
Wush...
Medan pertempuran di bawah kuasa atap langit pada malam bulan purnama. Bias cahaya pucat sang dewi malam menyebar ke seluruh semesta raya. Semakin menciptakan suasana puncak ketegangan kala ribuan bilah pedang terangkat memenuhi angkasa, mengarah ke satu tujuan dan siap menyerang sasaran dengan tanpa pengampunan.
Angin berderuan di sekitar area medan tempur, akibat tekanan kekuatan dari si pembangkit niat pedang. pria tua itu dengan segera memasang kewaspadaan tinggi sepertinya saat ini dia berada dalam masalah, karena ternyata bocah laki-laki itu telah mengeluarkan kemampuannya yang melebihi batas.
Dengan gerakan yang seringan kapas, pria tua itu pun segera menghindari dengan meloncat ke sana ke sini, bahkan pria itu dengan terpaksa harus menggunakan jurus terkuat miliknya, untuk bisa menghilang dari medan pertempuran, agar tidak terkena tebasan pedang yang semakin lama terlihat semakin mengeluarkan aura penindasan yang sangat pekat.
Clap...
Clap...
Clap...
Booom...
Duar...
Pedang-pedang itu pun menancap di tanah dan juga pepohonan sekitar, tak lama kemudian terlihat percikan api yang sangat besar diiringi dengan suara ledakan yang sangat dahsyat. Seluruh pepohonan yang terkena pedang-pedang itu pun akhirnya tumbang ke tanah, dalam keadaan hancur tak bersisa. Bahkan pedang-pedang itu kini mulai kembali ke arah Yan Chen dan berkumpul di atas kepalanya.
"Sampai kapan kau akan terus bersembunyi, pria tua? Bukankah kau sendiri yang menantangku untuk bertarung? Maka hadapilah!" ucap Yan Chen dengan sangat dingin.
Pria tua itu pun meneguk salivanya dengan susah payah, awalnya dia hanya mencoba untuk mengetes kemampuan yang dimiliki oleh kedua orang bocah itu, namun ternyata malah membuat si bocah laki-laki mengeluarkan kemampuan terbaiknya sehingga membuat pria tua itu akhirnya harus menghilang, demi untuk menyelamatkan diri agar tidak terkena energi pedang yang maha dahsyat.
Wush...
__ADS_1
Tap...
Sebuah aura menguar dengan sangat besar, tak lama kemudian muncullah sesosok pria berusia 39 tahun di hadapan kedua orang bocah itu. Nampaknya pengrusakan yang dilakukan oleh Yan Chen telah mengundang salah seorang intensitas terkuat, yang berada di hutan itu.
Bahkan saat ini pria itu pun mulai memancarkan aura kemarahan yang disertai aura membunuh yang sangat pekat, Yan Chen melirik ke arah Liu Lin, nampaknya saat ini mereka berdua berada di dalam kesulitan, karena kemampuan yang dimiliki oleh pria itu tak main-main. Sepertinya saat ini mereka bertemu dengan lawan yang sangat kuat, bahkan bisa disebut seimbang dengan keduanya.
Meskipun ranah kultivasi milik Liu Lin dan juga Yan Chen telah berada di tingkat dewa-dewi tahap 7 dan 9, nyatanya dengan tubuh kecil itu masih belum mampu untuk mengeluarkan energi yang lebih besar dari yang seharusnya. Keduanya hingga saat ini masih harus terus menekan laju kultivasi, agar memperlambat kepergian mereka menuju dunia atas.
"Berani sekali kau melakukan pengrusakan di wilayah kekuasaanku!" ucap pria itu sambil menatap nyalang ke arah Yan Chen.
Bocah itu hanya melirik dengan sangat malas, kemudian segera menjawab ucapan dari pria itu. "Jika saja tidak ada kakek tua bangka itu yang mencoba untuk menyerangku terlebih dahulu, maka aku juga tidak perlu mengeluarkan energi dengan sangat besar untuk memberikan pelajaran kepada kakek tua yang sayangnya hanyalah seorang pengecut, yang terus bersembunyi di balik awan." ucapnya sambil menengadahkan kepalanya ke atas.
Pria tua yang hingga saat ini memang tengah bersembunyi di balik awan, memelototkan matanya, ternyata meskipun dia telah menyembunyikan aura keberadaannya, tapi masih saja bisa terlacak oleh Yan Chen dan juga Liu Lin.
"Cih..! Dasar bocah bau susu..!" ucap pria itu seraya mengangkat gagang pedang yang berada di tangannya, kemudian membentuk sebuah serangan yang sangat besar ke arah Yan Chen dan juga Liu Lin.
Berbeda jauh dengan si pria tua yang saat ini bersembunyi di balik awan, pria yang baru saja muncul itu hanya menunjukkan seringaian tipis di wajahnya, dia sebenarnya mengetahui rahasia di balik energi yang dimiliki oleh Liu Lin dan juga Yan Chen, namun sepertinya pria itu tidak memiliki keinginan sama sekali untuk mengatakannya.
Terlebih dirinya juga telah merasakan keberadaan orang lain, yang hingga saat ini masih terus bersembunyi tak jauh dari mereka.
Trang...
Trang...
Trang...
__ADS_1
Suara pedang itu pun berdecit dengan sangat kencang, membuat linu telinga siapapun yang mendengarnya. Saat ini 2 kekuatan besar tengah saling menyerang satu sama lain, Yan Chen dengan segera menggerakkan jarinya untuk mengarahkan serangan yang sangat brutal dan juga mematikan ke arah pria itu.
Sedangkan si pria hingga saat ini masih terus bergelut dengan jurus-jurus ampuh yang dimilikinya, dia tidak mungkin menyerah begitu saja terhadap dua orang bocah apalagi merupakan ras dari manusia.
Dirinya yang memang sudah beratus-ratus tahun tinggal di hutan merasa benar-benar sangat lapar dan membutuhkan makanan yang lebih banyak lagi, mengingat selama tinggal di dunia atas, pria itu tidak kekurangan sesuatu apapun.
Blaaaam...
Tiba-tiba saja Yan Chen dan juga Liu Lin terpental dengan sangat kencang, hingga keduanya terjatuh di atas tanah. Darah segar keluar dari sudut bibir keduanya, membuat Liu Lin menjadi semakin kesal, sepertinya makhluk yang berdiri di hadapannya saat ini benar-benar ingin membunuh mereka berdua, padahal keduanya tidak memiliki kesalahan sedikitpun.
Meskipun Yan Chen pada akhirnya telah merusak tatanan hutan, jika saja bukan karena pria tua itu yang menyerang terlebih dahulu, kedua bocah itu pun tidak akan pernah berurusan dengan pria yang saat ini berada di hadapannya.
"Sial..! Sepertinya tidak ada cara lain lagi!" umpat Liu Lin sambil kembali bangkit dan mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
Walau hanya sekejap, Liu Lin merasakan adanya aura beast spirit dalam tubuh pria yang menjadi lawannya itu, sehingga gadis kecil itu pun dengan segera langsung mengeluarkan jurus terampuh dan juga terhebat miliknya. Meskipun saat ini tubuh kecilnya belum tentu bisa menahan beratnya beban atas jurus tertingginya.
Liu Lin mengambil langkah tegap ke tengah-tengah kekacauan, Ia berdiri di bawah sinar matahari terik, memancarkan aura yang mempesona dan terbakar oleh tekadnya yang tak tergoyahkan.
"Jurus langkah phoenix! Perubahan phoenix!" teriaknya.
Liu Lin mengumpulkan seluruh energi Qi-nya, merasakan setiap denyut nadi yang mengalir dalam tubuhnya. Ia menyatukan setiap hembusan napas, mengubahnya menjadi kekuatan yang melonjak. Di balik matanya yang penuh dengan api semangat.
Ketika keadaan mencapai puncak ketegangan, Liu Lin mengulurkan tangannya ke langit. Dari dalam dirinya, keluarlah aura Qi yang berputar dengan cepat, membentuk pusaran energi yang luar biasa. Seperti sayap yang terbuka, aura tersebut melingkupi tubuhnya, membentuk cakrawala yang menakjubkan.
Sementara itu, dengan mata batinnya yang terbuka, Liu Lin memanggil beast phoenix dari dalam. Ia merasakan hadirnya roh binatang yang menguasai langit, berdenyut di dalam keberadaannya. Dengan tekad yang tak tergoyahkan, Liu Lin menggabungkan energi Qi-nya dengan kehadiran misterius yang melingkupinya.
__ADS_1
Dalam sekejap, sesuatu yang luar biasa terjadi. Liu Lin menyatu dengan beast phoenix yang legendaris, menyatu dengan kekuatan primordial yang tersembunyi dalam jiwanya. Rambutnya yang biasanya hitam berkilauan, berubah menjadi merah menyala seperti nyala api yang menyala terang. Tubuhnya yang tangguh dan kuat tampak mengkilap dengan sinar keemasan, seakan terbakar oleh kekuatan phoenix yang terpancar dari dalam.
Dalam keadaan ini, Liu Lin tidak hanya menjadi manusia biasa, tetapi menjadi perwujudan nyata dari kekuatan phoenix. Ia menguasai gerakan yang lemah lembut namun mematikan, membakar musuhnya dengan cakar tajam seperti bara api yang membara. Kemampuan bertarungnya melampaui batas-batas manusia, mencapai taraf yang hanya bisa dicapai oleh dewa-dewa dalam mitologi.