Please Cameback

Please Cameback
menunggu


__ADS_3

Kania berdiri didepan kaca yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. Ada banyak tanda tanda kiss mark disana


“kenapa dia buas sekali ” ucap kania


Kemudian dia mulai membersihkan diri dan memakaikan pakaiannya di ruangan pakaian mereka.


Saat keluar dari ruangan itu, dia masih melihat radit masih tidur dengan nyenyak


“mas bangun ini sudah jam berapa. Nanti kita terlambat ” ucap kania mengoyang goyangkan badan radit


“sebentar lagi ” ucap radit yang masih menutup mata nya


Kania yang melihat radit tidak bangun, mencari cara untuk membangunkan suaminya itu


Ia mulai membisikkan sesuatu ke kuping radit dan otomatis mata radit terbuka lebar. Dia tersenyum sumaringiah dan langsung bergegas kekamar mandi.


Melihat kepergian suaminya, kania hanya tersenyum jahil. Ia sangat pandai membuat suaminya menurut.


“bunda masak apa ” tanya kania pada bunda sarah.


Bunda datang lebih pagi untuk memasak makanan untuk putra dan menantunya.


“bunda masak gori ” jawab bunda sarah


Setelah selesai memasak bunda pamit pulang, dia tidak mau radit melihatnya. Karna radit bisa marah besar


Tapi saat bunda ingin mengambil tasnya tiba tiba radit keluar dan langsung duduk dimeja makan


Melihat kehadirna bunda sarah membuat mimik wajah radit.berubah tapi tidak seperti biasanya.Dia akan marah dan menyuruh bunda sarah pergi


“bunda pamit ya ” ucap bunda sarah dan dibalas oleh anggukan oleh radit


Kania pun mengantar bunda sarah ke depan untuk pulang.


“bunda hati hati ya ” ucap kania seraya memeluk bunda


Setelah kendaraan yang bunda tumpangi menghilang dari pandangannya, kania masuk ke dalam rumah


Disana radit duduk dengan kaki bersimpuh, wajah yang datar

__ADS_1


"untuk apa dia kemari " tanya radit


"untuk melihatmu, apa salah seorang bunda melihat putranya " tanya kania balik


tidak mendengar jawab dri radit, Kania langsung membuat makanan untuk radit


“tidak usah aku sudah kenyang ” ucap radit yang sudah mau branjak dari tempat duduknya


“sayang ” ucap kania memegang lengan radit


Radit yang mendengar suara itu langsung menghela nafas dan kembali duduk. Dia membiarkan kania menyiapkan makanannya


“mau di suap ” ucap radit yang membuat kania senang


Kania dengan telaten menyuapi radit sambil makan , radit yang disuapi terpancar senyum bahagia diwajahnya.


Selesai makan radit brangkat  bersama kania. Masih terlihat wajah mereka dipenuhi kebahagian setelah beberapa minggu kurang komunikasi


“mas lihat nya kedepan dong ” ucap kania takut yang terus meihat kesamping


“iya sayang ” jawab radit yang wajah terus saja tersenyum


Hari hari mereka kembali seperti sepasang kekasih


Radit mulai menunjukkan perhatian lagi kepada kania


Dan semakin meperlakukannya seperti tuan putri


Hari ini kania ingin berkunjung kekosan jeni


“mas kita ketempat jeni dulu ya ” ucap kania yang sudah duduk disamping radit


“iya. Pasangkan sabuk pengaman mu yank ” ucap radit yang membantu kania memasang sabuk pengaman


“selalu saja lupa ” tambahnya lagi


“kan ada kamu mas yang ngingatin” ucap kania


“iya iya sayang ku ” balas radit yang meberi satu kecupan

__ADS_1


Rumah jeni tidak terlau jauh dari kantor, tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai


“jen, jeni ” panggi kania


Tak ada jawaban, kania mengintip dari kaca jendela dan tak ada orang didalam. Kania pun menelpon petrik tapi tidak diangkat


“kemana mereka ” ucap kania mulai takut


“mungkin mereka masih dijalan ” kata radit


“ya sudah kita pulang saja, aku lapar ” ucap kania


Saat diperjalanan kania melihat tukang jual sate padang. Dia menelan air liurnya. Dia terus memperhatikan penjual itu hingga tak terlihat. Rasanya ingin sekali memakan sate padang.


Setelah sampai dirumah, kania terus saja terbayang sate padang yang tadi. Dia membayangkan dikasih banyak bawang goreng, dan cabe wahh enaknya pikirnya


baru saja sampai dirumah radit sudah siap siap entah kemana


“mas ” ucap kania


“iya sayang, Mas mau keluar sebentar. Kamu tidur dulu ya ” ucap radit mengecup kening kania


“mas aku mau.. ” belum sempat kania berbicara, radit sudah memotong


“sayang mas harus pergi dulu, sebentar aja. mas ingin bertemu teman lama  ” ucap radit yang membalas chat di hpnya


“jangan lama ” kat kania


“iya sayangn. Sana gih bersih bersih biar tidur" ucap radit  lalu mengambil jas nya


hendak pergi


“mas pergi dulu ya ” ucapnya lalu pergi tanpa menunggu balasan dari kania


Kania yang melihat kepergian suaminya itu hanya berusaha berpikir positif.


Semenjak mereka berbaikan sebulan yang lalu, radit sering keluar malam dengan sejuta alasan. Dan makan diluar saat siang hari. tapi kania adalah orang yang selalu positif thinking


dan dia memutuskan mandi dan menunggu radit ditempat tidur. Dia sudah menyiapkan buku buku untuk dia baca selama menunggu suaminya.

__ADS_1


__ADS_2