Please Cameback

Please Cameback
pergi keluar kota


__ADS_3

Beberapa menit kemudian kania masuk kedalam ruang kerja radit dan meletakkan teh hijaunya di mmeja radit


Radit tau kalau itu kania, tapi dia tidak ingin untuk menatap kania karna dia begitu kesal saat melihat kania akrab


dengan bundanya .


“mas ini minumnya ” ucap kania yang terus menatap radit yang begitu serius mengerjakan pekerjaannya


Tidak ada jawaban akhirnya kania keluar dan menutup pintu dengan pelan dia tidak mau menganggu radit saat bekerja. etela kepergian kania radit memberhentikan pekerjaannya dan bersandar ke kursinya.


Beberapa hari berlalu radit terus saja melihat bundanya datang kerumah tapi dia enggan untuk menyapa karna dia sudah berjanji kepada istrinya, kalau dia akan bersikap baik kepada bundanya, tapi tetap saja dia tidak bisa lebih


dekat dengan bundanya


menjelang malam radit masuk ke dalam kamar. Dia melihat kania yang sedang membaca buku


Radit mendekat dan memeluk pinggang kania


“sayang sijunior ingin memasukinya ” ucap radit memelas tapi sudah dua hari ini setiap melihat radit kania akan


pusing


“sayang maaf aku masih saja pusing ” ucap kania menolak


“kenapa dari kemarin kamu selalu pusing sih ” ucap radit cemberut


“aku tidak tau” ucap kania yang sudah menutup matanya karna rasa pusing dan mual yang dia rasakan saat berdekatan dengan radit


Sudah seminggu radit berusaha mendekati kania untuk melakukannya dan kania selalu menolak karna pusing berada didekat radit


Radit pun mulai stress karna hasratnyayang tidak disalurkan, setelah beberapa kali memintanya. Radit pun memanggil sekretarisnya,memang mereka sering melakukannya tapi sekarang Mereka melakukannya lebih sering lagi dihotel dan hampir setiap hari. Dan itu membuat sikap radit sedikit berubah  pada kania. Tidak merengek siang dan malam untuk melakukan itu.


Kania yang melihat radit tidak merengek rengek, merasa sedikit aneh tapi dia tepis semua hal negatif yang ada dipikirannya. dia pikir radit berusah mengerti karna situasinya


Pagi  ini radit akan pergi keluar kota dan itu membuat kania sangat sedih


Semalam kania merengek minta ikut, bahkan mereka selalu berdebat karna beda pendapat

__ADS_1


“sayang kenapa tidak bisa diwakilkan ” ucap kania yang terus saja berusaha agar suaminya tidak pergi


“tidak bisa sayang, ini proyek besar” ucap radit tersenyum meihat istrinya


“berapa lama ” tanya kania


“mungkin tida sampai empat hari ” ucap radit yang masih duduk dihadapan kania


“kenapa lama sekali ” ucap kania


Dia benar benar takut untuk kepergian suaminya, atau mungkin karna baru pertama kali ditinggal jauh setelah menikah


“ku usahakan secepatnya ” ucap radit


“bagaimana kalau aku ikut saja” tanya kania antusias


“tidak bisa sayang, kamu naik pesawat saja tidak berani ” jawab radit


“kenapa kamu akhir akhir sungguh aneh” tambah radit


Dua minggu lalu kania tidak ingin didekati oeh radit, kemudian seminggu lagi kania tidak bisa tidur jika tidak


“apa yang aneh, aku hanya tidak biasa tidur tanpa mu ” balas kania


Kania yang tidak bisa berkutik lagi akhirnya menyerah.  Dia berusaha untuk


tetap menerima demi kebaikannya


Kania mengantar radit kebandara, mulai dari jalan sampai kebandara kania terus saja memeluk radit


“kenapa dia semakin cengeng ” batin radit


“sayang kita sudah sampai bandara ” ucap radit membangunkan kania


Setelah keluar kania langsung menyerang radit, i tak ingin terpisah sedetik pun dari radit


Entah kenapa berpisah sebentar saja sudah sangat merindukan suaminya, apalagi ber hari hari

__ADS_1


“sayang, seperti penerbanganku akan berangkat ” ucap radit berusaha berkata hati hati agar tidak mebuat kania


menangis karna akhir akhir ini kania begitu sensitif


“mas aku ikut ya ” ucap kania dan itu sedikit memancing emosi radit.


“sayang jangan mempersulit ya. Aku mohon ” ucap radit yang sudah berusaha menahan amrahnya dengan tangan menyembah


“baiklah kamu hati hati ” ucap kania yang sudah muai menangis


Radit hanya mengangguk dan mencium kening kania seraya pergi


“hati hati ” teriak kania


Dan hanya dibalas dengan senyuman oleh radit


Setelah tak melihat tubuh radit, kania dan supir pribadinya pergi kembai kerumah


Dan sampai dirumah kania langsung masuk kamar. Ia langsung tidur.


Setelah siang kania memperhatikan ponsel, mungkin suaminya akan menelpon tapi tidak


“kenapa tidak menghubungiku ” ucap kania yang sudah merindukan suaminya


“aku saja yang telpon ” pikirnya dan langsung mendial suaminya


“halo ” ucap radit dari seberang


“halo mas, kamu sudah sampai ” tanya kania


“sudah sayang. Maaf ya aku tutup dulu mau jumpa klien penting. Kamu jaga kesehatan ya. Dahhh  ” ucap radit


“mas tung..” ucap kania belum juga dia selesai berbicara panggilan sudah berakhir


Kania benar benar kecewa tanpa sadar air matanya sudah terjatuh. Apa karna dia benar benar rindu atau karna dia


memang akhir akhir ini sangat cengeng.

__ADS_1


Akhirnya kania pegi kekamar mandi dan pergi untuk makan. Kemudian menyibukkan dirinya dengan membaca tapi sesekai dia melirik ke handphone nya mungkin radit akan menghubunginya


__ADS_2