
Terimakasih untuk para readers
Masih mau membaca karya saya yang memiliki kekurangan ini
Untuk saran dan kritik silahkan ketik dikolom komentar ya
Selamat membaca
Radit yang sudah selesai menjumpai klien berniat kembali ke kantor.
Didalam mobil radit hanya bisa memejamkan mata
Sesekali ia memijat kening nya
Radit yang masih juga belum bisa menarik investor. Membuatnya pusing dan bingung.
Sesampai dikantor radit yang melihat banyak bermalas malasan, saling mengobrol dan bahkan tertawa terbahak bahak,membuat amarah radit kembali memuncak.
Banyak yang bercerita, tertawa dan ada juga yang tertidur
Melihat itu radit benar benar marah apalagi ia yang lelah menjumpai klien.
Rasa kecewa membuat amarah radit benar benar ada dipuncaknya
“apakah kalian pegawai pemakan gaji buta hah ? " ucap radit dengan penuh penekanan
“jadi kalian yang menghancurkan kantor cabang ini ” teriaknya dengan melempar sebuah pas bunga
Semua orang ketakutan dan melihat itu kania yang baru saja datang dengan bungkusan makanan ditangan, begitu kaget saat berada di pintu masuk dan apalagi mendengar lemparan kaca itu
"Dar" suara pecahan vas kaca itu memenuhi ruangan yang cukup luas itu
Kania yang merasa sikap radit yang berlebih, berusaha mendekat ke arah keributan
Tapi belum juga sampai kania merasa ada yang perih pada kakinya
“auhh ” rintih kania
Dan semua orang menoleh pada kania termasuk radit
Ternyata kania terkena serpihan vas bunga itu
Kania yang masih menahan sakit, tiba tiba kaget mendengar bentakan radit.
“dan kau jangan mentang mentang mentang perwakilan dari pusat bisa seenak mu saja ” bentak radit pada kania
“kau sama saja dengan mereka pemakan gaji buta” ucap radit marah
“pak sur tulis semua nama mereka, aku akan memecat mereka tapi sebelum mereka di pecat, suruh mereka menghadap ke saya ” tambahnya lagi sambil pergi meninggalkan tempat itu
" akhh " ucap radit yang merasa kepalanya ingin pecah
Semua orang ketakutan namun tidak dengan kania , hanya sedikit merasa sakit hati mendengar perkataan radit.
Semua karyawan merasa ketakutan tapi kania berusaha untuk menenangkan mereka
__ADS_1
"Tidak apa apa, kita tidak salah kok" ucap kania
"Bagaimana saya kasih makan anak anak saya jika saya sampe keluar kerja dari sini " ucap karyawan yang sudah berkeluarga, dan bahkan ada yang sampai menangis karna merasa takut kehilangan pekerjaan ini
Mereka semua saling mengeluarkan keluhan mereka masing masing.
"Aku tidak akan terlambat lagi suer " ucap lelaki yang jalannya melambai itu
"Aku juga " ucap yang lain
Kania yang mendengar keluhan merek hanya tersenyum
Memang itulah sifat manusia, saat di masa masa paling darurat disitulah mereka mencari Tuhan
Saya pun pernah demikian, bahkan sering
Dan mudah-mudahan author dapat berubah lebih baik lagi demikian teman teman sekalian.
Heheh kita lanjut ya maaf author jadi agak lari dari alur.
Setelah beberapa menit berlalu kania melihat pak surya memanggil satu persatu menghadap pak radit.
“huh ” kania hanya bisa menarik napas panjang ia bingung, jabatan apa yang dimiliki laki laki itu hingga berani memecat satu persatu staf kantor itu.
Kania berpikir radit sama seperti ia, hanya karyawan utusan pusat. Tapi sepertinya perkiraanya salah.
“apa ia direktur utama disini” gumam nya menimang nimang masalah yang ada. Namun lamunannya dibuyarkan dengan suara yang menurut kania itu sangat familiar
“nia giliranmu selanjutnya nak ” ucap pak surya.
Kania sedikit terperangah namun ia berusaha tetap tenang, mengikuti semua alur
Radit yang sudah terlanjur memarahi beberapa karyawan, tetap pura pura tidak tau masalah apa yang terjadi
Radit tetap memarahi semua karyawan dan berusaha menakuti mereka agar mereka lebih tekun lagi untuk bekerja.
Kania yang sudah ingin masuk. Berhenti sebentar di depan pintu dan berusaha menarik nafas dalam dalam.
Tangannya yang sudah berkeringat. Dilapnya ke rok spannya. Lalu ia menarik nafas panjang panjang.
Ini bukan pertama kali ia dimarah-marahi semenjak bekerja, ini belum seberapa saat pertama kali, banyak cacian yang ia dapat saat turun kelapangan.
Bahkan banyak hina dan tawa sinis akan kemampuan kania
"Akkh tidak apa apa " gumam kania
kania mengetuk pintu dengan tenaga yang sedikit kuat
“tok tok tok” suara pintu yang makin lama makin kuat karna tak ada jawaban dari dalam.
Karna tidak sabar akhirnya kania langsung masuk dan membuka pintu. Ia kaget melihat pak radit keluar dari kamar mandi hanya dengan hanya menggunakan handuk.
Kania tiba tiba menelan akhir ludahnya ketika matanya melihat tubuh atletis radit
“tutup mulut mu nanti nyamuk masuk ” ucap radit yang melihat kania terus memandang ke arah perutnya.
__ADS_1
“silahkan duduk dulu aku ingin berganti baju” tambahnya lagi
Kania mendudukan disofa dengan posisi menghadap ke atas. Tak ada rasa segan karna kania sudah biasa dikantor cabang manapun. Tanpa kania sadari radit sudah keluar dari kamar khususnya.
“dasar tidak punya sopan santun” gumam radit
“apa kau akan terus diposisi itu” ucap radit
“ohh maaf pak ” ucap kania kaget lalu membaguskan posisi duduknya.
“kamu tau kenapa saya memanggil kamu kesini ” ucap pak radit
Kania yang menatap pak radit hanya menggeleng
“kamu ini ” ucap radit sambil menyentil kepala kania
“aduhh kenapa menyentil sihh, kan sakit ”ucap kania sedikit berteriak
“kenapa kamu ini bisa perwakilan pusat, kalu kamu sebodoh ini ”ucap radit lagi
“saya itu bukan peramal pak, yang bisa mengetahui pikiran bapak tentang kesalahan saya. Jadi bapak to the point aja ” cekal kania
“lagian kami itu tadi tidak salah, memang kami terlambat istirahat tadi, soal kami semua sedang mengejar target yang tertinggal semalam ” tambah kania
“jadi tadi itu kalian lagi istirahat, kenapa tadi waktu saya panggil mereka ssatu perrsatu tidak ada yang bilang pada saya” ucap radit
“mana saya tahu. Melihat muka bapak saja mereka sudah takut. Bagaimana mau bicara” tutur kania
“jadi yang salah itu bapak, apalagi mulut bapak yang berbisa itu. Sekarang minta maaf sama semua kariawan” tambah kania seraya berdiri
“kenapa jadi kamu yang ngatur saya ”balas radit yang mulai tidak terima
“bapak yang marah marah tiba dan asal bicara, bapak mungkin tidak pernah jadi bawahan ya makanya memperlakukan sesuka. ” ucap kania
Melihat pak radit yang tak bergeming akhirnya kania hendak keluar
“ya sudah kalau tidak mau, saya permisi dulu ” ucap kania
“dan satu lagi saya akan bilang sama ayah ” ucap kania
Kania yang tidak tahu bahwa ayah yang ia sebut adalah ayah kanding radit.
Radit tetap saja tak bergeming dan mulai bingung siapa maksudnya dari ucapan terakhir kania.
Radit juga tak tahu kedekatan daddynya dengan kania, hanya bisa menerka nerka.
" apa dia tidak tahu aku siapa? " batin radit
Lama berkutak dari pikirannya akhirnya radit berdiri pergi meminta maaf pada karyawannya. Ia melupakan begitu saja yang tadi hampir
membuat dia pusing, dia berpikir mungkin dia salah dengar.
Stayy tooon para readers
Jangan pernah bosan y
__ADS_1
Dan jangan lupa like coment dan vote ya
Sarangheo