Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 23


__ADS_3

Swooosh...


Swooosh...


Dua siluet manusia melintas dengan kecepatan yang sangat tinggi, gerakannya begitu gesit dan lincah bagaikan hembusan angin, bahkan beberapa diantara mereka tak sadar dengan kemunculan dua pemuda yang saat ini tengah membawa banyak buah dan juga kendi air.


Yan Chang yang menyadari kedatangan kedua saudaranya segera berbalik, dia menyambut dengan senyuman khas miliknya.


"Kakak pertama! Kakak kedua! Kalian sudah kembali?" tanya Yan Chang. Sedangkan kedua saudaranya terlihat mengerutkan dahinya, mereka mulai menilai satu persatu dari orang-orang yang kini berdiri bersama adik bungsu mereka.


"Siapa mereka?" tanya Yan Lu tanpa berbasa-basi, meskipun Yan Chang tersenyum manis, tapi tetap saja tak mampu membuang prasangka buruk yang kini mulai menggelayuti fikiran kedua saudaranya.


"Ooh.. Mereka? Hais! Aku sampai lupa memperkenalkan nya pada kalian! mereka adalah orang-orang kepercayaan kaisar Geng Jingyi yang ditugaskan untuk mencari tahu tentang keadaan hutan ini dan juga gunung dahei, aah... Adik kalian yang tampan ini telah mengundang mereka untuk bergabung bersama kita! Tentu saja semakin banyak orang pasti perjalanan kita akan semakin menyenangkan." ucap Yan Chang tanpa menyembunyikan apa pun dari kedua saudaranya.


Sementara Chen Huan dan kesembilan rekannya terlihat melotot, mereka belum menyetujui ide itu, tapi pemuda yang kini berhadapan dengan mereka bahkan tidak bertanya terlebih dahulu dan langsung memberitahukan kepada kedua saudaranya yang lain tentang ajakan untuk pergi bersama ke gunung dahei.


Yan Lu dan Yan Dong hanya mengangguk, kemudian mengajak ke sepuluh orang itu untuk duduk dan menikmati buah-buahan yang mereka dapatkan tadi, tak lupa Yan Dong juga memberikan beberapa gelas air yang terbuat dari bambu untuk mereka minum.


Yan Chen terbangun perlahan, bocah itu sedikitpun tidak melirik kearah sekumpulan orang yang saat ini tengah memperhatikannya, dia sibuk mengambil beberapa buah-buahan untuk jatah makannya, kemudian menjauh dari kumpulan orang-orang itu dan mulai makan dalam kesendirian.

__ADS_1


Dia bukan tidak menganggap keberadaan dari kesepuluh kultivator yang saat ini turut mengikutinya, hanya saja Yan Chen tidak pernah mau berdekatan dengan siapa pun, dia cenderung memiliki jiwa tertutup dan sangat dingin pada orang yang tidak dia kenali.


"Maafkan sikap saudara kecil kami tuan-tuan! Silahkan dinikmati kembali buah-buahan nya, kuharap kalian semua tidak terganggu dengan kelakuan nya." ucap Yan Lu.


Chen Huan beserta rekan-rekannya hanya menggelengkan kepalanya perlahan, mereka tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, hanya saja bocah itu sedikit menarik minat para kultivator, bukan karena parasnya yang sangat tampan dan mengemaskan, tai karena mereka tidak merasakan aura kehidupan sedikit pun pada bocah itu.


Hingga tiba-tiba saja bulu kuduk mereka terasa merinding, seolah telah bertemu dengan setan. Yan Chen bahkan tidak melirik sedikitpun pada para kultivator yang kini turut menikmati makanan nya, dia hanya fokus pada buah-buahan yang ada ditangan nya saja.


"Apakah dia selalu bersikap seperti itu?" tanya Chen Huan tanpa menyembunyikan rasa penasaran dihatinya, sedangkan ketiga Yan bersaudara itu hanya menganggukan kepalanya seraya menghela nafas lelah.


Entah kenapa mereka juga merasa sangat bingung dengan sikap Yan Chen, meskipun sebelumnya mereka telah diberi tahu oleh kaisar Xiao bahwa putranya itu tidak bisa berbicara, tapi tetap saja hal itu sangat mengganjal dihati mereka.


Yan Chen benar-benar tidak pernah mengeluarkan suaranya, meskipun dia batuk atau bersin sekali pun, seolah suara bocah itu terlalu mahal atau memang sama sekali tidak bisa berbicara, sedangkan mereka sendiri sering menjumpai kasus yang sama pada tubuh orang lain, meskipun tidak bisa berbicara, setidaknya orang itu pasti memiliki suara. Dan sesekali mereka juga bisa mendengarnya.


Dengan santainya bocah itu melemparkan beberapa batu spirit tingkat rendah, tangannya juga bergerak membentuk segel, dan hanya dalam waktu 5 hela nafas, akhirnya sebuah array yang tidak begitu besar tercipta dan mengurung mereka semua.


Chen Huan beserta rekannya hampir saja muntah darah melihat kemampuan dari bocah kecil itu, bagaimana mungkin anak yang baru berusia 3 tahun mampu membuat array yang begitu kuat, sedangkan anak mereka saja yang sudah berusia belasan tahun baru bisa berkultivasi dan menjadi kultivator ranah mortal.


Lalu sebesar apa kekuatan bocah itu? Hingga bisa membuat array, dan lihatlah gerakannya yang begitu lihai dan ligat saat membentuk pola segel, seolah bocah itu telah terbiasa melakukan nya.

__ADS_1


Apakah benar bocah itu baru berusia tiga tahun? Ataukah memang bocah yang dihadapan mereka itu seorang kultivator ranah dewa yang jiwanya terjebak dalam tubuh seorang bocah kecil? Puluhan pertanyaan kini mulai memenuhi fikiran orang-orang itu, mereka benar-benar penasaran dengan bocah ajaib yang kini tersenyum menunjukkan gigi putihnya.


Ketiga Yan bersaudara hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, mereka masih belum mengetahui apa yang dilakukan oleh Yan Chen, mereka hanya berfikir jika saat ini mungkin saja ada sesuatu yang memaksa bocah itu menunjukkan kemampuannya dihadapan semua orang.


Swoooosh....


Swoooosh....


Beberapa hela nafas kemudian muncullah beberapa orang pria berpakaian serba hitam, mereka berdiri tepat di depan array yang kini mengurung semua orang, mereka terlihat memeriksa sekeliling tempat itu seraya terus mengedarkan pandangannya mencari sesuatu.


"Apa kau yakin jika tadi orang-orang itu ada disini? Kurasa aku bahkan tak bisa merasakan aura keberadaan mereka! Bagaimana bisa tiba-tiba hilang? Pasti ada sesuatu yang tidak beres disini!" ucap salah seorang dari pria berpakaian hitam.


"Kau benar saudara ketiga! Aku juga tak bisa merasakan aura mereka ditempat ini! Atau mungkin kita salah tempat?" sahut yang lain sembari bertanya pada rekan yang satunya.


"Aku benar-benar sangat yakin jika tadi merasakan aura itu disini! Bagaimana mungkin mereka bisa menghilang begitu cepat? Dan satu hal lagi, bukankah seharusnya kita masih bisa merasakan aura terakhir mereka disini? Ini benar-benar menyusahkan!" umpat yang lain.


"Tetap awasi tempat ini! Aku yakin cepat atau lambat mereka pasti akan kembali! Sepertinya kaisar sialan itu ingin bermain-main denganku!" ucap salah seorang pria berbaju hitam dengan luka dipipinya. Sepertinya dialah ketua dari orang-orang berbaju hitam itu, mengingat ranah kultivasinya jauh lebih tinggi dari rekannya yang lain.


"Baik ketua!" ucap mereka dengan sigap.

__ADS_1


Akhirnya gerombolan pria berbaju hitam itu pun pergi dan mencoba mencari keberadaan dari orang-orang yang dikirim oleh kaisar Geng Jingyi ditempat lain. Sementara Chen Huan beserta rekan-rekannya merasa kaget, ternyata ada orang yang mengetahui keberadaan mereka disana.


"Kurasa kekacauan yang terjadi di gunung dahei maupun di hutan yang lain juga ada hubungannya dengan mereka! Haah... Sepertinya masalah ini tidak semudah yang terlihat di depan mata, aku yakin mereka memiliki dendam dengan kaisar Geng Jingyi." ucap Yun Dong seraya merebahkan tubuhnya.


__ADS_2