
Syuuuut...
Syuuuut...
Syuuut...
Bilah-bilah pisau es itu pun akhirnya berkumpul di satu titik, di mana saat ini jari-jari lengan Yan Chen tengah digerakkan ke atas, pergerakannya menimbulkan suara berderuan yang sangat kencang sehingga membuat 100 orang kultivator tingkat tinggi yang berada di hadapannya saat ini semakin berwaspada melihat kekuatan yang digunakan oleh pemuda kecil itu, semakin lama semakin besar dan mematikan.
Mereka mulai membuat sebuah pertahanan yang kokoh agar tidak terkena tebasan dari pisau-pisau es dalam ukuran kecil, namun memiliki ketajaman yang luar biasa dibandingkan dengan sebilah pedang.
Apalagi saat melihat ujung runcing pisau es itu membuat siapapun bergidik ngeri. Aura dingin menguar di seluruh tempat, membuat ke-100 orang kultivator itu mau tak mau termundur dari tempat berdirinya, kemudian segera memasang kembali pertahanan agar tidak terkena tebasan dari pisau-pisau es yang sebentar lagi akan dilayangkan oleh Yan Chen.
Wush...
Wush...
Wush...
Medan pertempuran di bawah kuasa atap langit pada siang yang terik. Bias cahaya terang sang mentari menyebar ke seluruh semesta raya. Semakin menciptakan suasana puncak ketegangan kala ribuan bilah pisau es mulai terangkat memenuhi angkasa, mengarah ke satu tujuan dan siap menyerang sasaran dengan tanpa pengampunan.
Angin berderuan di sekitar area medan tempur, akibat tekanan kekuatan dari si pembangkit niat pedang. Satu jentikan dari tangan bocah itu akhirnya membuat seluruh pisau-pisau es kecil itu mulai menyebar ke semua tempat, dengan gerakan yang sangat cepat dan juga akurat, membuat pertahanan yang dibuat oleh 100 ke kultivator tingkat tinggi itu akhirnya goyah, retak dan menimbulkan suara gelombang mencekam.
Byaaar...
Jleb...
Jleb...
Jleb...
Para kultivator yang tidak memiliki kesempatan untuk menghindar, akhirnya harus meregang nyawa akibat tikaman dari pisau-pisau es kecil yang memiliki aura membunuh yang sangat pekat, bahkan semua orang dibuat ngeri akibat dari tikaman itu membuat para kultivator akhirnya membeku, mereka menjadi patung es yang sangat dingin di tempatnya.
__ADS_1
Kini hanya tinggal 60 orang kultivator tingkat tinggi yang harus berhadapan dengan Yan Chen dan juga Liu Lin, mereka hampir saja muntah darah melihat kekuatan yang dikeluarkan oleh kedua orang bocah itu, karena sama mematikan dan juga benar-benar di luar batas kewajaran.
"Astaga..! seberapa kuat sebenarnya kedua orang bocah itu? Bagaimana bisa pisau pisau es kecil itu membuat rekan-rekan kita membeku dan menjadi patung es saat ini? Bahkan jika dibandingkan dengan pemimpin aliansi kita, kedua bocah itu jauh lebih mengerikan. Kekuatannya bahkan berkali-kali lipat melebihi ribuan orang kultivator tingkat tinggi. Berada di ranah apa sebenarnya mereka, sehingga mampu melakukan hal yang tidak masuk akal seperti itu?"
Berbagai macam pertanyaan saat ini bergelayut di setiap kepala para kultivator tingkat tinggi dari aliansi aliran hitam itu, mereka benar-benar dibuat takjub dengan kemampuan kedua orang bocah, yang ternyata melebihi perkiraan yang mereka buat sebelumnya.
Bahkan meskipun mereka semua mengerahkan seluruh tenaga dan juga energi yang dimiliki, belum tentu bisa membuat sebuah luka kecil di tubuh kedua orang bocah itu. Lalu bagaimana mereka bisa bertahan dan pergi untuk melarikan diri? Bahkan saat ini sebuah bola hitam telah muncul dari tangan gadis kecil itu, bola yang penuh aura mencekam.
Blaaar...
Bola hitam itu langsung mengeluarkan energi yang sangat besar, membuat semua orang yang saat ini melihatnya terbelalak kaget tak percaya bahkan kini mereka merasakan jika jiwanya telah tersedot ke dalam bola hitam itu, hingga mau tak mau mereka pun berteriak dengan sangat kencang, untuk meredakan perasaan sakit dan juga nyeri yang kini mulai menggerogoti tubuh mereka.
Satu persatu dari 60 orang kultivator tingkat tinggi dari aliansi aliran hitam itu pun akhirnya tersedot ke dalam bola hitam, yang penuh dengan energi perusak.
Liu Lin memang sengaja mengumpulkan energi perusak dan menjadikan orang-orang dari aliansi aliran hitam sebagai penambah energi kekuatan gelapnya. Dia sangat yakin jika kemampuan milik orang-orang itu akan membuat energi perusak yang ada di dalam bola hitam itu semakin membesar, hingga suatu saat nanti dia bisa menjadikannya sebagai kekuatan tak terhingga, untuk bisa memusnahkan musuh yang lebih besar dan juga lebih kuat.
Sementara ini dirinya hanya perlu mengumpulkan lebih banyak lagi orang-orang yang memiliki kekuatan kegelapan, agar membuat aura dari bola hitam itu semakin pekat dan kental.
Dia menyaksikan sendiri bagaimana 100 orang kultivator dari aliansi aliran hitam itu meregang nyawa, akibat dari kebrutalan pasangan muda itu. Bahkan hal yang di luar nalar saat ini, dia bisa merasakan jika kekuatan yang dimiliki oleh kedua orang bocah itu bahkan di atas tingkat Jenderal tahap akhir, namun dirinya masih belum mengetahui ada di tingkatan mana sebenarnya kedua orang bocah itu? dan siapa mereka sebenarnya? karena seluruh manusia yang tinggal di benua langit hanya akan bisa mencapai ranah jenderal tahap akhir sebagai ranah tertinggi kekuatan yang dimilikinya.
"Akhirnya selesai juga." ucap Liu Lin sambil melirik ke arah Yan Chen yang saat ini tengah menyunggingkan senyuman tipis kepadanya.
"Bagaimana jika kita merayakan kemenangan ini dengan makan-makan? Saat ini perutku masih keroncongan, karena gangguan yang dilakukan oleh ke 100 orang kultivator dari aliansi aliran hitam itu benar-benar membuat nafsu makanku menghilang." ucap Yan Chen.
Liu Lin hanya menganggukkan kepalanya, dia juga saat ini merasa sangat lapar akibat terlalu banyak menggunakan energi, saat mengeluarkan bola hitam dari dalam ruang dimensinya.
Kedua bocah itu pun akhirnya kembali berjalan-jalan dan mencari rumah makan yang lain, mereka tak ingin membuat kegemparan jika kembali ke rumah makan yang tadi, karena semua orang telah mengetahui apa yang mereka lakukan.
Liu Lin dan juga Yan Chen menghabiskan waktu Waktu mereka untuk berjalan-jalan, keduanya terus saja berbincang sambil berpegangan tangan. Meskipun usia mereka masih 9 tahun, namun nampak perasaan cinta dan sayang tercurah dari rona wajah dan juga tatapan keduanya yang terlihat begitu lembut, saat berpandangan.
Seorang pria tua terus saja mengikuti langkah dari kedua bocah itu, dia bahkan berniat untuk menjajal kemampuan yang dimiliki oleh keduanya, demi untuk mengetahui kebenaran identitas asli yang dimiliki oleh kedua bocah itu.
__ADS_1
Dia sangat yakin jika bocah yang ada di hadapannya itu, bukanlah berasal dari dunia xingguan yang sama, bisa jadi mereka adalah orang-orang yang diturunkan dari benua langit ataupun dunia bawah, mengingat Liu Lin mampu menggerakkan bola hitam yang pekat dengan aura kegelapan.
Swooosh...
Tap...
Akhirnya pria tua itu pun menunjukkan dirinya di hadapan Liu Lin dan juga Yan Chen yang saat ini hanya melirik dengan ujung matanya, kedua bocah itu sebenarnya mengetahui, jika sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka.
Namun karena tidak merasakan aura jahat dari tubuh pria tua itu, membuat keduanya membiarkan saja dan tidak bereaksi sedikitpun, sehingga membuat si pria tua berpikir jika keduanya terlalu lengah, karena tidak bisa mendeteksi keberadaannya.
Sring...
Pria tua itu segera mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, kemudian bergerak untuk menyerang Yan Chen dan juga Liu Lin yang saat ini masih berpura-pura tidak memperdulikan keberadaannya dan memilih untuk terus melanjutkan aktivitas mereka bersenda gurau sambil terus tertawa dengan sangat bahagia.
Wuush...
Bilah energi berbentuk bulan sabit mengarah dengan sangat cepat, bahkan kekuatannya begitu mematikan langsung melesat ke arah Yan Chen dan juga Liu Lin, namun kedua bocah itu sama sekali tidak menghindari serangan yang dibuat oleh pria tua, dengan santainya keduanya menggerakkan tangan dan langsung menjentikkan jari sehingga kekuatan itu pun akhirnya berhenti.
Dan satu kibasan tangan dari mereka, berhasil membuat energi itu kembali terlontar kepada sang pemilik, pria tua langsung menghindar dengan sangat cepat, dia tak mungkin menerima serangan yang dibuatnya sendiri.
Matanya benar-benar terbelalak kaget, karena baru saja melihat bagaimana pergerakan keduanya dalam menghentikan serangan dan juga memberikan serangan balik dengan sangat cepat, bahkan hal itu masih belum bisa dia pahami hingga saat ini.
Di tengah malam yang kelam, suara desiran angin terdengar samar di antara pepohonan yang bergoyang pelan. Bulan purnama tergantung tinggi di langit, memancarkan sinarnya yang lembut dan menyoroti tubuh tegap seorang pemuda. Udara menguap menjadi kabut tipis, menyelimuti sekeliling dengan sentuhan dingin yang menusuk tulang.
Di bawah cahaya bulan yang pucat, Dengan santainya, Yan Chen memanggil seribu pedang, menggerakkan jari-jarinya dengan sangat memukau. Melalui niat pedang yang kuat, serangannya terbangun dengan penuh kekuatan. Setiap gerakan jari mengarahkan serangan dengan telak, menyelaraskan dengan gerakan musuh yang tak terduga.
Di atas medan pertempuran, suasana berubah menjadi tarian elegan namun mematikan. Saat seribu pedang terbang di udara, menari-nari dalam simfony yang sempurna dengan setiap gerakan jari Yan Chen.
Kecepatan pedang-pedang yang terlihat bagaikan kilat, mengiris angin dan menciptakan dentuman yang bergema di sekitarnya.
Keberadaannya merasuki setiap serangan, membawa kehancuran bagi musuh-musuhnya. Dengan gerakan yang indah namun mematikan.
__ADS_1
Wush...