
Akhirnya mereka masuk kedalam pesawat dan Kania mengikuti Radit dari belakang.
Kania menatap ke sekelilingnya. dan melihat itu membuat Kania terkejut. ia duduk bukan dikelas yang biasa ia naiki saat akan pergi keluar kota.
“kenapa duduk disini ” gumam kania mulai bingung
“ Apa aku salah tempat duduk “ ucap nya lagi sembari mencari tiketnya untuk memastikan apakah ini benar benar tempat duduk yang mereka pesan.
“tidak salah ” ucapnya lagi semakin bingung
“apa mungkin mereka salah pesan ” ucap kania sambil menyeringai
rasa terkejutnya berubah sebuah senyuman
Ia berpikir ini adalah sebuah rejeki nomplok yang sering diterima oleh anak soleh
“kau kenapa, seperti ayam yang kehilangan induknya. bingung tak memiliki tujuan ” ucap radit pada Kania dan itu membuat Kania menatap Radit seperti ular yang siap menerkam
“ehhh apa aku terlihat seperti ayam ??” tanya kania balik
yang sontak membuat Radit
tertawa tebahak bahak
ia tak menyangka ucapan Kania. ia pikir Kania akan marah mengingat ekspresi nya tadi
"kok malah tertawa, apa iya aku seperti ayam" tanya Kania
“ditanya malah balik nanya, sudah sekarang duduklah dengan tenang ” ucap radit yang merasa lelah setelah tertawa terbahak bahak
tanpa kedua insan itu sadari, mereka sudah menjadi sorotan di pesawat itu
banyak mata yang merasa terganggu dengan suara tawa dan perdebatan mereka
tanpa peduli pada tatapan penumpang yang lain
Kania mendudukkan diri tepat disamping Radit
“apa iya aku seperti ayam ” gumam kania karna tidak mendapat jawaban dari pertanyaan yang ia berikan pada laki laki disamping
“hei duduklah atau kulempar kau dari jendela pesawat ini ” ucap radit yang mulai kesal melihat tingkah kania
“dasar bapak lampir ” ucap kania sambil memanyunkan bibirnya, pertanda kalau dia juga sangat kesal melihat rekannya
Namun ucapan kania membuat senyum terukir diwajah pemuda itu hingga terlihat lesung pipi diwajahnya . manis itu pasti, tapi itu bukan gula dari tebu
Kania yang kadang terlihat dewasa tapi bisa menjadi seorang anak bayi yang sedang merajut
bibir nya yang berwarna pink jambu
membuat siapa saja yang melihat nya pasti menginginkannya. tatapan Radit membuat Kania tidak nyaman.
dan kania yang mendapat tatapan itu jadi salah tingkah, namun ia pandai menutupinya.
lama duduk, membuat Kania merasa sesak dia pun pergi ke toilet untuk membuat hajat.
"akhhh leganya" batin Kania
kania pun kembali ketempat duduknya dan melihat Radit sudah tertidur
__ADS_1
"cepat sekali dia tidur, sebenarnya yang pig itu bukan aku tapi lho kale " gumam kania
sambil menunjuk nunjuk mukak Radit
Kania yang terus menatap wajah radit, membuat pandangan tertuju pada batang hidung yang bisa jadi seluncuran itu.
"ini seluncuran kolam renang atau apa sih " ucap Kania dan sepontan tangannya bergerak meraba lekuk gambar ciptaan Tuhan itu
"sempurna" batin Kania
setelah tersadar Kania kaget dan mengangkat tangannya.
tapi Kania terkikik geli
"akhh tidak apa apa lah, toh dia tidur sesekali melihat ciptaan yang sempurna itu tidak dosa kok hehehe" gumam kania
kemudian ia ikut tertidur di pundak Radit
dan siempunya yang dikatai oleh gadis yang disampingnya, ternyata ia hanya berpura pura tidur dan membiarkan saja ia hanya ingin tahu bagaimana pemikiran Kania tentangnya.
"ternyata kalian sama saja " batin Radit
dan melirik ke arah Kania yang sudah terlelap
rasa ia ingin sekali melempar kepala Kania
namun entah kenapa hatinya berkata tidak.
ia pun mengurungkan dan ikut tertidur bersama Kania.
Beberapa jam tertidur kemudian akhirnya mereka sampai dibandara hulomo menuju kantor cabang dikota c, diperjalanan kania tertidur di dalam mobil
Semakin lama pemuda itu memperhatikan wajah kania
“lumayan ” gumamnya namun masih bisa di dengar supir yang akan membawa mereka kehotel.
Supir itu hanya tersenyum melihat tuan nya pertama kali bersama wanita, walaupun dia tidak ada hubungan apa apa antara mereka berdua
“tuan apa kita langsung ke hotel ” ucap pak supir
“ohh iya mang, hotel yang biasa saya tempati saja ” ucap pemuda itu
Butuh waktu 45 menit dari bandara menuju hotel dan itu merupakan waktu yang lumayan panjang, namun tak kan terasa jika kita sudah dilanda rasa ngantuk.
“pak sudah sampai ” kata pak supir sekaligus membangunkan pemuda itu
“oohh iya mang ” kata pemuda itu bangun dari tidurnya
Kemudian ia melihat kesamping dan ternyata kania belum juga bangun
“heyyy gadis kerbau bangun ” kata pemuda itu
“sebentar lagi vir, hari inikan weekend ” gumam kania dengan mata tertutup
Senyum lagi lagi terukir di wajah pemuda namun tak bertahan lama ia kemudian turun dan senyum liciknya mulai merekah diwajahnya
Pemuda itu menekan suara klackson lama sekali hingga membuat kania terkejut.
“kebakaran kebakaran kebakaran ” ucap kania terbangun
__ADS_1
Pemuda itu hanya tertawa melihat kelakuan kania
“kalau tidur itu jangan seperti kerbau ” ucap pemuda itu
“ayo turun kita udah nyampek.”tambahnya lagi
"dasar lho Mak lampir. bilang pelan aja kenapa. enggak usah marah marah" gerutu Kania sambil mencebik kesal
Akhirnya mereka keluar mobil dan masuk menuju hotel tempat mereka beristirahat.
sebenarnya Radit mempunyai apartemen tapi ia tidak mau membawa Kania kesana
disana adalah tempatnya melakukan hal hal yang bisa memuaskan hasratnya.
ia takut tak bisa menahan dirinya dan melukai anak orang.
“pak apa kita tidak salah masuk hotel ”tanya kania
sudha beberap kali ia terheran heran
“tidak nyonya ” ucap supir
Jawaban pak supir membuat kania ternganga.
Akhirnya mereka masuk lift dan pak supir menekan lantai 30 lantai teratas hotel tersebut dan kania lantai teratas
biasanya digunakan oleh orang orang tersohor dikota ini.
Lantai yang hanya memiliki beberapa kamar luas seperti apartemen dilengkapi dengan kolam renang.
“tunggu pak siapa yang memesan kamar ini ??” tanya kania bingung
“ohh ya bapak namanya siapa? Saya kania ” tambahnya lagi
“saya surya , nyonya bisa panggil saya mang atau nama saya” ucap supir itu
“panggi nama saya aja pak, saya bukan nyonya nya pak surya ” ucapku tersenyum
“ohh iya nak kania ” ucap nya sambil mengangkat
tangan membentuk jarinya yang diartikan oke
“ting ” suara lift terbuka
“ini kunci untuk kania kamar sebelah sana, kalau perlu apa apa hubungi saya saja ya ” ucap pak surya seraya
menunjukkan kamar yang kania tempati
“Oke mang ” balas kania seraya pergi kedalam kamarnya
"terimakasih ya " teriak Kania
Radit yang mendengar suara melengking Kania berbalik dan menatap Kania
"apa ?" tanya Kania
" jadi orang itu jangan seperti bajai. brisik " ucap radit dan kembali berjalan meninggalkan Kania
"rasa pak lampir " batin Kania ia berbalik dan berjalan ke arah kamarnya
__ADS_1
Akhirnya mereka masuk kedalam kamar masing masing dan pak surya menemani pemuda itu untuk membereskan pakaiannya dan kania membereskan pakaiannya sendiri.