Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 38


__ADS_3

Setelah menunggu selama setengah pembakaran dupa, akhirnya pil yang tadi ditelan oleh Lian Zhong pun bereaksi, tubuh pemuda itu mengeluarkan keringat sebesar biji jagung, badannya terlihat gemetar, dengan gigi yang gemelutuk.


Bruk...


Pemuda itu pun terjatuh, dia mencoba untuk menahan bobot tubuhnya, agar tidak tersungkur di atas tanah.


Yan Lu dengan cepat memberikan perintah kepada pemuda itu, "Segera duduk dalam posisi Lotus dan stabilkan nafasmu!" ucapnya.


Mendengar ucapan Yan Lu, segera Lian Zhong pun melakukannya, meski dia tidak yakin jika tubuhnya akan kuat menghadapi rasa sakit yang saat ini mendera.


Dia duduk dalam posisi Lotus dan langsung menstabilkan nafasnya, matanya terpejam dan keringat terus mengucur dari dalam tubuhnya, tak lama Lian Zhong pun merasakan, ada sebuah kekuatan yang seolah merangsek ke dalam tubuhnya, dantiannya yang rusak, tiba-tiba saja kembali utuh setelah dia berhasil mengatasi rasa sakit yang teramat sangat.


Seluruh pori-pori Lian Zhong mengeluarkan keringat yang bercampur minyak, kemudian cairan warna hitam pun keluar dengan sangat deras, sepertinya selain kehilangan kultivasinya, pemuda itu juga telah keracunan sangat lama, sehingga saat ini, berkat pil yang diberikan oleh Yan Chen, seluruh racun yang ada di dalam tubuhnya dikeluarkan.


Sehingga semua orang yang melihat di sana, dengan sangat terpaksa harus menutup hidung mereka, karena tak tahan mencium bau yang menusuk dan sangat tajam yang dikeluarkan oleh cairan warna hitam itu.


Pakaian Lian Zhong yang berwarna putih pun akhirnya berubah menjadi hitam pekat dan penuh bau, tubuh pemuda itu yang awalnya berwarna hitam, kini terlihat semakin bersih.


Setelah selang satu dupa, akhirnya Lian Zhong pun kembali membuka mata, dia tersenyum dengan sangat cerah, saat menyadari jika kultivasinya telah kembali bersamaan dengan dantiannya yang saat itu dihancurkan oleh kelompok dari klan Gu kini telah diperbaiki.


Lian Zong segera bangkit dan mendekat ke arah Yan Chen, dia pun menjura sambil berlutut satu kaki dengan kuda-kuda kangan ke depan, membungkukkan badan tanda penghormatan kepada bocah itu.

__ADS_1


Yan Dong mengibaskan tangannya di depan hidung, sambil melirik ke arah Lian Zhong yang sepertinya belum menyadari, jika saat ini tubuhnya mengeluarkan aroma yang tak sedap.


"Cepat bersihkan dirimu dan berganti pakaian, setelah itu kau bisa kembali ke mari." ucap Yan Dong.


Lian Zhong pun segera sadar, dia dengan sangat cepat melesat dari tempat itu menuju sungai, untuk membersihkan dirinya. Tak lama pemuda itu pun kembali, dengan pakaian yang baru, wajahnya terlihat semakin tampan dengan kulit yang putih cerah.


Lian Zhong kembali membungkukkan badannya di hadapan Yan Chen, dia pun mengungkapkan terima kasihnya kepada bocah itu, karena telah mengembalikan kultivasinya. Yan Chen hanya tersenyum tipis, sementara Yan Lu segera menarik kursi dari meja lain dan menyuruh pemuda itu untuk duduk bersama mereka.


Tak lama pemilik kedai pun kembali, dia membawa beberapa guci arak untuk menjamu tamu kehormatannya, sementara Yan Chen meminta untuk dibawakan beberapa buah-buahan.


Mereka bercengkrama dengan sangat akrab, Lian Zhong seolah telah saling mengenal dengan ketiga Yan bersaudara itu, dia pun tak malu-malu seperti tadi dan langsung meneguk arak bersama ketiga kawan barunya.


Yan Chen akhirnya mengajak ketiga Yan bersaudara beserta Lian Zhong untuk mencari penginapan, sepertinya mereka tidak bisa kembali melanjutkan perjalanan, karena hari sudah semakin malam.


Kehadiran Yan Chen beserta keempat orang lainnya, langsung disambut dengan sangat ramah oleh seorang gadis cantik, penjaga tempat itu, dia juga telah mendengar seberapa kuat bocah yang saat ini ada di hadapannya, sehingga gadis itu pun menunjukkan sikap yang sangat sopan dan juga ramah kepada mereka semua.


Yan Lu segera meminta 5 kamar untuk mereka, dia mengeluarkan 500 koin emas dari dalam cincin penyimpanannya, untuk membayar 5 kamar terbaik, akhirnya pelayan itu pun mengantarkan kelima orang tamunya itu menuju ke lantai 3 di mana kamar VIP berada. Mereka dijamu dengan sangat baik oleh para pelayan maupun pemilik penginapan itu.


Sementara di tempat lain saat ini, seorang pria yang sudah tua terlihat menggebrak meja dengan sangat kencang, hingga meja itu pun hancur berkeping, saat mengetahui jika 20 orang anggota nya telah mati di tangan seorang bocah kecil, dia benar-benar merasa sangat marah dan tentunya tak terima, bagaimana mungkin seorang bocah sanggup mengalahkan ke-20 orang bawahannya yang saat ini telah mencapai ranah Jenderal tahap menengah?


"Cepat cari tahu di mana keberadaan bocah itu sekarang! dan kirimkan lebih banyak orang lagi untuk membunuhnya! bawakan kepalanya ke hadapanku!" ucap pria tua itu.

__ADS_1


"Baik Patriark!" beberapa orang tetua dan juga prajurit pun segera berdiri dan langsung melesat keluar untuk mencari tahu keberadaan Yan Chen.


Mereka baru saja mendengarkan kabar, jika ke-20 orang anggotanya telah dibantai habis-habisan, oleh seorang bocah berusia 9 tahun di kedai makan, hal itu tentu membuat sang patriark dari klan Gu itu sangat marah, dia tidak akan membiarkan bocah itu keluar dari wilayah kekaisaran, jika perlu dia akan menambah jumlah penjaga yang ada di gerbang.


Swush...


Swuush...


Tiga orang tertua beserta 200 orang prajurit pun segera melesat dengan cepat, mereka mulai menanyai satu persatu orang yang mereka temui di pinggir jalan, untuk mengetahui di mana si bocah yang telah membantai orang-orang mereka berada saat ini.


Hingga akhirnya mereka pun mengetahui jika bocah itu ternyata menginap di penginapan yinying, dengan cepat, mereka pun segera menuju ke penginapan itu.


Yan Chen yang sudah mengetahui keberadaan orang-orang dari klan Gu yang mencari dirinya, segera keluar dari penginapan, bocah itu terlihat duduk dengan santai di kursi taman yang ada di depan penginapan Yinying itu, sepertinya dia harus menghalangi orang-orang itu agar tidak memasuki penginapan, dengan begitu orang-orang yang menginap di sana tidak akan merasa terganggu.


Tap...


Tap...


Tap...


Akhirnya ketiga orang tetua dari klan Gu itu pun sampai di penginapan yinying, Mereka mencoba mengedarkan aura kultivasinya, untuk mencari tahu di mana keberadaan bocah yang bernama Yan Chen itu, namun semakin mereka mencari, mereka dibuat semakin kesulitan, karena nyatanya Yan Chen telah menghilangkan auranya, sehingga membuat mereka semua semakin marah.

__ADS_1


Baru saja ketiga tetua itu akan melakukan sebuah serangan, yang diarahkan menuju bangunan penginapan Yinying itu, tiba-tiba saja netra mereka menangkap sesosok bocah yang saat ini tengah duduk sendirian, di sebuah kursi tepat di taman yang ada di depan penginapan.


Namun mereka tidak merasakan aura kultivasi sedikitpun dari bocah itu, sehingga membuat mereka berfikir jika mungkin saja, bocah itu bukan bocah yang dicari mereka.


__ADS_2