Please Cameback

Please Cameback
tidak ada romantis


__ADS_3

Kania bangun terlebih dahulu, ia bisa melihat wajah teduh radit.


“kenapa kamu semakin ganteng ” ucap kania


Sambil menoel noel hidung radit


“apa kamu sudah puas ” ucap radit dengan nada serak


Kania hanya tersenyum. Ia sangat suka mendengar suara serak radit yang terdengar seksi.


“jangan menatap ku seperti  itu ” ucap radit


“hahaha kenapa dengan tatapan ku hm ” ucap kania tidak merasa bersalah


“aku jadi tergoda ” ucap radit dan berusaha mengikis jarak antara mereka


Kania dengan cepat mendorong wajah


radit yang sudah semakin dekat  dan dia


segera berlari ke kamar mandi


“hahah dasar tuan mesum ” ucap kania yang sudah mulai menghilang dari pandangan radit.


Melihat itu, radit tersenyum tapi senyumnya sulit diartikan


Seperti biasa mereka brangkat bersama ke kantor. Jika tidak ada halangan, Makan siang pun sama.


“yank dimana ” tanya radit dari telepon


“aku sedang dijalan, sebentar lagi sampai ” balas kania


“cepat yank, aku sudah lapar ” ucap radit


Beberapa menit radit sudah menunggu kania,  dia mondar mandir kesana kemari


“lama sekali ” gerutu radit


Melihat ada yang membuka pintu, radit langsung mendekap orang yang masuk keruangan nya


“kenapa lama sekali, aku sudah lapar ” ucap radit


“aku membeli mu makan, lihat aku membeli makan kesukaan mu ” ucap kania sambil menunjukkan plastik kresek yang dia tenteng


Disana sudah ada sayur gori dan ayam goreng pedas.


Radit menatapnya dengan wajah yang berbinar binar. Dia langsung membawa kania duduk disofa


“aku mau disulang ” ucap radit seperti bayi

__ADS_1


“hahaha baiklah baiklah” ucap kania kekeh


“sepertinya bayi besar ku ingin disayang ” tambahnya lagi sambil mengelus ngelus kepala radit


Dengan cekatan kania menyulang radit , satu suap,dua suap radit menghabiskan semua makanannya


Ia sampai lupa bahwa orang yang menyulangnya juga belum makan siang


“akhh kenyangnya ” ucap radit sambil bersandar ke sofa sedangkan kania membereskan semua makanan dan membersihkan meja tersebut.


Tiba tiba radit duduk tegap dan menatap kania , kania benar benar kaget


“ada apa mas ” ucap kania


Ia takut entah apa yang merasuki kekasihnya itu (sungguh author ingin bernyanyi setan apa yang merasuki mu )


Radit mendekat kearah kania lalu memeluknya


“maaf ” ucap radit


Kania yang mendengar itu mengerti apa maksud radit


“hahaha tidak apa apa mas, kania tadi sudah makan gorengan buk sur ” ucap kania


Namun itu tidak membuat rasa bersalah radit berkurang


“ayok kita beli makan saja ” ucap radit dan kembali kemeja kerjanya untuk mengambil dompetnya


“nanti ,malam kita makan diluar  ya ” tambahnya lagi untuk meyakinkan radit


“baiklah tapi kerjanya disini aja” ucap radit


“tidak, nanti kita bukannya kerja ” sangkal kania


Setelah lama berdebat akhirnya kania mengalah


Kania kembali keruangannya untuk mengambil berkas dan laptopnya lalu kembali keruangan radit


Bella yang melihat kania keluar dari ruangan radit hanya berdecih


“bel nanti kalau ada yang mencari saya bilang saya diluar ” ucap radit yang tiba tiba keluar dari ruangan nya


“iya pak ” balas bella


Radit kembali masuk ia menunggu kania sambil memperiksa berkasnya


Pintu terbuka dan ia melihat kania datang dengan banyak berkas


“kenapa banyak kali ” ucap radit sambil membantu kania mengangkat berkas

__ADS_1


“ini karna mu ” ucap kania


Radit hanya terkekeh, dan membawa berkas kania kemeja kerja nya


“ayok duduk disini ” ucap radit sambil menepuk nepuk pangkuannya


“apa ” ucap kania kaget


“ayo kemari ” paksa radit


“tidak, nanti ada yang datang ” ucap kania


“ayo lah kemari ” paksa radit


Kania hanya menghela nafas, lalu beranjak ke arah radit


Kania mulai bekerja tapi tidak dengan radit, ia mengelus elus hidungnya kepundak kania


“jangan gitu mas ” ucap kania yang sudah mulai tidak nyaman


“kerjakan tugas mu ” tambahnya lagi


Tapi radit tidak mendengar dan makin meraja lela. Dia menyusupkan kepalanya keleher kania. Dan kania tanpa sadar mendesah membuat radit semakin berkeliaran tangan nya sudah kemari. Dengan kuat


tenaga kania menangkup wajah radit


“sayang kumohon jangan ” ucap kania yang wajahnya pucat pasih


Melihat radit sadar, ia tidak ingin membuat kania takut. Radit selalu ingin lebih tapi ia harus sabar.


“maaf sayang, kamu sudah menjadi candubagiku” ucap radit


“aku ingin segera hubungan kita ini sah” tambahnya


“apa kamu sedang melamarku ” ucap kania tersenyum


“ayo kita menikah secepatnya ” ucap radit


“hahaha dasar tidak ada romantis romantisnya ” ucap kania


Radit tidak membalas dia langsung mengelitiki kania


“ampun mas ” ucap kania terkikik


dan kania terus tertawa dan minta ampun pada radit


jangan lupa like ya


dan kalau kamu suka jangan lupa vote juga

__ADS_1


terimakasih


sarangheo


__ADS_2