
Sudah beberapa jam tapi radit tak kunjung puang sesekai kania menguap dan ia memperhatikan jam yang sudah menunjukkan pukul duabelas malam
“kemana dia ” batin
Semakin lama kantuk menyerang kania, kemudian hilang saat mengingat sate padang tadi. Kania terus menunggu hingga ia mendengar seseorang sedang menekan kode pintu mereka
Kania dengan semangat berlari kedepan dan melihat radit datang
“sayang kamu kok belum tidur ” ucap radit yang mendekat ke arah kania
Kania yang mencium aroma radit mengernyit heran
“kamu dari mana mas ? kok bau farfum wanita? Kamu juga minum ya ” tanya kania beruntun
Ini bukan pertama kali radit keluar malam, tapi baru ini dia mendapati radit pulang karna dia tak bisa tidur
Radit menjawab dan berusaha meyakinkan kania dengan banyak alasan. Dan akhirnya kania selalu berusaha untuk mengerti dan berpikir positif
Setelah memberi penjelasan radit pergi membersihkan diri dan kania menunggu sambil duduk bersandar di tempat tidur
“tidur yuk ” ucap radit yang sudah mengantuk
“enggak mau ” ucap kania
“loh kok enggak mau ” tanya radit
“mas aku mau makan sate padang ” ucap kania
“ini udah jam berapa yank. Jam segini mana ada sate padang. Tadi bukannya dibelik ” ucap radit
“tadi aku mau bilang, tapi ucapan ku terus kamu potong ” ucap kania dengan wajah yang sendu
“pokok nya aku mau sekarang ” ucap kania dan satu bulir air mata pun lolos membasahi pipi nya yang melihat radit
tidak bangun dari tenpat tidur
“akhh ya sudah kamu disini ” ucap radit sedikit membentak dengan mengusap wajahnya frustasi melihat tingkah istrinya
Dan itu membuat kania kaget
“aku tidak mau lagi” kata kania dan langsung tidur masuk kedalam selimut. Terdengar suara isakan dibalik selimut itu
“aissh menyusahkan saja ” bati radit
Ingin sekali radit tidur, tapi mendengarkan isakan membuat nya sedikit merasa bersalah dan berusaha
membujuknya
“sayang maafkan aku ” ucap radi mendekat kegulungan selimut itu
“kamu mau ikut membelinya ” ucap radit lagi
Kania membuka penutup kepalanya dan pelan pelan menatap radit
__ADS_1
“boleh ? ” tanya kania
Dan diberi jawaban anggukan oleh radit Wajah kania langsung bahagia mendengar jawaban radit. Ia duduk dan menatap radit
Melihat sisa sisa air mata kania, tangan radit langsung mengusapnya
“ayok pakai baju mu yang tebal, diluar dingin soalnya baru hujan” ucap radit dan mebawa kania keluar
Kania melihat kesana kemari tidak ada tukang jualan lagi
“kenapa tidak ada ” ucap kania lemas, mereka sudah terlalu jauh berkendara
“sabar sayang, kata satpam disana ada jual sate sampe pagi ” jawab radit
Dan wajah kania kembali bahagia
Setelah sampai di persimpangan yang diberitahu pak satpam
Kania langsung turun yang melihat banyak tukang jualan disana
Dia pergi ketukang sate dan memesan satu tempat sate dengan dua porsi didalamnya
Melihat kania yang bersemangat radit hanya bisa mengikuti istrinya itu
Kania makan dengan sangat lahap bahkan dia terus meminta bawang goreng sama tukang jual sate, tambah kuah, dan cabe.
“sayang jangan banyak cabe nanti perut mu sakit ” kata radit sambil membersihkan bibir kania yang belepotan
“iya, kamu tidak makan ” tanya kania
Tambah beberapa kali baru membuat kania kenyang dan kemudian mereka kembali kerumah
“kenyang ” ucap kania yang mengelus elus perutnya
Dia beranjak ketempat tidur dan telelap disamping radit
“selamat malam sayang, mimpi yang indah “ ucap radit sambil mengecup kening kania. Dan ikut terlelap
Kania tidak memberi jawaban, saat naik ketempat tidur dia langsung tertidur. Dengan berbantalkan lengan radit.
Radit bisa tidur dengan tenang, setelah melihat istrinya tidur dengan nyenyak.
Menjelang pagi kania terbangun karna bunyi alarm. Ia masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Dia turun kebawah dan lansung kedapur, dia ingin membantu bunda sarah yang sedang memasak
“bunda kok cepat sekali datangnya” ucap kania yang baru sampe didapur
“iya sayang, biar cepat selesai masaknya” ucap bunda sarah
“bunda pulangnya siang aja ” ucap kania
Setelah selesai memasak, radit turun dan mereka makan bersama
__ADS_1
Tak ada perbincangan sedikit pun. Dan selesai makan radit langsung naik keatas ke ruang kerjanya .Ia brangkat kantornya agak siang.
Di tempat lain kania dan bunda sarah malah asyik berbincang, mereka membahas tentang banyak hal.
Hingga tak terasa sudah jam sepuluh pagi. Radit keluar ruangannya dan pergi kedapur.
Saat turun tangga, radit melihat kedua wanita itu bercanda gurau
“cih, kalian berdua sama saja ” batin radit yang terus memperhatikan tingkah mereka
Kemudia berlalu untuk mengabil minumnya.
Tadi radit berminat untuk menyuruh kania yang membuat teh hijau tapi karna melihat mereka berdua, radit memutuskan untuk membuatnya sendiri.
Sampai di pantri radit bingung bagaimana cara mebuatnya. Ia mengambil tempat memasak air minum dan menaikkan ke atas kompor.
“bagaimana cara menghidupkannya ” batin radit dia berusaha sekuat tenaga tapi tetap tidak menyala
Saat mulai kesal tiba tiba ada suara mengejutkan radit
“ahh ” teriak radit kaget sambil memegang dadanya
“apa yang kamu lakukan, sebentar dapur ini akan hancur karna terbakar” ucap kania
“apanya yang terbakar, apinya saja tidak menyala” ucap radit
Kania memperhatikan kearah kompor dan ternyata benar tidak ada api disana
“jadi apa yang kamu lakukan, dari tadi ribut sekali dari dapur. Kupikir tadi ada tikus” ucap kania
“aku ingin membuat teh ” ucap radit
“kenapa tidak memanggil ku ” tanya kania
“kupikir kau tidak bisa diganggu” ucap radit dengan nada mengejek
“sini biar kubuat, kamu naik saja nanti ku antar ” ucap kania
Tanpa mengatakan apa pun, radit pergi meniggalkan dapur
saat ingin menaiki tangga ia melihat ibunya yang dengan serius menonton film keluarga
“untuk apa dia menonton itu, emangnya dia punya perasaan ” pikir radit dan berlalu begitu saja tanpa menyapa bundanya
entah apa yang membuat sifat radit sangat berbeda pada bundanya
terus ikuti ya kelanjutannya
dan jangan lupa like
dan vote
__ADS_1
sarangheo