
Wush...
Liu Lin pun segera menghilang dari ruang dimensi bersama dengan Long Yue, kemudian kembali muncul di hutan Pandora. Saat ini semua penghuni hutan Pandora sepertinya sedang berdiskusi di salah satu aula besar yang ada di kediaman patriark Zhuo Zheng, Gadis itu pun dengan segera melangkahkan kakinya menuju ke tempat di mana semua orang berkumpul.
Orang-orang yang tengah berbicara, seketika mengalihkan pandangan mereka, begitu melihat dua bayangan yang melintas dengan sangat cepat, mereka dengan segera mencabut pedang yang ada di pinggangnya dan mulai meningkatkan kewaspadaan, kalau-kalau orang yang mendatangi kediaman itu merupakan musuh yang sedang mereka bahas saat ini.
Tak lama mereka pun melihat sesosok gadis kecil berdiri di dalam gelap, tanpa aura kultivasi sedikitpun, sehingga membuat semua orang yang hadir di sana sekejap berpikir, mungkinkah Gadis itu memang benar-benar tidak memiliki kemampuan berkultivasi ataukah dia telah mencapai ranah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka semua?
Pelan-pelan sosok itu melangkah dengan kaki telanjang, warna nya amat putih serasi dengan wajah nya yg cemerlang seperti rembulan.
Rambut nya tergerai halus dan lebat, menyalurkan aroma bunga mawar, sangat menarik saat terhirup indra penciuman.
Dagunya runcing dengan wajah kecil, pipinya bersemu merah, lengkap dengan bola mata indah, terlihat mampu membuat siapapun terhanyut.
Semua orang tercengang melihat keindahan yang kini mulai mendekat ke arah mereka, di bawah sinar rembulan, terlihat bagaikan seorang peri yang baru turun dari kahyangan. Hanfunya yang putih bersih terlihat meliuk-liuk terkena kibasan angin, bahkan gerakannya begitu lembut sehingga membuat semua orang semakin terpana.
Mereka bertanya-tanya dalam hati, siapa gerangan sosok yang saat ini mendatangi kediaman mereka? namun seketika semua orang terhenyak dari tempat yang mereka duduki, dan langsung berdiri dengan penuh rasa hormat.
Rasa haru membuncah di dalam dada, saat pandangan mereka bertatapan dengan tato sayap phoenix yang ada di dahi gadis kecil itu. Mereka pun mulai berlari menyambutnya, itulah gadis kecil yang selama ini mereka tunggu, gadis yang telah memberikan kehidupan untuk mereka semua yang bertinggal di hutan Pandora, sosok panutan bagi semua orang, penuh belas kasih dan begitu menyenangkan.
Dialah yang terpilih, yang paling agung diantara semua yang agung, dengan raut wajah penuh damba, mereka menyambut dengan tangan terbuka kehadiran gadis yang hingga saat ini masih terus mereka harapkan kembali.
__ADS_1
"Lin'er..!" Yuan Lan berteriak seraya langsung berlari menyambut kedatangan sang putri yang sangat dirindukannya, begitu juga dengan Liu Yibei yang terlihat begitu sumringah saat netranya menatap sosok gadis mungil yang kini berdiri sambil menunjukan selengkung senyuman tipis.
Grep...
Grep...
Keduanya langsung memeluk tubuh Liu Lin dengan sangat erat, tangis haru terdengar begitu Yuan Lan bertemu kembali dengan Putri yang teramat sangat dia rindukan.
Liu Yibei terlihat menitikan setetes bening dari matanya, setelah sekian lama dia terpisah dengan Liu Lin, karena harus melakukan kultivasi tertutup, Akhirnya dia pun bisa kembali berjumpa dalam situasi yang sangat mengharukan.
Liu Lin pun segera diajak untuk masuk ke dalam ruangan, di mana semua orang kini tengah berkumpul, tak lama seorang pemuda yang sangat tampan ikut muncul dan berjalan di belakang gadis kecil itu.
Semua orang melirik ke arah pemuda yang saat ini mengikuti langkah Liu Lin, mereka begitu takjub melihat pemandangan yang sangat mengagumkan, dengan rahang yang kokoh, mata yang setajam elang, alis yang tebal dan juga raut wajah yang dingin, Long Yue berjalan dengan dagu terangkat ke atas, tatapannya terlihat begitu mengintimidasi semua yang hadir di aula saat ini.
Setelah berbasa-basi dengan seluruh patriark maupun tetua dan juga para penghuni hutan Pandora, akhirnya Liu Lin pun segera mengungkapkan hal yang sejak tadi mengganggu pikirannya, dia memberitahu semua orang jika saat ini ada beberapa orang yang memiliki niat terselubung terhadap para penghuni hutan Pandora.
Liu Lin juga mengatakan jika orang-orang itu merupakan para kultivator tingkat tinggi yang kemungkinan memiliki niat buruk dan bisa saja menyerang sewaktu-waktu, saat mereka semua tengah lengah.
Mendengar apa yang dikatakan oleh bocah itu, semua orang pun nampak serius, mereka mulai membuat rencana demi rencana untuk bisa melawan, orang-orang yang saat ini tengah mengawasi mereka semua dari luar array yang telah dibuat oleh bocah kecil itu.
Sementara itu di luar hutan Pandora saat ini, beberapa orang kultivator aliran hitam tengah berkumpul untuk membahas cara agar mereka semua bisa memasuki hutan Pandora, mereka meyakini jika keberadaan array yang mengurung wilayah hutan dan juga gunung Pandora merupakan sebuah pertanda, jika di tempat itu terdapat begitu banyak kekayaan dan juga sumber daya yang sangat langka, yang mungkin bisa menaikkan ranah kultivasi mereka untuk semakin tinggi lagi.
__ADS_1
Mereka harus bergegas, jangan sampai ada orang yang mendahului mereka, untuk bisa mendapatkan hasil rampasan yang lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang mungkin saja datang belakangan.
"Apa kalian sudah mendapatkan apa yang kita butuhkan?" tanya seorang pria tua sambil menatap kedua orang anak buahnya, yang saat ini berdiri, sambil menyerahkan kotak kecil yang berwarna hitam.
"Benar patriark, kami sudah menemukan ahli formasi tingkat 3 yang ada di kekaisaran ini." ucap salah seorang dari kedua pria itu.
"Bagus! lalu di mana dia?" tanya pria itu kembali.
"Ada di luar, sebentar! akan segera ku panggil." anak buahnya pun segera keluar dari tempat itu, kemudian memanggil seorang pria tua yang memakai hanfu berwarna hitam.
Dia pun berjalan mengiringi pria tua itu sambil sesekali melirik untuk melihat apa yang dilakukan oleh si pria tua yang merupakan seorang ahli formasi tingkat 3 di kekaisaran Xiao ini.
"Salam patriark Xie Luoyang!" ucap pria tua itu seraya membungkuk di hadapan seorang pria tua yang tengah duduk di atas kursi.
Pria tua yang dipanggil Patriark Xie Luoyang itu pun segera melirik ke arah pria tua yang baru saja datang, tak lama dia pun tertawa terbahak-bahak, saat menyadari jika orang yang dibawa oleh anak buahnya merupakan salah seorang temannya dulu.
"Hahaha... Tak kusangka bisa bertemu denganmu di sini Yin Chan! Ternyata sekarang kau telah menjadi seorang ahli formasi tingkat 3, Selamat datang! Selamat datang!" ucap Patriark Xie Luoyang seraya berdiri dari kursi yang didudukinya dan langsung menyambut kedatangan pria tua yang bernama Yin Chan itu.
"Hahaha... Tidak kusangka jika aku akan bertemu denganmu di tempat ini, Bagaimana kabarmu Luoyang?" tanya Yin Chan.
"Sangat baik! Saat ini aku telah menjadi mertua dari Kaisar di kekaisaran Xiao ini, Putri cantikku yang bernama Xie Hua telah menikahi Kaisar Ceng Jiang." ucap patriark Xie Luoyang.
__ADS_1
"Hahaha... Selamat untukmu Luoyang! Kau benar-benar sangat hebat!" ucap Yin Chan.
Akhirnya kedua orang pria tua itu pun segera duduk sambil menikmati secangkir teh, dan membahas tentang rencana mereka untuk menghancurkan array yang melintang di seluruh wilayah hutan Pandora.