
Melihat bocah yang saat ini tengah terduduk sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, ketiga tetua itu pun saling melirik, mereka berusaha untuk mengeluarkan aura penekanan terhadap bocah itu, tapi sepertinya tidak berefek apapun terhadap tubuh Sang bocah.
Sehingga membuat ketiga tetua itu pun akhirnya yakin bahwa bocah di hadapan mereka inilah yang saat ini mereka cari, akhirnya mereka pun segera melesat dan langsung berdiri di hadapan Yan Chen yang masih saja mengabaikan keberadaannya.
"Hai, kau bocah! Apakah kau yang bernama Yan Chen?" tanya salah seorang tetua. Yan Chen melirik ke arah tetua itu, kemudian dia pun menggelengkan kepalanya sambil sesekali terlihat tangannya menutup mulut yang saat ini tengah menguap.
"Dasar bocah ingusan! jawab pertanyaanku dengan baik atau aku tak segan-segan untuk menyerangmu!" ucap tetua itu sambil melotot dan menunjukkan aura kultivasinya di hadapan Yan Chen.
Sedangkan Yan Chen saat ini hanya tersenyum tipis, dalam hati dia tengah mengolok-ngolok kelakuan ketiga tetua yang sudah bau tanah itu, andai saja dia bisa berbicara, mungkin saat ini dia telah mengeluarkan semburan beracun dari mulutnya dengan kata-kata yang pedas dan juga menyakitkan.
Para prajurit itu pun segera melesat, mereka berdiri tepat di belakang ketiga tetua yang saat ini tengah menatap Yan Chen dengan sengit.
"Hei bocah! Kenapa kau tidak berbicara? Apakah kau bisu?" tanya tertua itu lagi.
Yan Chen hanya menganggukan kepalanya dan menunjukkan bahwa dia memang tidak bisa berbicara, ketiga tetua itu pun saling memandang, bagaimana mungkin bocah yang mereka cari itu bisu? tapi melihat bagaimana cara bocah itu menahan aura yang mereka keluarkan, akhirnya ketiga tertua itu pun segera menarik pedang mereka dan mengacungkannya ke arah Yan Chen.
"Bukankah kau yang bernama Yan Chen yang telah membunuh ke-20 orang anggota dari kelompok tengkorak merah?" tanya tetua itu lagi.
Yan Chen seketika menutup matanya, bocah itu pun langsung mendengkur di hadapan ketiga tetua itu, sepertinya ucapan dan pertanyaan yang tajam dari ketiga tetua itu bagaikan nyanyian pengantar tidur untuk sang bocah.
"Dasar bocah gila! dia bahkan bisa tidur di saat aku tengah monodongkan senjata tingkat menengah!" ucap si tetua.
Para prajurit pun segera mendekat, sepertinya mereka akan berusaha untuk menangkap bocah itu, "Apakah kita tangkap saja bocah itu, tetua?" tanya salah seorang prajurit.
Tetua itu pun menganggukkan kepalanya dan menyuruh salah seorang diantara mereka untuk mengangkat tubuh Yan Chen dan membawanya ke kediaman klan Gu saat ini, mengingat sang Patriark tidak sedang berada di kekaisaran.
__ADS_1
Akhirnya salah seorang prajurit pun segera mendekat, dia berusaha untuk menarik tubuh Yan Chen dan berniat untuk menggendongnya, tapi baru saja dia mengulurkan tangannya, sebuah serangan bagaikan sapuan angin berhasil membuat prajurit itu menjerit karena kehilangan tangannya dan membuat semua orang yang hadir di sana membelalakan mata tak percaya.
Bagaimana mungkin bocah yang tengah tertidur itu bisa mengeluarkan kekuatan dengan begitu dahsyat? Mungkinkah ada orang lain yang melindungi bocah ini dari kegelapan? fikir mereka semua.
Kemudian para tetua itu pun segera melesat ke berbagai arah mereka akan mencari badjingan mana yang telah berani mencari masalah dengan klan Gu milik mereka, sehingga menjadikan seorang bocah kecil sebagai tameng.
Wush...
Wush...
Wush...
Tubuh ketiga tetua itu pun langsung menghilang dari tempat itu, mereka terus melesat untuk mencari seseorang yang menjadi dalang atas semua kejadian yang menimpa anggotanya.
Baru saja ketiga tetua itu akan melakukan serangan terhadap Yan Chen tiba-tiba saja...
Zuuuung...
Sebuah formasi yang berwarna kebiruan muncul melindungi tubuh bocah itu, sehingga membuat mereka semua terpental akibat menghantam formasi yang sangat kuat.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
__ADS_1
Tubuh ketiga tetua itu pun langsung ambruk di atas tanah, mereka tidak menyangka jika Yan Chen bisa menggunakan formasi untuk melindungi dirinya.
Akhirnya 200 orang prajurit itu pun melesat bersamaan, mereka akan berusaha untuk menghancurkan formasi yang saat ini terlihat begitu kokoh berdiri di hadapan mereka, ke 200 orang prajurit itu pun melakukan sebuah formasi penyerangan, mereka terlihat mengalirkan energi Qi milik mereka kepada seseorang yang saat ini tengah berdiri dengan sebilah pedang yang ada di tangannya.
Ketiga tetua itu pun langsung kembali bangkit, mereka ikut membantu ke 200 orang prajurit untuk menyerang Yan Chen, bahkan kini mereka menggunakan jurus terkuat yang mereka miliki untuk bisa menghancurkan formasi yang melindungi bocah itu, sekaligus membunuh Yan Chen.
Zhuuuung...
Formasi itu tiba-tiba saja berdengung dan berubah warna menjadi kemerahan, energi panas menguap dari dalam formasi yang kini mengungkung tubuh kecil Yan Chen dan membalikan seluruh serangan yang dilakukan oleh kedua ratus orang prajurit beserta ketiga tetua dari klan Gu itu.
Ketiga tetua itu terlihat membelalakkan matanya, mereka benar-benar tak percaya dengan pemandangan yang saat ini ada di hadapan mata mereka, bagaimana mungkin seorang bocah berusia 9 tahun memiliki kemampuan untuk mengendalikan formasi tingkat tinggi?
Hal itu tentu saja membuat ketiga tetua itu berfikir untuk merekrut Yan Chen menjadi salah satu bagian dari mereka, bahkan ketiganya terlihat semakin berambisi setelah mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh bocah itu, melebihi orang-orang yang ada di kelompoknya.
Tak lama mereka pun kembali melesat melemparkan serangan demi serangan yang mematikan ke arah formasi yang saat ini masih mengurung tubuh kecil Yan Chen, namun sepertinya mereka saat ini tengah terkena kesialan karena ternyata energi yang mereka alirkan ke dalam pedang berhasil memukul mundur serangan mereka dan membalikkan seluruh serangan itu kepada si pemiliknya.
Ke 200 orang prajurit beserta ketiga orang tetua itu pun langsung kocar-kacir, mereka harus menghindari serangan dari jurus mereka sendiri sambil mengutuk Yan Chen yang ternyata menggunakan formasi pembalik untuk bisa menghadapi serangan dari mereka semua.
Meski begitu, ketiga tetua itu masih berambisi untuk terus bisa mendapatkan si bocah ajaib yang saat ini masih Tengah tertidur dengan sangat lelap, mereka yakin jika Yan Chen berada di tengah-tengah mereka, maka mereka akan dengan mudah menaklukkan seluruh kekaisaran yang ada di dunia xingguan ini, agar takluk kepada klan Gu mereka.
Hal itu tentu membuat semangat di dalam dada ketiga tetua itu pun semakin berkobar, mereka terpontang-panting menahan serangan yang tadi ditujukan untuk Yan Chen, namun berbalik terhadap tubuh mereka sendiri.
"Sial! sepertinya bocah ini benar-benar memiliki kemampuan yang lebih besar dibandingkan anggota dari kelompok tengkorak merah! jika saja aku bisa merekrut bocah itu menjadi bagian dari anggotaku, bisa dipastikan bahwa seluruh dunia xingguan ini pasti akan bersujud di hadapan klan kita. Bagaimanapun caranya, kita harus bisa membuat bocah itu memihak kepada kita!" ucap salah seorang tetua.
"Baik tetua pertama!" jawab serempak dari kedua orang pria tua yang lainnya.
__ADS_1