Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 62


__ADS_3

Gadis itu segera mengedarkan pandangannya ke arah orang-orang yang saat ini tengah berkerumun tak jauh dari tempatnya berada, mereka terlihat sangat penasaran dengan benda yang dikeluarkan dan ditarik secara paksa oleh Liu Lin menuju ke dalam bola hitam yang kini mulai semakin membesar dengan aura yang terlihat semakin pekat.


Mereka ingin sekali bertanya, apa yang sebenarnya ditarik oleh gadis itu? tapi melihat raut wajah datar dan juga tatapan tajam milik kedua muda-mudi yang saat ini berdiri dengan sangat angkuh di hadapan mereka semua, membuat tidak ada satu orang pun yang berani untuk mengeluarkan suaranya.


Hening...


Bahkan Kaisar Cheng Jiang saat ini hanya bisa menundukkan kepalanya menahan isak tangis yang mendalam, meski bagaimanapun hati orang yang paling berkuasa di kekaisaran Xiao saat ini merasa sangat sakit dan hancur, karena melihat nasib buruk yang menimpa permaisurinya.


Walau bagaimanapun Cheng Jiang adalah pria yang sangat mencintai istrinya, sehingga dia bersedia melakukan apapun demi kebahagiaan permaisuri Xie Hua.


Liu Lin segera mengibaskan tangan dan mengembalikan ketiga bola hitam itu ke dalam ruang dimensinya, kemudian dia pun melemparkan dua jasad yang salah satunya pasti dikenali oleh semua orang yang ada di wilayah kekaisaran Xiao.


Itu adalah tubuh Yin Chan, si Ahli formasi tingkat 3 dan juga tetua Xie Luoyang yang telah berhasil dihabisi oleh para beast spirit yang tinggal di hutan Pandora.


Liu Lin memberikan peringatan kepada semua orang, mengingat selama ini keserakahan dari orang-orang di kekaisaran Xiao hampir saja melewati batas.


"Mulai hari ini, siapapun di antara kalian semua yang berani menginjakkan kaki memasuki kawasan hutan Pandora, akan ku pastikan kalian semua tidak akan pernah ada yang selamat! Aku bahkan akan turun tangan sendiri untuk melenyapkan siapapun yang berani melanggar peraturanku." ucap Liu Lin dengan sangat lantang.


Dia sengaja mengeluarkan energi Qi miliknya sebanyak 5% agar suaranya bisa didengar oleh semua orang.


Mendengar hal itu akhirnya mereka semua pun menyadari, jika gadis yang saat ini berdiri dengan sangat angkuh di hadapan semua orang, merupakan gadis yang sangat segani di hutan Pandora.


Mereka segera berlutut untuk memberikan hormat kepadanya. "Hormat kepada tuan putri dari hutan Pandora, Terima kasih untuk bantuannya." ucap mereka semua.


Bahkan kaisar Cheng Jiang saat ini melirik ke arah Yan Chen yang masih saja tidak memperdulikan keberadaannya, pemuda itu sama sekali tidak melirik ke arahnya, meskipun dia mengetahui identitas dari pria yang saat ini terus saja memperhatikannya.


Namun hal itu tak membuat Yan Chen berpaling ke arahnya, dia terus saja memandang gadis kecil yang saat ini tengah menunjukkan aura penindasan yang sangat kuat, terhadap para penduduk kekaisaran Xiao.


Swoooosh....


Swooosh...


Swooos...

__ADS_1


Tap...


Tap...


Tap...


Tiga sosok muncul, mereka terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Yan Chen yang tiba-tiba saja menghilang dari tempat mereka beristirahat, sehingga membuat ketiganya langsung terpontang-panting untuk mencari keberadaan dari tuan muda mereka.


Tiga Yan bersaudara adalah pelayan sekaligus pelindung bagi Yan Chen kecil, sehingga mereka selalu saja menjadi mengikuti kemana pun bocah itu pergi.


Ceng Jiang membelalakkan matanya melihat kemunculan tiga Yan bersaudara, dia sangat mengetahui dengan pasti jika ketiga orang yang saat ini berada di hadapannya, merupakan orang-orang yang sangat setia dan juga merupakan kepercayaan dari Kaisar Xiao Wu, sehingga membuatnya semakin ketakutan.


"Apa yang kau lakukan di sini, Chen'er? Kenapa kau harus membahayakan nyawamu sendiri hanya untuk menolong orang yang telah bersekongkol untuk melenyapkan kedua orang tuamu? Dia adalah pamanmu, adik dari ayahmu, orang yang telah bersekongkol dengan Han Xuefeng untuk bisa merebut tahta yang saat itu masih dimiliki oleh kaisar Xiao Wu, Ayah kandungmu sendiri." ucap Yan Dong sambil menunjuk ke arah Cheng Jiang yang saat ini terlihat mulai pucat.


Mendengar hal itu sontak semua orang pun langsung bersujud di hadapan Yan Chen, mereka baru saja mengetahui jika pemuda yang saat ini berada di hadapan mereka merupakan putra mahkota kekaisaran Xiao yang selamat dari pembantaian yang dilakukan oleh Han Xuefeng saat itu.


Tak lama ketiga Yan bersaudara itu pun segera melesat ke arah Cheng Jiang, nampaknya mereka sudah tak memiliki lagi kesabaran sehingga ingin segera melumpuhkan orang nomor satu di kekaisaran Xiao itu.


Bahkan saat ini amarah dan dendam membara di dalam hati dan juga pikiran ketiganya, sehingga mereka tanpa aba-aba langsung memberikan serangan telak dan mematikan ke arah Cheng Jiang.


Blush...


Ketiga Yan bersaudara langsung saja meledakkan energi dari dalam tubuh mereka ditujukan ke arah Cheng Jiang, saat ini orang nomor satu di kekaisaran Xiao itu mulai tak bisa lagi mengontrol tubuhnya, dia benar-benar dibuat kelabakan karena kekuatan dari ketiga Yan bersaudara ternyata jauh lebih tinggi daripada yang dia bayangkan.


Bahkan hanya dengan merasakan aura penekanan yang disertai aura membunuh yang sangat pekat dari ketiga orang itu, berhasil membuat dirinya memuntahkan seteguk darah, dadanya kini terasa sangat sesak, hingga dia merasa jika organ dalam tubuhnya pun ikut mengalami kerusakan.


Uhuk...


Uhuk...


Cheng Jiang berkali-kali memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, wajahnya terlihat sangat pucat saat ini apalagi dengan banyaknya darah yang keluar dari mulutnya, membuat pria itu tersungkur diatas tanah.


"Hancurkan dantiannya!" perintah Yan Chen membuat ketiga Yan bersaudara terbelalak kaget, karena saat ini ternyata pemuda itu mampu mengeluarkan suaranya, setelah hampir 10 tahun dia tetap membisu tanpa bisa mengucapkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Akhirnya ketiganya pun segera melesat dengan cepat untuk segera melaksanakan perintah pertama, yang mereka dapatkan dari putra mahkota kekaisaran Xiao yang sebenarnya.


Yan Dong langsung saja melumpuhkan aliran Qi yang ada di dalam tubuh Cheng Jiang, sedangkan Yan Lu saat ini langsung saja memberikan sebuah serangan yang sangat telak, hingga membuat seluruh dantian milih Ceng Jiang akhirnya hancur dan menjadi cacat.


Setelah itu dengan tanpa perasaan, ketiga orang Yan bersaudara itu pun segera memberikan serangan-serangan dengan tinjuan dan juga tendangan, yang tentunya dilakukan dengan sekuat tenaga, sehingga membuat Cheng Jiang lagi-lagi tersungkur di atas tanah.


Bak...


Buk...


Duagh...


Kratak...


Bahkan kini seluruh tubuh Cheng Jiang dipenuhi dengan lebam, puluhan kali tendangan dan juga pukulan dari ketiga Yan bersaudara bersarang di dalam tubuhnya, dan membuat beberapa tulang milik orang paling berkuasa di kekaisaran Xiao itu pun patah, sehingga membuat pria itu terus saja mengerang kesakitan.


"Aaampuuuun..."


Aaargh...


Cheng Jiang berusaha menggerakkan badannya ke arah Yan Chen, dia akan memohon kepada pemuda itu untuk melepaskan dirinya, namun ketiga Yan bersaudara dengan sangat cepat langsung saja menjambak rambut milik Cheng Jiang serta menendang pinggang dan juga meninju wajah pria itu lagi.


"Jika kau biar fikir bisa mendekati tuan muda kami, maka kau salah besar! Sebelum kau sampai didekat kakinya, akan kupastikan nyawamu terlebih dahulu melayang dari tubuh jelekmu ini." ucap Yan Dong sambil menatap dengan sangat tajam ke arah Cheng Jiang.


Kemarahan dan kebencian membuncah di dalam hatinya, mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu saat Cheng Jiang dengan sombongnya mendatangi kekaisaran bersama Han Xuefeng, demi untuk merebut tahta dari Kaisar Wu.


"Lepaskan pria sampah itu." ucap Yan Chen membuat ketiga Yan bersaudara membelalakkan matanya, mendengar ucapan dari pemuda itu.


"Tapi Chen'er.." ucapan Yan Lu tiba-tiba saja terhenti, saat tangan milik Yan Chen terangkat ke atas.


"Lemparkan dia ke tempat perbudakan dan pastikan pria lemah itu mendapatkan pekerjaan yang paling berat di sana." ucap Yan Chen sambil melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu, tanpa melirik sedikitpun ke arah Cheng Jiang.


Ketiga Yan bersaudara akhirnya tertawa terbahak-bahak, mereka pun segera mencangking tubuh lemah milik Cheng Jiang untuk segera dilemparkan ke tempat di mana para budak bekerja.

__ADS_1


"Selamat datang di neraka, Cheng Jiang!" ucap ketiga Yan bersaudara dengan sangat kompak.


__ADS_2