
ayo ramaikan para readers
silahkan promosikan karya mu dan mari saling mendukung
selamat mebaca semoga kalian menyukainya
Lama melihat wajah terlelap jeni membuat petrik teringat masa masa paling sulit jeni
bagaimana kuatnya wanita ini ketika kesulita itu datang. hanya menangis sebentar kemudian tertidur dalam dekapan petrik
orang yang melihat menganggap jeni adalah wanita yang sangat buruk, bahkan mungkin wanita yang tidak bermatabat
Masih kelas dua SMA tapi sudah tidur dengan laki laki. bahkan sebelum itu jei sering mendapat cacian dari orang disekitarnya tapi ia anggap angin berlalu
ia yang suka balapan dan keluyuran setiap malam, membuatnya sangat buruk dalam nama nilai.
tak ada nilai selain ikan mas.
Flashback on#
“Rik buka pintunya, pet buka pintunya plis “ ucap jeni sambil mengedor gedor pintu kos petrik dengan menangis senggukan
lama pintu tak kunjung dibuka. dia pun semakin terisak dan semakin kuat mengedor gedornya
akhirnyaPetrik membuka pintu dan tiba tiba jeni memeluknya
“hei kenapa kamu menangis cantik ” ucap petrik
Jeni mendongakkan kepala melihat manik mata petrik
“apakah kamu tidak menyuruh orang cantik ini masuk ” kata jeni dengan suara manja
“kenapa tidak ayo masuk ” kata petrik dengan terkekeh
jeni memang orang yang frontal dan ngomong ceplas ceplos
“kalau memeluk ku bagaimana kita bisa masuk” imbuh petrik terkekeh geli melihat tingkah jeni
Jeni melepaskan pelukannya lalu masuk kekamar petrik ia langsung tidur terlentang dikasur petrik yang hanya muat satu orang . kamar petrik sangat sederhana hanya ada meja belajar dan tempat tidur yang berukuran kecil.
“ingin peluk ” ucap jeni dengan manja
Petrik hanya terkekeh lalu memeluk jeni ia sudah menganggap jeni seperti adiknya sendiri meski umur jeni lebih tua beberapa bulan dari petrik.
“sekarang jawab pertanyaanku ” sambil membenamkan kepala jeni kepelukannya
“yang mana ” kata jeni dengan suara lirih
“kenapa lho tadi menangis ” kata petrik
__ADS_1
“kenapa pake lho lho lagi sih, gua enggak suka kata kata itu terucap dari mulut mu ini. tapi kalau sama cewek lain tidak apa apa ” kata jeni dengan suara tangis yang tak terdengar
“iya maaf maaf , ayok jawab pertanyaaan ku ” kata petrik
“mama sudah pergi ” kata nya lirih
Setelah jeni tidur, petrik berusaha melepaskan pelukannya tapi jeni tidak ingin melepaskannya.
jeni semakin memperketat pelukannya dan bergumam entah apa
“mmmm aku tidak mau. janga tinggalkan aku seperti bunda “ gumam jeni sambil mempererat pelukannya pada petrik dengan mata yang masih tertutup
Petrik hanya pasrah , dia pun mengelus elus kepala jeni agar tidur kembali. setelah jeni mendengkur kemudian petrik ikut terlelap bersama jeni
Petrik terbangun dan menatap jeni. Petrik hanya diam menatap wajah jeni dengan seksama, dia tau betapa sakitnya perasaan jeni. Tapi ia sedikit senang seseorang yang sudah dianggapnya ibu sudah merasa baikan sekarang. Ibu jeni sudah sakit sakitan sejak jeni dikandung bahkan saat jeni masih kecil ia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu yang seutuhnya seperti anak kecil lainnya.
ibunya hanya terbaring diranjang rumah sakit dan ayahnya yang sibuk mencari uang untuk biaya hidup mereka dan biaya sakit ibunya. Itu sebab dia sangat manja dan suka cari cari perhatian pada orang lain.
Namun sejak bertemu petrik dan kania hidup jeni berubah, ia tak pernah ke bar keluyuran malam malam dan ikut balapan liar. Ia lebih sering menghabiskan waktu bersama mereka, bermain, menonton bersama dan banyak hal positif yang mereka lakukan.
bahkan jeni pernah kerja sampingan hanya untuk membantu biaya hidup kania dan petrik ingat betul bagaimana jeni menjalani hari harinya sebagai pekerja part time
hari pertama jeni benar benar tak sanggup satu jam sekali dia menelpon petrik hanya untuk mengatakan dia tak sanggup lagi
flashback off#
Mata nya terrtuju pada wajah petrik , bulu mata yang lentik, hidung yang bisa jadi seluncuran anak anak. Jeni menikmati pemandangan indah itu,tanpa sengaja jari tangannya bergerak menyusuri wajah petrik.
sungguh nikmat mana yang engkau dustakan.
Tiba tiba ada pergerakan dari petrik mungkin ia terganggu karna sentuhan jeni dan jeni langsung menutup mata da pura pura tidur
“hoam akhh ternyata sudah malam ” ucapnya seraya menatap ke arah samping
Dan ia tertuju pada jeni yang pura pura tidur, ia sudah tahu kalau jeni pura pura tidur karna jeni menutup mata nya dengan kuat hingga menunjukkan banyak menunjukkan kerutan disekitar matanya
Petrik ingin mengerjai jeni ia mendekatkan wajahnya pada jeni dan menutup wajah mereka dengan kedua tangannya serta selimut kecil yang ada dikaki mereka
pergerakan petrik yang pelan membuat jeni tak menyadari ada selimut menutupi kepalanya
Jeni membuka mata karna ia merasa tak ada cahaya yang masuk kematanya.
"kenapa gelap sekali ya " batin jeni
Jeni pelan pelan membuka mata dan kaget karna jarak mereka yang sangat dekat.
“deg deg deg ” suara jantung keduanya . tapi petrik tak berkedip sama sekali melihat itu jeni menutup kedua matanya
__ADS_1
“apa kamu berpikir aku mencium mu ” kata petrik sambil menyentil kepala jeni
“sakit tau ” ucapnya dengan mata berkaca
“ehh eh eh kok jadi nangis sih “ ucap petrik kelabakan
“cup cup sini sini” ucap petrik sambil terus memberikan ciuman pada kening jeni
Orang yang diberi ciuman hanya terrsenyum kemenangan ia tahu cara membuat petrik pusing tujuh keliling. Karna petrik tak akan membua jeni sedih apalagi sampai menangis
“aku kan tadi cuman bercanda ” ucap petrik setelah melihat jeni tersenyum
“ayo cepat mandi, aku sudah memesan makanan untuk kita ” tambahnya lagi sambil bergerak turun dari kasur kecil itu
jeni pergi ke kamar mandi, tapi dia tidak melihat petrik dibelakangnya
"akhh aku lupa memberskan tempat tidur " ucapnya tepuk jidat
"dia mana mau menemaniku jika tempat tidur jorok " ucapnya menggerutu
dia pun ingat belum membereskan tempat tidurnya
dengan sedikit berlari jeni pun kembali ke kamar lalu membereskan tempat tidurnya, mengumpulkan piring kotor dan menyapu kamar kecil itu
selesai membersihkan semuanya tiba tiba petrik datang sambil membawa makanan
“sudah siap ? ayo ku temani kamar mandi ” ucap petrik
jeni hanya mengangguk dan pergi ke kamar mandi bersama petrik
"sekali lagi ingat membersih tempaat tidur ya " ucap petrik yang mengelus elus kepala jeni
"siap tuan " ucap jeni sambil memberi hormat
petrik medekat dan mengelus kepala jeni, rambut yang lembut dan panjang membuat tangan petrik betah disana
kadang kadang petrik menyium aroma rambut jeni
itu seperti candu baginya. aroma penciumannya meminta lagi dan lagi
seperti ada kenikmatan tersendiri saat aroma itu masuk ke saluran pernafasannya.
sampai di Kamar mandi petrik menunggu diluar karena kamar mandi itu berada diluar kamar dan itu digunakan semua orang kamar kos yang ada ditempat itu.
ia was was takut jeni ketakutan karena terus di gedor orang yang mau masuk kamar mandi.
namanya laki laki, untuk mebuka pintu saja bisa membuat pintu itu lepas. dan itu lah yang sering membuat pintu kondisinya mengenaskan.
stayyytoon para readers
jangan lupa like dan vote ya
__ADS_1
sarangheooo