Please Cameback

Please Cameback
malam pertama


__ADS_3

Radit dan kania  menikah diluar negeri dan hanya mengundang


kerabat penting kedua pihak.


Acara pun dimulai kini pengantin wanita naik kepelaminan semua bersorak sorai. Dan radit menatap kania senyum yang bahagia.


Setelah pemberkatan dan pemakaian cincin dilanjut pelemparan bunga


“semuanya siap ” ucap pembawa acara


“satu, dua,tiga, lempar” ucap host itu semangat


“hup ” ternyata petrik yang mendapat bunganya, ia kaget baru masuk ruangan itu sudah disuguhkan bunga penganti. Semua orang kecewa.


Jeni tertawa terbahak bahak melihat mimik wajah petrik  yang mendapat bunga itu


“apa ini ” tanya petrik bingung


Dia tadi ke kamar mandi kemudian tiba tiba ibunya menelpon, ia tidak tahu kalau sudah acara terakhir.


“sayang ” ucap jeni sambil mengelus ngelus bokong petrik


“semoga kalian berdua secepatnya kepelaminan” timpal kania dari belakang. Setelah mengerti petrik juga tertawa.


Setelah acara berakhir mereka semua meberangkatkan pengantin yang menjadi supirnya adalah petrik. Kania melarangnya tapi petrik memaksa. Ia bilang untuk memon penting ini dia ingin mengambil bagian.


Semua orang mendadah kepergian penganti melihat titinya yang sudah menangis, kania juga menangis dimobil itu


“tidak apa apa, jangan menangis nanti mukakmu semakin jelek ” ucap radit yang melihat pinggiran mata kania ada lingkaran hitam karna maskaranya


Kania hanya mendongak menatap radit sebentar kemudian kembali memeluknya


“dasar manja ” batin radit


Sampai dirumah baru, petrik langsung pamit untuk kembali


“kenapa tidak ke apartemenmu saja ” ucap kania


“aku ingin suasana baru ” ucap radit sambil membopong kania untuk masuk


“cepat bersihkan dirimu, aku akan mandi dikamar mandi ruang tamu ” ucap radit yang sudah tidak sabar


Kania duduk dimeja rias kemudian melepas semua riasan yang dikepala dan make upnya. Kemudian kania masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri

__ADS_1


“mas , mas ” panggil kania


Radit yang baru masuk kamar hanya menggunakan lilitan handuk menatap kearah kania


“apa sayang ” tanya radit sambil mendekat ke kamar mandi


“tolong bukakkan kancing belakang bajuku ” ucap kania


Radit segera masuk kamar mandi, ia membuka resleting baju kebaya kania


Belum sampai bawah, radit menelan slavinanya melihat kulit putih kania.


“mas. Udah ? ” tanya kania


Dan panggilan itu membuat radit sadar


dan tersenyum jahil


Ia mendekap kania dari belakang sambil


mengelus elus punggung kania yang sudah tidak dilapisi kain.


“aku mandikan ya ” ucap radit yang tangannya semakin nakal


mulai terbawa suasana


Tak mendengarkan ucapan kania radit sudah menanggalkan baju kebaya kania


“aku hanya memandikan ” ucap radit


Kemudian membawa kania ke bath up.


Kania hanya pasrah saat radit memandikannya. Ia benar benar lelah karna berdiri


satu harian.


“hehe bagaimana dia bisa tertidur dengan posisi seperti ini ” ucap radit


“ini tidak boleh dibiarkan, bagaimana dengan malam pertama kita sayang ” ucap radit lagi


Dengan cepat ia membersihkan kania dan membuang air di bath up agar bisa mengangkatnya keluar.


Setelah selesai radit membawa kania

__ADS_1


ketempat tidur dan mengeringkan rambutnya.


Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh


malam dan radit masih setia menunggu kania. Dia berpikir biarkan kania


mengambil tenaga dulu.


Setelah dirasanya cukup radit mulai


mengecup ngecup mata kania  dan ternyata


berhasil


“hmm mas ” ucap kania


“saya kita lanjutkan malam pertama kita ya ” ucap radit


Dan tidak menunggu jawaban radit sudah terlebih dulu mencium bibir kania.


Lama kelamaan ciuman itu mulai dipenuhi nafsu, dan tangan kekar radit sudah menyeludup masuk kedalam  baju kania


Kania berusaha menahan desahannya tapi semua nya tidak berhasil dan itu membuat nafsu radit semakin memuncak.


Radit mulai melakukan penyatuan


“kenapa sulit sekali” batin radit


“seolah olah dia tidak pernah. Dasar ular ” batinnya


Radit semakin semangat dan langsung masuk


Kania sedikit meringis dan mengeluarkan air mata


“sakit ” ucap pelan tapi masih bisa didengar oleh radit


“dia tidak mungkin perawan, pasti dia operasi ” batin radit


Dia mulai sedikit bergerak, dan memberikan kania kecupan untuk menghilangkan sakit dan mulai memompanya menjadi kenikmatan.


Hingga mereka melakukannya lagi dan lagi. Radit benar benar tidak lelah. Ia menggembur kania habis habisan.


Setelah selesai radit tidak bicara apa apa. Dia langsung keluar dan tidur di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2