Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 53


__ADS_3

Di kekaisaran Xiao kali ini terjadi kegemparan kembali, setelah sebelumnya beberapa jasad para prajurit dilemparkan dari langit dan menembus atap Aula kekaisaran, saat ini jasad Ketiga orang Jenderal bahkan langsung dilempar hingga hampir saja mengenai kaki Kaisar Cheng Huang.


Membuat mata sang Kaisar membulat dengan sempurna, menyaksikan bagaimana keadaan dari ketiga jenderalnya yang telah terbunuh. Setelah dia mengirimkan mereka ke hutan Pandora.


Kali ini Kaisar Cheng Huang kembali memikirkan nasib yang akan diterima oleh sang mertua, patriark Xie Luoyang, entah bagaimana tanggapan sang istri nanti, jika sampai mengetahui bahwa ayah kandungnya sendiri mati dengan sangat mengenaskan, karena kecerobohannya yang terus saja mengusik para penghuni hutan Pandora.


Kaisar Cheng Huang mengirimkan Ketiga orang Jenderal beserta para prajurit tambahan untuk menarik mundur pasukan yang sudah terlanjur memasuki hutan Pandora, alhasil bukan menarik mundur pasukan, yang ada malah terjadinya pembantaian secara sepihak oleh para penghuni hutan Pandora, terhadap seluruh pasukan dan juga ketiga orang Jenderal yang dikirimkan oleh kaisar Cheng Huang.


Hal itu tentu menyulut emosi sang kaisar dan membuat Kaisar murka, namun dia menyadari jika kekuatan dari para penghuni hutan Pandora tidak bisa dianggap remeh, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk diam sementara dan kembali membangun pasukan yang lebih besar dan lebih hebat dari sebelumnya, demi untuk bisa membalas dendam kepada para penghuni hutan Pandora, yang sudah berani membantai pasukannya.


Kaisar Cheng Huang segera memanggil Kasim kepercayaannya, dia menyuruh agar segera membuat surat yang ditujukan kepada keempat orang kaisar yang ada di seluruh daratan xingguan.


Dia tidak ingin menunggu terlalu lama dan akan mulai bergerak dengan mencari dukungan agar di masa depan kekaisaran Xiao bisa menghancurkan kesombongan dari para penghuni hutan Pandora, yang hingga saat ini masih belum juga menunjukkan taring mereka.


Jika di masa lalu, dirinya bersama kaisar yang lain lari tunggang langgang akibat banyaknya pasukan yang berada di hutan Pandora, namun kali ini Kaisar Cheng Huang kembali merekrut pasukan untuk kekaisarannya, dia harus mengumpulkan banyak prajurit dan juga para kultivator tingkat tinggi demi untuk mencapai ambisinya, membalas dendam kepada para penghuni hutan Pandora, dan merampas segala macam sumber daya dan kekayaan yang dimiliki oleh mereka.


Dia sangat yakin jika sumber daya yang terkandung di hutan Pandora, merupakan yang terbaik, sehingga para penghuninya bisa menaikkan ranah kultivasi dengan sangat cepat, hal itu tentu sangat disadari olehnya yang kini mulai merasakan kemacetan setelah mencapai ranah Jenderal tingkat 5.


Jika saja ada pil yang bisa membuka kemacetan dalam penerobosan kultivasinya, mungkin saat ini Kaisar Ceng Huang telah mengkonsumsinya. hanya saja Alkemis yang berada di kekaisaran Xiao baru sampai peringkat dua, sehingga untuk membuat pil itu dibutuhkan seseorang alkemis yang sudah berada di tingkat 3.


Kaisar Cheng Huang segera mengirimkan surat kepada asosiasi alkemis yang ada di seluruh daratan xingguan untuk mencari keberadaan alkemis tingkat 3, yang bisa membuat pil untuk membantu kemacetan penerobosan kultivasinya.

__ADS_1


Dia harus segera menaikkan ranah kultivasinya, hingga ke tahap jenderal tingkat akhir, agar bisa membuat dirinya semakin kuat dan menjadi satu-satunya orang yang memiliki ranah tertinggi dalam kultivasi di seluruh daratan xingguan ini.


Tap...


Tap...


Tap...


Seorang wanita cantik berjalan dengan sangat anggun, menggunakan pakaian kebesarannya sebagai seorang permaisuri kekaisaran Xiao, dia adalah Xie Hua, yang merupakan putri bungsu dari Patriark Xie Luoyang sekaligus istri dari Kaisar Cheng Huang.


Dia baru saja mendengar kabar tentang kematian Ketiga orang jenderal, dari beberapa orang pelayan yang kebetulan tengah melewati aula kekaisaran, mendengar hal itu tentu membuat sang permaisuri itu pun sangat mengkhawatirkan keadaan ayahnya, yang sejak beberapa hari yang lalu telah berpamitan padanya untuk pergi ke hutan Pandora, agar bisa merampas segala macam sumber daya yang ada di sana.


Mengingat hal itu membuat hati sang permaisuri kekaisaran Xiao itu pun merasa sangat cemas, terlebih hingga saat ini, dia masih belum juga mendapatkan kabar dari sang ayah, tentang keberhasilannya untuk mendapatkan berbagai sumber daya itu.


Dia tak ingin ada seorang pun yang bisa mengalahkan kecantikan dirinya, sehingga diam-diam permaisuri Xie Hua mengirimkan banyak sekali pasukan ke berbagai wilayah dan juga desa yang ada di kekaisaran Xiao untuk menemukan bibit-bibit unggul yang memiliki kecantikan, yang mungkin bisa menjadi saingannya di masa depan, untuk segera dihabisi.


Dia tidak ingin ada orang yang lebih cantik daripada dirinya, cukup saja seorang Xie Hua, dan dia tidak ingin ada wanita lain yang menyamai posisinya.


Akhirnya langkah permaisuri itu pun sampai di aula istana, setelah duduk di samping Kaisar Cheng Huang, permaisuri segera menyampaikan unek-unek yang ada di dalam hatinya, dia ingin agar Kaisar Cheng Huang segera mengambil tindakan, untuk menyelamatkan sang ayah yang hingga sampai saat ini masih belum juga ada kabarnya.


Kaisar Cheng Huang sudah berkali-kali memberikan pemahaman terhadap permaisurinya, jika semakin banyak dia mengirimkan pasukan, maka para penghuni hutan Pandora akan semakin bersemangat untuk membantai mereka, sehingga dia harus memikirkan jalan lain untuk bisa menyelamatkan patriark Xie Luoyang.

__ADS_1


Akhirnya permaisuri Xie Hua pun merajuk, dia segera meninggalkan aula kekaisaran dan kembali menuju paviliun permaisuri, bahkan dia tidak berpamitan sama sekali terhadap Kaisar Cheng Huang.


Melihat hal itu sang kaisar pun menjadi serba salah, dia bukan tak ingin menyelamatkan patriark Xie Luoyang, hanya saja saat ini, jika dia melakukan sesuatu, maka otomatis para penghuni hutan Pandora akan menjadi semakin menjadi-jadi.


Sesampainya di paviliun, permaisuri Xie Hua segera memasuki sebuah ruangan yang sangat rahasia, yang berada di dalam kamarnya, dia memang sengaja membangun tempat itu untuk menyimpan sesuatu yang tidak diketahui oleh siapapun.


Hanya satu orang pelayan kepercayaannya saja, yang mengetahui apa yang ada di dalam ruangan itu, sehingga sang permaisuri seringkali mengurung dirinya di dalam ruang rahasia yang tersembunyi itu.


"Hahaha... Sebentar lagi seluruh kekaisaran akan bertekuk lutut padaku! Aku hanya membutuhkan waktu enam bulan lagi sebelum akhirnya para iblis akan kembali bangkit dan menguasai seluruh dunia Xingguan ini." ucap seorang wanita berpakaian mewah yang berada didalam sebuah ruangan tertutup.


Dia juga telah merubah bentuk tubuh nya menjadi seorang iblis wanita, seraya melangkahkan kakinya menuju sebuah danau dimana sebuah teratai hitam berada.



"Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh ratu ini." ucap iblis wanita itu seraya menyalurkan energi kegelapannya ke arah bunga teratai, yang terlihat semakin pekat saja.


...----------------...


Mohon maaf sebelumnya, berhubung author mengikuti tantangan marathon menulis karya baru selama 1 bulan, novel ini kemungkinan akan up 1 bab perhari, namun jika kedepannya author memiliki waktu yang cukup, insya allah akan di up 2 bab lagi perharinya.


Jangan lupa untuk mampir di novel terbaru author yang berjudul "Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa" yang mengusung tema kerajaan masa lalu, dan mengambil genre petualangan-transmigrasi.

__ADS_1


Pecinta time travel, yuks merapat kembali ☺️☺️.



__ADS_2