juga menceritakan tentang Bagaimana Yan Chen mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa, setelah dirinya melakukan kultivasi tertutup di dalam kolam lava yang ada di puncak gunung dahei. Sang Jenderal kekaisaran yang baru saja mengetahui tentang bocah kecil yang tidak bisa berbicara itu, sangat menyesal, karena telah berpikir buruk terhadapnya.


Dia tidak menyangka, jika Dewa penolong yang dikirim langit untuk Kaisar mereka, ternyata seorang yang bisu, dia pun berjanji dalam hati, jika suatu saat nanti Dewa memberikan kesempatan untuk dirinya bisa berjumpa kembali dengan Yan Chen, dia akan bersikap baik dan menyambut pemuda itu seperti keluarganya sendiri.


Sementara orang yang saat ini mereka bicarakan telah sampai di sebuah desa, mereka berempat terlihat memasuki sebuah kedai makan dan berniat untuk mengisi perut, meskipun seorang kultivator tidak membutuhkan makan, nyatanya Yan Chen menganggap bahwa makan merupakan sesuatu hal yang sangat penting dan harus dilakukan, karena makanan yang terserap ke dalam tubuh akan menjadi energi baru untuk menambah kekuatan mereka.


Baru saja keempatnya akan menyuapkan makanan ke dalam mulut, tiba-tiba muncul sekitar 20 orang pria yang menggunakan pakaian berwarna hitam dan memiliki lambang tengkorak berwarna merah di dadanya, mereka menggebrak meja dan mengusir semua orang yang saat ini tengah menikmati makanan di kedai itu.

__ADS_1


"Tinggalkan tempat ini, jika kalian masih ingin hidup!" ucap salah seorang pria yang diduga sebagai ketua dari gerombolan tengkorak merah itu.


__ADS_2