
Liu Lin nampaknya tak mau banyak bicara, bocah itu masih tetap saja bersantai sambil mengunyah makanan di dalam mulutnya, sesekali dia pun mengambil air putih yang ada di botol, kemudian meminumnya hingga tandas.
Para penghuni hutan Pandora tidak ada satupun yang melarang apa yang dilakukan oleh bocah itu, nyatanya saat ini mereka juga mulai meneguk air yang ada di dalam botol, yang sengaja disiapkan oleh Liu Lin, karena merasa ada sesuatu yang lain dari air itu.
Mereka masih belum menyadari jika air itu merupakan air Surgawi yang diambil oleh Liu Lin dari dalam ruang dimensinya, namun perubahan terjadi terhadap tubuh mereka yang meminum air itu, tak hanya merasakan kesegaran bahkan saat ini mereka merasakan sedikit energi yang keluar setelah mengkonsumsi air minum itu.
Namun tak ada satupun dari mereka yang berani bertanya, mereka takut jika bocah itu akan mengambil semua air yang ada di botol, sehingga mereka tidak bisa kembali menikmati kesegaran dan juga peningkatan kekuatan yang semakin bertambah.
Tak lama Liu Lin pun segera mengirimkan telepati kepada para prajuritnya, yang berada di dalam ruang dimensi, agar segera mengambil jasad-jasad prajurit yang telah meninggal dan segera melemparkannya ke dalam istana kekaisaran Xiao, sebagai sebuah peringatan untuk tidak berani macam-macam pada para penghuni hutan Pandora.
Dengan cepat para prajurit itu pun segera keluar dari dalam ruang dimensi, kemudian mulai mendekati jasad para prajurit yang telah mati, sambil menggunakan penutup wajah, karena sebelumnya, Liu Lin telah memberitahukan, jika ada racun yang sangat berbahaya dan juga mematikan yang belum ditemukan penawarnya tak jauh dari jenazah orang-orang itu.
Swush...
Swush...
Swush...
Puluhan sosok prajurit dari kerajaan cahaya pun segera muncul, mereka keluar dari ruang dimensi milik Liu Lin dan segera menggapai tempat itu, kemudian mencangking satu persatu tubuh dari para prajurit yang telah mati.
__ADS_1
Sebenarnya bisa saja mereka menyimpan jasa-jasad itu di dalam cincin penyimpanan, hanya saja saat ini Liu Lin ingin memberikan peringatan, jadi mereka harus menunjukkan sedikit aura dan juga kekuatannya agar Kaisar Ceng Huang tak lagi memiliki keinginan untuk menguasai hutan Pandora.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
Mereka pun mulai melemparkan satu persatu jasad dari para prajurit yang telah mati itu ke dalam aula kekaisaran dari atas langit, tak ada satupun prajurit dari kerajaan cahaya yang turun, mereka sengaja membuat kekacauan dan juga keributan agar terjadi huru-hara dan sedikit penindasan terhadap orang-orang yang tinggal di istana kekaisaran.
Kaisar Cheng Huang yang baru saja duduk di singgasananya dibuat terkaget-kaget, melihat puluhan mayat bertumpuk di dalam aula miliknya, terutama saat ini mereka terjatuh dari atas langit, sehingga menghancurkan atap aula istana, tempat di mana Kaisar Cheng Huang akan melakukan rapat hari ini beserta dengan para petinggi kekaisaran.
Salah seorang prajurit kerajaan cahaya pun muncul di sana seraya mengeluarkan aura kultivasinya yang sudah mencapai tahap dewa-dewi tingkat akhir, dengan ditambah sedikit aura membunuh yang merembes keluar dari dalam tubuhnya, membuat semua orang merasakan sesak dan tak bisa menarik nafas dengan baik.
Karena tekanan yang diberikan oleh prajurit itu memang tidak sebanding dengan aura kultivasi mereka yang masih rendah, bahkan Kaisar Cheng Huang pun dibuat tak berkutik, dia berlutut dengan kedua kaki sembari menahan dadanya yang terasa sangat sesak.
"Harusnya kau bertanya pada dirimu sendiri, Kaisar bodoh! Jangan pernah mencari masalah dengan para penghuni hutan Pandora atau satu persatu prajuritmu akan mati dalam keadaan yang sama seperti yang saat ini kau lihat. Bahkan mertua dan juga seluruh keluarga istrimu bisa saja mati dalam keadaan yang lebih parah dari yang kau lihat saat ini." ucap prajurit itu.
"Berhentilah bermimpi untuk bisa menguasai hutan Pandora, kau tidak akan pernah bisa." ucap prajurit itu lagi seraya menunjuk wajah Kaisar Cheng Huang dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
Selain memberikan penekanan, dia juga memberikan ancaman, bahwa dia akan menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran Xiao jika kaisar Cheng Huang belum juga mau menarik mundur seluruh pasukannya dari hutan Pandora.
Bahkan dalam jangka waktu satu hari, dia akan segera menghancurkan seluruh keturunan klan Xie, jika Kaisar Cheng Huang tidak kunjung mengikuti perintah dari pemimpin hutan Pandora.
Kaisar Cheng Huang terlihat sangat pucat, dia menyadari kesalahannya yang telah mengirimkan sang mertua yaitu patriark Xie Luoyang untuk bisa memasuki hutan Pandora, bisa saja saat ini mertuanya itu tengah berada dalam masalah besar, sehingga puluhan prajurit yang sudah terlatih dan juga memiliki kemampuan yang cukup pun, tidak sanggup untuk melawan bahkan kini mereka kembali ke istana kekaisaran dalam keadaan tanpa nyawa.
Prajurit itu segera pergi, namun sebelumnya, dia juga menembakkan energi panas dari tangannya ke arah singgasana milik Kaisar Cheng Huang, sehingga dalam waktu sekejap saja kursi yang terbuat dari emas itu akhirnya hancur menjadi debu.
Hal itu tentu membuat Kaisar Cheng Huang sangat marah, singgasana yang selama ini menjadi lambang kekuatan dirinya, dihancurkan oleh orang yang tidak dikenal, hanya dalam satu kali serangan saja.
Akhirnya prajurit itu pun segera menghilang dari dalam Aula istana kekaisaran Xiao, dia bahkan tidak meninggalkan auranya sedikitpun, sehingga membuat orang-orang semakin bertanya-tanya, Mungkinkah orang ini berasal dari dimensi yang berbeda, sehingga dia bisa memiliki ranah kultivasi di atas orang-orang yang tinggal di dunia Xingguan?
Kaisar Cheng Huang segera mengirimkan beberapa orang jenderalnya untuk kembali menarik mundur pasukan yang telah terlanjur dia kirim menuju hutan Pandora, dia harus menyelamatkan sang mertua agar tidak mendapatkan kemarahan dari sang istri yang paling dicintainya yaitu Xie Yue.
Sementara di dalam hutan Pandora saat ini, patriark Xie Luoyang telah berhasil melewati tempat di mana bunga mawar beracun itu berada, dia sengaja menggunakan ilmu peringan tubuh agar tidak menghirup aroma yang keluar dari dalam bunga itu.
Setiap kelopak bunga yang mekar terlihat uap tipis mengepul yang membuat aroma manis dan juga segar tercium pada Indra semua yang hadir di sana, namun kesegaran yang mereka hirup tidak sebanding dengan akibat yang terjadi pada tubuh mereka sendiri.
Sehingga membuat satu persatu prajurit dan juga orang-orang yang memiliki ranah kultivasi tingkat tinggi itu pun akhirnya terjatuh dalam keadaan tanpa nyawa, tubuh mereka berubah menjadi menghitam bahkan dari seluruh pori-pori tubuh Mereka pun mengeluarkan cairan berwarna pekat dan juga mengeluarkan bau yang tidak sedap benar-benar sangat anyir dan juga busuk.
__ADS_1