Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 60


__ADS_3

Swoooosh...


Tap...


Seorang pemuda tampan tiba-tiba saja muncul dari ketiadaan, aura dingin segera menyebar ke seluruh wilayah kekaisaran Xiao, sehingga membuat semua orang yang hadir di tempat itu harus mengertakkan gigi mereka, karena saat ini tak kuat lagi menahan gigil.


Liu Lin tersenyum dengan sangat sumringah melihat kehadiran seorang pemuda yang memiliki raut wajah datar dan aura yang sangat dingin itu, terlebih setelah dia melihat tato naga yang ada di tengah-tengah antara kedua alisnya, membuat gadis itu sangat yakin, jika yang saat ini berdiri di hadapannya adalah reinkarnasi dari suaminya, sang Kaisar dari kekaisaran angin.


Apalagi setelah memperhatikan dua iris mata yang berbeda membuat dia sangat yakin, bahwa suaminya itu telah berhasil menyempurnakan energi es dan juga energi lava yang ada di dalam tubuhnya.


Sehingga membuat dia semakin kuat, pemuda itu segera saja mengeluarkan sebuah pedang berwarna putih dan memiliki aura yang sedingin es, hingga semua orang terbelalak dan langsung menghindar dari tempat itu setelah merasakan aura yang sangat kuat dikeluarkan dari pedang berpasangan milik Liu Lin dan juga Yan Chen.


"Menghindar...!" teriak Kaisar Cheng Jiang memberikan aba-aba kepada seluruh pasukannya, agar segera mencari tempat yang aman untuk mereka bersembunyi.


"Munduuuur..!" teriak Sang Jenderal tak kalah lantang dengan sang Kaisar, membuat semua orang langsung berhamburan meninggalkan tempat itu dan menjaga jarak dari ketiga orang yang saat ini tengah berhadapan.


Apalagi saat ini ada tiga kekuatan besar yang telah berdiri dan siap untuk bertempur, namun kaisar Cheng Huang begitu kaget saat melihat pemuda yang kini berdiri dengan gagah di hadapannya, dia sangat yakin jika ramalan yang dia baca saat itu tidaklah salah.


Permaisuri Xiao yang lama ternyata telah melahirkan seorang pangeran yang memiliki iris mata yang berbeda, hanya saja kemungkinan orang yang berkuasa di kekaisaran Xiao saat itu telah menyembunyikan keberadaan putranya, agar tidak menjadi buruan orang-orang yang memang menginginkan kekuatan besar yang dimiliki oleh bayi itu.


Apalagi saat secara tidak sengaja Kaisar Cheng Jiang melihat adanya sebuah tato sayap phoenix diantara kedua alis milik Liu Lin, membuat dia terpaksa harus menghela nafas lelah dan menelan salivanya dengan kasar.


Sepertinya saat ini dua orang yang telah tertulis dalam ramalan kuno akhirnya bertemu dan akan segera mengubah seluruh kehidupan rakyat di benua xingguan, meskipun dirinya menginginkan sebuah kekuasaan namun melihat adanya intensitas yang lebih kuat di benua xingguan ini membuat dia mau tak mau, terpaksa harus berbalik arah.

__ADS_1


Dia tak akan mungkin membiarkan dirinya terluka begitu saja, apalagi yang saat ini berada di hadapannya merupakan darah daging dari Kaisar Xiao terdahulu, sang kakak ketiga dari Kaisar Ceng Jiang.


"Sial! Sepertinya ramalan itu benar! Kakak ketiga memiliki seorang putra yang memiliki iris mata berbeda dan juga tato naga di antara kedua alisnya, ini benar-benar tak bisa dibiarkan! Saat ini pewaris kekuasaan dari kekaisaran Xiao yang sesungguhnya telah kembali." rutuk Kaisar Cheng Jiang sambil menggaruk kasar kepalanya.


Dia benar-benar tak tahu harus melakukan apa saat ini di hadapan sang pewaris, apalagi jika pemuda itu mengetahui bahwa dirinya adalah adik dari sang ayah sekaligus salah seorang pengkhianat yang telah bersekutu dengan Han Xuefeng untuk melengserkan Kaisar Xiao Wu dari singgasana.


Dia harus segera memikirkan sebuah cara yang sangat bagus, agar pemuda itu tidak membalas dendam terhadapnya, yang telah berusaha untuk menghancurkan dan juga membunuh Kaisar Xiao Wu dan juga seluruh keluarganya, apalagi hingga saat ini Kaisar Cheng Jiang masih belum juga menemukan keberadaan dari Kaisar Xiao beserta permaisuri dan dua orang putrinya, yang bagaikan telah menghilang ditelan bumi.


Meski selama beberapa tahun terakhir ini Kaisar Cheng Jiang terus saja berusaha untuk mengerahkan seluruh pasukannya dalam pencarian Kaisar terdahulu, tapi ternyata dia tak bisa menemukan titik terang, bahkan para pasukannya telah kembali tanpa membawa hasil yang diinginkan olehnya dan meyakinkan kaisar Cheng Jiang jika saat ini Kaisar Xiao beserta seluruh keluarganya telah mati.


Tapi Siapa yang harus dia Jadikan kambing hitam saat ini? sedangkan Han Xuefeng sendiri telah mati dan dialah yang telah membunuhnya, Haruskah dia mengatakan kepada Yan Chen bahwa dirinya merupakan salah seorang yang telah membela Kaisar Xiao dari Han Xuefeng? namun pada akhirnya dia tak bisa menemukan keberadaan dari kakak ketiganya itu, meskipun telah mengerahkan begitu banyak pasukannya?


Dia tak yakin jika hal itu akan dipercaya oleh Yan Chen, apalagi setelah merasakan aura sedingin es yang dimiliki oleh pemuda itu, membuat Cheng Jiang kehilangan nyali untuk berhadapan dengannya, dia tak hanya takut namun juga saat ini merasakan jika kematiannya telah dekat.


Namun hanya dengan merasakan aura es yang dikeluarkan oleh pemuda itu, membuat permaisuri Xie Hua harus lebih berhati-hati lagi terhadap kekuatannya, apalagi saat kedua pedang itu bersentuhan membuat aura yang semakin pekat, aura dingin yang diselimuti oleh kegelapan ini menyeruak ke seluruh wilayah kekaisaran Xiao.


Bahkan meskipun permaisuri Xie Hua berusaha untuk mengeluarkan aura penindasan yang disertai oleh aura membunuh yang sangat tebal sekalipun, tak bisa melunturkan aura yang dikeluarkan oleh sepasang pedang kembar yang saat ini berada dalam pegangan sepasang muda-mudi itu.


"Sial! sepertinya kedua manusia ini memiliki ranah kultivasi yang cukup tinggi sehingga berani menantangku! Aku harus mengeluarkan seluruh jurus terhebat milikku, agar bisa segera kabur dari tempat ini! Sepertinya ini bukanlah waktu yang cocok untuk bisa menghancurkan seluruh kekaisaran di benua xingguan dan menundukkan semua orang di bawah kekuasaanku." rutuk permaisuri Xie Hua sambil memasang kuda-kuda.


Dia akan segera mengeluarkan seluruh jurus andalannya untuk bisa menyerang kedua orang yang saat ini masih berdiri dengan tatapan acuh tak acuh terhadapnya, bahkan pemuda tampan yang baru saja muncul itu sama sekali tak melepaskan pandangan matanya terhadap si gadis yang saat ini terlihat tersenyum tipis kepadanya.


Membuat permaisuri Xie Hua semakin berang, pesonanya sebagai wanita tercantik di seluruh dunia xingguan menjadi luntur seketika, begitu melihat pemuda itu yang sama sekali tidak tergoda oleh kecantikannya, bahkan terus saja memandang gadis kecil yang hingga saat ini masih saja berdiri dengan penuh kesombongan dan mengacungkan pedang hitam miliknya.

__ADS_1


Permaisuri Xie Hua semakin bersemangat untuk menghabisi gadis kecil itu, dia harus merampas senjata milik kedua orang yang saat ini berada di hadapannya kemudian menjadikan pemuda itu sebagai salah seorang koleksi prianya.


"Matilah kalian!" teriak permaisuri Xie Hua seraya mengibaskan sapuan pedang yang berada di tangannya, dengan menggunakan 50% energi Qi yang telah dia suntikan secara diam-diam.


Booom...


Booom...


Booom...


"Sial! Dasar iblis pengganggu!" teriak Yan Chen yang tiba-tiba saja bisa mengeluarkan suaranya, dia pun segera membendung serangan yang diberikan oleh permaisuri Xie Hua dan langsung melayangkan serangan susulan ke arah wanita iblis itu sambil mengerahkan 20% energi Qi miliknya dan mengalirkan energi lava yang sangat besar, sehingga membuat benturan kekuatan yang sangat besar dan memekakan telinga.


Booom...


Boooom...


Duaaar...


...----------------...


Ada yang masih ingat dengan cerita Ibu Cerdas Putri Jeniusku? Author berencana untuk segera membuat kelanjutan cerita Kyara yang sudah beranjak dewasa dan menjadi seorang mafia berdarah dingin, mungkin akan segera mulai publish pada pertengahan atau akhir bulan ini. Jangan lupa untuk mengikuti ceritanya dalam novel terbaru author selanjutnya yaitu Bidadari Besi.


__ADS_1


__ADS_2