
Yan Chen hanya menggelengkan kepala perlahan, dia tak ingin berurusan dengan orang-orang istana, keinginannya hanya segera meningkatkan seluruh kemampuannya agar segera berkelana tanpa harus terkendala dengan kekuatan dan juga ranah kultivasinya yang belum mumpuni.
Dia tak ingin istri kecilnya merasa malu jika sampai kekuatannya terlalu rendah, itu juga akan memukul harga dirinya sebagai reinkarnasi seorang kaisar angin dimasa lalu. Entah bagaimana keadaan Xiu Juannya sekarang? Apakah saat ini dia masih bayi ataukah sudah merangkak balita seperti dirinya.
Yan Chen hanya ingin bisa segera bertemu dan kembali bersama istri masa lalunya. Ketiga bersaudara Yan segera mendekat, mereka menangkupkan tangannya di dada, seraya memohon maaf pada kaisar Geng Jingyi dan keluarga karena sepertinya Yan Chen tidak tertarik sama sekali dengan undangan sang kaisar.
Mereka juga segera memberi tahukan sang kaisar tentang tujuannya datang ke benua barat hanyalah untuk mendatangi gunung Dahei guna meningkatkan kemampuan dan juga menaikkan ranah kultivasi mereka.
"Mohon maafkan saudara kecil kami yang mulia, Yan Chen tidak bisa berbicara sejak dilahirkan! Tapi kami tahu pasti jika saudara kecil kami saat ini ingin segera melanjutkan perjalanan menuju gunung Dahei, jadi kami tidak bisa memenuhi undangan dari yang mulia!" ucap Yan Lu mewakili Yan Chen untuk memberitahu keinginan sang adik kecil.
Kaisar Geng Jingyi mengerutkan keningnya saat mendengar nama tempat yang dituju oleh keempat orang itu, bukan karena merasa asing tapi karena dia mengetahui sejarah dari gunung itu hingga tanpa ragu-ragu lagi kaisar Geng Jingyi pun menghalangi keinginan mereka.
"Lebih baik kalian urungkan saja niat kalian untuk mendatangi gunung itu, zhen mendengar kabar jika dalam dua bulan terakhir ini tak ada satu kultivator pun yang berani menginjakkan kakinya di gunung itu, terlebih dalam beberapa waktu terakhir ini ada banyak sekali kejadian buruk digunung itu." ucap Kaisar Geng Jingyi.
Keempat orang itu pun sontak menatap wajah kaisar Geng Jingyi, mereka begitu terkejut mendengar penjelasannya, sekaligus merasa penasaran dengan apa yang terjadi digunung itu.
__ADS_1
"Bisakah yang mulia memberi tahu kami apa yang terjadi disana?" kali ini Yan Dong juga ikut mengeluarkan suara setelah sebelumnya hanya berdiri dengan posisi diam tanpa suara.
Kaisar Geng Jingyi terlihat menghela nafas berat, dia berkali-kali menghembuskan nafasnya seolah begitu berat untuk menceritakan apa yang terjadi di wilayah kekuasaannya. Namun setelah beberapa waktu, akhirnya dia juga membeberkan berita yang dia ketahui dari orang-orangnya.
"Sebenarnya.. Tiga bulan yang lalu, gunung Dahei masihlah tentram, hanya saja akhir-akhir ini banyak sekali orang yang hilang, sebagian dari mereka merupakan kultivator ranah bumi, ada beberapa selentingan kabar, jika dipegunungan Dahei saat ini telah muncul ras lain, mereka berusaha untuk mengusir siapa pun yang berani menginjakkan kakinya digunung itu!" ucap kaisar Geng Jingyi.
Raut gusar tercetak dari wajahnya, terlebih saat ini sang dewa penolongnya berniat untuk pergi ketempat itu. Bagaimana pun juga dia telah mengirimkan banyak sekali utusan kekaisaran untuk menyelidiki masalah itu, hanya saja hingga saat ini belum ada satu pun orang yang memberikan informasi terkait munculnya ras lain digunung itu. Hingga membuat sang kaisar semakin waspada, kalau-kalau ras itu datang menuju kekaisarannya dan membuat kekacauan.
Ketiga bersaudara Yan nampak berfikir, sedangkan Yan Chen malah tersenyum manis, semakin berbahaya tempat itu, maka dia juga semakin tertantang, apa lagi saat ini dantian atasnya masih tersegel, mungkin jika dia mendapatkan lawan yang lebih kuat, dia akan bisa kembali membuka dantian terakhirnya.
Dia juga memberi tahu mereka jika saat ini aura hutan disekitar gunung dahei pun berubah, sehingga fluktuasi udara disana semakin tak menentu, terlebih hutan itu seolah begitu gelap karena minimnya cahaya matahari masuk.
Ketiga bersaudara Yan menganggukkan kepalanya, mereka mengerti ketakutan yang kini melanda hati kaisar Geng Jingyi, sungguh saat ini ketiganya pun semakin ketar-ketir terlebih setelah mendengar cerita dari kaisar Geng Jingyi tentang betapa berbahayanya hutan dan juga gunung dahei.
Tapi tentu saja mereka tak bisa mundur, bagaimana pun juga mereka telah diberikan kepercayaan oleh kaisar Xiao untuk menjaga dan juga melindungi putra mahkota. Bagaimana bisa mereka berbalik dan meninggalkan bocah itu sendiri? Sementara mereka telah mengetahui seluruh informasi tentang tempat itu dari kaisar Geng Jingyi.
__ADS_1
"Apa kau yakin akan tetap melanjutkan perjalanan menuju gunung dahei, Chen'er? Paman sedikit khawatir dengan keselamatan mu jika kita memaksakan diri untuk pergi kesana!" ucap Yan Lu mempertanyakan keseriusan Yan Chen sekaligus mengungkapkan kekhawatirannya.
Yan Chen mengangguk cepat, bibirnya tersenyum manis saat mendengar kekhawatiran dari ketiga pamannya, dia yakin, bahkan sangat yakin jika saat ini telah melewati jalan yang benar.
Sejak awal Yan Chen memang menginginkan untuk melakukan kultivasi tertutup di sebuah kolam lava yang ada di gunung dahei, dia tak peduli apapun rintangannya, tekad nya sudah kuat, dia harus segera meningkatkan kekuatannya dan melepaskan segel yang menutup dantian atasnya.
Ketiga bersaudara Yan hanya bisa mengangguk pasrah, bukan perkara mudah untuk merubah pendirian bocah itu, meskipun usianya baru tiga tahun, tapi bocah itu seolah memiliki pemahaman seperti seorang pria dewasa, hingga apapun yang telah diputuskannya itu mutlak tanpa bisa di bantah.
Akhirnya ketiganya pun mengangguk, mereka akan tetap mengikuti kemanapun Yan Chen pergi. Setelah berpamitan pada kaisar Geng Jingyi, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan sesuai dengan arah yang di tunjukkan oleh sang kaisar.
Sedangkan kaisar Geng Jingyi dan keluarganya hanya bisa menatap nanar kepergian keempat orang itu, mereka berdoa dalam hati agar dewa melindungi perjalanan Yan bersaudara dan berhasil kembali dengan selamat.
"Kita harus segera kembali ke istana! Sebentar lagi hari akan beranjak senja!" ucap kaisar Geng Jingyi pada permaisuri, kedua selir dan juga kelima putra-putrinya.
Akhirnya mereka pun segera mendekati kereta kuda yang rusak dengan bantuan beberapa orang prajurit yang saat ini masih hidup dan berhasil di sembuhkan oleh Yan bersaudara. Setelah menunggu beberapa saat, kereta kuda pun telah selesai diperbaiki, dan mereka mulai melanjutkan perjalanan yang tertundamenuju istana kekaisaran.
__ADS_1
Yan Chen beserta ketiga Yan bersaudara akhirnya sampai di depan hutan Shillin, mereka mulai memindai hutan itu dengan menggunakan kekuatan jiwanya agar mengetahui dengan pasti, kekuatan apa yang kini telah mengubah hutan batu itu sehingga memiliki aura gelap?