Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 22


__ADS_3

Ketiga Yan bersaudara mulai menyisir bagian luar hutan Sillin, namun mereka tak menemukan apapun disana selain keheningan, bahkan aura pekat yang tadi mereka rasakan pun tiba-tiba menghilang. Mungkinkah aura itu berasal dari bagian inti hutan? Ataukah memang ada seseorang yang saat ini mengarahkan aura itu dari luar hutan?


Akhirnya ketiganya pun kembali kesamping Yan Chen, mereka mulai melanjutkan perjalanan memasuki hutan Sillin yang gelap. Meskipun perjalanan yang mereka lakukan cukup santai, tapi Mata mereka tak menghilangkan kewaspadaan, keempat nya yakin bisa saja ada badai dalam ketenangan, terlebih saat ini hutan yang mereka lewati sudah ditandai bahaya oleh kaisar Geng Jingyi.


Baru saja beberapa belas langkah, kewaspadaan mereka terbukti. Suasana hutan tiba-tiba saja terasa sangat muram, bahkan saat ini mereka merasakan ada beberapa pasang mata yang tengah memperhatikan mereka dari jauh.


"Sepertinya ada orang lain juga yang mengawasi kita saat ini!" ucap Yan Lu pelan dan langsung diangguki kedua adiknya.


Sementara Yan Chen masih berjalan santai, bocah itu seolah tak memperdulikan orang-orang yang kini mengawasinya, apalagi dia tak merasakan hawa membunuh dari beberapa sosok itu.


Bisa jadi mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh kaisar Geng Jingyi sebelum nya, dan belum bisa keluar dari hutan Sillin, atau bisa juga jika mereka memang belum mencapai inti hutan itu, hingga belum bisa memberikan informasi pada kaisar Geng Jingyi.


Yan Chen berjalan dengan sangat pelan, tak lama bocah itu pun menghentikan langkahnya, dia duduk dibawah pohon besar, punggungnya bersender sambil sesekali menguap, sepertinya bocah itu mulai mengantuk.


Ketiga Yan bersaudara pun segera menyusul, mereka ikut duduk bersama Yan Chen, sambil sesekali melirik ke arah persembunyian orang-orang yang sejak tadi terus mengawasi gerak-gerik nya.


"Kita harus berbagi tugas, aku akan mencari buah-buahan untuk makanan kita, kau pergilah mencari air minum. Persediaan kita sudah mulai menipis!" ucap Yan Lu.


Yan Dong melirik ke arah gegenya, dengan cepat dia segera berdiri dan melesat untuk mencari sungai, dan mengisi persediaan air mereka, dia juga menyadari jika saat ini mereka tak lagi memiliki air minum yang cukup untuk melanjutkan perjalanan nanti.


Sedangkan Yan Chang merebahkan dirinya di atas rerumputan hijau bersama Yan Chen. Keduanya terlihat begitu santai menikmati suasana hutan yang gelap, kesiur angin menerbangkan sebagian rambut panjang milik Yan Chen membuat wajah bocah itu terekspos, dan terlihat sangat mengemaskan.

__ADS_1


Yan Chen menutup matanya perlahan, bocah itu sepertinya begitu kelelahan hingga hanya membutuhkan beberapa hela nafas saja, dengkuran kecil terdengar di telinga Yan Chang.


Yan Chang berdiri dengan tegak, kali ini dia ingin mengetahui siapa sebenarnya yang sejak tadi terus mengawasi keberadaan mereka? Bahkan tak mengalihkan pandangan nya sama sekali.


Dia berjalan sedikit menjauh dari tempat Yan Chen, kemudian berseru dengan sangat lantang.


"Aku tahu kalian sejak tadi mengawasi kami! Keluarlah dan tunjukkan diri kalian! Jangan jadi pengecut yang hanya bisa bersembunyi dibalik pepohonan rimbun!" teriak Yan Chang seraya mengeluarkan sedikit energi Qi nya agar terdengar oleh para pengintai. Tak lupa dia juga mengeluarkan aura penindasan yang sangat pekat.


Swuuush....


Swush...


Swuuush...


"Siapa kau? Dan untuk apa kalian datang ke hutan ini?" tanya salah seorang dari sepuluh pria itu seraya mendekati Yan Chang.


"Bukankah seharusnya pertanyaan itu aku ajukan pada kalian? Siapa kalian? Dan untuk apa mengawasi kami?" tanya Yan Chang sembari bersedekap dada.


"Kau?" salah seorang dari mereka menunjuk wajah Yan Chang dan berniat untuk mendekatinya, namun langkahnya segera terhenti begitu pergelangan tangannya di tarik oleh salah seorang rekannya.


"Hais! Baiklah anak muda, dengarkan aku. Namaku Chen Huan, dan mereka semua rekanku, kami diperintahkan oleh yang mulia kaisar untuk mengawasi tempat ini! Lalu apa tujuan kalian datang kehutan ini?" tanya salah seorang pria paruh baya seraya memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Owh.. Rupanya kalian orang-orang yang diperintahkan oleh kaisar Geng Jingyi itu! Perkenalkan senior, Nama junior ini Yan Chang, dan bocah yang sedang tertidur itu namanya Yan Chen, sedangkan kedua saudara junior ini bernama Yan Lu dan Yan Dong. Kami hanya sekedar lewat, hehehe" jawab Yan Chang seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sekedar lewat? Lalu kemana tujuan junior ini kalo boleh tahu? Hutan ini sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, akan lebih baik jika kalian kembali saja!" ucap Chen Huan dengan tegas.


"Masalah itu kami juga sudah mengetahuinya dari kaisar Geng Jingyi, tapi senior tidak perlu khawatir, kami hanya menggunakan hutan ini untuk mencari jalan menuju gunung dahei" ucap Yan Chang merendah tapi sontak mendapatkan pelototan dari semua orang.


"Apa pemuda ini sudah gila? Dia ingin pergi ke gunung dahei? Sepertinya mereka benar-benar ingin mengantarkan nyawa!" celetuk salah seorang yang lebih muda.


Raut kesal tercetak dari wajah pemuda itu, tentu saja ucapan Yan Chang itu seolah merendah untuk meroket. Siapa yang tidak tahu gunung dahei? Bahkan rakyat biasa pun sudah mengetahuinya.


Meskipun dimasa lalu gunung dahei terkenal sebagai tempat yang asri dan dipenuhi herbal langka di tambah keberadaan hewan beast yang begitu banyak diincar oleh para kultivator, tapi saat ini gunung itu telah menjadi tempat yang paling angker dan sangat berbahaya meskipun untuk seorang kultivator tingkat tinggi.


Keberadaan demonic beast yang tiba-tiba saja muncul digunung itu membuat semua orang ketakutan, bahkan hingga saat ini tak ada satu orang kultivator pun yang berani menginjakkan kaki mereka disana. Itu karena dalam dua bulan terakhir ini banyak sekali kultivator tingkat tinggi yang memasuki tempat itu namun mereka tak pernah kembali.


"Jika junior ini boleh tahu, kenapa senior melarang kami untuk datang kesana? Bukankah gunung dahei itu terkenal dengan hamparan herbal langka dan juga beast spirit yang sangat diinginkan oleh para kultivator?" tanya Yan Chang.


"Ceritanya sangat panjang, hanya saja aku berharap kalian mengurungkan niat kalian untuk datang kesana. Saat ini gunung dahei dihuni ribuan spirit iblis, mereka bisa saja membunuh kalian jika memaksakan diri untuk datang kesana!" ucap Chen Huan.


"Apakah itu berarti senior semua belum sampai di gunung dahei?" tanya Yan Chang kembali.


"Ada begitu banyak ranjau yang mematikan dilapisan keempat hutan ini, begitu juga dilapisan selanjutnya, kami hanya tidak ingin kalian mati sia-sia jika terus berkeras hati untuk tetap mendatangi tempat itu." ucap Chen Huan, wajahnya terlihat begitu sendu saat menjelaskan kondisi hutan itu pada Yan Chang.

__ADS_1


"Apakah senior semua tidak berniat ikut dengan kami menuju ke gunung itu? Kurasa perjalanan kita akan semakin menyenangkan jika banyak para kultivator yang juga ikut berpartisipasi" ucap Yan Chen seraya tersenyum manis.


"Dasar pemuda gila! Apakah dia saat ini sedang mengajak kita semua untuk mati bersamanya? Benar-benar pemuda idiot!" rutuk salah seorang dari mereka dengan wajah menghitam.


__ADS_2