Please Cameback

Please Cameback
brangkat


__ADS_3

setelah kania mengangkati semua barangnya, pak adi menutup pintu bagasi dan masuk kedalam mobil


“ehhh pak adi , makasih ya pak dah bantu in kania ” ucap kania sambil tersenyum


"iya non" ucap pak Adi


“bapak kok panggil non lagi sih ” Tanya kania lagi sembari mereka berjalan ke depan


“kadang bapak suka lupa ” balas pak adi  tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


“akhh bapak ” ucap kania. Dan ia membuka pintu depan dekat supir


“ehhh non kania kok duduk sama bapak, duduk nya dibelakang ” kata pak adi yang melihat kania duduk disampingnya.


Kania melirik kebelakang , ia melihat wajah pemuda itu saat tertidur


“akhh aku disini aja pak ” balas kania


“jangan non, duduk dibelakang aja ” ucap pak adi. pak Adi merasa tidak ke pada tuannnya meski kadang Radit tak membedakan daddy-nya dengan pak Adi


tapi pak Adi yang profesional dalam bekerja tetap membuat batas diantara mereka.


ia takut terlena akan kebaikan putra dari bos besarnya dan lupa tugasnya sebagai supir.


Kania juga tak mau membuat pak Adi dimarahi oleh pemuda penghuni gunung Everest itu


Dengan berat hati akhirnya kania keluar dan membuka pintu belakang, sesekali ia melirik pemuda disampingnya. Ia bingung pria itu berasal dari mana, ia sama sekali belum pernah melihatnya. Kania duduk disamping pemuda itu sambil menatapnya.


“jangan menatapku seperti itu  ” ucap pemuda itu


“dasar manusia batu ” gerutu kania pelan


“apa yang lho bilang ” ucap nya emosi


“enggak ada. emangnya kamu dengar apa ” ucap kania menantang ia sebenarnya tidak tau bahwa itu adalah putra dari pak wirawan dan akan menjadi pengganti bosnya itu


Radit hanya menatap malas kepada Kania


ia berpikir nanti setelah tau siapa Radit Kania juga akan mengemis kepadanya seperti wanita wanita yang terus mengejarnya


setelah perdebatan sederhana itu. tak ada lagi percakapan diantara mereka hingga kania memutuskan untuk menelpon Titi untuk memberitahukan keberangkatannya


sudah beberapa kali Kania menelpon Titi tapi tidak ada jawaban


Kania yang sudah mulai cemas mencoba lagi untuk menelpon nya


" halo " ucap dari seberang


"halo ti. Titi dari mana. kok lama sekali menjawab telpon Kania " ucap Kania khawatir


Titi yang mengetahui putri sulungnya itu khawatir merasa senang betapa pedulinya Kania kepada mereka. meski sekarang Kania sudah bisa dikatakan sukses.


tapi Kania masih saja sangat perhatian kepada mereka.


"maafkan titi membuatmu khawatir, tadi Erick terus memaksa ingin bertemu denganmu. karna mungkin ia biasa bertemu dengan mu diakhir bulan " ucap Titi


" jadi bagaimana Erick sekarang ti " ucap Kania

__ADS_1


ia sampa lupa pulang hanya karena banyaknya pekerjaan


apalagi tiba tiba dia ada penempatan di luar kota.


"maafkan Kania ti. nanti setelah selesai ini Kania akan mengambil cuti beberapa hari" kata Kania merasa bersalah


"tidak apa apa" ucap Titi


"aku ingin bicara sebentar ti " ucap Kania


beberapa menit menunggu, Kania mendengar suara anak kesayangannya itu


"sayang kenapa menangis " ucap Kania yang sudah mendengar tangisan Erick


"aku inin umpa akak ia " ucapnya terisak


Kania yang mendengar itu terharu betapa bahagianya ia memiliki Erick dan semua keluarga panti


"maafkan kakak sayang, secepatnya kakak akan pulang. dan kita akan bermain sama " ucap Kania menghibur


"ia angan ama ama ya " ucapnya yang sudah mulai tenang


"ia kamu jangan bandal ya. makan yang banyak dan jangan lupa istirahat " ucap Kania


"sekarang berikan pada Titi ya " tambahnya dan hanya di anggukan oleh Erick


"halo ti. Kania sudah mau berangkat ya. Titi jaga kesehatan ya. salam untuk anak anak " ucap Kania


"iya jangan terlalu memikirkan Erick ya dia akan baik saja. asal kamu jangan lupa untuk ambil cuti nanti ya Titi juga rindu sama mu" ucap Titi


" iya ti. dadah ti Kania sayang sama Titi " ucap Kania dan mengakhiri panggilan itu


siapa yang Kania telpon.


setahu Radit dari data Kania dikantor ia tak memiliki keluarga apalagi anak


apa ada yang ditutupinya dari Perusahaan batin Radit.


selesai melakukan panggilan Kania bersandar dan melirik ke arah pemuda itu. melihat Radit tertidur membuat Kania juga menutupkan matanya dan ikut terlelap.


walau sebenarnya Radit pura pura tidur.


setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di bAndara


Radit yang terlebih dulu bangun menatap ke arah Kania yang bersandar kebahunya


"cari kesempatan aja " batin radit dan mendorong Kania asal


namun itu tak membuat Kania bangun


pak Adi yang melihat Kania tak bangun membuka pintu di sebelah Kania


“kania bangun nak, kita sudah sampai ” ucap pak adi membangunkan kania sambil menepuk nepuk lengan kania


“hoam, ehh udah sampek ” ucap kania dengan menguap


“dasar **** dimana aja langsung bisa tidur, dan tidurnya seperti mayat hidup” ucap pemuda itu pelan tapi masih terdengar

__ADS_1


Kania hanya diam dan menatapnya sinis


“dasar es batu “ umpatnya dalam hati


“ayo nak turun ” ucap pak adi membuyarkan lamunan kania


“ohh iya pak ” ucap kania


Kania keluar mobil menuju bagasi mobil mengambil semua barang bawaan nya.


ia melihat pak adi berusaha mengeluarkan semua barang bawaan mereka. Kemudian kania melirik pemuda itu berjalan tanpa membantu pak adi.


Melihat itu kania hanya menghela nafas dan membantu pak adi membawa barang barang bawaan mereka


 “pak sini saya bantu ” ucap kania


“tidak usah nak, bapak tua tua begini  masih kuat kok” ucap pak adi


“pak adi masih muda pak ” ucap kania diselingi tawa


“kamu mau ngeledek saya ya ndok ” balas pak adi sambil tersenyum


Kania pun tertawa terbahak-bahak


Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai ditempat chek in


“ya udah ndok bapak ngantar sampek disini aja ya ” kata pak adi


“iya bapak hati hati ya ” balas kania sambil bersalamam


“saya balik tuan muda ” ucap pak adi pelan pada pemuda itu dengan membungkukkan sedikit badannya


“’hmmm” balas pemuda itu


setelah kepulangan pak adi akhirnya mereka memasuki gate bandara menuju pesawat. Pengecekan tiket dilakukan oleh petugas sebelum menaiki pesawat.


“tampannya pemuda ini ” gumam  salah satu petugas  wanita


Hingga dibuyarkan dari lamunan


“bekerjalah secara profesional , kalau ada masalah jangan dibawa kedalam pekerjaan ” ucap radit itu


“ ehh maaf pak” ucap petugas itu gugup


“dasar tidak becus ” ucap radit seraya meninggalkan petugas wanita itu


“maaf ya kak, dia itu memang Mr Arrogan ” bisik kania pada wanita itu


"dia itu juga sudah mulai miring kak. jadi jangan dimasukkan kedalam hati" tambahkan kania lagi sambil jari telunjuk si keningnya sambil berkata bahwa Radit itu sedang sakit jiwa


“ahh tidak apa apa ibuk, saya yang salah karna melamun ” balas wanita itu tersenyum


setelah selesai pengecekan Kania pun izin untuk pergi dan tak lupa mengucapkan terimakasih.


kania mengikuti radit dari belakang dan duduk disampingnya seraya menunggu pesawat akan t


lepas landas.

__ADS_1


jangan lupa tinggal kan like ya


dan kalau suka silahkan vote


__ADS_2