
Liu Lin duduk di atas sebuah kursi, di hadapannya seluruh penghuni hutan Pandora berdiri, bocah kecil itu memerintahkan pada semua orang, agar bahu membahu membangun sebuah sungai, yang mengalir mengelilingi seluruh hutan.
Tak ada yang tahu apa maksud dari permintaan sang bocah? Tapi semua orang percaya, bahwa itu untuk kebaikan semuanya. Akhirnya tanpa membantah sedikitpun, mereka langsung melakukan apa yang diminta oleh Liu Lin dengan patuh.
Para penghuni hutan Pandora, dengan segera mengambil perlengkapan dari dalam rumah mereka, dan langsung menuju sungai. Mereka mencangkul tanah dengan kedalaman 2 meter, untuk menyambungkan lahan yang baru mereka buat dengan sungai yang sudah ada sebelumnya di hutan Pandora.
akhirnya pembangunan Sungai pun selesai dalam jangka waktu 3 hari, seluruh penghuni hutan Pandora merasa sangat bahagia, karena akhirnya sungai yang ada di Hutan itu berhasil membentuk sebuah lingkaran yang sangat besar.
Liu Lin kembali mengibaskan lengan hanfunya, dia mengeluarkan air surgawi yang telah dicampur dengan air dari kolam Yin dan Yang, yang ada di dalam kalung dimensinya. Tak lama kemudian, Semua orang merasakan Aura yang berada di hutan Pandora pun berubah.
Hutan Pandora bergejolak, esensi langit dan bumi pun berkumpul, sehingga mengakibatkan ketebalan Qi yang sangat kuat, semua orang ternganga, entah apalagi yang akan dikeluarkan oleh bocah itu, yang jelas mereka benar-benar takjub dengan bocah ajaib yang baru saja tinggal selama beberapa hari di hutan Pandora.
Liu Lin segera memerintahkan kepada mereka untuk melakukan kultivasi tak jauh dari sungai, agar mereka bisa mendapatkan pencapaian yang lebih baik, Sedangkan untuk dirinya sendiri, dia langsung menghilang sesaat setelah jarinya memegang dahi, di mana letak tato sayap phoenik berada.
Wush...
Angin berhembus sangat kencang, seiring menghilangnya bocah itu dari hutan Pandora, semua orang semakin tercengang, mereka benar-benar penasaran, keberuntungan apa lagi yang akan menaungi mereka, setelah mendapatkan seorang Liu Lin yang sangat ajaib dan juga penuh kejutan.
"Sepertinya Dewa memberkati kita, hingga kita mendapatkan apa yang selama ini hanya menjadi sebuah dongeng belaka, kehadiran Nona muda Liu Lin berhasil mengubah kita semua." ucap seseorang yang langsung diangguki oleh yang lainnya.
Mereka juga setuju dengan ucapan orang itu, setelah merasakan sendiri bagaimana kehebatan dari bocah ajaib, yang merupakan putri dari pasangan Liu Yibei dan juga Yuan Lan itu.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak bicara! Ayo cepat! Lakukan apapun yang diperintahkan oleh Nona muda Liu Lin!" ucap patriark Zhuo Zheng setelah mendengar ucapan orang-orang itu.
"Benar! kita harus segera menaikkan ranah kultivasi kita hingga ke tahap abadi. Jika tidak, mereka pasti akan kembali untuk merebut semua yang kita miliki, aku sangat yakin jika para Kaisar itu tidak mungkin pergi begitu saja, mereka pasti akan mencari cara untuk bisa menaklukkan hutan Pandora." ucap salah seorang tetua.
Para Patriark klan pun menganggukkan kepalanya, mereka juga merasa yakin jika kepergian ke 5 orang Kaisar itu dari hutan Pandora, bukanlah yang terakhir. mereka pasti akan kembali dengan membawa pasukan yang lebih besar.
"Lebih baik kita segera menaikan ranah kultivasi, jika masih ingin mendampingi Nona muda Liu Lin, setidaknya kita harus memiliki kekuatan yang lebih besar lagi." ucap Patriark Du Dzeng.
Hingga akhirnya, setelah beberapa perdebatan di antara mereka, semua orang pun langsung bergegas, mereka mengambil tempat masing-masing yang tak jauh dari sungai yang baru saja mereka bangun.
Patriak Meng fen yang merasa kehausan, tiba-tiba saja bergerak ke arah Sungai, tangannya mengambil air kemudian meminumnya. Seketika tubuhnya seolah membeku, matanya langsung melotot menandakan bahwa dia sedang merasakan terkejut.
Hal itu tentu dilihat oleh beberapa orang patriark lainnya, mereka begitu penasaran dengan apa yang terjadi pada patriak Meng Fen. Dengan segera, semua orang pun mendekat.
Ditanya seperti itu, patriark Meng Fen hanya menggelengkan kepalanya, dia tak tahu harus mengatakan apa, entah berkah apalagi yang telah dibawa bocah ajaib itu, sehingga dirinya yang sudah tua, Akhirnya bisa merasakan air Surgawi.
"Bukankah ini air Surgawi?"tanya Patriark Li Guiying tiba-tiba setelah dia ikut mencicipi air sungai itu, ketiga patriark yang lain pun segera mendekati Sungai, Mereka mencoba untuk meminum air yang ada di sungai itu, hingga akhirnya reaksi yang ditunjukkan oleh ketiga patriark yang lain pun sama seperti patriark Meng Fen.
Mereka benar-benar tak percaya, jika air sungai yang saat ini mengalir di hutan Pandora merupakan air Surgawi, meskipun itu hanya esensinya saja dengan kemurnian 20%.
"Kalian semua! cepat cicipi air sungai itu! kalian akan merasa segar, tapi ingat, mulai hari ini kita semua harus menjaga sungai ini, agar tidak tercemari dan jangan sampai ada satu orang pun yang mengetahui jika sungai ini merupakan air Surgawi!"ucap para Patriark.
__ADS_1
Akhirnya semua orang pun segera berlari ke arah sungai, mereka segera membasuh wajah dan juga mencicipi airnya, hingga akhirnya mereka merasakan kesegaran yang sangat nyata.
"Baik Patriark!" ucap semua orang.
Mereka juga tidak ingin, jika sampai air sungai surgawi itu, jatuh ke tangan orang yang salah.
"Ayo cepat! kita harus segera menaikkan ranah kultivasi kita kembali, semuanya! Ambil tempat yang tak jauh dari sungai ini!" ucap Patriark Zhuo Zheng. Dan langsung diikuti oleh semua penghuni hutan pandora.
Mereka duduk mengelilingi sungai dengan posisi Lotus, mata mereka terpejam, akhirnya aura langit dan bumi pun masuk, merangsek ke dalam setiap Meridian mereka dan menetap dalam dantiannya.
Para penghuni hutan Pandora terlihat begitu fokus dalam kenaikan ranah kultivasi mereka, beberapa kali juga terdengar suara ledakan terendam dalam tubuh mereka menunjukkan jika tingkat kultivasi mereka semakin meningkat Dari waktu ke waktu.
.
.
.
Sementara itu di dalam ruang dimensi, Liu Lin yang baru saja memasuki istana kerajaan cahaya, langsung disambut oleh keluarganya, mereka begitu bahagia, setelah berpisah sekian lama akhirnya bisa kembali berkumpul, di tempat yang sama meskipun dalam kondisi yang berbeda.
Liu Lin langsung berhambur dan memeluk seluruh keluarganya, mata bocah itu terlihat berkaca-kaca, terlebih setelah ratu Lin Xia memeluknya. Ini adalah Kerinduan selama bertahun-tahun yang membuat semua orang tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Kau terlihat semakin menggemaskan, Meimei." ucap Bao Yue seraya mengacak rambut Liu Lin. Mendapatkan perlakuan seperti itu, sontak Liu Lin mencebikan bibirnya, dia sangat tidak suka diperlakukan seperti seorang anak kecil, meskipun memang saat ini jiwanya terjebak dalam tubuh seorang bocah.
"Dan kau terlihat sangat tua, gege." ucap Liu Lin seraya mengedipkan sebelah matanya, mendengar ucapan Liu Lin, Bao Yue pun langsung merenggut, dia sangat kesal. Bagaimana mungkin seorang pangeran yang tampan dikatakan seperti seorang pria tua? Mungkinkah adik kecilnya itu terkena sakit mata hingga tidak bisa membedakan antara tua dan muda?