
terimakasih untuk para pembaca
sudah setia membaca karya saya
untuk kritik dan saran silahkan muat di kolom komentar ya
***
Kania mengalihkan kesamping dan ia melihat radit tidur disampingnya dengan posisi duduk dan bersandar ketempat tidur.
Dengan pelan pelan kania mulai duduk, tapi tetap saja mengganggu tidur Radit.
“kamu sudah bangun, kamu mau mau kemana ”ucap radit dengan suara serak
Kania benar benar kaget apa benar ini pak radit ucap nya dalam hati.
terlihat Radit begitu khawatir dengan kondisi Kania, dan suara yang membujuk.
“aku ingin buang air kecil ”ucap kania agak pelan
Dengan sigap radit menggendong kania ke kamar mandi
“hei turun kan aku ” ucap kania kaget
"biar aku antar sampai kamar mandi" ucap Radit.
tapi Kania tetap saja tak mendengar dan berusaha untuk turun
“jangan bergerak atau kamu mau jatuh ” ucap radit datar. ia mulai hilang kesabaran.
Radit yang memang bukan lelaki lemah lembut, tapi ia berusaha untuk membuat Kania tak merasa takut.
Setelah sampai dikamar mandi, ia menurunkan kania
“apa kamu bisa sendiri??” ucap radit
"bisalah, ya kali bapak bantu saya" ucap Kania
"tidak apa apa toh aku juga akan melihatnya nanti" ucap radit sambil mengkerlingkan kan mata.
melihat itu Kania kaget
“dasar mesum , sana keluar” ucap kania mengusir Radit
Radit ya di usir, terus berusaha menggoda Kania.
"ayolah, nanti kamu pasti terbiasa" ucap Radit
hingga Kania melempar Radit dengan pencuci muka Radit
namun Radit sudah terlebih dulu lari dan menutup pintu kamar mandi
"aku tunggu diluar ya" teriak Radit
dan Kania hanya tersenyum mendengar itu
Lima menit, sepuluh menit Kania tak kunjung keluar radit yang mulai khawatir pun menggedor
"Kania kania, kania bijak pintunya. kenapa lama sekalian sih ??" ucapnya
cklek
Kania membuka pintu dan Radit yang melihat wajah pucat itu, langsung menyambar kania dengan berbagai pertanyaan.
"ayo kamu Istirahat lagi " ucap radit
ia memperbaiki tempat tidur dan menyelimuti kania.
Kania yang melihat itu pun tersenyum
"aku lapar" ucap Kania pelan
" ya ampun aku sampai lupa memberi kamu makan" ucap Radit dan menepuk jidatnya
__ADS_1
"tunggu disini, aku akan membawa kamu bubur. tunggu ya, apa kamu mau makan yang lain atau buah ? " tanya radit
"aku ingin buah apel" ucap kania
"baik lah tunggu ya" radit beranjak keluar dan meninggalkan kania
setelah beberapa lama menunggu, pintu terbuka
terlihat Radit kwalahan membawa nampang yang berisi makanan itu.
Kania yang melihat sup dan bubur itu membuat ternganga
"apa kamu masak sendiri " tanyanya
Radit hanya mengangguk dan membantu Kania duduk dan meletakkan nampan yang bisa menjadi meja itu, di depan Kania.
Kania berdoa dan memakan makanan itu dengan lahap
"pelan pelan aku tak akan memintanya." ucap radit
" hehehe. ohh iya apa kamu tidak makan juga " tanya Kania
" iya nanti aku makan" dan Kania melanjutkan makanan.
Kania bersendawa dan merasa perutnya penuh
"aku kenyang sekali" ucap kania.
" ya sudah kamu istirahat, biar besok sudah bisa kerja" ucap radit dan pergi membawa nampan kosong itu
" ku pikir ia ikhlas membantu ternyata biar cepat masuk kerja" 😒😒😒
dan Kania melanjutkan tidurnya kembali, ia ta
Pagi ini kania sudah merasa baikan, ia
mencari cari keberadaan radit. merasa
semua badannya lengket karena tadi malam
tidurnya.
Kemudian ia berjalan ke tempat makan
di sana sudah ada makanan yang tersedia dan kania juga menemukan sepucuk surat
“cepat makan, lalu istirahat ” tulisnya
Hanya senyuman untuk balasan perhatian
itu, kemudian kania makan dengan lahap.
Ia ingin cepat bekerja dan
menyelesaikan tugasnya agar cepat
kembali ke kota B. Ada banyak rindu untuk titi, adik-adik nya dan juga bunda.
“selamat pagi ” sapa kania kepada
karyawan yang berpapasan dengannya. Ia berusaha membuat suasana yang baru untuk
kantor itu agar tidak terlalu pacu.
Setelah sampai di ruangannya ia langsung
menghidupkan komputernya dan membaca semua berkas yang harus ia kerjakan.
Selesai mengerjakan berkas kemudian ia berjalan ke arah ruangan pak radit untuk
meminta tanda tangan pak radit, namun ia berhenti saat mendengar suara yang
aneh keluar dari ruangan dari bella.
__ADS_1
Ia ingin bertanya tapi rasa enggan
terlebih dulu bersemayam. Dia lanjutkan keruangan tapi tak menemukan pak radit.
“kemana dia ?? apa kutanya buk bella saja ?? akhh mungkin dia keluar” pikir kania dan kembali ke ruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Suara suara itu masih saja didengar oleh kania tapi ia berusaha tida mendengar.
Tapi kedua insan itu tidak peduli demi kepuasan yang mereka dapat. Iya itu adalah bella dan pak radit.
Mereka lupa tempat itu tidak redam suara berbeda dengan ruangan pak radit.
Saat itu pak surya juga lewat dan hanya bisa geleng geleng kepala.
Setelah di ruangan pak radit akhirnya
pak surya angkat surya
“den radit, jika ingin melakukannya
jangan ditempat yang tidak redam suara. Bagaimana kalau ada staff yang dengar ”
ucap pak surya menasehati
“iya mang, tadi lupa kalau ruangan tidak redam suara. Habisnya tadi udah enggak tahan ” ucap radit terkekeh
Pak surya hanya menghela nafas
“dan tadi kania lewat dari ruangan itu ” tambah pak surya
“apa sih yang daddy lihat dari wanita penjilat itu ” ucap radit yang mulai kesal
Tapi pak surya tidak bisa menjawab apa apa, ia tahu radit terlebih dulu membenci kania sehingga ia tidak bisa melihat kebaikan kania
Obrolan mereka terhenti saat ada suara ketukan pintu.
“tok tok tok” ketukan pintu
“masuk ” radit yang masih sibuk mengurus berkas
“pak saya mau minta tanda tangan pak ” ucap kania dan memberikan berkas itu
Setelah ditanda tangani kania hendak undur diri tapi ia berbalik lagi
“ohh iya pak, saya mau kelapangan melihat pekerjaan jembatan yang di jalan suit. Apa bapak juga ikut ? ” tanya kania
“untuk apa kamu mengurusi pekerjaan saya, kalau mau kelapangan kamu pergi sendiri saja ” balas radit kesal
“saya bertanya karena saya ingin menumpang pak, bukan mau mengurusi pekerjaan bapak” ucap kania dengan berani
Pak surya yang memperhatikan perdebatan itu hanya bisa mendengar lalu akan menyampaikan kepada tuan nya pak wirawan
“kamu ini pak surya akan mengantar mu ” ucap radit
“oh iya pak tolong lebih perhatian kepada staff bapak, agar tidak bebas melakukan senonoh ditempat kerja” ucap
kania
“apa maksud mu ?” ucap radit mulai melihat kearah kania
“saya mendengar suara yang aneh dari ruangan buk bella, kalau bapak memperhatikan staff, bapak seharusnya melarang hal itu ” ucap kania
“itu aku, dasar bodoh sok tau ” batin radit
“urus saja pekerjaan mu, itu bukan urusan mu” ucap radit sedikit membentak
“lebih baik kamu sekarang keluar ” ucap radit yang selalu marah berapi api melihat tingkah kania
Akhirnya kania pergi, dia bingung kenapa radit berbeda dengan jajaran pemegang jabatan tinggi di perusahaan itu.
Siapa dia sehingga dia dengan sesuka hati memarahi staffnya.
stay toon para readers
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan vote ya
sarang Heo 😘😘😘