
Swooosh...
Swooosh...
Tiga puluh hela nafas setelah rombongan Yan Chen dan yang lainnya meninggalkan tempat itu, muncul beberapa orang kultivator tingkat tinggi, mereka rata-rata berada pada ranah abadi tingkat awal hingga ranah abadi tingkat menengah.
Tap...
Tap...
Akhirnya para kultivator itupun menampakkan kakinya di atas tanah, dan mereka bisa melihat dengan mata dan kepala mereka sendiri keadaan orang-orang yang telah mereka kirim dalam keadaan yang sangat mengenaskan.
Seluruh tubuhnya penuh luka, bahkan organ dalam nya terlihat hancur. Yang lebih parahnya lagi mereka bisa melihat beberapa diantara orang-orangnya mati dengan sangat mengenaskan.
Entah iblis mana yang telah bersinggungan dengan mereka saat ini, hingga kedua pulih orang suruhan mereka yang telah berada di ranah jendral pun harus mengalami keadaan yang serupa itu.
Salah seorang pria tua mendekat, dia berusaha untuk menyerap ingatan yang tersisa dari orang-orangnya, namun sepertinya dia tak bisa menemukan apapun, karena yang dia lihat hanyalah sebuah kekuatan yang tak kasat mata.
Mungkinkah orang-orang nya telah bersinggungan dengan orang yang salah? Ataukah memang ada array yang tak kasat mata yang kini terbentang di depan mereka hingga mengakibatkan anggota mereka terluka parah.
"Kita kembali ke klan! Sepertinya ini bukan masalah kecil, kita harus segera memberitahukan hal ini pada patriark Gu! Jangan sampai kita mendapatkan masalah dikemudian hari karena kecerobohan mereka!" ucap pria tua yang memiliki jenggot berwarna putih.
Dia telah berusaha untuk mencari tahu letak permasalahan anggotanya, tapi tetap saja dia tak bisa mendapatkan apapun dari hal itu.
"Baiklah tetua pertama! Sepertinya tempat ini juga kurang bagus untuk berdiskusi, kita bisa membicarakan masalah ini setelah sampai di klan!" ucap pria tua yang lain.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu dengan membawa seluruh anggotanya yang terluka parah, bahkan mereka juga membawa tubuh anggotanya yang telah mati agar bisa menyelidiki kematiannya.
Sementara Yan Chen beserta rombongan, saat ini telah sampai di gunung dahei, mereka terus memanjat hingga ke puncak untuk mencari sebuah tempat yang cocok untuk mereka tinggali sementara, hingga akhirnya mata mereka melihat sebuah goa besar yang telah tertutup lumut dan juga tanaman liar.
Dengan sangat hati-hati, mereka membersihkan tanaman liar dan lumut itu, hingga akhirnya goa itu terlihat cukup nyaman untuk mereka tinggali, sementara Yan Chen menghilang begitu sampai di puncak gunung itu.
Yan Chen seolah tengah mencari tempat yang cocok untuk dia melakukan sesuatu, namun karena keterbatasannya, akhirnya orang-orang itu pun tidak mengetahui niat Yan Chen karena minimnya komunikasi diantara mereka.
"Astaga.. Dimana putra mahkota?" akhirnya Yan Lu mulai menyadari jika saat ini bocah yang dijaganya itu menghilang dari sisi mereka, sedangkan Yan Dong dan Yan Chang terlihat lebih santai.
Apa yang harus mereka takutkan? Bahkan jika digunung itu ada hewan beast atau iblis sekalipun, bocah itu sudah pasti akan melenyapkannya dengan cepat tanpa harus menunggu bantuan dari mereka.
Bukan kah selama ini Yan Chen yang selalu melindungi mereka bertiga? Bahkan meski bocah itu tingginya belum sampai satu meter, tapi kekuatannya bahkan lebih mengerikan dibandingkan dengan monster sekalipun.
Bisa dibilang jika Yan Chen adalah monster nya para monster, bahkan siluman yang memiliki kekuatan tertinggi sekalipun belum tentu bisa mengalahkan bocah itu.
Srak...
Srak...
Namun sepertinya dugaan mereka saat ini salah, karena Yan Chen lah yang datang ke tempat itu, bocah itu juga menggunakan kode tangannya untuk mengajak mereka kesuatu tempat.
Hingga akhirnya semua orang pun bergegas untuk mengikuti langkah bocah itu yang mengarah ke sebuah danau yang sangat indah. Bukan danaunya yang membuat mereka kaget, tapi keberadaan sebuah pohon yang mengambang diatas danau itulah yang membuat mereka heran.
Bagaimana bisa ada sebatang pohon yang hidup meski akarnya tidak menyentuh tanah? Bahkan pohon itu terlihat begitu subur dengan daun yang sangat lebat, sangat tidak mungkin jika pohon itu tidak menyerap energi, sudah pasti ada sesuatu yang sangat janggal yang harus mereka pecahkan saat ini.
__ADS_1
Tapi bukan pohon itu yang ingin ditunjukkan oleh Yan Chen, melainkan keberadaan sebuah kawah lava yang sangat besar dan memiliki energi panas yang begitu dahsyat yang menarik perhatian bocah itu.
Dia bahkan sudah berencana untuk melakukan kultivasi tertutup didalam kolam lava itu hingga ranah nya meningkat dan bisa segera melakukan rencananya untuk segera berpetualang demi mencari keberadaan sang istri.
Dia tak ingin terlalu lama membiarkan istrinya terus menunggu hingga batas waktu yang tidak diketahui, meskipun Xiu Juan nya adalah seorang isteri yang setia, tapi sebagai seorang suami dia harus segera menemukan keberadaan cinta sejatinya itu, sebelum para dewa kembali memisahkan mereka.
Byuuur...
Tubuh bocah itu meloncat dengan sangat cepat ke dalam kolam lava, bahkan Yan bersaudara tidak sempat melihat gerakan bocah itu dan hanya bisa melongo dengan mata melotot saat menyadari jika bocah kecil yang mereka jaga kini telah tenggelam kedalam kawah lava.
"Astaga! Chen'er!" teriak Yan Lu, dia berusaha untuk menyusul Yan Chen memasuki kawah lava, tapi sayangnya kedua pergelangan tangan nya ditahan oleh adik-adiknya.
Keduanya menggelengkan kepala seraya menatap wajah Yan Lu, meskipun Yan Chen tidak berpamitan saat akan meloncat ke dalam kawah itu, mereka meyakini jika kode yang diberikan bocah itu adalah untuk memberi tahukan niat nya untuk meningkatkan ranah kultivasinya didalam kolam lava.
"Kakak pertama! Tenanglah.. Aku sangat yakin jika Chen'er pasti akan baik-baik saja." ucap Yan Dong seraya mengajak Yan Lu untuk duduk.
"Saudara kedua benar kakak pertama! Akan lebih baik jika kita juga meningkatkan ranah kultivasi kita di bawah pohon itu!" ucap Yan Chang seraya menunjuk pohon yang mengapung diatas danau.
Sementara Chen Huan dan rekan-rekannya masih belum percaya jika bocah ajaib yang mereka ikuti itu akan meloncat dengan sangat cepat kedalam kawah yang berisi lava.
"Apakah tuan muda Yan akan baik-baik saja? Kawah itu terlalu panas jika dijadikan sebagai tempat untuk mengetes elemen bawaan, meskipun dia kuat, tetap saja tubuhnya masih bocah yang berusia tiga tahun!" tanya Chen Huan pada Yan bersaudara.
Sementara Yan Dong hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan dari Chen Huan, dia sangat menyadari ketakutan dari kesepuluh orang bawahan kaisar Geng Jingyi itu.
"Tenanglah senior! Meskipun Chen'er masih sangat muda, tapi junior ini sangat yakin jika bocah itu telah mempertimbangkan segalanya sebelum meloncat ke dalam kawah itu." ucap Yan Dong seraya mengajak kedua saudaranya untuk bergegas mendekati pohon itu dan memulai pelatihan tertutup.
__ADS_1
Chen Huan akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah mendengar jawaban dari Yan Dong, dia tak lagi memikirkan bocah ajaib itu dan langsung mengikuti langkah ketiga Yan Bersaudara untuk ikut melakukan pelatihan tertutup.