Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 33


__ADS_3

Yan Chen terlihat mengibaskan lengan hanfunya, pemuda itu pun segera turun dan menginjakkan kembali kedua kakinya di atas tanah. Seketika tanah yang dipijak oleh pemuda itu pun menjadi sejuk, bahkan energi panas yang tadi menyebar pun menghilang seketika, sesaat setelah pemuda itu menghilangkan sepasang sayap yang ada di punggungnya.


Semua orang akhirnya merasa lega, energi yang tadi begitu menindas, akhirnya menghilang. Mereka pun langsung bangkit dan menyambut kembalinya Yan Chen dengan senyuman yang sumringah.


Terlebih untuk ketiga Yan bersaudara, Mereka terlihat begitu bahagia, saat tahu jika pemuda yang dijaganya, telah berhasil menaikkan tingkat kultivasinya hingga ke ranah dewa-dewi tahap 7.


Sebenarnya Yan Chen bisa saja menaikkan kultivasinya hingga ke ranah dewa-dewi tingkat akhir, hanya saja pemuda itu menahan terobosannya di tingkat 7, mengingat saat ini masih ada satu dantian lagi yang belum terbuka.


Akhirnya mereka pun segera beranjak dari tempat itu, dan kembali menuju goa yang selama ini ditinggalinya. Semua orang ingin merayakan keberhasilan dan sekaligus membicarakan sesuatu hal yang sangat penting.


Setelah acara makan-makan selesai, akhirnya Chen Guan segera mengatakan niatnya, dia saat ini telah menerima sebuah pesan rahasia, jika kekaisaran telah diserang oleh orang-orang dari kelompok tengkorak merah, hingga membuat Kaisar Geng Jingyi terluka dan terpaksa harus disembunyikan di suatu tempat bersama seluruh keluarganya.


Chen Guan ingin meminta izin kepada Yan Chen, untuk membawa Kaisar Geng Jingyi beserta keluarganya ke goa tempat mereka tinggal, dia takut terjadi sesuatu kepada sang Kaisar, terutama saat ini kelompok tengkorak merah semakin jadi-jadi.


Mereka tak hanya menyerang kekaisaran saja, akan tetapi mereka juga membuat kekacauan di seluruh desa yang tidak mau tunduk terhadap mereka, apalagi saat ini kekaisaran telah dikuasai oleh klan Gu yang dipimpin oleh Patriark Gu Min.


Yan Chen hanya terdiam, pemuda itu terlihat menutup mata, tanpa merubah raut wajah dinginnya. Sedangkan ketiga Yan bersaudara Saling pandang.


Akhirnya Yan Lu selaku orang yang paling tua di antara ketiganya pun segera menjawab, "Jika senior menginginkan Kaisar Geng Jingyi tinggal di tempat ini,maka silahkan saja, karena sepertinya tuan muda Yan Chen juga akan segera meninggalkan tempat ini." ucap Yan Lu.

__ADS_1


Kesepuluh orang itu pun saling berpandangan, mereka tidak menyangka jika Yan Chen akan pergi dari tempat itu, padahal sebelumnya Chen Guan berpikir untuk meminta tolong kepada pemuda itu, agar bisa menyembuhkan Kaisar Geng Jingyi yang sedang terluka.


"Bisakah kalian mengundurkan keberangkatan sampai yang mulia datang ke sini? aku rasa, kami akan membutuhkan bantuan dari tuan muda Yan Chen untuk bisa menyembuhkan yang mulia Kaisar." ucap Chen Guan.


Yan Lu beserta kedua saudaranya pun saling memandang, Sejak kapan Yan Chen menjadi seorang alkemis? selama ini mereka hanya mengetahui, jika pemuda itu adalah seorang kultivator yang sangat hebat.


Lalu bagaimana mungkin pemuda itu memiliki kemampuan dalam bidang alkemis tanpa sepengetahuan mereka? ketiga Yan bersaudara terlihat menggelengkan kepalanya dengan lemah, sebenarnya mereka tidak ingin berurusan dengan orang-orang dari kekaisaran, terutama saat ini mereka ingin menikmati petualangan yang santai tanpa harus dikelilingi oleh masalah, akan tetapi mereka juga tidak bisa menolak permintaan dari Chen Guan.


Sehingga akhirnya ketiga Yan bersaudara pun dengan terpaksa menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan dari pria paruh baya itu.


Chen Guan terlihat sangat senang, dia berharap agar Kaisar Geng Jingyi bisa kembali disembuhkan.


Tak lama batu komunikasi milik Chen Guan pun bersinar, pertanda bahwa orang-orang dari kekaisaran telah mengetahui isi dari surat yang dikirimkan olehnya dan memberikan balasan dengan cepat, Kaisar Geng Jingyi meminta agar Chen Guan beserta anggotanya untuk menjemput di kaki gunung dahei.


Mengingat saat ini sang Kaisar masih terluka, Begitu juga dengan beberapa orang jenderal dan juga pembesar istana yang ikut serta dan masih setia dengan Kaisar Geng Jingyi.


Chen Guan menyanggupi permintaan yang dikirimkan oleh kaisar Geng Jingyi,1 dia beserta seluruh anggotanya pun segera turun gunung untuk menjemput sang Kaisar beserta pasukannya.


Setelah pembicaraan mereka berakhir, akhirnya Chen Guan beserta rombongannya pun segera berpamitan, mereka akan menjemput rombongan dari Kaisar Geng Jingyi yang masih berada di kaki gunung Dahei.

__ADS_1


Yan Chen tiba-tiba saja membuka matanya, dia berbicara menggunakan bahasa isyarat kepada ketiga Yan bersaudara, yang intinya mengajak mereka untuk segera pergi dari tempat itu menuju ke suatu tempat yang lain.


Yan Chen masih harus meningkatkan kembali elemen es miliknya agar semakin sempurna dan satu-satunya cara yang bisa dia gunakan adalah dengan berkultivasi di atas sebuah danau yang ada di hutan Bai Yun.


Selang tiga kali pembakaran dupa, akhirnya pasukan Chen Guan pun kembali ke goa bersama dengan Kaisar Geng Jingyi dan orang-orangnya, mereka segera masuk dan menyapa Yan Chen yang saat itu masih duduk seraya menutup matanya.


Pandangan Kaisar Geng Jingyi tidak lepas dari wajah pemuda itu, dia masih ingat jika 6 tahun yang lalu Yan Chen lah yang sudah menolong dia beserta keluarganya, saat sedang dihadang oleh pasukan tengkorak merah.


Ketiga Yan bersaudara segera menjamu tamunya, Mereka menyajikan begitu banyak buah-buahan dan juga daging beast yang sudah mereka bakar, ketiganya tentu mengetahui, jika saat ini tamu mereka mungkin saja belum mengisi perutnya, karena suasana di kaki gunung dahei masih belum aman.


"Silakan yang mulia." ucap ketiga Yan bersaudara.


Kaisar Geng Jingyi hanya mengangguk, sambil mengambil beberapa potong daging dan juga buah-buahan untuknya, yang lain juga tanpa malu-malu langsung mengambil makanan yang telah disajikan oleh ketiga Yan bersaudara.


Akan tetapi, ketiga Jenderal kekaisaran saat ini, menatap wajah Yan Chen dengan tidak bersahabat. Mereka tidak terlalu menyukai Pemuda dingin itu, karena sejak mereka menginjakkan kaki di goa itu, Yan Chen sama sekali tidak bergerak. Bahkan pemuda itu tidak membuka matanya sama sekali.


"Apakah Tuan mudamu itu selalu bersikap seperti ini?" tanya salah seorang jenderal kekaisaran kepada ketiga Yan bersaudara.


Mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Sang Jenderal, Kaisar Geng Jingyi pun segera melirik, dia tidak menyukai sikap jenderalnya yang terlalu formal.

__ADS_1


"Biarkan Tuan Muda Yan Chen beristirahat, mungkin saat ini dia tengah lelah." ucap Kaisar Geng Jingyi sambil menyuapkan potongan daging dengan sumpitnya. mendengar ucapan dari sang Kaisar, akhirnya Jenderal itu pun terdiam.


__ADS_2