Petualangan Liu Lin

Petualangan Liu Lin
Part 48


__ADS_3

Zzzzrt...


Tiba-tiba saja terjadi retakan pada array yang dibuat Liu Lin untuk melindungi seluruh hutan dan juga gunung Pandora, saat ini Yin Chan telah berhasil menggunakan salah satu mantra pembatalan untuk bisa merusak dan juga menghancurkan array yang dibuat oleh bocah itu.


Semua orang yang berasal dari klan Xie pun merasa sangat senang dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka saat ini, mereka benar-benar sangat yakin jika Yin Chan merupakan seorang ahli formasi tingkat tiga yang patut diperhitungkan, terlebih dari itu di kekaisaran Xiao, ahli formasi bisa dihitung dengan jari.


Sangat berbeda dengan para kultivator yang bertebaran di mana-mana, banyak sekali orang yang menginginkan menjadi seorang kultivator, namun hanya beberapa gelintir orang saja yang memiliki keinginan untuk menjadi seorang ahli formasi, selain karena sulitnya mempelajari berbagai macam mantra dan juga penggunaan batu spirit yang mana harganya juga terbilang sangat mahal untuk di kekaisaran Xiao.


Para penghuni hutan Pandora sejenak merasa kaget, karena mendengar suara array yang retak, disusul dengan suara teriakan dari orang-orang yang berada di luar array itu. Mereka nampak sangat senang dengan keberhasilan Yin Chan membuat array itu bergetar sekaligus memberikan beberapa retakan yang kentara.


Sedangkan Liu Lin masih tetap bersantai, dia pun mengajak seluruh penghuni hutan Pandora untuk duduk di salah satu tempat yang lumayan tinggi, bocah itu juga segera mengeluarkan banyak sekali kursi untuk para penghuni hutan Pandora, agar bisa duduk dan menyaksikan pemandangan dari atas.


Patriark Meng segera mendekati bocah itu, dia benar-benar sangat penasaran dengan apa yang saat ini direncanakan oleh Liu Lin.


Sedangkan Liu Yibei beserta Yuan Lan masih tetap dengan ketenangannya, mereka sepenuhnya percaya jika putri angkat mereka, akan berhasil mengatasi para penyusup yang saat ini mulai menyerang pelindung yang membentang luas membentuk sebuah Kubah di atas hutan dan juga gunung Pandora.


"Apakah array itu akan baik-baik saja Lin'er?" tanya Patriark Meng.


Liu Lin melirik sekilas, kemudian dia membalikkan kembali tubuhnya dan berjalan ke arah di mana kursi-kursi itu telah berjajar dengan rapi dan dia pun segera mengajak semua orang berkumpul.


Hanya dengan satu kibasan tangan, Liu Lin telah mengeluarkan banyak sekali makanan dan juga buah-buahan, termasuk minuman dari dalam ruang dimensinya, agar bisa dinikmati bersama dengan para penghuni hutan Pandora.


Dia juga meyakinkan semua orang jika saat ini mereka tidak perlu merasa khawatir, karena sekalipun array itu hancur, tidak akan mempengaruhi pertahanan dari hutan Pandora.

__ADS_1


Terlebih karena saat ini dia telah melihat Jika di setiap penjuru masuk menuju ke hutan Pandora telah tumbuh setangkai bunga mawar beracun yang sengaja dibawa oleh sang suami yaitu Kaisar Yongseng.


"Duduklah kakek, jika tidak pinggangmu nanti bisa pegal." ucap Liu Lin seraya nyengir menunjukkan barisan gigi nya yang rapi.


Patriak Meng beserta para penghuni hutan Pandora akhirnya menurut, mereka segera mengambil tempat dan duduk bersama dengan Lu Lin, sesekali mereka juga melirik ke arah makanan yang terlihat sangat menggugah selera, terlebih dengan beberapa guci Arak yang dikeluarkan oleh Liu Lin itu benar-benar sangat menggoda.


"Apakah kau tidak merasa khawatir, Lin'er?" tanya Yuan Lan sambil mendudukkan dirinya di sebelah kiri sang putri, kemudian Liu Yibei pun berjalan dan segera mendekati keduanya, sambil sesekali melirik ke arah seluruh penghuni hutan Pandora, yang saat ini masih memasang wajah tegang mereka.


"Astaga... Lihatlah wajah kalian semua! bukankah itu sangat buruk? seharusnya kalian saat ini senang karena bisa mendapatkan lawan yang cukup kuat untuk melatih ranah baru kalian." ucap Liu Lin.


Dia menyandarkan tubuh kecilnya pada sandaran kursi, sambil sesekali menautkan jari-jari mungilnya, bocah itu nampaknya Sedang berpikir, Mungkinkah bunga yang telah ditanam oleh kaisar Yongseng bisa berhasil menghalangi jalan dari orang-orang itu atau tidak?


Liu Lin juga sudah mengantongi identitas dari orang-orang itu, sehingga dia berfikir jika nanti dia akan mengirimkan jasad dari orang-orang itu ke istana kekaisaran Xiao, sekaligus memberi peringatan kepada kaisar Cheng Huang, jika dia tidak bisa bermain-main dengannya.


Sesaat setelah mereka menelan buah yang tadi dikunyah, rasa manis dan juga segar segera masuk melalui kerongkongan mereka menuju ke dalam perut, hal itu membuat mereka semakin menikmati makanan yang disajikan oleh Liu Lin.


Booom...


Booom...


Booom...


Duar...

__ADS_1


Akhirnya array yang membentang melindungi seluruh hutan Pandora pun hancur, setelah digempur oleh serangan yang dibuat para prajurit kekaisaran dan juga orang-orang dari klan Xie.


Yin Chan yang memimpin penyerangan itu tentu merasa sangat bangga, dia berhasil mempertontonkan kemampuannya untuk menghancurkan array tingkat tinggi yang terpasang di sana, tanpa mengetahui jika sebenarnya array itu memang telah menjadi lemah karena menghisap uap yang berasal dari bunga mawar yang kini telah mulai merekah menunjukkan kelopaknya yang berwarna merah darah.


Orang-orang itu pun segera bersorak karena merasa sangat bahagia, akhirnya mereka berhasil memasuki hutan Pandora, berbagai macam pemikiran dan juga niat buruk muncul di dalam otak para prajurit maupun orang-orang dari klan Xie, mereka tentu saja akan menggunakan berbagai macam cara untuk bisa mendapatkan sumber daya dan juga kekayaan yang dimiliki oleh para penghuni hutan Pandora.


Selangkah demi selangkah mereka pun mulai memasuki hutan Pandora, namun saat ini mereka mendapatkan sedikit kesulitan, karena ternyata dada mereka seolah tengah dire*as oleh sesuatu kekuatan yang tak terlihat, sehingga membuat nafas mereka menjadi terputus-putus.


Dada mereka seolah tengah tersengat sesuatu dan terasa sangat panas, entah apa yang terjadi? namun hal itu berhasil membuat beberapa puluh orang prajurit yang kebetulan berjalan di depan akhirnya ambruk, tanpa bisa menahan bobot tubuh mereka.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Xie Luoyang terlihat sangat marah, karena para prajurit dan juga orang-orang yang dibawanya ditumbangkan satu persatu oleh kekuatan yang tak bisa dia kenali, terlebih dia juga tidak bisa merasakan aura kehidupan atau aura apapun di tempat itu, sehingga membuat dia semakin yakin, jika saat ini ada jebakan yang telah dipasang pada jalan masuk menuju ke hutan Pandora.


Xie Luoyang segera melirik ke arah Yin Chan, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun Yin Chan hanya mengangkat bahunya, pertanda dia juga belum mengetahui apa yang membuat orang-orang mereka berjatuhan sambil mere*as dada.


Mereka hanya memiliki dua pilihan, antara terus melangkah memasuki hutan Pandora atau berbalik badan dan kembali menuju kekaisaran Xiao, tapi Patriark Xie belum mau mundur dari tempat itu, karena dia merasa jika saat ini dirinya belum mendapatkan rampasan apapun.


Hal itu tentunya akan sangat memalukan, jika sampai diketahui oleh orang lain, mengingat saat ini semua orang juga meyakini bahwa klan Xie merupakan klan terbesar yang ada di kekaisaran Xiao sekaligus yang terkuat.

__ADS_1


__ADS_2