Please Cameback

Please Cameback
masih ada jarak


__ADS_3

terimakasih untuk semua pembaca yang sudah setia sampai saat ini


cerita masih sangat banyak kekurangannya


jika ada kritik dan saran silahkan ketik di kolom komentar ya


***


tinggal bersama namun tak membuat hubungan mereka berkembang apalagi menjadi sepasang kekasih untuk saat ini itu masih tergolong jauh, sepertinya ada jarak yang terbentang di antara mereka.


walaupun demikian radit berkali kali menunjukkan ada ketertarikan tersendiri pada Kania.


tapi Kania merasa terlalu awal, ia takut malah ia berharap terlalu banyak


seperti hari ini radit dengan lemah lembut memanjakan kania mulai pagi hingga sore dengan setia radit menemani Kania


" kamu sudah bangun " ucap radit yang sedang menuangkan omlet ke piring


Kania yang baru bangun hanya menganggukkan kepala.


radit tersenyum menatap kania rambut yang digulung keatas dengan sembarangan. wajah yang belum jugak di cuci


tapi sangat terlihat manis di mata radit


apalagi bibir kania yang merah jambu tanpa ada pewarna di sana.


"ayo sarapan" tambahnya lagi


Kania yang baru mengumpulkan nyawa duduk dengan tenang dan mengambil piring serta mengisi minum mereka


" kamu yang masak semua ?" tanyak Kania


"iya " ucap radit


"ohh aku pikir tadi bapak sudah pulang" ucap kania


" sebagai minta maaf ku, aku masak saraan untuk mu " ucap radit


" baiklah aku terima permintaan bapak karena kelihatannya makanan ini sangat enak" ucap kania


"tapi sekali lagi bapak seperti itu saya tinggalkan saja di jalanan " tambahnya lagi dan mimik wajah yang dibuat seolah olah dia marah


radit yang melihat itu terkekeh dan hanya mengiyakan.


sebenarnya semalam Radit tidak terlalu mabuk, dia yang terlalu marah pada daddy-nya. membuat dia menjadi stres dan mencoba untuk mencari pelampiasan


tapi lagi lagi kepala berisi wajah kania, Kania dan Kania


lama ia berpikir ia rogoh handphonenya dari kantong celananya dan menghubungi kania.


"halo pak radit" suara Kania yang seperti baru bangun


radit yang tidak mengira Kania masih bangun, bingung kelimpungan.


tapi ia terselamatkan, seorang pegawai bar itu datang.


ia menarik dan memberikan telepon itu kepadanya.


Radit pun memberi kode kepada pegawai itu agar memberitahu bahwa ia mabuk.


pegawai bar yang diperintahkan sebenarnya ia bingung, tapi ia mulai paham setelah lama ia mendengar suara wanita yang mengucapkan halo dari seberang telpon dan dengan bahasa tubuh radit. yang membuat pegawai itu terpaksa berbohong.


pegawai itu pun memberi tahu alamat bar dan panggilan itu berakhir.


ia serahkan handphone itu kembali


" terimakasih dan ini ambil tip mu " ucap radit saat mengambil hpnya dan meletakkan uang


" baik pak. terimakasih banyak pak " ucap dan pergi


Radit yang sedang menunggu kania, meneguk pelan pelan minuman beralkohol yang ada di depannya.


sesekali dilihatnya ke arah pintu bar, sepertinya ia sangat menantikan kedatangan Kania.


seperti ada rasa suka, tapi ia tak tahu apa itu suka yang sesungguhnya atau hanya nafsu sesaat.


beberapa menit menunggu terlihat Kania sedang mencari cari ke segala arah.


radit yang melihat itu, pura pura tertidur di meja tempat ia minum.


Kania yang terus mencari, akhirnya melihat lelaki yang ia cari sedang terkapar di meja minum.


"bapak kalau mabuk jangan telpon saya song." gerutu Kania


Kania yang terus saja merepet seperti petasan membuat senyum radit terukir di sudut bibirnya.


Kania berusaha memapah radit yang seolah olah tak berdaya.


" kenapa berat sekali sih 😒" gumam Kania tapi masih terdengar jelas di kuping radit.


dengan berbagai cara Kania membawa Radit ke hotel


dan di hotel radit yang tidak mau membuka kamarnya


membuat Kania pasrah dan membawa Radit ke kamarnya.

__ADS_1


bebagai masalah radit lakukan untuk membuat Kania kesal.


namun sikap penyabar Kania membuat usah Radit gagal.


dengan telaten kania mengurus radit hingga Radit benar benar terbawa ke alam mimpi.


dan paginya ia bangun, dan melihat Kania tidur di sofa.


Radit menatap wajah kania dan mengingat hal-hal konyol yang diperbuatnya semalam


ia tertawa pada kebodohannya sendiri. dah akhirnya ia memutuskan untuk minta maaf dengan memasak sarapan mereka.


dan akhirnya radit terjun ke dapur untuk menyelesaikan masak memasaknya dan sarapan bersama.


"hari ini kamu ada kegiatan" tanya radit


"tidak" ucap Kania


"kenapa emangnya pak " ucap kania


mendengar kata pak membuat Radit kesal


" tidak jadi" ucapnya kesal


Kania yang melihat radit kesal hanya geleng kepala.


" bapak kok jadi kesal sama saya? " tanya Kania bingung


"tidak jadi" ucap radit cemberut dan itu membuat kania tertawa terbahak bahak


" apanya yang lucu " ucap radit


"bapak itu tidak cocok cemberut, seseharinya saja selalu cemberut " ucapnya


"kamu ini membuat ku kesal saja " ucap radit


dan berdiri mendekati Kania


" bapak mau ngapain jangan macam macam deh " ucap Kania


Kania yang merasa ada ancaman lari ke arah sofa


"sini kamu" ucap radit


"bapak mau apa hah " ucap Kania yang takut.


Kania yang lengah membuat Radit bisa menangkap Kania.


" kamu harus diberi hukuman" ucap radit dan membuat Kania tertawa terbahak bahak


ternyata Radit menggelitiknya hingga kania mulai lelah


"ampun pak, ampun pak " ucap kania memohon


Radit yang sudah berhenti menggelitiki dan kania yang sudah tak tertawa lagi.


mereka sadar akan posisi mereka.


Radit menatap lekat wajah manis Kania, tidak cantik tapi sangat enak di pandang mata.


bahkan itu bisa candu bagi sang pemujanya.


Radit mendekatkan wajah mereka, berniat ingin merasai bibir merah jambu itu.


namun bunyi handphone radit menghancurkan hasrat radit.


siapa pun yang berada di posisi ini pasti kesal setengah jam ehh mati maksudnya


apalagi lagi pengen pengennya ehh ada yang ganggu 😅😅.


balik lagi Ama Radit ya


dia mengambil handphone dan melihat Panggilan dari pak surya


setelah ia angkat dan berbicara sebentar, Radit kembali lagi ke sofa.


"maaf tadi pak Surya, mau bilang mobilnya sudah siap" ucap radit


Kania yang malu hanya berohh ria


Radit yang melihat rona wajah kania hanya tersenyum


"sudah mandi sana gihh '" ucap radit


" aku mau bersihin meja makan dulu " tambahnya dan pergi


Kania hanya mengiyakan dan pergi mandi.


beberapa menit mandi Kania keluar dengan baju rumahan


" kok pake baju ini, ganti bajumu kita akan jalan jalan" ucap radit


"kemana" tanyanya malas. dia pikir pergi ke proyek


"kemana kamu mau " ucap radit

__ADS_1


"benarkah ?" tanya Kania berbinar


dan dibalas dengan deheman


Kania berjingkrak jingkrak dan memeluk Radit


"terimakasih " ucapnya dan melepas pelukannya kemudian berlari ke kamar untuk ganti baju.


"wkwkwk kenapa dia begitu seperti tak pernah jalan jalan saja " gumam Radit dan kembali membereskan rumah itu


Radit pun mandi da membawa Kania berjalan jalan kemana pun Kania mau.


****


setelah kejadian itu kania tetap saja bersikap biasa dan tak ingin terlalu terbawa suasana dia berjalan mendekat kearah radit


setelah hampir dua bulan, akhirnya masalah kantor itu selesai. Sudah waktu mereka kembali ke kota c.


Ada sedikit acara perpisahan yang mereka buat, tapi radit tidak menghadirinya. Ia lebih dulu kembali ke kota c.


Kania yang mengikuti perayaan itu turut senang, ia berharap kodisi perusahaan itu akan terus membaik.


Setelah selesai acara, kania kembali ke hotel untuk mengambil barang-barangnya dilanjut langsung kebandara.


“pak saya pamit pulang” ucap kania menyalami pak surya


“iya kania, kamu hati hati yang nak, kamu jangan lupa sesekali datanglah berkunjung kemari ” ucap surya


“baik lah pak saya berangkat dulu ” imbuh kania


“baik ndok ” ucap pak surya


Pak surya terus memandang kania yang sudah berjalan menjauhinya, ia berharap kebaikan selalu menyertai gadis itu.


Kania yang meninggalkan kota B merasa sedih, tatapannya tertuju pada awan dan ingatan tentang pertemuannya dengan semua rekan rekannya dikantor cabang itu


Seperti kata pepatah setiap ada pertemuan maka ada perpisahan.


Pada pukul sebelas malam, pesawat kania akan lepas landas.


Dibandara jeni dan petrik sudah menunggunya disana


Kania mencari kesana kemari dan ia tersenyum melihat tulisan yang dipegang oleh jeni ada photo kania sewaktu smp di spanduk itu


“apa ini hahaha” kania tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya


“ini ide terkonyol jeje, kami jadi pusat perhatian disini ” ucap petrik


“bukan kita pet, tapi kamu yang mereka lihat” ucap jeni terlihat tidak senang


Lagi lagi mereka berdebat, dan kania hanya bisa menonton dan menjadi penengah untuk mereka.


“hahah kalian selalu ribut, sudah sudah ayok kita pulang ” ucap kania menengahi


“jum kita pulang, aku tidak sabar ingin merayakannya ” kata jeni semangat


“ohh iya tadi ikannya dah dimasukkan kulkas enggak pet? “ tanya jeni


“ya ampun lupa aku yank ” kata petrik


Muka jeni sudah merah, tangannya mengepal dan ingin melayangkannya ke wajah petrik


“kabur ” hanya itu yang bisa petrik lakukan


“hahah kenapa lupa sih, ayok cepat kita ke kos takutnya habis dimakan si pupus ” ucap kania terkikik


Sampai dikos jeni dan petrik berlari ke dalam kos


“kunci mana yank ” kata petrik


“ya ampun tinggal di mobil ” ucap jeni


Petrik ternganga melihat sahabatnya itu


“dasar nenek peot ” ucap radit


“aku masih bisa mendengar ya ” teriak jeni  yang tidak jauh dari kosan bertingkat itu


Setelah pintu terbuka mereka masuk dan ya daging itu aman sentosa, pupus hanya duduk anteng didekat daging. Mungkin ia menjaga agar tidak dimangsa sesama predator.


“dasar kalian teman kurang baik ” ucap kania yang sudah ngos –ngosan membawa barangnya.


Kedua sejoli berbalik dan melihat kania


“maaf ” ucap kedua nya bersamaan sambil tertawa terbahak bahak


“dasar ” ucap kania tersenyum


“ini gara gara kamu pet, kan jadi lupa sama nia ” kata jeni menyalahkan petrik


“kok aku sih yank” ucap radit


“ya udah deh aku yang salah ” tambahnyan lagi ketika melihat wajah kesal jeni.


Akhirnya mereka bakar bakar didepan kos, banyak yang datang karena mereka sudah merencanakannnya jauh jauh hari.

__ADS_1


“akhh enaknya ” ucap salah satu rekan


__ADS_2