Please Cameback

Please Cameback
sahabat


__ADS_3

halo para readers


perkenalkan saya kania


saya tidak mengenal siapa ayah fan ibu saya.


saya dibesarkan oleh seorang wanita yang sering saya panggi Titi.


saya seorang pendiam saat bertemu orang baru


dan periang saat bersama teman dekat saya


saya memilik sebuah cerita yang akan di tuangkan author dalam cerita ini


***


Kania yang sekarang sudah menjadi  seorang arsitek disebuah perusahaan besar. Dia merupakan  lulusan terbaik disebuah universitas swasta terbaik di kota b.


membuat kania dengan mudah masuk kerja ke perusahaan perusahaan besar di kota b.


di kota itu Kania memiliki dua sahabat namanya jeni dan Petrik.


Kania memiiki keluarga yaitu panti asuhan kasih.


panti asuhan yang terletak di pinggir kota dengan tempat yang masih menyewa.


Kania biasanya mengirim kebutuhan mereka dari kota. kemudian mengirim beberapa uang untuk biaya mendadak.


karna kesibuka Kania dan fokus terhadap kehidupan panti membuat Kania menjadi seseorang yang buta terhadap cinta. hingga suatu hari dia terikat dengan seorang laki laki namanya radit.


anak dari bosnya diperusahaan tempat ia bekerja.


awalnya ia tidak tau siapa tadi sebenarnya.


namun setelah beberapa kali bertemu Kania sadar orang yang dia benci itu adalah anak dari bosnya


dan saat Kania menyadari itu, radit berusaha untuk mendekatinya.


Kania berusaha menerima tapi membuat Radit salah paham atas penerimaan Kania


ia menganggap Kania seorang wanita yang gila harta.


kisah cinta mereka yang rumit namun pasal akhirnya berbuah manis.


kisah mereka dimulai dari sini


Saat itu kania sedang menuju lift tiba tiba sahabatnya jeni datang


“an ” panggil jeni.


“hai jen” sapa kania sambil menghadap pada jeni


“aku merindukanmu” sahut jen sambil memeluk kania


“aku juga ” balasnya


Mereka memang hanya beda divisi tapi mereka jarang bertemu , apalagi dengan kania


karna dia harus lebih banyak dilapangan dibandingkan petrik dan jeni. karna posisi sebagai kepala pengawas di perusahaan itu


dia lah yang mengkoordinir semua pegawai dilapangan dan membuat biaya anggaran pembangunan yang dibantu oleh timnya

__ADS_1


sedangkan Petrik dan jeni berada  pada divisi yang sama yaitu bagian administrasi jadi mereka bertemu setiap hari berbeda dengan kania apalagi kalau pekerjaan nya diluar kota. Bisa sampai satu atau dua bulan mereka bertemu.


Setelah banyak bercerita akhirnya kania dan jeni memutuskan untuk makan diluar.


Jeni sedang berusaha menelpon petrik  ia ingin memberitahu bahwa kania sedang bersama nya


“kemana sih si petrik “ gerutu jeni yang terus berusaha menghubungi petrik


“sabar jen coba telpon lagi ” kata kania dengan sabar.


Akhirnya jeni mencoba menghubungi lagi nomor petrik


“halo” ucap petrik dari sebrang


“dari mana saja kau kurang aj**, aku lelah menghubungimu dari tadi ” ucap jeni  sambil marah marah


Kania hanya tersenyum melihat  sahabatnya. Kania kenal betul bagaimana sifat teman nya yang satu ini.


“bagaimana ” taanya kania pada jeni setelah selesai menghubungi petrik


“katanya dia sudah gerak dari kantor menuju kemari ” jawab jeni dan meletakkan hp nya di meja


Sembari menunggu petrik jeni dan kania saling bertukar cerita mereka selama seminggu tidak berjumpa


“an tau enggak direktur dikantor kita dah ganti” kata jeni antusias


“kapan ” kata kania biasa saja.


“kamu kok santai gitu sih, kamu enggak tau ya dia putra satu satunya pak wirawan”


balas jeni lebih antusias.


“akh bukan urusan ku, untuk apa peduli padanya ” jawab kania tidak peduli


"apa yang kamu pikirkan, apa ada masalah di panti " tanya jeni


"iya lho tau lah. Titi sendirian mengurus adik adik yang di panti " ucap Kania


"aku berencana mencari orang yang bisa membantunya " tambahnya lagi


"ya sudah kamu cari saja, kan banyak tuh yang nyari pekerjaan pembantu" ucap jeni


"yahh enggak mungkin aku mencari pembantu, bagaimana aku membayarnya. hajiku pas Pasan untuk biaya makkan sama angsuran tanah panti " ucap kania


jeni mulai berpikir, ia merasa kasihan melihat Kania.


"bagaimana kalau kita cari yang dipinggir jalan " ucap jeni


"apa mungkin " ucap Kania


"yahh mungkin. sekalian membantu dia saja. memberi tempat tinggal dan makan. jadi tidak apa apa " ucap jeni


"baiklah nanti saat kita pulang kita ke jalan Satrio aja siapa tau ada. "


"iya kemarin aku melihat banyak pengamen disana " ucap jeni antusias


"baiklah baiklah kita kesana nanti. mudah mudahan aku segera mendapatkannya agar titi tidak sampai akait karna kelelahan " ucap kania


Setelah lama menunggu akhirnya petrik datang


“hay an ” sapa petrik sambil merentangkan tangan ingin memeluk kania

__ADS_1


“hai pet  aku merindukan mu” balas kania sambil membalas pelukan petrik


“serasa dunia milik berdua ya” kata jeni dengan pura pura cemberut


dengan moncong yang maju ke depan 😀


“eh eh ada yang cemburu, sini sini kupeluk juga p ” kata petrik terkekeh melihat raut wajah jeni


Jeni hanya diam saja dipeluk petrik sambil muka ditekuk


“kekasih ku ini sungguh mudah merajuk“ ucap petrik dengan memegang dagu jeni


“siapa kekasih mu jangan asal bicara ya” sanggah jeni dengan raut wajah marah


“kamu lah siapa lagi, buktinya kamu marah aku memeluk kania kamu lagi cemburukan ” balas petrik dengan santai sambil mencubit dahi jeni


Ia merasa jeni sangat imut jika merajuk.


Tanpa aba aba jeni  mencubit petrik berrkali kali dengan sekuat tenaga


“ampun yank aku enggak akan selingkuh suer ”  sambil tangan nya dinaikkan keatas dengan jari tangan bentuk pis.


Melihat itu kania terus terrtawa terbahak bahak, ini bukan pertama kali nya ia melihat ini


Bahkan setiap bertemu mereka akan selalu bertengkar.


“apa ketawa tawa”  kata jeni dan petrik bersamaan


“cie cie kompak  ni ye  “ kata kania masih terkekeh


“awas kalian jodoh ya ” tambahnya lagi


“akh gak mungkin, kita itu sahabatan” kata petrik dengan santai


Namun jeni merasa sedikit tidak terima, perkataaan petrik benar benar menyakiti hatinya . jeni sebenarnya mencintai Petrik tapi karna egonya kadang kadang dia menolak.


petrik tak tau bahwa jeni sudah menyukainya sejak lama karna sikap jeni dan jeni enggan untuk menyampaikannya. Ia takut nanti persahabatan mereka jadi renggang apalagi melihat sifat petrik yang tak pernah serius saat mengucapkan sesuatu.


Tiba tiba diam menghampiri mereka dan jeni izin untuk pergi ke kamar mandi. Sebenarnya kania tau semuanya tapi dia bisa berbuat apa apa. Apalagi melihat sifat sehari hari petrik  saat bersama mereka.


Sesampai kamar mandi jeni menangis tanpa suara


“kenapa aku harus merasa sakit. seperti tidak terima kalau dia bilang sahabatan


akhh ya sudah lah toh dia juga tidak mencintaiku. dia sendiri yang menolak ku ” ucap jeni dalam hati.


kemudian membasuh wajahnya yang meninggal bekas air mata


Setelah hampir lima belas menit jeni kembali dari toilet


“kamu habis berak ya jen ” kata petrik dengan santai


Jeni hanya diam lalu memakan makanan yang sudah di pesananya tadi. sifat jeni memang sangat labil. dia dengan mudah bahagia lalu sebentar lagi dia akan marah.


memang dasar moodyan. dan karna sifatnya itu dia tak memiliki banyak teman


jangan lupa kritik dan sarannya akak, abang2 😊


untuk membuat cerita ini lebih baik kedepannya dan yang terakhir like, vote dan beri binta lima ya


terimakasih😍

__ADS_1


__ADS_2