
Kania bangun terlebih dahulu, ia bisa melihat wajah teduh radit.
“kenapa kamu semakin ganteng ” ucap kania
Sambil menoel noel hidung radit
“apa kamu sudah puas ” ucap radit dengan nada serak
Kania hanya tersenyum. Ia sangat suka mendengar suara serak radit yang terdengar seksi.
“jangan menatap ku seperti itu ” ucap radit
“hahaha kenapa dengan tatapan ku hm ” ucap kania tidak merasa bersalah
“aku jadi tergoda ” ucap radit dan berusaha mengikis jarak antara mereka
Kania dengan cepat mendorong wajah
radit yang sudah semakin dekat dan dia
segera berlari ke kamar mandi
“hahah dasar tuan mesum ” ucap kania yang sudah mulai menghilang dari pandangan radit.
Melihat itu, radit tersenyum tapi senyumnya sulit diartikan
Seperti biasa mereka brangkat bersama ke kantor. Jika tidak ada halangan, Makan siang pun sama.
“yank dimana ” tanya radit dari telepon
“aku sedang dijalan, sebentar lagi sampai ” balas kania
“cepat yank, aku sudah lapar ” ucap radit
Beberapa menit radit sudah menunggu kania, dia mondar mandir kesana kemari
“lama sekali ” gerutu radit
Melihat ada yang membuka pintu, radit langsung mendekap orang yang masuk keruangan nya
“kenapa lama sekali, aku sudah lapar ” ucap radit
“aku membeli mu makan, lihat aku membeli makan kesukaan mu ” ucap kania sambil menunjukkan plastik kresek yang dia tenteng
Disana sudah ada sayur gori dan ayam goreng pedas.
Radit menatapnya dengan wajah yang berbinar binar. Dia langsung membawa kania duduk disofa
“aku mau disulang ” ucap radit seperti bayi
__ADS_1
“hahaha baiklah baiklah” ucap kania kekeh
“sepertinya bayi besar ku ingin disayang ” tambahnya lagi sambil mengelus ngelus kepala radit
Dengan cekatan kania menyulang radit , satu suap,dua suap radit menghabiskan semua makanannya
Ia sampai lupa bahwa orang yang menyulangnya juga belum makan siang
“akhh kenyangnya ” ucap radit sambil bersandar ke sofa sedangkan kania membereskan semua makanan dan membersihkan meja tersebut.
Tiba tiba radit duduk tegap dan menatap kania , kania benar benar kaget
“ada apa mas ” ucap kania
Ia takut entah apa yang merasuki kekasihnya itu (sungguh author ingin bernyanyi setan apa yang merasuki mu )
Radit mendekat kearah kania lalu memeluknya
“maaf ” ucap radit
Kania yang mendengar itu mengerti apa maksud radit
“hahaha tidak apa apa mas, kania tadi sudah makan gorengan buk sur ” ucap kania
Namun itu tidak membuat rasa bersalah radit berkurang
“ayok kita beli makan saja ” ucap radit dan kembali kemeja kerjanya untuk mengambil dompetnya
“nanti ,malam kita makan diluar ya ” tambahnya lagi untuk meyakinkan radit
“baiklah tapi kerjanya disini aja” ucap radit
“tidak, nanti kita bukannya kerja ” sangkal kania
Setelah lama berdebat akhirnya kania mengalah
Kania kembali keruangannya untuk mengambil berkas dan laptopnya lalu kembali keruangan radit
Bella yang melihat kania keluar dari ruangan radit hanya berdecih
“bel nanti kalau ada yang mencari saya bilang saya diluar ” ucap radit yang tiba tiba keluar dari ruangan nya
“iya pak ” balas bella
Radit kembali masuk ia menunggu kania sambil memperiksa berkasnya
Pintu terbuka dan ia melihat kania datang dengan banyak berkas
“kenapa banyak kali ” ucap radit sambil membantu kania mengangkat berkas
__ADS_1
“ini karna mu ” ucap kania
Radit hanya terkekeh, dan membawa berkas kania kemeja kerja nya
“ayok duduk disini ” ucap radit sambil menepuk nepuk pangkuannya
“apa ” ucap kania kaget
“ayo kemari ” paksa radit
“tidak, nanti ada yang datang ” ucap kania
“ayo lah kemari ” paksa radit
Kania hanya menghela nafas, lalu beranjak ke arah radit
Kania mulai bekerja tapi tidak dengan radit, ia mengelus elus hidungnya kepundak kania
“jangan gitu mas ” ucap kania yang sudah mulai tidak nyaman
“kerjakan tugas mu ” tambahnya lagi
Tapi radit tidak mendengar dan makin meraja lela. Dia menyusupkan kepalanya keleher kania. Dan kania tanpa sadar mendesah membuat radit semakin berkeliaran tangan nya sudah kemari. Dengan kuat
tenaga kania menangkup wajah radit
“sayang kumohon jangan ” ucap kania yang wajahnya pucat pasih
Melihat radit sadar, ia tidak ingin membuat kania takut. Radit selalu ingin lebih tapi ia harus sabar.
“maaf sayang, kamu sudah menjadi candubagiku” ucap radit
“aku ingin segera hubungan kita ini sah” tambahnya
“apa kamu sedang melamarku ” ucap kania tersenyum
“ayo kita menikah secepatnya ” ucap radit
“hahaha dasar tidak ada romantis romantisnya ” ucap kania
Radit tidak membalas dia langsung mengelitiki kania
“ampun mas ” ucap kania terkikik
dan kania terus tertawa dan minta ampun pada radit
jangan lupa like ya
dan kalau kamu suka jangan lupa vote juga
__ADS_1
terimakasih
sarangheo