Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 64


__ADS_3

Kemunculan mendadak ribuan kultivator yang memiliki kemampuan dan tingkat kultivasi tinggi di Hutan Pandora telah menyebabkan kekacauan dan kegelisahan di antara penghuninya. Fenomena ini tak terduga dan memicu kecemasan serta ketidakpastian di seluruh ras.


Para penghuni Hutan Pandora, yang sebelumnya hidup dalam harmoni dengan alam dan makhluk Pandora, sekarang terkejut dan terancam oleh kedatangan ribuan orang dengan kemampuan luar biasa. Mereka mungkin memiliki keterampilan bertarung yang unggul, memanipulasi elemen, pengendalian makhluk hidup, atau bahkan kekuatan magis yang belum pernah terlihat sebelumnya.


Kehadiran mereka yang datang dengan jumlah yang besar dan secara tiba-tiba menciptakan ketegangan dan ketidakseimbangan di antara penghuni. Beberapa orang mungkin takut akan ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok tersebut, sementara yang lain mungkin merasa terancam oleh hilangnya keseimbangan dan keharmonisan yang mereka nikmati sebelumnya. Hal ini mengakibatkan kekacauan dan ketegangan di antara para penghuni


Kemunculan ribuan orang dengan kemampuan dan tingkat kultivasi tinggi di Hutan Pandora memang mengakibatkan kekacauan dan ketidakstabilan di antara penghuninya.


Kegelisahan para penduduk hutan Pandora yang muncul setelah mengetahui kemunculan ribuan tokoh dengan kultivasi tinggi yang ternyata berasal dari aliran iblis bisa dipahami.


Kemunculan tokoh-tokoh semacam itu mungkin menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan di antara penduduk hutan, karena asosiasi yang umumnya terkait dengan aliran iblis adalah kekuatan jahat dan destruktif.


Penduduk hutan Pandora memiliki hubungan yang kuat dengan alam dan memelihara harmoni dengan lingkungannya. Mereka mungkin khawatir bahwa kemunculan tokoh-tokoh yang berasal dari aliran iblis dapat mengancam keseimbangan alam dan kehidupan mereka. Selain itu, mereka juga mungkin khawatir bahwa kekuatan yang dimiliki oleh orang-orang ini dapat digunakan untuk tujuan yang tidak bermoral atau merusak.


Liu Lin dan juga Yan Chen yang baru saja menapakkan kedua kaki mereka di aula, merasa sangat heran dengan wajah dari para tetua dan patriark yang hadir di sana, kedua orang bocah itu terlihat mengerutkan dahi.


Apa yang sebenarnya tengah dipikirkan oleh orang-orang yang tinggal di hutan Pandora itu? Sehingga mereka bersikap seolah waspada, terhadap sebuah tekanan yang mungkin saja akan terjadi sewaktu-waktu.


Dengan gerakan malas Liu Lin berjalan ke arah sang ayah, kemudian mendudukkan dirinya di antara Liu Yibei dan juga Yuan Lan.


Kedua bocah itu mengangkat cangkir teh, kemudian menyesapnya dengan perlahan seolah mereka tidak memiliki kekhawatiran sama sekali, terhadap apa yang saat ini dipikirkan oleh para penghuni hutan Pandora.


Bahkan Liu Lin dengan santainya menyuapkan satu persatu buah-buahan dan juga kue kecil yang telah dihidangkan di atas meja, dia sama sekali tak ingin memikirkan banyak hal, lagi pula jika memang orang-orang dari hutan Pandora itu membutuhkan bantuannya, cepat atau lambat Mereka pun pasti akan angkat bicara.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Yan Lu kepada semua orang yang hadir di dalam aula rapat itu.


Sepertinya salah seorang pelindung dari Yan Chen itu sudah tak sabar lagi untuk mendengar cerita, dari orang-orang yang tinggal di hutan Pandora. karena sejak tadi dia melihat tatapan tajam dan juga insting kewaspadaan dari semua orang yang hadir di dalam aula.


Tetua Feng terlihat menarik nafas perlahan, kemudian pria tua itu pun segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Yan Lu.


"Saat ini di luar hutan Pandora, ada ribuan kultivator tingkat tinggi yang berusaha untuk menerobos memasuki array yang telah dipasang oleh Liu Lin, kami sudah memastikan jika mereka merupakan orang-orang dari aliran iblis." jawabnya.


Mendengar hal itu membuat ketiga Yan bersaudara langsung membulatkan matanya, mereka tak menyangka jika akan kembali berurusan dengan orang-orang dari aliran iblis itu.


Sedangkan Yan Chen dan juga Liu Lin hanya tersenyum kecil, keduanya seolah tidak memperdulikan keberadaan dari orang-orang itu karena nyatanya array yang telah dibuat oleh Liu Lin tidak bisa dipatahkan begitu saja, apalagi gadis kecil itu dengan sengaja telah menggunakan mantra tingkat tinggi untuk membuat pertahanan dari array yang dibuatnya agar menjadi semakin kuat.


"Biarkan saja mereka datang, lagi pula belum tentu bisa menghancurkan array perlindungan yang kubuat." ucap Liu Lin sambil merebahkan kepalanya pada pundak sang ayah.


"Sepertinya mereka merupakan orang-orang yang selama ini telah bersekutu dengan permaisuri Xie Hua." ucap Yan Chen.


Semua orang langsung memelototkan matanya ke arah bocah itu, terlebih ke tiga orang Yan bersaudara, mereka yang selama ini telah tinggal dan bersama dengan Yan Chen, namun baru kali ini mendengar suara bocah itu.


Bahkan Kaisar Xiao Wo dan juga permaisurinya beserta kedua orang putrinya benar-benar dibuat takjub dengan putra kecilnya itu, mereka yang selama ini menyangka jika Yan Chen adalah seorang pemuda bisu, akhirnya mengeluarkan suaranya.


"Apa katamu, Chen'er? Ayo cepat bicara lagi." ucap Yan Lu sambil menggoyangkan tubuh Yan Chen.


Bahkan kedua orang saudaranya saat ini mendekatkan wajah mereka ke arah wajah bocah itu, sehingga membuat Yan Chen berdengus, dia benar-benar sangat tidak menyukai tindakan yang dilakukan oleh ketiga orang Yan bersaudara, yang seolah-olah baru saja melihat hantu.

__ADS_1


Tetua Feng beserta para penghuni hutan pandora pun turut mengerutkan dahinya, karena selama ini mantan Kaisar Xiao Wo itu mengatakan jika putra kecilnya itu mengalami kebisuan, sejak dia terlahir. Namun kali ini mereka dengan jelas mendengar sendiri jika bocah itu bisa berbicara.


Yan Chen melirik ke arah Liu Lin yang saat ini masih bersantai di tempatnya, bibirnya mengerucut, ternyata istri kecilnya itu sama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan yang diajukan oleh semua orang.


Kemudian dengan sangat malasnya, Yan Chen pun menyebutkan alasan di balik kebisuannya selama ini.


"Aku memang tidak bisu, hanya saja orang pertama yang akan mendengar suaraku adalah jodohku sendiri dan saat ini aku telah bertemu dengannya, jadi kalian semua bisa mendengar suaraku." ucapnya dengan santai.


Byuur...


Byur...


Byur...


Brugh...


Brak...


Orang-orang yang tengah meminum teh pun akhirnya menyemburkan teh yang belum sempat tertelan di mulut mereka, akibat mendengar jawaban yang dilontarkan oleh bocah itu, bahkan beberapa orang diantaranya terlihat terjatuh dari kursi yang tengah diduduki, akibat terkejut mendengar jawaban bocah itu.


Sedangkan Yan Chen langsung melipat kedua tangannya di belakang kepala dan menyandar pada sandaran kursi dengan sangat santai, dia tak lagi memperdulikan raut wajah terkejut dan juga tindakan para penghuni hutan Pandora yang saat ini memelototkan mata ke arahnya.


'Masa bodoh.' fikir Yan Chen, yang terpenting dia telah memberitahukan alasan di balik bisunya selama 9 tahun terakhir.

__ADS_1


Sedangkan Liu Lin tertawa terbahak-bahak melihat keterkejutan di mata semua orang, dia telah menduga hal ini pasti akan terjadi jika Yan Chen mengeluarkan suaranya.


__ADS_2