
Terimakasih para readers
Untuk kritik dan sarannya silahkkan Dimuat di kolom komentar ya
Dengan langkah yang hati hati. Pikiran kania terbang entah kemana.
Ia teringat dengan radit. Apa semua laki laki menganggapnya wanita murahan. Sungguh kania benar benar takut, ia berjalan seperti tanpa arah.
Ia terus berjalan sambil menunggu bus menuju arah rumahnya
Berjalan dan terus berjalan Hingga ia sampai di sebuah pantai yang sudah jauh dari desa itu, ia menangis disana. Meraung raung mengeluarkan semua kepedihan hatinya
“hiks hiks apa salah ku Tuhan, kenapa harus seperti ini ” ucap menangis terisak
“ku mohon beri aku keringanan ” ucapnya
Sudah berjam jam disana mengeluarkan semua unek unek nya hingga suara cacing menghentikan tangisannya
“kruk kruk ” kania tersenyum mendengar suara perut kania
“apa baby utun sudah lapar , maafkan bunda ya. kamu pasti terganggu ya” ucapnya tersenyum ia tidak tau bagaimana nanti
kehifupan mereka kedepannnya
tapi kania adalah seseorang yang kuat, harapan dan doa itulah yang selalu ia andalkan.
Apalagi masa sulit seperti ini.
tanpa sepengetahuan kania ada seorang laki laki disana yang terus menatap kania
dengan senyum yang tak tau apa itu artinya
“kali ini kamu akan jatuhh hahhahahhahha ” ucapnya tertawa menatap kepergian kania
Entah apa itu artinya
Kania yang sedang menyusuri pantai itu melihat sebuah rumah makan yang tidak jauh dari pantai itu.
Ia mendekat dan menatap nanar makanan yang ada disana.
Bahkan ia tak sadar sudah menelan ludah beberapa kali.
"Enaknya " batin kania
Kania pun duduk dan dihampiri oleh seorang wanita yang mungkin penjaga warung itu
Ia memberikan menu makanan yang terhidang disana
Namun mata kania terus saja menatap ke steling tempat makanan itu
Pelayan yang mencoba memanggil kania tersenyum melihat ibu hamil itu
Ia sudah tahu bahwa kania sedang hamil
“apa ibu mau pesan langsung kesana ” ucap pelayan itu
Kania mengangguk angguk dengan wajah berbinar
Pelayan itu itu terkekeh melihat wajah lucu kania
Dengan semangat kania mengikuti wanita muda itu
Dan sesampai di depan steling kania menelan slavina, sungguh dia ingin menghabiskan semuanya
“ayo siahkan mbak, mau pesan apa ” tanya laki laki yang sedang memasak disitu
Kania tak kunjung menjawab ia hanya menatap kepala kakap, lobster dan gurame jumbo itu
“eheemmm ” ucap wanita itu berdehem dan itu mampu membuyarkan lamunan kania
__ADS_1
“ohh iya maaf ” ucap kania dan memperhatikan harga makanan disitu
Matanya terbelalak, ia membawa uang pas untuk ongkosnya dan sisanya hanya cukup membeli nasi padang
Wanita itu memandang laki laki yang sudah menjadi suaminya itu. Dan dibalas senyuman oleh laki laki itu
Wanita itu mentap lekat kania, kania yang memakai baju biasa saja tapi sangat terlihat
anggun dengan mengangkat sendal jepitnya.
Kania yang hendak pergi, tertahan karena lengannya di pegang oleh wanita itu
“kemarilah ” ucapnya membawa kania jauh dari pembeli yang rame itu
“siapa namamu ” tanyanya pada kania
“namaku kania. panggil saja nia ” tambahnya
“ohh berapa umur mu ” ucapnya
“23 kak ” ucapnya
“ooh aku fira, ini suamiku fajar ” ucap nya
“aku lebih tua dua tahun dari mu. Dan begitu juga dengan suamiku ” ucapnya
Fajar hanya diam dan menatap lekat kania, ada kerinduan dalam tatapan itu.
Fira yang melihat itu juga bersedih, ia bukan cemburu karna melihat suaminya menatap
wanita lain. Tapi karna sesuatu yang mungkin nanti author bisa jelaskan di beberapa episode berikutnya ya
Kania yang terus di tatap fajar dengan lekat, membuat kania tak nyaman
Fajar yang sudah tidak bisa menahan sedihnya, mendekat kearah kania dan memeluknya
Kania ingin berteriak tapi ia merasa nyaman dengan pelukan fajar bahkan ia malah memeluk fajar dan menepu nepuk pundah fajar yang sudah terisak.
“maafkan aku nia ” ucapnya
Kania yang dipanggil dengan sebutan itu membuatnya terkejut
Ia merasa sangat familiar dengan suara itu tapi entah siapa
“tidak apa apa kak ” ucap kania lembut
Fira yang memperhatikan kania
Mendekat dan memeluknya
“kamu sangat mirip dengan ibu mertua ku” ucapnya pelan
Tapi pandangan kania tetap tertuju pada makanan yang ada di steling itu
“jadilah adik kami, maka kamu bebas makan apa pun menu disini ” ucap fajar
“benarkah”ucap kania kaget
“dan itu gratiskan ” ucapnya
Suami istri itu hanya mengangguk dan membuat kania senang bukan main
Ia langsung duduk di kursi dekat fajar memasak
Fajar kembali memasak dan membuat masakan terenak untuk adiknya itu
Saat memasak sesekali fajar melihat wajah kania
Senyum merekah ia lontarkan pada kania dan dibalas dengan sopan oleh kania.
__ADS_1
“ini dia ” ucap fajar dengan piring besar dengan berbagai jenis ikan laut disana
Ada berbagai jenis kerang yang siap ia makan
“terimakasih kakak” ucap kania senang. Namun rasa senang kania membuat pelupuk matanya di genangi air
Fajar yang melihat itu memeluk kania disusul dengan fira
Fira sungguh senang setelah beberapa tahun berkeluarga fajar belum pernah tersenyum sama sekali
Rasa bersalah pada fajar membuat menjadi dingin dan tak tersentuh
Kania pun melahap makanan itu dengan sangat rakus
Fajar tersenyum dan mengambi tissue dan melap mulut kania yang sudah belepotan
“kamu hamil ya dek ” ucap fajar
“iya kak” gumam kania dengan makanan yang masih banyak dimulutnya
“ya sudah pelan makannnya, kalau ingin makan makan laut datanglah kemari ” ucap fajar mengusap usap pundak kania
Kania merasa heran kenapa ia begitunya dengan kakak angkatnya yang baru jumpa itu
Setelah selesai makan kania mengusap perutnya
Baru ini kania tidak muntah selesai makan
“apa utun suka makan ikan laut ya ” ucap kania
“mungkin iya dek, dulu kakakmu tidak mau makan ikan laut, melihatnya saja dia bisa
muntah ” ucap fajar
“akhh kakak sudah punya anak ” tanya kania
“sudah, itu dia sedang tidur ” ucap fajar sambil
menunjuk kepohon kelapa tempat ayunannya
Kania tertawa melihat itu.
sungguh ia tak menyangka sekali orang itu menaruh ayunannya di pohon kelapa
“kakak tidak takut kalau sidedek kenapa napa ” ucap kania
Fira tertawaa di ikuti oleh fajar
“Dia pas seperti adik kecil ku" ucap fajar
"Tak suka tidur di dalam ruangan bahkan dipohon itu ia juga tak mau ” ucap fajar sambil menunjuk pohon rindang besar yang ada di dekat mereka
" ia akan dengan mudah terlelap jika dibawah pohon kelapa walaupun tidak ada yang menjaga " tambahnya
“benar kah? Ada ada aja kamu dek ” ucap kania terheran sambil menoel noel wajah perempuan kecil itu
“pasti dia nanti sangat kuat” ucap kania
“berapa tahun kak” tanya kania
"Heheh dia itu baru 10 bulan. Kamu pasti tertipu melihat badannya " ucap fira terkikik
Si kecil yang sudah bangun memukul tangannya kelangit seperti minta di gendong
Fajar dengan cekatan menggendongnnya dan mendekapnya
Stayy toon para readers
Jangan lupa like dan vote ya
__ADS_1
Sarangheo