
Liu Lin mulai melangkahkan kakinya menuju istana yang ada di ruang dimensi, dia telah mengambil beberapa manual dan juga kitab formasi dari perpustakaan yang ada di dalam istana, kemudian bocah kecil itu pun segera duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Dengan santai, bocah itu pun membuka satu persatu halaman yang ada di dalam Kitab formasi itu, kemudian dengan segera menyerapnya, dia harus segera memahami seluruh isi dari kitab itu sebelum kembali mengasah ilmu baru yang dia dapatkan.
Setelah menghabiskan waktu hampir tiga kali pembakaran dupa, akhirnya bocah itu pun mendapatkan pencerahan, di dalam pikiran Liu Lin saat ini seluruh formasi berseliweran bersamaan dengan beberapa segel yang telah diketahuinya, dia pun dengan segera bangkit dari posisi duduknya dan mulai menutup kembali kedua mata lentiknya, kemudian menggerakkan tangannya sambil membayangkan seluruh pengetahuan yang baru saja dia dapatkan dari kitab formasi itu.
Berkali-kali bocah itu pun melakukan kesalahan, bahkan hampir saja menimbulkan kekacauan di dalam istananya, namun dia belum juga mau menyerah dan terus berusaha untuk bisa membuat sebuah formasi yang sangat kuat, sesuai dengan yang tertulis dalam sebuah kitab yang telah dibacanya.
Setelah menghabiskan waktu hampir 5 kali pembakaran dupa, akhirnya bocah itu pun bisa tersenyum dengan sangat cerah. Dia begitu senang karena berhasil mempraktekkan teori yang dia dapat dari kitab formasi itu hingga memunculkan sebuah dengungan yang sangat keras.
Zhuuuung....
Sebuah formasi tingkat tinggi pun akhirnya tercipta, dari tangan bocah perempuan berusia 9 tahun. Aura yang dikeluarkan dari formasi itu terlihat sangatlah pekat.
Bahkan Liu Lin tak hanya membuat sebuah formasi pertahanan, namun dia juga menambahkan setetes darah hitam abadi miliknya ke dalam formasi yang baru saja dibuatnya.
Tak lama bocah itu segera menggerakan tangannya untuk membentuk sebuah segel, 5 kertas mantra pun akhirnya terbang mengelilingi tubuh kecil bocah itu kemudian berbagai tulisan yang mirip dengan kaligrafi muncul dari kertas itu dan mengurung setetes darah milik Liu Lin yang kini telah mengambang di tengah-tengah kertas mantra.
__ADS_1
Cahaya pun berpendar seiring dengan hancurnya kertas mantra itu, kemudian darah hitam milik Liu Lin pun langsung terserap ke dalam jalinan kusut yang lebih mirip dengan benang yang berwarna merah dan kembali berpendar dengan sangat cepat dan meresap langsung ke dalam formasi yang dibuatnya.
Liu Lin merasakan tubuhnya sedikit bergetar saat formasi itu semakin dikuatkan dengan tetesan darah hitam yang telah dicampur dengan api abadi miliknya, simbol-simbol yang tadi muncul mirip dengan tulisan kaligrafi itu pun akhirnya menghilang dan membuat formasi yang dibuat Liu Lin berubah warna menjadi kehitaman.
Bocah itu merasakan sendiri bagaimana formasi yang dibuatnya dengan percobaan berkali-kali akhirnya berhasil, hingga membentuk lengkungan yang lebih mirip dengan sebuah kubah berwarna-warni.
Liu Lin bernafas lega, setelah berusaha berkali-kali akhirnya bocah itu pun berhasil mendapatkan teknik terbaik dari formasi yang ada di dalam Kitab yang baru saja dia pelajari beberapa waktu yang lalu, setelah menyelesaikan formasi itu bocah kecil Liu Lin pun segera keluar dari ruangan yang saat ini ditempatinya, kemudian dia pun menuju ke sebuah ruangan yang merupakan tempat untuk memurnikan pil. Dia sengaja membawa manual alkimia miliknya ke dalam ruangan itu.
Bocah itu pun segera duduk di pojokan, tangan kecilnya membolak-balik halaman demi halaman yang ada pada manual itu kemudian dia pun menutup matanya mencoba untuk mendapatkan pencerahan dari pengetahuan dan juga teknik baru tentang pembuatan pil tingkat dewa.
Namun bocah kecil itu segera memfokuskan dirinya dan kembali menyerap seluruh pengetahuan yang ada di dalam manual itu, meskipun dia tak yakin memiliki seluruh herbal dan juga tumbuhan spirit yang ada di dalam tulisan yang dia baca pada manual alkimia, tapi Liu Lin berpikir untuk mengganti beberapa bahan yang memang tidak ada di ruang dimensi miliknya dengan bahan lain yang mungkin bisa dicampur kan atau disatukan dengan teknik yang berbeda.
Bocah itu pun langsung menutup mata kembali, dia mencoba untuk melakukan percobaan berulang-ulang di dalam alam bawah sadar miliknya, Liu Lin menghabiskan waktu hampir satu hari satu malam, sampai akhirnya dia pun mendapatkan pencerahan.
Wajah bocah itu terlihat sangat senang saat ini, di dalam fikirannya telah tergambar berbagai macam cara untuk pembuatan pil tingkat dewa termasuk juga pemurnian pil agar mendapatkan hasil akhir yang sangat baik.
Jika di masa lalu dia berhasil membuat pil tingkat tinggi dengan kemurnian 100%, Maka kali ini dia harus bisa membuat pil dengan garis Pena di tengahnya atau disebut juga pil tingkat dewa.
__ADS_1
Daratan xingguan yang saat ini ditempati oleh bocah itu nyatanya tidak memiliki energi Qi yang lebih padat dibandingkan dengan istana cahaya miliknya di masa lalu, namun dia meyakini setipis apapun energi yang ada di hutan Pandora setidaknya masih mampu untuk membuat bocah itu menaikkan kembali ranah kultivasinya meski memerlukan waktu yang sangat lama.
Liu Lin akhirnya mengambil beberapa tumbuhan spirit dan juga tumbuhan herbal yang ada di gudang miliknya, setelah beberapa kali dia mencari di sekitar sana, ternyata ada dua benda yang saat ini dia butuhkan, namun belum bisa dia dapatkan.
Kemudian bocah itu pun segera melakukan berbagai macam percobaan dengan menggabungkan beberapa bahan yang mungkin saja bisa disamakan efeknya dengan bahan yang dicarinya tadi.
Booom...
Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang sangat nyaring, Liu Lin membulatkan matanya saat menyadari jika tungku obat miliknya meledak bersamaan dengan hancurnya berbagai macam herbal dan juga tumbuhan spirit tingkat menengah.
Bahkan tubuh Liu Lin pun kini terlihat cemong dengan pakaian yang penuh sobekan kecil disana-sini. Bocah itu mendengus, sepertinya umur kecil membuat dia semakin kesulitan untuk menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.
Namun dia masih belum menyerah, dia pun segera mengambil kembali tumbuhan spirit yang lain dan menggabungkannya. Liu Lin mengambil tungku pil yang lain untuk pemurnian obat yang akan dibuatnya saat ini, dia ingin mencoba untuk membuat sebuah pil yang bernama pil pembangkit jiwa dan juga pil penstabil kultivasi.
'Sepertinya akan lebih baik jika aku mulai melatih kekuatan jiwaku sebelum kembali membuat percobaan dengan tekhnik itu.' gumam Liu Lin sambil menggosok wajahnya yang menghitam.
Akhirnya bocah itu pun segera pergi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian, sebelum akhirnya kembali melakukan pelatihan untuk meningkatkan kekuatan jiwanya.
__ADS_1