
Ketiga Yan bersaudara yang saat ini tengah tertidur di dalam kamar mereka pun akhirnya terbangun, setelah mendengar dentingan suara pertarungan yang ada di depan penginapan tempat mereka saat ini beristirahat.
Mereka pun segera melesat keluar dengan sangat cepat, tubuhnya terlihat begitu ringan bagaikan kapas yang tengah terkena tiupan angin, gerakan mereka yang sangat cepat dan langsung berdiri di sebuah dahan pohon yang terlihat sangat kokoh.
Mereka mengerutkan dahi saat melihat tiga orang pria tua yang saat ini tengah menyerang sebuah formasi, namun hal yang membuat ketiganya merasa khawatir adalah, mereka meyakini jika orang yang berada di dalam formasi yang saat ini berdiri tegak dengan penuh kesombongan itu adalah Yan Chen.
Ingin rasanya mereka menolong, namun melihat dan merasakan betapa hebatnya formasi yang telah dialiri energi lava oleh bocah berusia 9 tahun itu membuat ketiganya akhirnya kembali mengurungkan niatnya.
Mereka tetap berdiri di tempat sambil menyaksikan bagaimana Yan Chen menyelesaikan masalah dengan ketiga pria tua yang saat ini tengah berdiri dengan congkak sambil mengacungkan pedang di tangannya.
Ketiga tetua yang merasakan kehadiran dari ketiga orang yang saat ini berdiri dalam kegelapan pun segera mengedarkan aura kultivasinya yang disertai dengan aura membunuh yang sangat pekat.
Namun ternyata hal itu tidak membuat orang-orang yang saat ini menyaksikan perbuatannya itu merasa tertekan sedikitpun, Akhirnya dia pun segera menarik kembali auranya dan bergegas melesat ke berbagai arah untuk mencari tahu di mana keberadaan sang pengintai.
Ketiga yang bersaudara langsung menghilangkan aura keberadaan mereka agar tidak diketahui oleh ketiga tetua yang saat ini mulai menyadari kehadiran ketiganya, mereka tetap diam di tempat sambil sesekali Mereka pun terlihat memperhatikan gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh kedua ratus orang prajurit yang saat ini tengah melakukan sebuah formasi penyerangan milik klan Gu.
__ADS_1
Formasi itu terlihat sangat kuat, bahkan ketiga Yan bersaudara hampir saja menjatuhkan rahang mereka, saat mengetahui jika efek serangan yang dihasilkan oleh formasi penyerangan yang saat ini tengah dibangun oleh kedua ratus orang prajurit itu bisa saja menghancurkan sebuah kekaisaran, bahkan membunuh banyak sekali orang yang tak bersalah.
Namun hal itu sepertinya tidak membuat si bocah kecil Yan Chen takut, dia bahkan merasa sangat senang, akhirnya dia bisa berhadapan dengan kekuatan yang sangat kuat sehingga dia pun berpikir untuk menggunakan kembali tubuh kecilnya untuk menahan Serangan yang akan diberikan oleh ke 200 orang prajurit itu.
Dia tentunya sangat senang, semoga saja hal ini bisa membuka dantiannya yang tersegel, pemuda itu berjingkrak dalam hati namun dia masih tetap berpura-pura tertidur seolah tidak mengetahui jika saat ini dirinya tengah diserang dari berbagai arah.
Bahkan tangan mungilnya kini telah melepaskan beberapa segel di tangan untuk melemahkan formasi yang ini mengurung tubuhnya, sebentar lagi bocah itu akan kembali melakukan kegilaan demi bisa membuka dantian ketiganya yang masih tersegel.
Menyadari apa yang dilakukan Yan Chen saat ini, membuat ketiga Yan bersaudara itu pun hampir terjatuh dari tempat mereka berdiri saat ini, mereka menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya, entah apa yang merasuki pikiran bocah itu, sehingga berfikir untuk melakukan hal-hal gila dan juga tidak masuk akal hanya untuk bisa membuka dantian ketiganya yang masih tersegel.
Yan Chen sebenarnya telah menggunakan berbagai macam herbal dan juga cairan obat, Bahkan dia juga telah menelan banyak sekali pil-pil yang ada di dalam ruang dimensi miliknya, namun hal itu masih belum juga bisa membuka dantiannya yang masih tersegel.
Sepertinya dia masih harus terus berjuang dan bekerja keras untuk bisa membuka segel yang menutup dantian ketiganya itu, melihat formasi yang dibuat oleh bocah itu semakin lama semakin melemah membuat ke-200 orang prajurit itu pun semakin bersemangat, mereka langsung menyalurkan energi Qi milik mereka agar bisa menyerang ke berbagai arah.
Sedangkan bocah itu tersenyum manis, akhirnya apa yang ia harapkan sejak tadi sebentar lagi akan terlaksana, namun ke 200 orang prajurit itu tidak menyadari bahwa serangan yang dibuat oleh mereka hanya dianggap main-main oleh Yan Chen.
__ADS_1
Bocah itu hanya menganggap hal itu sebagai salah satu cara untuk bisa membuat kultivasinya meningkat dengan pesat dan juga membuka segel yang ada di dalam tubuhnya, ketiga tetua yang tadi menyebar ke segala arah pun kembali ke tempat itu, mereka kini muncul dengan wajah yang menghitam setelah pencarian selama beberapa saat mereka belum juga bisa mengetahui di mana gerangan orang yang tengah Mengawasi apa yang mereka lakukan saat ini.
Namun saat dia melihat formasi yang digunakan untuk mengurung tubuh bocah itu semakin melemah, ketiga orang tua itu pun langsung tersenyum sumringah, mereka berfikir jika sebentar lagi mereka akan bisa mendapatkan Yan Chen.
Andai saja mereka tahu bahwa saat ini bocah itu memang sengaja melepaskan berbagai macam segel agar bisa mengurangi tingkat kekuatan yang dimiliki oleh formasi buatannya, mungkin mereka akan muntah darah, bahkan saking gilanya mungkin mereka pun akan menggantung leher mereka sendiri.
Yan Chen telah memperhitungkan segala macam resiko atas tindakan yang akan dibuatnya, bocah itu benar-benar tidak memiliki pemikiran yang waras, dia tidak pernah memperdulikan apapun, selama hal itu bisa membuat dia semakin kuat, maka dia akan melakukannya, tanpa perduli itu akan menyakiti tubuhnya ataupun tidak.
Yang penting dia akan segera berpetualang untuk segera bertemu dengan sang permaisuri idaman hatinya, ketiga Yan bersaudara saat ini terlihat menggelengkan kepala, mereka sungguh takjub sekaligus heran dengan kelakuan putra mahkota dari kekaisaran Xiao itu.
Ketiga Yan bersaudara merasa bahwa saat ini merekalah orang-orang yang paling gila, mereka seolah kehilangan kewarasan melihat tindakan yang dilakukan oleh Yan Chen. Bocah itu selalu saja melakukan hal-hal yang aneh bahkan bisa berakibat fatal terhadap tubuhnya sendiri, namun bukan Yansen namanya jika dia akan mengalah.
Bocah itu masih akan terus berjuang demi mendapatkan apapun yang dia inginkan, Inilah cinta dan dia akan segera menemukan kembali belahan jiwanya yang telah lama menghilang.
Setelah dantian ketiganya kembali terbuka, Yan Chen akan segera pergi ke gunung bai hu untuk bisa memperkuat kembali elemen es yang dimilikinya agar semakin kuat dan kuat.
__ADS_1