Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 45


__ADS_3

Derap langkah dari orang-orang yang saat ini memasuki ruang pemurnian obat, akhirnya membangunkan si gadis kecil yang saat itu tengah tertidur karena merasa kelelahan, setelah dirinya berhasil membuat ribuan pil tingkat dewa.


Perlahan-lahan gadis itu pun segera membuka kelopak mata dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, di depan matanya kini terlihat sang Ibu beserta seluruh gege dan jie jie nya yang tengah tersenyum dengan sangat manis.


Bocah itu pun bergegas bangun sambil menepuk bo*ongnya yang kotor, sesekali tangannya terlihat mengucek kelopak mata, untuk bisa kembali menetralkan pandangannya.


"Astaga, Lin'er! Jadi karena membuat semua pil tingkat dewa, kau sampai tertidur di ruangan ini?" tanya Bao Yue seraya mendekati bocah mungil yang kini terlihat menggembungkan pipinya.


Dia merasa sangat terganggu akibat kedatangan dari seluruh keluarganya, yang telah merusak mimpi indah yang tadi tengah dirajutnya.


Tak lama bocah itu pun menjawab dengan santai, "Apakah gege melihat ada orang lain di tempat ini?" tanyanya.


Bao Yue pun menggaruk kepalanya tak gatal, dia tak tahu harus mengatakan apa kepada bocah itu, nyatanya dia juga merutuki mulutnya yang telah mengeluarkan pertanyaan yang seharusnya tidak dia ucapkan.


"Segera bersihkan dirimu dan setelah itu kita semua akan segera makan bersama." ucap Ratu Lin Xia sambil mengusap rambut gadis kecil kesayangannya, itu dengan penuh kasih sayang.


Liu Lin pun melirik ke arah sang ibu, nampak bocah itu masih sangat kelelahan, namun dia masih tetap menyunggingkan senyuman manisnya.


Setelah itu dia pun segera meminta agar ibu dan juga keluarganya yang lain untuk mengambil 5 botol giok untuk masing-masing orang, sedangkan sisanya akan disimpan sendiri oleh Liu Lin di dalam cincin penyimpanan miliknya, yang baru saja diambil dari gudang penyimpanan, saat dia tengah mencari-cari tumbuhan herbal untuk pemurnian pil yang tadi dibuatnya.


Akhirnya semua keluarganya pun segera mengambil bagian mereka dan bergegas memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan, sepertinya mereka takut jika bocah itu akan berubah fikiran, jadi dengan cepat mereka pun segera menggerakkan tangannya untuk mengambil 5 botol giok yang berisi pil tingkat dewa.

__ADS_1


Setelah semua orang mengambil bagiannya, Liu Lin pun segera memasukkan kembali sisa dari pil yang telah dia buat ke dalam cincin miliknya, dan langsung meninggalkan tempat pemurnian obat menuju ke kamar yang selama ini menyimpan banyak sekali kenangan.


Dia akan merendam badannya yang terasa lelah dengan air panas yang dicampur dengan beberapa ramuan obat dan juga bermacam bunga seperti mawar dan juga melati. Liu Lin memang terbiasa memanjakan dirinya dengan berbagai macam ramuan, yang dia rasa akan membuat tubuhnya semakin segar.


Selang satu pembakaran dupa, bocah itu pun kembali memasuki ruang makan keluarga, di sana telah berjajar orang-orang dari seluruh kekaisaran, yang tengah menunggu kehadirannya, untuk makan bersama.


Mereka terlihat sangat bahagia karena Penantian mereka selama bertahun-tahun akhirnya bisa terkabulkan, Sang Dewi penolong mereka akhirnya kembali, meskipun dengan wujud seorang bocah kecil yang berusia 9 tahun, mereka teramat sangat bersyukur kepada dewa karena setelah penantian yang sangat panjang, akhirnya bisa kembali di pertemukan dan berkumpul bersama dengan Liu Lin yang paling mereka kasihi.


Li Lin segera menjatuhkan dirinya pada salah satu kursi, yang terletak di sisi kanan ratu Lin Xia, selama ini kursi itu tetap dibiarkan kosong, karena bagi mereka semua, Liu Lin tak akan pernah tergantikan oleh siapapun, sehingga ratu Lin Xia sendiri pun melarang seluruh keluarganya untuk menduduki kursi yang menjadi favorit Liu Lin itu.


Akhirnya mereka pun mulai makan dengan sangat hikmat, tak ada suara yang keluar dari mulut mereka, hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar, keluarga Kerajaan maupun kekaisaran, memang telah terlatih dengan berbagai macam etika seperti saat makan, berdandan, berpakaian, berjalan ataupun cara mereka berucap, sehingga nampaklah keharmonisan karena semua orang memegang teguh norma-norma yang telah mereka pelajari sejak masih kecil.


Setelah acara makan-makan usai, akhirnya mereka pun kembali duduk-duduk sambil mengobrol, para pelayan terlihat berlalu Lalang sambil menuangkan teh dan menghidangkan beberapa macam cemilan, untuk menemani seluruh anggota keluarga Liu Lin bercengkrama dengan santai, bahkan saat ini tak hanya orang-orang dari kerajaan cahaya saja yang duduk di sana, tapi juga keluarga dari 3 kekaisaran yang lainnya.


"Ada apa, Lin'er?" tanya Ratu Lin Xia.


Liu Lin hanya menggelengkan kepala, "Tdak apa-apa, sepertinya ada sesuatu yang tersimpan di hutan sebelah barat istana cahaya milik kita ibunda." ucap Liu Lin.


Akhirnya semua orang pun bangkit dari kursinya, dan mengikuti bocah itu menuju ke hutan. Hanya berjarak beberapa mi dari tempat mereka saat ini berdiri, terlihat sebuah cahaya berwarna keemasan memancar dari sebuah batu yang ada di tengah-tengah Hutan itu, mereka dibuat begitu penasaran, apakah itu harta yang diturunkan langit untuk Liu Lin? ataukah Memang sesuatu benda yang akan tetap tersimpan di dalam ruang dimensi miliknya.


Setelah selang 50 hela nafas, akhirnya cahaya itu pun meredup dan terlihatlah sebuah telur yang sangat besar berwarna keemasan, bocah itu dengan cepat menggerakkan tangannya untuk mengambil telur yang saat ini ada di atas tanah, di tengah-tengah hutan.

__ADS_1


Tak lama dia pun segera meminta kepada gegenya untuk menyimpan telur itu di salah satu ruangan, yang ada di istana miliknya. Sementara Liu Lin segera berpamitan kepada semua orang yang ada di sana, untuk segera kembali menemui orang tua angkatnya, yang saat ini tinggal di hutan Pandora.


Dia tidak ingin terlalu lama berada di dalam ruang dimensi, karena merasakan fluktuasi udara yang berbeda di sekitaran hutan Pandora, dia meyakini jika saat ini ada seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat besar, mengincar keberadaan sumber daya maupun kekayaan yang dimiliki oleh para penghuni hutan Pandora.


Namun Liu Lin masih belum mengetahui siapa sebenarnya pemilik dari kekuatan besar itu, sehingga akhirnya dia pun memutuskan untuk segera kembali dan memperingatkan seluruh penghuni hutan pandora agar bersiap, jika sewaktu-waktu mereka mendapatkan serangan dari orang-orang yang saat ini tengah mengincar nyawa mereka semua.


Ratu Lin Xia Sebenarnya masih sangat merindukan Putri kecilnya, namun dia tahu jika putrinya itu dilahirkan, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk kedamaian seluruh makhluk yang hidup di dunia xingguan, sehingga membuat wanita yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang sudah memasuki kepala empat itu, akhirnya mau tak mau, terpaksa melepaskan Liu Lin kembali.


Namun dengan satu persyaratan, bahwa salah seorang gegenya harus mengikuti Liu Lin hingga sampai di hutan Pandora. Bocah kecil itu pun akhirnya menganggukan kepalanya, dia tak ingin melihat kesedihan yang saat ini tergambar dari wajah cantik Ibunya, dia pun bergegas memeluk tubuh ratu Lin Xia dan membisikkan sebuah kata,


"Lin'er akan segera kembali." ucapnya.


...****************...


Sambil menunggu Liu Lin up bab selanjutnya esok hari, yuks dikepoin juga karya kawan-kawan author yang seru dan pasti bikin nagih.



yuks yang suka super system merapat ya, yang menyukai time travel juga yuks jangan lupa baca novel terbaru karya kawan author.


Keduanya recomended banget.

__ADS_1



Happy reading semua 🙏🙏🙏.


__ADS_2