Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 58


__ADS_3

Permaisuri Xie Hua tak lagi mendengarkan peringatan dan diberikan oleh kaisar Cheng Huang, dia dengan sangat beringasnya kembali meluncurkan serangan terdahsyat yang dimilikinya, hingga membuat seluruh prajurit kekaisaran Xiao akhirnya hancur karena efek ledakan yang dibuat oleh sang permaisuri dari kekaisaran itu ternyata memiliki elemen kegelapan yang bercampur dengan elemen iblis yang telah menyatu di dalam tubuh fananya.


"Hahaha... kalian semua benar-benar sangat lemah, bahkan untuk menghadapi seorang wanita sepertiku sekalipun, kalian tidak memiliki kemampuan. Benar-benar sampah!" teriak permaisuri Xie Hua sambil terus tertawa terbahak-bahak, menunjukkan kebahagiaannya yang telah berhasil menumbangkan seluruh prajurit dari kekaisaran Xiao sehingga tubuh mereka menjadi hancur meninggalkan percikan darah dan juga serpihan kain dari pakaian yang mereka gunakan.


"Kumohon hentikan semua kegilaan ini, Hua'er!" ucap Kaisar Cheng Huang sambil menatap ke atas, di mana tubuh istrinya saat ini tengah melayang-layang.


Permaisuri Xie Hua hanya melirik sekilas ke arah sang suami, kemudian kembali tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha... Dasar Kaisar bodoh! Jika kau pikir selama ini aku mencintaimu, kau salah besar! Aku hanya memanfaatkanmu agar jiwaku bisa menjadi semakin kuat dengan memiliki seluruh sumber daya dan juga kekayaan yang dimiliki oleh kekaisaran Xiao, Lihatlah aku saat ini! akulah yang tercantik di seluruh dunia xingguan ini, bahkan aku jugalah yang paling kuat dan sakti tak tertandingi." teriaknya.


Kaisar Cheng Huang langsung menganga tak percaya, dia tak menyangka jika selama ini dirinya hanyalah dimanfaatkan oleh permaisuri Xie Hua untuk mencapai keinginannya, apalagi selama ini permaisurinya itu selalu bersikap begitu manis di hadapannya dan menunjukkan sikap yang lemah lembut, sehingga membuat dia berkali-kali menepis dugaan jika permaisuri ternyata adalah jelmaan iblis sejati yang akan meruntuhkan seluruh kekaisarannya dan memporak-porandakan seluruh wilayah kekuasaan yang dimiliki oleh kekaisaran Xiao.


Betapa bodoh dan naifnya sang Kaisar selama ini, karena terlalu mempercayai seorang wanita iblis seperti permaisuri Xie Hua, sehingga membuat para pembesar istana sekaligus prajurit yang tersisa menatap sinis ke arahnya.


Mereka tak menyangka jika Kaisar licik yang telah membunuh saudara kandungnya sendiri hanya demi untuk mendapatkan tahta kekaisaran, ternyata masih bisa dibodohi dan juga ditipu oleh permaisuri.

__ADS_1


Hal itu tentu saja di sangat disesali oleh kaisar Cheng Huang, jika saja dia tidak terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh permaisuri Xie Hua saat itu, mungkin saat ini kekaisarannya masih tetap dalam keadaan aman sentosa.


Namun nasi telah menjadi bubur, dia tak bisa berbuat apa-apa dan hanya mampu menghela nafas lelah, karena menjadi kaisar tidaklah semudah yang dia bayangkan sebelumnya. Selain harus mengembangkan politik, dia juga harus melindungi seluruh rakyatnya dan itulah yang saat ini begitu berat dia lakukan.


Sang istri di hadapannya dengan terang-terangan menantang pertempuran, sedangkan kekuatan yang dia miliki hingga saat ini masih stagnan di tahap Jenderal tingkat awal, sangat jauh berbeda dengan sang istri yang tingkat kultivasinya bahkan telah mencapai ranah yang berkali-kali lipat di atas dirinya, sehingga hal itu membuat Kaisar Cheng Huang pun frustrasi.


Entah apa yang harus dia lakukan saat ini untuk bisa menyelamatkan seluruh kekaisaran Xiao, bahkan untuk bisa menggerakkan tubuhnya dari tempat itu saja sangatlah sulit, karena aura yang dikeluarkan oleh permaisuri Xie Hua benar-benar menahan tubuhnya hingga tak bisa untuk digerakkan.


"Ada apa denganmu yang mulia? Apa kau baru saja menyadari jika saat ini kekuatanmu tidaklah sebanding denganku, sehingga kau tak berani untuk menyerang permaisurimu ini? Hahaha... Kau memang tak pantas menjadi seorang pemimpin kekaisaran! Sampah sepertimu hanya pantas untuk berlutut di depan kakiku dan menjadi kesetan yang bisa aku injak-injak." ucap permaisuri Xie Hua semakin lama semakin menambahkan provokasi kepada kaisar Cheng Huang.


Sehingga membuat wajah dari orang nomor satu di kekaisaran Xiao itu pun mulai menghitam, karena menahan marah. Dia tak menyangka jika permaisuri yang begitu dicintainya selama ini akan sangat meremehkan dan juga menghina kemampuannya, yang saat ini masih jauh di bawah kemampuan yang dimiliki oleh wanita itu.


Blush...


Tiba-tiba saja sebuah aura yang sangat dingin berhembus, hingga membuat aura yang dikeluarkan oleh permaisuri Xie Hua sedikit tertekan olehnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, seorang gadis cantik berbadan mungil muncul di hadapan semua orang, tatapannya begitu tajam meskipun dengan wajah yang sangat datar, dia memicing ke arah permaisuri Xie Hua yang saat ini tengah berdiri dengan sangat pongah di hadapan semua orang, karena telah berhasil membuat suasana yang ada di seluruh wilayah kekaisaran Xiao menjadi kalang kabut.


"Hanya iblis rendah sepertimu, berani membuat kekacauan di kekaisaran Xiao ini? sepertinya kau sudah sangat merindukan kematian, permaisuri Xiao." ucap Gadis itu dengan suara yang sangat datar bahkan terkesan acuh tak acuh terhadap permaisuri Xie Hua yang saat ini wajahnya telah menggelap karena sangat emosi.


Apalagi provokasi yang dilakukan oleh gadis itu berhasil membuat amarah dari wanita iblis itu semakin membuncah dan segera mengeluarkan seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk menyerang gadis yang baru saja muncul.


"Siapa namamu, gadis kecil? dan kenapa kau ikut campur dengan urusanku?" tanya permaisuri Xie Hua sambil menunjuk wajah dari gadis yang saat ini tengah melengkungkan seringaian tipisnya.


"Aku tak yakin, kau bisa tetap hidup jika aku mengatakan siapa diriku!" ucap si gadis dengan tak kalah sombong.


Permaisuri Xie Hua tentu saja sangat emosi, karena merasa jika gadis kecil yang saat ini tengah berdiri di hadapannya berani bermain-main dengannya.


"Dasar gadis rendahan! Sepertinya kau harus diberi pelajaran, agar tahu bagaimana caranya berbicara dengan seorang permaisuri yang berkuasa seperti ku! Apalagi saat ini seorang Kaisar dari kekaisaran Xiao telah berlutut di hadapanku, tanpa bisa berbuat apapun. Apa kau tahu itu artinya apa?" ucap permaisuri Xie Hua sambil tersenyum sinis ke arah gadis itu.


"Hahaha... Hanya seorang Kaisar licik yang telah melakukan cara yang sangat curang untuk mendapatkan tahta kekaisaran saja kau sebut seorang Kaisar? Menurutku dia hanyalah sampah yang harus disingkirkan. Dan kau! Kau juga tak jauh berbeda dengan dia, kalian berdua memang pantas ditempatkan di antara tumpukan bangkai karena memiliki hati dan juga pikiran yang sangat busuk!" ucap gadis itu menambah provokasinya.

__ADS_1


Sehingga membuat permaisuri Xie Hua semakin emosi dan langsung meledakkan seluruh energi miliknya dan mengarahkan serangan secara langsung dan membabi buta ke arah si gadis yang hingga saat ini masih berdiri di tempatnya tanpa menggerakkan tubuhnya sedikitpun.


Boooom...


__ADS_2