Please Cameback

Please Cameback
malu


__ADS_3

setelah lama berpikir kemudian radit menchat sopian dan menyuruhnya mengirim photo pujaan hatinya itu


“ting ” saat bunyi hp itu terdengar


Radit cepat cepat membuka photo itu dan ternyata itu wanita yang tramat dikenalnya


“hahahhahahah ” dia tertawa seperti orang gila


“dasar wanita murahan ” ucap nya


Ia terus saja tertawa, banyak yang berputar putar diotaknya tentang wanita yang mampu membuat sahabatnya menjadi bujang lapuk.


semenjak hari itu berlalu dengan gencar radit terus mendekati kania.


Membuat rapat antara mereka  ketua divisi agar bisa bertemu kania, jumpa klien pun harus ditemani kania begitu juga dengan kelapangan, kania harus stand by pada jam kerja


usaha radit tidak sia sia, mereka sering pergi berdua dan radit memberikan sedikit demi sedikit


perhatian pada kania


Hari sudah menjelang malam, mereka belum juga selesai menjumpai kliennya


Belum ada kata deal yang mereka dapat. Menunggu beberapa saat setelah berbincang bincang


Kania berusaha meyakinkan klien dengan menunjukkkan beberapa proyek yang sudah mereka tangani. Dan semua tidak sia sia mereka akhirnya menandatangani kontrak itu.


“akhirnya selesai juga” ucap kania


Ia benar benar lelah dan ingin tidur. Beberapa hari ini tidurnya tidak baik karna kesibukannya


“radit saya pulang naik bus saja, kamu pasti lelah ” ucap kania


Radit hanya diam dan memprhatikan kania pergi


“apa kita langsung pulang pak ” ucap pak adi

__ADS_1


“ tunggu paman, kita lihat dia sampai kos ” ucap radit


Dan pak adi yang melihat perhatian radit hanya tersenyum


Saat diperjalan ke halte bus kania terkena hujan dan bajunya sedikit basah. Radit yang meihat hanya diam saja. Mereka mengikuti bus dari beakang.


Rasa dingin mulai menyelusup ke pori porinya ia berusaha mengesek gesek tangannya agak muncul rasa hangat dipipinya.


Saat bus pun berhenti hujan tak kunjung reda. Dengan semangat kania berlari kekosnya


Ia berpikir sampai dikos mandi air hangat, lalu tidur. Tapi semua hanya pemikiran kania, ia lupa kalau kunci rumah itu tinggal dikantor dan jeni tidur dirumah ayahnya.


“akhh sial ” umpat kania


Saat hendak pergi kania melihat radit sudah berada didepannya dengan payung


“kenapa lagi hm ” ucap radit pura pura tidak tau


“kunci ku tinggal dikantor dan jeni sedang ditempat daddy ” ucap kania yang sedang gemetaran karna kedinginan


Kania hanya diam dan menuruti permintaan radit. Ini kesekian kalinya kania merasa diperhatikan oleh radit dan itu membuatnya senang.


“tidak apa apakan aku menyukai penghuni gunung es ini ” batin kania yang terus menatap wajah radit


“kenapa menatap wajah ku seperti itu” ucap radit tersenyum


Dan rona merah mencul diwajah kania membuat radit semakin ingin menggoda kania


“kenapa wajah mu merah seperti itu? Apa kamu kepanasan” ucap radit


“dasar pria es” ucap kania


“apa kamu bilang ” ucap radit


Kania hanya tertawa dan masuk ke dalam mobil radit.

__ADS_1


"ohh iya pak adi kemana ?" tanya kania


"aku sudah menyuruhnya pulang tadi dengan taksi " jawab radit enteng


"dasar jahat " gumam kania


Radit yang  hendak memasang sealbet kania, sontak kania menutup mata. Ia pikir radit ingin menciumnya.


Karna merasa tidak ada pergerakan. Kania membuka matanya


“haha apa kamu pikir aku mencium mu hm, tadi aku memasang sabuk pengaman hahah ” ucapnya terkekeh


Karna kesal kania terus saja berusaha memukul radit


“kubunuh kau ” ucap kania dan terus memukul kania


Tanpa sadar kania sudah berada di atas radit


Kania hendak duduk tapi dengan cepat tangan radit sudah memegang erat pinggang kania dan mulai mencium kania


Kania membulatkan matanya, ia kaget dengan perlakuan radit


Kemudian dia muai melakukan perlawanan tapi semua sia sia, kekuatannya tidak sebanding dengan radit. Lama kelamaan ia muai terbawa suasana.


Setelah beberapa saat radit memberi jeda, agar kania mengambil nafas. Mereka berdua ngos ngosan dan radit mulai menyatukan kening mereka, hingga mereka saling bertukar oksigen


“maaf ” ucap radit


Dan kania hanya diam dan masuk kedalam pelukan radit. Ia benar benar malu. dan pikirannya mulai berkacambuk


"apa aku akan terlihat murahan" batinnya


jangan lupa klik like ya


dan kalau suka cerita ini jangan lupa vote

__ADS_1


agar lebih banyak orang terhibur karna cerita ini


__ADS_2