
Terimakasih author ucapkan pada para reader yang mau baca karya saya
Kalaua ada kritik dan saran boleh diketik di kolom komentar ya.
Selamat membaca !!!
Radit yang lupa membawa handphone, harus kembali lagi ke apartement
Pikirannya akan tubuh kania membuat seorang radit gelisah.
Ia mulai bergairah, seluruh badannya memanas dan ingin menuntaskan hasratnya
Lama menunggu didalam lift, radit terus saja melihat ke arah jam nya
Ting
Bunyi lift sudah sampai dan terbuka
Radit keluar dan berjalan ke arah apartemennya
Ia menekan tombol beberapa kali, ia takut mencumpai hal hal bodoh yang dapat membuatnya tak bisa menahan diri
tapi karna belum di buka akhirnya ia memutuskan untuk membukanya dengan sidik jarinya.
Karna marah keinginan Untuk mengembur tumbuh kania mulai hilang.
Radit pun masuk dan memperhatikan sekelilingnya. Gelap dan tak ada cahaya
" mungkin dia sudah tidur. Bagus lah huh " gumam radit
Setelah mengambil hpnya. Radit pun langsung pergi.
Ia akan menemui seseorang untuk menyalurkan hasratnya tadi
Dengan cepat radit keluar dan pergi kehotel berrsama wanita panggilannya ia melampiasakan semua ketegangannya.
Setelah selesai ia membersihkan diri untuk kembali ke apartemen karna sudah hampir subuh .
Radit takut kania akan berpikir aneh aneh tentangnya
Radit membawa mobil dengan kecepetan tinggi.
Ia membelah dinginnya malam dengan mobil sport kesayangannya
Sambil terus mengingat ingat penampakan yang ia lihat tadi dikamarmandi
“hanya mengingat bodinya saja juniorku sudah terbangun” gumam radit sambil memperhatikan celananya yang menonjol
Baru saja tadi radit melakukannjya, tapi sekarang lagi
Dengan cepat radi bergegas.
Ia ingin membereskannya dengan air dingin, ia masuk kedalam lift menuju apartemennya.
Setelah membuka pintu ia melihat kania sudah tertidur disofa.
Dengan baju yang sedikit berantakan, membuat radit menelan slavinya beberapa kali.
Matanya tertuji pada dua gundukan yang belum ia lihat tadi.
Lama belanglang buana dalam pikiran kotornya radit pun langsung masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
Radit tertawa entah apa maksudnya
" kamu pikir saya bodoh, ayo kita mainkan peran kita masing masing " gumam radit sambil tertawa.
radit berpikir mungkin kania sudah menjual dirinya pada kakektua pejabat di perusahaannya.
Selesai mandi radit menggosok gosok kepalanya dengan handuk kecil
Sambil berjalan mendekat kearah kania.
Setelah menatap wajah kania radit masuk kekamar untuk istirahat
Rasanya semua badan sakit, lelah apalagi tadi dia mandi dengan air dingin.
Dua hari mereka tinggal bersama, mereka hidup dengan rukun.
Kania selalu melakukan kegiatan rumah yang biasa ia lakukan dikos tempatnya tinggal.
Dan radit memiliki kebiasaan baru sekarang serapan pagi bersama kania yang terkadang ditemani dengan saling bertanya dan kadang hanya diam.
Dan lebih banyak diamnya, biasalah masih malu malu 😅😅😅😅
Radit memiliki satu kebiasan lagi yaitu melihat kania sedang beraktivitas dan mandi dari layar hp nya.
Entahlah bagaimana ia bisa melihatnya hanya dia dan Tuhanlah yang tahu
Hari ini kania dan radit sedang lembur, sudah hampir jam 10 mereka berdua berkutat di depan layar komputer masing masing. Jam sudah menunjukkan pukul satu
pagi dan akhirnya meeka mengakhiri aktivitasnya.
“ayo kita pulang, seperti nya kamu sudah sangat mengantuk ” ucap pak radit
“ohh tidak, saya tidak mengantuk pak ” balas kania yang sudah menguap dari tadi
Setelah sedikit perdebatan akhirnya mereka turun ke parkiran, tanpa sadar kania sudah membuka pintu belakang. Ia lupa pak surya tidak bersama mereka, karna terlebih dulu pulang.
“aku tidak ingin jadi supir mu, ayo duduk didepan ” ucap radit
Dan kania hanya mengiyakan tidak ingin berdebat karna rasa ngantuk
Belum beberapa menit kania sudah tertidur dengan suara ngoroknya
Radit yang melihat itu, hanya tersenyum
Tiba tiba diperjalanan mobil mereka mogok, saat itu sedang hujan deras dan suara petir terus menyambar
Apartemen yang masih jauh membuat radit hanya bisa menghela nafas
Kania yang mendengar suara petir terbangun dan memeluk radit
" akhh kenapa kita berhenti ?" Sambil duduk dipangkuan rafit
Kania sebenarnya sangat takut dengan suara petir ia sedikit menutup kupingnya
"Mobilnya mogok " jawabnya
“apa kamu bisa membawa mobil ” tanya radit
Kania menggeleng
“kalau begitu kita tunggu saja hujannya reda ” ucap radit
__ADS_1
“tidak usah aku akan keluar mendorongnya ” ucap kania
Saat keluar kania kaget petir menyambar keras
"Akhh " teriak kania
tapi karna ingin cepat pulang akhirnya ia berusaha mendorong. Lama kelamaan kania mulai lelah tapi radit enggan untuk keluar
Akhirnya setelah dengan kekuatan terakhir kania, mobil itu bisa berjalan.
Kania masuk ke mobil dengan bibir yang sudah biru ia menggigil.
“kania kamu tidak apa apa, ayok pakai baju ini ” ucap radit seraya memberikan jaketnya
Cepat cepat radit membawa kania ke apartemennya. Dengan sedikit kesadaran, kania membiarkan radit menggendongnya. Ia berharap segera mendapatkan kehangatan.
Kania memang sangat sensitif dengan hujan
Pernah suatu hari, ia hanya kena hujan sedikit dan hanya kepala yang basah. Dan itu membuatnya masuk ICU.
Radit menggendong kania ke tempat tidurnya. Radit mulai bingung, siapa yang harus mengganti baju kania. Ia terus berusaha menghubungi pak surya yang tak mengangkat panggilannya.
Lama ia berada situasi bingung, akhirnya radit memutuskan membuka sendiri baju kania.
Dengan penutup mata, pelan pelan radit meraba raba baju kania.
Namu tidak dengan pikirannya, tiba tiba ia teringat body kania yang beberapa hari yang lalu ia lihat. Karna bayangan itu membuat fokkus nya ter ganggu dan bagian bawahnya sudah mulai meronta ronta.
Dengan helaan nafas akhirnya radit berusaha tetap tenang, dengan telaten radit menggati baju kania meski terkadang ia menyentuh yang membuatnya sedikit menegang.
“huh akhirnya selesai juga ” ucap radit sambil menghela nafas.
“wkwkw kenapa badan mu ini sangat mengoda hmm ” kata radit lagi
Radit menyelimuti kania yang sudah mulai tenang, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah selesai ia mendekat kearah kania yang sudah berkeringat. Telapak tangannya mendarat ke arah kening dan ternyata kania demam tinggi.
“aduhh kenapa jadi demam” ucap radit.
Segera ia kedapur lalu mengambil air di baskom, radit mulai mengopres kania.
Berulang kali radit memeras handuk kecil itu dan menempelkan ke kening kania
Kemudian ia memask air jahe yang biasa ia dapat dari ayahnya dulu.
" ayo bangun dan minum air jahe ini, ini akan menghangatkan tubuhmu" ucap radit sambil berusaha mendudukkan kania
Kania meminumnya perlahan.
Dan setelah habis diminum
Kania radit hingga ia terlelap
Radit hanya bisa menghela nafas, tak mungkin ia melepaskanpelukan kania yang sangat erat itu. Lama radit menatap wajah kania ia pun tertidur disamping kania dan membalas pelukan kania.
Beberapa jam akhirnya kania mulai membuka mata, seluruh badannya terasa sakit dan pegal.
Staytoon para reader
Jangan lupa like, komen dan vote ya
__ADS_1
Sarangheoo
😂😂😂😂😘