Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 41


__ADS_3

Wush...


Wush...


Wush...


Akhirnya ke 200 orang prajurit beserta 3 orang tetua dari klan Gu itupun segera melesat dengan sangat cepat, mereka menggunakan seluruh kekuatan terbaik untuk bisa menyerang formasi yang telah melemah itu.


Boooom...


Terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat hingga mengguncang tanah yang ada di sekitar tempat itu, mereka pun menyaksikan dengan mata dan kepala sendiri, bocah kecil Yan Chen masih tertidur, bahkan matanya tak berkedip sekalipun, meskipun serangan besar baru saja menghancurkan formasi yang mengurung tubuh kecilnya.


Tak Lama Yan Chen pun terbangun, dia menggosok matanya dan melihat ke sekeliling sambil tersenyum tipis, bocah itu langsung mengangkat kedua tangannya seraya bibir tipisnya komat-kamit menggumamkan mantra yang tidak dipahami oleh semua orang yang hadir di sana.


Ketiga tetua pun langsung memerintahkan agar para prajuritnya segera menggunakan formasi penyerangan untuk menyerang bocah kecil yang saat ini ada di hadapan mereka.


Ketiganya yakin jika bocah itu memiliki kemampuan tersembunyi yang sampai saat ini masih belum diperlihatkan di hadapan semua orang.


Namun lagi-lagi Mereka pun dibuat menganga, Yan Chen telah mengeluarkan jurus andalannya yaitu jurus tombak badai salju di mana ribuan tombak bermunculan dengan elemen es yang terlihat begitu runcing dan mengeluarkan aura dingin yang sangat kuat hingga membuat mereka semua merasakan menggigil.


"Seraaaaaang!" teriak salah seorang tetua sambil melesat menebaskan pedang tingkat menengah yang berada di genggaman tangannya. Pria tua itu sepertinya tidak ingin kalah cepat dengan Yan Chen yang telah mengeluarkan jurus andalannya.


Akhirnya kedua ratus orang prajurit itu pun segera kembali membangun sebuah formasi penyerangan tingkat tinggi, kemudian menyerang Yan Chen dengan energi yang sangat besar.


Bahkan energi itu muncul bersamaan dengan badai angin yang membuat seluruh benda yang ada di tempat itu pun berterbangan tak beraturan, dan membuat ketiga tetua dengan sangat terpaksa harus menghindar dari tempat itu, untuk menghindari efek dari serangan besar yang dilakukan oleh ke 200 orang prajurit mereka.


Swoooosh...


Booom...

__ADS_1


Duar...


Duar...


Terjadi ledakan berulang-ulang saat energi dari kedua ratus orang prajurit itu bertabrakan dengan energi milik Yan Chen yang telah dilapisi dengan elemen es miliknya, sehingga mengakibatkan rusaknya seluruh bangunan dan juga keretakan yang ada pada tanah dan membuat beberapa lubang yang sangat besar.


Dan yang lebih mencengangkan saat ini, bahkan mereka merasakan seolah tengah berada di sebuah tempat bersalju, tubuh mereka terlihat menggigil, bahkan para prajurit itu pun harus menggertakkan giginya, menahan rasa dingin yang menusuk hingga ke seluruh tulang mereka.


Namun si bocah kecil Yan Chen Masih Berdiri dengan santai, sepertinya bocah itu tidak merasakan efek apapun dari serangan yang telah dia buat. Ke 200 prajurit itu pun segera kembali mengambil ancang-ancang untuk melakukan penyerangan, kali ini mereka tak lagi menggunakan formasi yang tadi, namun membentuk formasi yang lain, yang lebih kuat dan juga lebih mematikan untuk bisa menyerang Yan Chen.


Sedangkan ketiga tetua hingga saat ini masih menjauh dari tempat itu, sepertinya mereka tak ingin terkena ledakan yang mungkin saja terjadi jika sampai serangan yang dibuat oleh kedua 200 orang prajurit mereka tidak mengenai sasaran.


Akhirnya Yan Chen pun dengan segera menarik sebuah senjata rahasia yang ada di ruang dimensinya, itu merupakan sebuah pedang tingkat tinggi yang terlihat sangat tajam dan memiliki aura dingin. Bocah itu juga segera menyalurkan seluruh energi lava miliknya untuk menyelimuti seluruh tubuh, agar tidak terlalu mengalami pengrusakan saat terjadinya ledakan.


Booom...


Booom...


Booom...


Bocah itu terpukul mundur hingga puluhan langkah ke belakang dan mendapatkan pukulan yang sangat telak pada dadanya, hal itu tentu berefek kepada tubuh kecilnya, sehingga Yan Chen pun merasakan jika saat ini seluruh energi Qi miliknya terasa sangat kacau.


Dia pun berusaha untuk menstabilkan nafas dan segera mengeluarkan sebuah botol giok yang berisi pil penyembuh tingkat tinggi, kemudian langsung menelannya.


Tak lama setelah itu, tubuh Yan Chen pun kembali fit, dia dalam kondisi siap untuk kembali bertarung bersama kedua ratus orang prajurit dan ketiga tetua, Namun sepertinya para prajurit itu tak lagi bisa melanjutkan pertarungan, karena saat ini tubuh mereka seakan kaku dan tak bisa digerakkan.


Bahkan mereka juga merasakan jika serangan yang dilancarkan oleh Yan Chen berhasil menghancurkan seluruh dantian milik mereka hingga tak tersisa, mereka kini tak lebih dari seonggok sampah yang tak berguna, karena tak lagi memiliki dantian yang sempurna, hal itu tentu membuat mereka menjadi kalang kabut sekaligus resah, karena di dunia Xingguan ini, siapa yang kuat, dia akan berkuasa dan yang lemah akan ditindas.


Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk melawan? karena dentian yang cacat dan juga hancur, yang diakibatkan oleh serangan milik Yan Chen yang telah dialiri energi lava ditambah dengan energi es yang tersebar dari pedang tingkat tinggi yang digunakan oleh bocah itu.

__ADS_1


Ketiga tetua itu pun segera melesat dengan cepat ke arah 200 orang prajurit yang saat ini masih tersungkur di atas tanah, ketiganya merasa heran karena anak buahnya itu tak bisa mengangkat tubuhnya, hingga akhirnya sang ketua pertama segera memeriksa salah seorang dari prajurit yang saat ini masih terbaring dengan lemah.


Matanya terlihat melotot saat dia menyadari jika prajurit itu telah kehilangan dantiannya, dan kini hanya menjadi seonggok sampah yang tak berguna.


Dia pun segera memberitahu kedua rekannya lewat telepati, kemudian ketiganya melotot di hadapan Yan Chen yang saat ini malah tersenyum manis sambil sesekali mengedipkan matanya dengan sangat lucu.


Bocah itu merasa sedikit bahagia karena serangan yang diakibatkan oleh kedua orang prajurit itu, walaupun tidak berhasil membuka dantian ketiganya yang tersegel, namun terjadi keretakan pada segel itu, sehingga suatu saat nanti Yan Chen yakin jika dia bisa menghadapi orang yang lebih kuat daripada kelompok itu, mungkin dengan segera dantian ketiga miliknya akan terbuka.


Hal itu tentu saja membuat si bocah itu pun kembali bersemangat, dia dengan segera Melambaikan tangan ke arah ketiga tetua, kemudian sebuah pusaran angin pun muncul di hadapan semua orang, namun yang membuat mereka kaget, kemunculan ribuan pisau es yang tiba-tiba saja melesat dengan cepat dan langsung menancap pada tubuh kedua ratus orang prajurit yang kini tengah terluka itu.


Bahkan ketiga tetua itu pun tak sempat untuk mengelak, alhasil tubuh mereka dihiasi dengan sayatan sayatan pisau es hingga membuat pakaian yang mereka pakai menjadi compang-camping karena banyak dan cepatnya Serangan yang dibuat oleh Yan Chen tak bisa terdeteksi dengan mata biasa.


...----------------...


Selamat pagi Readers, sebelumnya author ingin mengucapkan terima kasih untuk kehadiran dan juga seluruh dukungan yang diberikan oleh Readers semua untuk karya receh author ini, dan sebagai apresiasi dari author, maka pada tanggal 17 April 2023 akan kembali diumumkan giveaway untuk mencari 3 orang pendukung terbanyak.


Ingat! hanya untuk 3 orang pendukung terbanyak, yang ingin mengikuti give away, dipersilahkan untuk mulai mengirimkan dukungannya untuk author pada 3 karya terbaru yaitu:




Dan yang terakhir adalah:



Jangan lupa untuk mengikuti give away nya, ada uang tunai sebesar Rp. 900.000,- untuk 9 orang yang beruntung dan menjadi pendukung terbanyak.


Sehat-sehat selalu readers, jangan lupa sarapan pagi. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2