
Akhirnya setelah berbagai drama terjadi di aula rapat, Yan Chen dan Liu Lin segera meninggalkan tempat itu, untuk keluar dari hutan Pandora.
Keduanya saat ini akan bergegas menyambut kedatangan dari orang-orang yang merupakan bawahan dari permaisuri Xie Hua dan juga termasuk orang-orang yang memiliki perjanjian khusus, dengan orang yang mengabdikan dirinya kepada iblis itu.
Keduanya sepertinya begitu penasaran dengan kemunculan ribuan kultivator aliran hitam yang berada di depan hutan Pandora. Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Dan siapa sebenarnya majikan mereka? Sehingga saat ini berani berkumpul di hadapan hutan Pandora, yang nyata-nyata telah dipagari oleh array tingkat tinggi buatan Liu Lin.
Melihat kemunculan dua orang bocah dari dalam hutan Pandora, membuat ribuan orang kultivator tingkat tinggi saat ini bersikap waspada, namun saat melihat bahwa tingkat kultivasi keduanya tak lebih dari tingkat pendekar tahap awal, membuat semua orang langsung tertawa terbahak-bahak.
Mereka pun menurunkan kembali kewaspadaan kepada dua orang bocah kecil itu, bagaimana mungkin orang-orang yang memiliki kultivasi tingkat Jenderal tahap menengah dan juga akhir akan merasa takut dengan dua orang bocah yang hanya memiliki kultivasi di tingkat pendekar tahap 3?
"Hahaha... apa yang kalian lakukan bocah?" tanya salah seorang pria yang berumur sekitar 50 tahun, sebuah goresan luka yang sangat besar dan menganga terlihat di pipinya, sehingga membuat penampilan pria itu terlihat garang dan juga menakutkan.
Namun hal itu tak membuat Yan Chen dan juga Liu Lin gentar, keduanya berjalan dengan sangat santai melewati para kultivator yang saat ini memelototkan mata tak percaya, akibat ulah dari keduanya.
"Hei bocah! Kalian benar-benar tidak memiliki tata krama sama sekali, bahkan tidak menjawab pertanyaan yang ku ajukan." ucap pria itu kembali sambil menatap kedua orang bocah itu dengan tatapan yang sangat tajam, dia begitu tersinggung karena merasa diremehkan oleh dua bocah bau kencur yang baru saja bisa berkutivasi, namun telah berani mencari masalah dengannya.
Aura membunuh dan juga aura penindasan menguar dari dalam tubuh pria itu, membuat orang-orang di sekelilingnya berusaha untuk memagari diri, agar tidak terkena penekanan dari aura yang dikeluarkan pemimpin mereka.
Namun hal itu tak berlaku untuk Liu Lin dan juga Yan Chen, keduanya seolah tidak merasakan sedikitpun aura yang menekan, hingga membuat ribuan orang kultivator itu mengerutkan dahinya.
Bagaimana bisa dua orang bocah yang memiliki kekuatan tingkat pendekar tahap awal, melawan aura penindasan yang disertai aura membunuh dari dalam tubuh pemimpin mereka?
Sedangkan Yan Chen dan juga Liu Lin hanya melengkungkan senyuman tipis, sepertinya reaksi yang ditunjukkan oleh kedua orang bocah itu berhasil membuat para kultivator tingkat tinggi itu frustasi, padahal mereka selama ini menganggap bahwa orang-orang yang telah mencapai ranah Jenderal tahap akhir, merupakan orang yang memiliki kekuatan paling tinggi di dunia xingguan.
Tidak tahu saja bahwa kedua orang bocah yang berada di hadapan mereka saat ini telah mencapai tahap kultivasi di tingkat dewa-dewi tahap 7 dan juga tahap 8. keduanya tetap menjaga tingkat kultivasi mereka agar tidak naik semakin tinggi, agar tetap bisa bersama dengan seluruh anggota keluarganya di dunia xingguan.
Karena mereka sangat yakin jika Dewi reinkarnasi tidak akan pernah diam saja, jika kekuatan keduanya kembali meningkat dengan sangat pesat.
Akhirnya para kultivator itu pun segera bergerak dengan sangat cepat ke arah Yan Chen dan juga Liu Lin yang saat ini masih berjalan dengan sangat santai, mereka sengaja menghadang kedua orang bocah itu, agar bisa mendapatkan cara untuk memasuki array yang melingkupi seluruh wilayah hutan pandora.
__ADS_1
"Katakan! Bagaimana cara kalian bisa keluar masuk dari hutan itu?" tanya salah seorang pria sambil menatap tajam ke arah Yan Chen.
Namun sepertinya bocah laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan tatapan tajam yang dilayangkan oleh para kultivator aliran hitam, dia tetap santai sambil melirik ke arah Liu Lin yang saat ini telah cemberut.
Gadis kecil itu benar-benar sangat kesal, karena harus dihadapkan dengan orang-orang yang memiliki penampilan sangat jelek, apalagi wajah mereka yang tentunya membuat dia semakin kehilangan mood baiknya.
"Katakan! Jika tidak, aku akan membunuh kalian berdua." ucap salah seorang pria sambil mengacungkan pedangnya ke arah Yang Chen dan juga Liu Lin.
"Jangan coba-coba menggertakku. Jika tidak, kalian tidak akan pernah bisa menanggung akibatnya." ucap Yan Chen sambil menunjuk ke arah wajah salah seorang kultivator aliran hitam itu.
Hal itu tentu saja membuat 10 orang kultivator aliran hitam itu langsung memelototkan mata ke arah bocah kecil, yang saat ini seolah-olah tengah menantang mereka.
"Kau benar-benar sangat sombong bocah! Sepertinya aku harus memberikan pelajaran padamu, agar kau tahu tingginya langit dan rendahnya bumi." ucap salah seorang pria sambil menatap tajam ke arah Yan Chen, namun bocah itu hanya mencebikan bibirnya, kemudian menjawab dengan sangat santai.
"Ciih..! Hanya manusia rendahan seperti kalian, berani menggertak pangeran tampan ini? sepertinya kalian belum pernah mencium tanah, sehingga mencoba untuk menantang kemampuanku!"
Hal itu tentu saja membuat 10 orang kultivator yang berada di hadapan mereka langsung melotot, bahkan kini terlihat jika mereka telah memasang kuda-kuda dan bersiap untuk melakukan penyerangan terhadap Yan Chen
Yan Chen berdiri tegak di tengah-tengah para kultivator aliran iblis, pakaian hitamnya berkibar-kibar dalam angin, menunjukkan kemampuan dan ketangguhannya.
Dia memandang ke arah para kultivator aliran hitam, mata penuh dengan tekad dan keberanian.
Para kultivator aliran hitam terdiri dari pria dan wanita yang anggun namun mengerikan. Dengan tatapan dingin dan senyum sinis, mereka mengelilingi Yan Chen, mencoba mengintimidasi dan menggoyahkan kepercayaannya. Namun, Yan Chen tidak tergoyahkan. Dia telah menghadapi musuh yang lebih tangguh dalam perjalanan kultivasinya, dan ini hanyalah ujian berikutnya yang harus dia lalui.
Dalam sekejap, pertarungan dimulai. Yan Chen meluncur maju dengan kecepatan yang menakjubkan, serangan pertamanya dengan tinjuan langsung mengancam nyawa salah satu dari para kultivator aliran hitam.
Dia menghindari serangan balasan dengan gerakan yang lincah, menjaga keseimbangannya dan menyerang kembali dengan kekuatan penuh. Serangan-serangannya cepat dan kuat, menciptakan gelombang kejut yang mengguncang sekitarnya.
Para kultivator aliran hitam, yang awalnya meremehkan Yan Chen, sadar bahwa mereka sedang berhadapan dengan lawan yang seimbang. Mereka membentuk formasi dan melancarkan serangan koordinasi mereka. Meskipun dihadapkan dengan jumlah yang lebih banyak, Yan Chen tetap bertahan dengan kecerdasan taktisnya dan teknik pertempurannya yang luar biasa.
__ADS_1
Pertempuran berlangsung seolah menjadi tarian maut, di mana kilatan pedang, serangan energi, dan ledakan kekuatan spiritual melintasi udara. Yan Chen terus menunjukkan ketangguhannya dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan.
Dia mampu menghindari serangan berbahaya, sementara pada saat yang sama melancarkan serangan balasan yang mematikan. Setiap pukulan dan serangannya dilakukan dengan presisi yang mematikan, menciptakan luka dan kerugian besar pada para kultivator aliran hitam.
Boooom....
Pertarungan ini berlangsung selama berjam-jam, menyisakan keduanya terluka dan kelelahan. Namun, semangat mereka tidak pernah padam. Yan Chen terus memberikan serangan-serangan telak kearah musuhnya, dia bahkan kini mulai mengedarkan energinya untuk meningkatkan kelincahan gerak dan juga daya serang yang dimilikinya.
Booom...
Lagi-lagi ledakan terjadi membuat sebuah cekungan di tanah membentuk sebuah kawah besar di mana saat ini para kultivator aliran hitam mulai terjatuh satu persatu, akibat hantaman besar dari energi yang keluar dari tubuh bocah kecil itu.
Di sisi lain, para kultivator aliran hitam lainnya saat ini berusaha untuk menyerang Liu Lin yang masih berdiri dengan sangat santai, sambil menikmati pertarungan antara Yan Chen dan juga para kultivator aliran hitam itu.
"Serang bocah perempuan itu..!" teriak salah seorang pria hingga membuat Liu Lin berwaspada.
Liu Lin berdiri tegak di tengah lingkaran kultivator aliran hitam yang berusaha menyerangnya. Dengan gerakan yang anggun dan penuh keangkeran, Liu Lin menggunakan tarian iblis untuk mematahkan serangan mereka.
Dengan setiap gerakan tubuhnya, Liu Lin mengeluarkan gelombang energi gelap yang membalikkan aliran kekuatan aliran hitam. Setiap serangan yang dilancarkan oleh para kultivator aliran hitam, seolah ditangkis dengan kekuatan tak terlihat yang membuat mereka terguncang dan terlempar jauh.
Liu Lin melengkungkan tubuhnya, membentuk lengkungan anggun yang memancarkan kegelapan yang mempesona. Kejernihan matanya menatap lawannya dengan tajam, seakan mengingatkan mereka akan kesalahan mereka yang bermain dengan kekuatan gelap.
Kaki Liu Lin melangkah ringan di atas tanah, seolah-olah ia menyelinap di antara bayangan-bayangan. Dalam sekejap, ia muncul di belakang salah satu kultivator dan dengan satu gerakan tangan, ia menyerap energi hitam yang mengelilingi mereka.
Energi itu berputar-putar di sekelilingnya sebelum kemudian dilepaskannya kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar, menghancurkan serangan-serangan yang datang dari segala arah.
Para kultivator aliran hitam yang tadinya penuh kepercayaan diri, mulai merasa ketakutan. Mereka menyadari bahwa kekuatan gelap Liu Lin jauh melampaui apa yang bisa mereka kendalikan. Tarian iblisnya memancarkan aura misterius yang menimbulkan ketakutan dan ketidakpastian dalam hati mereka.
Dengan gerakan yang lincah dan cepat, Liu Lin meloncat tinggi ke udara dan berputar-putar di angkasa. Ia menghasilkan pusaran energi gelap yang menyelimuti para kultivator. Dalam sekejap, mereka terperangkap dalam pusaran itu, tidak bisa bergerak atau melancarkan serangan.
__ADS_1
Blaaaaam....
Ketika pusaran itu mereda, para kultivator aliran hitam tergeletak lemas di tanah. Serangan mereka yang dulu kuat dan mematikan telah dihancurkan oleh kekuatan gelap Liu Lin. Ia menatap mereka dengan pandangan yang penuh kemenangan, mengungkapkan bahwa tarian iblisnya berhasil mematahkan serangan mereka yang kuat.