Please Cameback

Please Cameback
ucapan selamat


__ADS_3

Setelah beberapa hari radit ditemani ayahnya menemui ibu panti.


Ibuk panti merasa senang mendengar lamaran itu


“semoga kamu bahagia” ucap ibuk panti memeluk kania


“iya titi. Titi jangan menangis ” ucap kania


Akhirnya tanggal pernikahan mereka sudah ditentukan. Semua orang bahagia karnapernikahan itu. Apalagi kedua mempelai


“aku sudah tidak sabar untuk malam pertama kita” ucap radit yang memeluk kania dari belakang


“dasar tuan mesum ” ucap kania


“kamua mau berapa anak ” tambahnya lagi


“aku mau sepuluh ” ucap radit sepontan


“akhh sebelas saja” tambahnya lagi sambil menghitung hitung jarinya


Kania hanya tertawa terbahak bahak


“hahah apa kamu pikir melahirkan itu mudah ” ucap kania


“pokok nya aku mau banyak, agar kita


bisa membuatnya setiap hari ” ucap radit lagi yang semakin membuat kania tertawa


“pengantin sudah harus tidur, besok acaranya pasti melelahkan ” timpal pak wira yang tiba tiba datang


“ayah mengganggu saja ” ucap radit merenggut


“iya yah ” ucap kania seraya kembali


“tunggu yank kita satu kamar saja ” ucap radit


Tapi pak wira berdehem membuat radit melihat pak wira yang sudah menatapnya tajam


“iya daddy, aku mau kekamarku ” ucap radit


“tunggu ada yang mau daddy bicarakan” ucap pak wira


Mereka pergi kebalkon dan duduk disofa. Pak wira sudah terlihat serius


“sebentar lagi kamu akan menjadi kepala rumah tangga nak ” ucap pak wira


“ayah mohon jadilah kepala keluarga yang bijaksana. Dan kamu jangan pernah membuat istrimu sakit hati, yang membuat bisa menyesal seumur hidup ” ucap pak wira


“iya dad” kata radit


“dan untuk bunda mu, kita bicarakan nanti setelah kamu menikah. Bunda ingin bertemu ” ucap wira


Dan itu membuat mimik wajah radit berubah


“ayah ku mohon jangan membahas itu sekarang ” ucap radit


“baiklah sekarang kamu tidur, daddy juga mau tidur ” ucap wira


radit kembali ke kamarnya mulai tidur

__ADS_1


tapi iya mulai teringat perkataan kania


“kenapa tadi kania begitu akrab dengan daddy ” batin radit


“akhh mungkin dia sudah menganggap daddy sebagai orangtuanya ” ucapnya lagi


Dia pun mulai terlelap dan sudah tak sabar untuk acara besok


Dipagi hari duduk seorang wanita cantik dengan dandanan yang tidak terlalu mewah tapi terlihat sangat cantik. Dengan hati hati perias merias wajah wanita itu


“sangat cantik ” ucap perias


Dan hanya ditanggapi dengan senyuman


Dan tiba tiba paruh baya masuk kedalam ruangan itu


“putri bunda sangat cantik ” ucap bunda sarah


“terimakasih bunda ” balasnya


“titi kemana bun ” tanyanya lagi


“ohh sebentar lagi dia masuk ” ucap bunda


“kalau begitu bunda keluar sebentar ya ” tambah bunda sarah


Dan masuk kedua sahabatnya jeni dan petrik


“sayang ku, kamu begitu cantik ” ucap jeni memeluk kania


“jangan peluk peluk yank, nanti dandanannya rusak ” ucap petrik memarahi jeni


Jeni melepaskan pelukannya dan melototkan kedua matanya pada petrik


“secepatnya ” ucap jeni dan menatap kania bahagia


Jeni sekarang lebih blak blakan tentang perasaannya, apalagi sekarang ia sudah resmi menjadi kekasih dari petrik sanoso


“iya kan yank ” tambahnya lagi


Petrik hanya mengiyakan, karna jeni sekarang lebih agresif dibandingkan dirinya.


Setelah beberapa diam dan memperhatikan riasan kania jeni mulai bertanya


“apa kamu sudah yakin pilihan mu kan ” ucap jeni serius


Kania betul betul tau kalau jeni sudah memanggil kan, ada rasa bimbang yang muncul dihati jeni


“apa kamu mengetahui sesuatu tentangnya, yang tidak ku tahu ” jawab kania dengan nada serius


Jeni hanya geleng geleng dicampur wajah yang bingung


“kalian baru kenal beberapa bulan, aku hanya takut karna kalian langsung kepelaminan ” ucap jeni dengan suara yang sedikit gemetar.


“Beberapa hari yang lalu aku melihat pak radit bersama seorang wanita dicafe push” tambahnya


Sebelum mereka membicarakan ini, jeni terlebih dahulu bertanya pada petrik dan memeberitahu bahwa dia melihat radit bersama seorang wanita kemarin di cafe. Ya dan petrik memperbolehkan jeni


menanyakan itu pada kania.

__ADS_1


Kania mulai berpikir dan memegang pundak jeni


“apa pas kita enggak jadi ketemuan karna aku fiting baju ? ” tanya kania dan dibalas anggukan oleh jeni


“lihat aku, terimakasih sudah sangat peduli padaku. Kalian lah keluargaku disini setelah titi dan anak anak ” ucap


kania yang sudah menitikkan air mata dan menatap wajah jeni yang sudah


berlinang air mata


“tapi yang kamu lihat itu adalah klien kantor kita, itu ibuk vani. Aturannya aku yang bertemu dengannya sekalian


bertemu dengamu, tapi karna fiting bajunya belum siap jadi digantikan oleh radit” ucap kania


Mendengar itu hati jeni dan petrik merasa lega, yang mengganjal dihati mereka beberapa hari ini hilang entah


kemana. Mereka bertiga ssaling berpelukan.


“sudah sudah ayo bagus riasan kalian, karna sekarang kalian berdua terlihat sangat jelek ” ucap petrik tertawa


“dasar” balas mereka bersamaan sambil memukul lengan petrik


Perias pun memperbaiki riasan kedua wanita itu. Setelah selesai dirias, mereka berdua foto foto untuk mengabadikan momen itu.


Tak ada sedikit pun rasa gugup pengantin wanita itu , Berbeda dengan pengantin laki laki


“akhh kenapa aku begitu gugup ” ucap radit mondar mandir kesana


“hahaha santai bro ” ucap sahabatnya sopian


“mau bagaimana santai, jantung ku berdetak kencang sekali ” ucap radit


“nanti kamu sakit jantung ” ucap sopian terkikik


Radit hanya melototkan matanya  melihat tingkah sahabatnya


“ohh iya aku penasaran dengan pengantin mu, siapa wanita seksi yang sudah mencairkan hati pangeran es ini ” ucap wanita sahabat radit


“aku juga tidak tau, aku tidak memperhatikan undangannya kemarin dan aku ingin melihatnya langsung ” ucap


sopian antusias


“kalian berdua bukannya bikin tenang, sana keluar saja ” ucap radit


Mereka berdua hanya tertawa melihat


sahabatnya itu  merenggut dan tiba tiba


handphone sopian berbunyi


“tunggu aku ada panggilan ” ucap sopian


Setelah beberapa saat melakukan panggilan, sopian izin pulang lebih dulu karna orangtua masuk rumah sakit


“maaf bro” ucap sopian sambil memeluk radit


“tidak apa apa, semoga mami cepat sembuh ” ucap radit


“sekali lahi selamat ya dit ” ucap sopian

__ADS_1


“iya terima kasih ” balas radit


Sopian pergi tanpa tau siapa yang akan menikah dengan radit


__ADS_2