Please Cameback

Please Cameback
petrik & jeni


__ADS_3

ayo ramaikan para readers


silahkan promosikan karya mu dan mari saling mendukung


selamat mebaca semoga kalian menyukainya


 


Melihat tingkah keduanya membuat petrik ingin bertanya tapi ia masih meperhatikan keduanya


dan setelah beberapa saat makan akhirnya petrik mulai buka suara


“kok klen diam sih, tidak biasanya ” tambah petrik bingung melihat kedua sahabatnya.


“tidak apa apa ayo makan dan kita kembali kekantor ” balas kania.


" kenapa kalian jadi mendiamkanku seperti ini. kalau salah yah dikasih taulah " ucap petrik


jeni dan kania hanya saling menatap kemudian memakan pesanan mereka


Mereka makan dalam diam sesekali petrik melihat perubahan wajah jeni , ia mulai berpikir kenapa jeni menjadi murung.


“apa aku salah ucap” batin petrik


“apa aku benar benar membuat jeni marah  ” batinnya lagi hingga setelah lama berperang dalam batin masing masing akhirnya mereka kembali kekantor


“an aku nebeng ya kekantor tadi aku kesini enggak bawa mobil ” ucap jeni dengan wajah lesu


moodnya yang suka berubah ubah membuat orang disekitarnya kwalahan menghadapi nya


dan hari ini moodnya benar benar hancur.


“aku mau jumpa pak Darwin jen, kamu sama petrik aja ya. Soalnya tadi kata pak Darwin siap jam makan siang. Kamu tahu kan pak Darwin bagaimana” balas kania Ia ingin memberi waktu pada jeni dan petrik.


jeni terlihat kecewa, dengan jalan yang lemas membuat  petrik itu bingung.


menurut Kania sudah waktunya mereka saling mengungkapkan perasaan mereka. karna terlihat jelas dari tingkah mereka satu sama lain.


meskipun yang terlihat adalah jeni. jeni terlalu memuja lelaki biak yang menjadi sahabt mereka.


“ya sudah aku naik taksi online saja” jawab jeni ketus. Tapi kania hanya membalasnya dengan senyuman, ia tak terlalu memusingkan jawaban jeni.


Jeni memang mudah marah tapi sangat mudah memaafkan. hari ini di menangis dan kesal tapi besok dengan mudahnya ia bisa tertawa dengan orang yang sudha menyakitinya


kadang karna kebaikan jeni, orang orang yang berada di sekitar jeni terus memanfaatkannya.


mereka akhirnya sampai di parkiran, kania menghidupkan sepeda motor nya sambil berpamitan kepada jeni dan petrik


“aku duluan ya jen, pet ” kata kania tanpa menoleh pada jeni

__ADS_1


“hati hati ” kata petrik


“iya kalian juga ” balas kania dan jeni hanya diam saja. Lalu jeni pergi begitu


saja, tapi tiba tiba langkahnya terhenti karna ada yang memegang lengannya


“kenapa ?? tidak mau naik motor butut ku” kata petrik dengan suara yang berbeda samabil menunjuk ke arah motor pespanya


“kok diam, apa kamu marah sama ku. apa aku ada salah ? ” tambah nya lagi


“ya sudah kalau kamu enggak mau jawab, pesan aja taksi online mu. Aku pergi dulu ” kata petrik dengan suara yang begitu berbeda sambil pergi menuju motor pespanya. Jeni tau betul kalau petrik berbicara demikian.


Tiba tiba jeni memeluk petrik dari belakang dengan adanya suara isakan..


Petrik tau kalau jeni sedang menangis, dia berbalik badan dan memeluk jeni dengan erat.


“hei jangan menangis disini ” kata petrik terkikik. ia berusaha menenangkan jeni karna jadi sorotan di parkiran itu


“kamu tidak lihat semua orang melihat kita ehehe” sambil tersenyum dan benar saja semua orang yang diparkiran itu terus melihat mereka


“akhh pasti mereka pikir disini ada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)


" kekeh petrik ia sudha hapal mati dengan sifat kania


Keras kepala, tapi sangat mudah di luluhkan


"akhh iya pak. dia menangis karna terharu " ucap petrik dengan malu


"ohhh baru jadian tohh. nembak nya jangan diparkiran ditempat romantislah " ucapnya


lalu pergi meninggalkan keduanya


petrik malu mendengar penuturan orang orang yang berlalu lalang disitu.


"Ayok kita sebaiknya pulang ” kata petrik sambil mengelus rambut jeni


Jeni hanya mengangguk dan mereka pulang kekos petrik. Setelah pespa nya hidup mereka berangkat tanpa aba aba jeni langsung memeluk petrik dari belakang . Petrik  hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya.


"Sangat manja " batinnya


“ayo turun mau sampai kapan memelukku” kata petrik


Jeni langsung turun lalu mengambil kunci dari tasnya dan masuk kekamar tanpa bertanya pada petrik, petrik hanya geleng geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


Jeni tidur dikasur dengan merentang kan badan


“pengen peluk ” kata jeni dengan manja


Melihat itu petrik langsung menelan slavina nya. sekarang dia bukan lagi remaja. mereka sudah dewasa.

__ADS_1


mungkin kalau orang lain yang disuguhkan pemandangan seperti itu pasti langsung diterkam, namun Petrik berusaha untuk menjaga sahabatnya itu


“dasar anak manja, apa kamu tidak takut kumakan ” jawab petrik


Jeni hanya tersenyum melihat petrik datang ketempat tidur


“aku tidak takut malah aku senang. ayo makan aku  ” jawabnya sambil terkekeh dan meringkup masuk kepelukan petrik


Petrik tersenyum tapi tiba tiba ada yang mengganggu isi kepalanya


“tadi kamu kenapa menangis ” Tanya petrik lagi. Memang mereka bertiga berjanji tidak akan memanggi satu sama lain kau, gue atau lho. Mereka pikir kurang menyenangkan untuk didengar kecuali sama orang lain.


“tidak aku hanya mengingat mama saja ” jawab nya berbohong


“ohh ya sudah tidur lah ” kata petrik seolah olah tak tau masalah.


“ohh iya jangan lupa kabari ayah mu kamu tidak bisa masuk kantor ” kata petrik


“dia sudah tahu itu , kamu bagaimana ” Tanya nya pada petrik


“kamu enak anak nya pak menejer, kalau aku tadi izin sama kak sopi” kata petrik


“apa kalian sedekat itu ” Tanya jeni balik


“tidak. Kami tidak dekat, hanya junior dan senior. Apa kamu cemburu ??” kata petrik dengan sedikit tawa.


Mendengar tidak ada balasan, petrik melirik jeni dan ternyata jeni sudah tertidur. suara halus dan deru nafasnya yang teratur jelas di dengar oleh petrik karna jarak mereka yang sangat dekat. membuat petrik tarik nafas.


Dibawah sana sudah ada yang tegang. ia berusaha menahannya. apalagi menatap bibir ranum itu. Rasanya petrik ingin ********** hingga habis tak bersisa.


"kenapa wajah mu menggemaskan sekali " batin petrik.


Petrik memandangi wajah wanita yang sangat ia cintai, detak jantungnya mulai tak teratur. dan dia hanya tersenyum ia senang  bisa sering melihat wajah cantik jeni.  Mereka sudah terbiasa dengan posisi seperti ini,


jeni yang hanya memiliki satu teman laki laki membuat bergantung pada petrik.


segala sesuatu hal selalu ia rundingkan dulu dengan petrik Bahkan waktu ibunya jeni meninggal ia tidur dirumah petrik selama seminggu


dan ayah jeni tau itu. Dia hanya pasrah melihat kelakuan putrinya itu. jeni yang terlahir dari keluarga kaya dan ia adalah anak yang sangat manja.


 


 


stayytoon para readers


jangn lupa like dan vote ya


sarangheo

__ADS_1


__ADS_2