
Kania berdiri didepan kaca yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. Ada banyak tanda tanda kiss mark disana
“kenapa dia buas sekali ” ucap kania
Kemudian dia mulai membersihkan diri dan memakaikan pakaiannya di ruangan pakaian mereka.
Saat keluar dari ruangan itu, dia masih melihat radit masih tidur dengan nyenyak
“mas bangun ini sudah jam berapa. Nanti kita terlambat ” ucap kania mengoyang goyangkan badan radit
“sebentar lagi ” ucap radit yang masih menutup mata nya
Kania yang melihat radit tidak bangun, mencari cara untuk membangunkan suaminya itu
Ia mulai membisikkan sesuatu ke kuping radit dan otomatis mata radit terbuka lebar. Dia tersenyum sumaringiah dan langsung bergegas kekamar mandi.
Melihat kepergian suaminya, kania hanya tersenyum jahil. Ia sangat pandai membuat suaminya menurut.
“bunda masak apa ” tanya kania pada bunda sarah.
Bunda datang lebih pagi untuk memasak makanan untuk putra dan menantunya.
“bunda masak gori ” jawab bunda sarah
Setelah selesai memasak bunda pamit pulang, dia tidak mau radit melihatnya. Karna radit bisa marah besar
Tapi saat bunda ingin mengambil tasnya tiba tiba radit keluar dan langsung duduk dimeja makan
Melihat kehadirna bunda sarah membuat mimik wajah radit.berubah tapi tidak seperti biasanya.Dia akan marah dan menyuruh bunda sarah pergi
“bunda pamit ya ” ucap bunda sarah dan dibalas oleh anggukan oleh radit
Kania pun mengantar bunda sarah ke depan untuk pulang.
“bunda hati hati ya ” ucap kania seraya memeluk bunda
Setelah kendaraan yang bunda tumpangi menghilang dari pandangannya, kania masuk ke dalam rumah
Disana radit duduk dengan kaki bersimpuh, wajah yang datar
__ADS_1
"untuk apa dia kemari " tanya radit
"untuk melihatmu, apa salah seorang bunda melihat putranya " tanya kania balik
tidak mendengar jawab dri radit, Kania langsung membuat makanan untuk radit
“tidak usah aku sudah kenyang ” ucap radit yang sudah mau branjak dari tempat duduknya
“sayang ” ucap kania memegang lengan radit
Radit yang mendengar suara itu langsung menghela nafas dan kembali duduk. Dia membiarkan kania menyiapkan makanannya
“mau di suap ” ucap radit yang membuat kania senang
Kania dengan telaten menyuapi radit sambil makan , radit yang disuapi terpancar senyum bahagia diwajahnya.
Selesai makan radit brangkat bersama kania. Masih terlihat wajah mereka dipenuhi kebahagian setelah beberapa minggu kurang komunikasi
“mas lihat nya kedepan dong ” ucap kania takut yang terus meihat kesamping
“iya sayang ” jawab radit yang wajah terus saja tersenyum
Hari hari mereka kembali seperti sepasang kekasih
Radit mulai menunjukkan perhatian lagi kepada kania
Dan semakin meperlakukannya seperti tuan putri
Hari ini kania ingin berkunjung kekosan jeni
“mas kita ketempat jeni dulu ya ” ucap kania yang sudah duduk disamping radit
“iya. Pasangkan sabuk pengaman mu yank ” ucap radit yang membantu kania memasang sabuk pengaman
“selalu saja lupa ” tambahnya lagi
“kan ada kamu mas yang ngingatin” ucap kania
“iya iya sayang ku ” balas radit yang meberi satu kecupan
__ADS_1
Rumah jeni tidak terlau jauh dari kantor, tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai
“jen, jeni ” panggi kania
Tak ada jawaban, kania mengintip dari kaca jendela dan tak ada orang didalam. Kania pun menelpon petrik tapi tidak diangkat
“kemana mereka ” ucap kania mulai takut
“mungkin mereka masih dijalan ” kata radit
“ya sudah kita pulang saja, aku lapar ” ucap kania
Saat diperjalanan kania melihat tukang jual sate padang. Dia menelan air liurnya. Dia terus memperhatikan penjual itu hingga tak terlihat. Rasanya ingin sekali memakan sate padang.
Setelah sampai dirumah, kania terus saja terbayang sate padang yang tadi. Dia membayangkan dikasih banyak bawang goreng, dan cabe wahh enaknya pikirnya
baru saja sampai dirumah radit sudah siap siap entah kemana
“mas ” ucap kania
“iya sayang, Mas mau keluar sebentar. Kamu tidur dulu ya ” ucap radit mengecup kening kania
“mas aku mau.. ” belum sempat kania berbicara, radit sudah memotong
“sayang mas harus pergi dulu, sebentar aja. mas ingin bertemu teman lama ” ucap radit yang membalas chat di hpnya
“jangan lama ” kat kania
“iya sayangn. Sana gih bersih bersih biar tidur" ucap radit lalu mengambil jas nya
hendak pergi
“mas pergi dulu ya ” ucapnya lalu pergi tanpa menunggu balasan dari kania
Kania yang melihat kepergian suaminya itu hanya berusaha berpikir positif.
Semenjak mereka berbaikan sebulan yang lalu, radit sering keluar malam dengan sejuta alasan. Dan makan diluar saat siang hari. tapi kania adalah orang yang selalu positif thinking
dan dia memutuskan mandi dan menunggu radit ditempat tidur. Dia sudah menyiapkan buku buku untuk dia baca selama menunggu suaminya.
__ADS_1