
Terimakasih para readers yang masih setia menunggu cerita ini
Jika ada saran dan kritik silahkan tulis dikolom komentar
Kania terus berusaha mengganggu tidur pulas sikecil itu
“ikhh keponakan ku cantik sekali, nanti kalau erick melihatnya pasti akan di akuisisi” ucap kania terkikik membayangkan ericik menjadi guardian untuk bayi kecil itu
“siapa itu ” tanya fira
“itu adik terkecil dipanti. Dia sangat suka meihat wanita cantik ” ucap kania
“hahhaah benarkah” tanya fajar dan hanya dibalas anggukan oleh kania
“jadi kamu tinggal dipanti ” tanya fira
“iya kak ” jawabnya
“sesekali kita kesana yuk mas ” ucap fira
“iya orang kakak berkunjung lah ke panti. Disana kami sangat ramai ” ucap kania
“iya kami pasti akan berkunjung ” ucap fajar
Akhirnya mereka memutuskan bercerita di pondok kecil dekat rumah makan itu
Ada banyak pondok pondok kecil disana
Yang disiapkan bagi mereka yang ingin menyantap ikan sambil menatap ke pantai
Lama mereka mengombrol kahirnya kania m pamit
Fajar rasanya berat melepaskan kania
Baru saja beberapa jam bertemu
Meski tak terlalu jauh, fajar masih ingin berbincang banyak
Tapi ia tak boleh terlalu overprotektif terhadap adiknya itu
Takutnya kania jadi takut.
“baiklah kamu hati hati di jalan dan jangan lupa menghubungi kami jika sudah sampai ”
ucap fajar
“kami akan berkunjung diakhir pekan ” ucap nya dan memeluk kania tanda perpisahan
“aku pamit yang kak fir ” ucap kania dan memeluk fira
“seringlah memberi kabar, apalagi kepada kakak mu ” ucap fira sambil menunjuk kearah fajar dengan mengerucutkan bibirnya
Kania hanya tertawa dan mengangguk
Kania juga tak lupa berpamitan pada keponakan kecilnya
Kania melangkah kakinya meninggalkan tempat itu
Fajar sangat berat melepas kania, dia sudah membujuk kania supaya bermalam tapi ditolak
lembut dengan kania
Fira tetap berusaha menenangkan fajar
Ia tahu betapa fajar masih menginginkan kania
“nanti kita akan bertemu lagi di akhir pekan” ucap fira menenangkan
Fajar berusaha tenang dan mengangguk angguk
Fajar terus menatap wajah gadis kecilnya
Untuk pertama kali ia mampu menatap wajah itu lama
“maafkan ayah ” ucap dan mengecup kening putri
Dan lagi lagi little girl itu tertidur didekapan ayahnya
Ternyata benar adanya kalau anak perempuan itu hanya bisa tenang saat berada dalam pelukan ayahnya.
Itu yang sering membuat seorang perempuan menganggap ayah adalah pacar pertama dan kasih sayang nya melebihi apa pun.
Fajar mondar mandir kesana kemari, ia yang tak kunjung mendapat kabar dari kania membuatnya khawatir
“kita tunggu saja ” ucap fira
“tapi ini sudah jam berapa ” ucapnya marah
Membuat fira kaget, dan pergi dengan pelan dari dekat fajar
__ADS_1
Fajar yang tak pernah peka dengan semua kelakuannnya selama ini membiarkan fira pergi
begitu saja
Drtttt drttt
suara bunyi handphone fajar
“halo nia kamu sudah sampai, kenapa lama sekali tidak memberikan kakak kabar ” ucap fajar khawatir
“maaf kak tadi kania belanja dulu dan batre kania habis” ucap kania
“ohh baiklah. Jika kamu tidak apa apa. Segeralah istirahat ” ucap fajar
Dan hanya di iyakan kania serta mengakhiri percakapan mereka
Fajar yang sudah mulai tenang duduk bersandar disofa
Ia menghela nafas panjang, entah kenapa rasa khawatirnya sama dengan saat ia melihat adik
kecilnya
Fajar pun kembali mengurus rumah makan itu. Ia kembali berkutat dengan bumbu dapur dan
meraciknya sesuai takaran.
Soal rasa memang tidak kalah dengan masakan hotel bintang lima. Oleh karena itu mereka tak pernah sepi setiap hari
Senja yang telah hilang, kini berganti malam
Setelah selesai membereskan semuanya, fajar dan semua karyawan yang bekerja ditempat itu kembali kerumah mereka
Fajar yang sangat lelah, masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri
Rasanya lelahnya sudah hilang saat menatap kedua wanita yang terlelap itu
Memandangi kedua insan itu sambil mengusap usap kepalanya dengan handuk kecil , fajar
mendekati keranjang menatap wajah istrinya
Terbesit rasa bersalah karna tadi ia membentaknya
“maaf ” gumam fajar sembari mengecup kening fira
Tapi fira tak terganggu sedikit, yang terbangun malah gadis kecil yang berada disamping
Dengan sigap fajar menggendong bayi mungil itu
“kenapa sayang, ayah mengganggu bobo mu ya ” ucap fajar sambi menoel noel pipi gembul
putrinya
Gadis kecil itu bukannya menangis, ia malah tertawa dan berceletoh entah apa
“sayang pelankan suarumu dong, nanti bunda bangun” ucap fajar tersenyum melihat putrinya terus bergumam entah apa
Sambil menggendong jesika yaitu putri pertama mereka, fajar menghangatkan asi yang ada dalam dot itu
Fira selalu menyediakan susu cadangan untuk bayi mungilnya itu.
Setelah selesai menghangatkan susu itu, fajar dan jesika kembali kekamar dan duduk di sof adekat tv
Kamar itu memang didesain untuk ukuran besar dilengkapi dengan tempat menonton tv ada dapur kecil dan kamar mandi lain lagi ruang bermain yang disiapkan untuk putri
mereka dan lain lain
Fira yang meraba tempat tidurnya kosong,
membuka mata dan bangun mencari keberadaan putrinya
Fira melihat dibawah kolong tempat tidurnya dan disekitar box bayi itu
“tidak mungkin jatuh, apalagi berjalan ” batin fira
Dan tidak mungkin bersama fajar
Karna fajar kalau sedang marah kepada fira ia akan tidur di ruang kerjanya
Maka muncul hal hal buruj dipikiran fira
Ia takut ada yang menculik putrinya
Fira yang sudah berdiri disamping tempat
tidur
Mengadahkan pandangannya keseluruh ruangan itu
Ia pun terfokus ke springbed kecil depan TV, ia meihat pemandangan yang jarang setelah
__ADS_1
mereka berumah tangga lima tahun ini
Membuat fira menangis tanpa suara. Rasanya bahagia melihat pemandangan indah itu
Perlahan lahan fira mengambi jesika dari gendongan fajar, tapi tetap saja membangunkan tidur suaminya itu.
“maaf mengganggu tidur mu” ucap fira sedikit takut
Fajar menatap intens wajah istrinya, fira yang ditatap semakin takut kalau fajar marah
Fajar berdiri dan memeluk fira yang sedang memeluk istrinya
“maaf ” gumam fajar
Fira tersenyum, rasa takut hilang entah kemana
“sebaiknya kita ke tempat tidur, tangan ku agak pegal ” ucap fira
“ohh iya maaf” ucap fajar dan membawa istri dan putrinya ke tempat tidur yang ukurannya besar itu
Jesika memang sekarang agak sulit digendong, pertumbuhannya yang sangat pesat membuat
fira yang kurus kwalahan menggendongnya
Setelah meletakkan jesika, fira ikut berbaring di samping jesika seraya memberi asi
Jesika yang sudah kenyang, terlelap dan melepaskan nen nya. Ia mendengkur halus dan itu membuat fira gemes melihat mucung putrinya yang terus saja seperti mengemut sesuatu
Fajar yang sudah tau putrinya sudah bobo
Memeluk fira dari belakang. Tangan nya yang sudah kesana kemari membuat sensasi yang
berbeda
“akkh mas ” ucap fira terhenti
“sayang aku ingin dirimu” ucapnya
“ini sudah lewat dari empat puluh hari ” tambahnya
Fira yang sudah juga terbawa suasana hanya bisa mengiyakan permintaan fajar
Mereka pun melakukan olahraga malam dengan pelan, karna takut mengganggu jesika
Fajar membawa fira ke sofa keci itu. Mereka melakukan berbagai gaya hingga mereka
benar benar lelah.
Dan terlelap tanpa busana sedikit pun
Drrrtt
drtttt
Suara dering hp fajar membua tfira bangun dari tempat tidurnya
Fira mengambil hp itu dan melihat ada nama kania disana
“halo dek ” ucap fira
“syalom kk, bagaimana kabar kalian disana ” tanya kania
“baik sayang, bagaimana dengan kalian ” tanya fira
“baik kak.” Ucap fira
“kami akan kesana minggu depan ” ucap fira
Kania yang mendengar itu merasa senang entah kenapa ia merasa dekat dengan keluarga kecil itu
“baiklah aku akan menunggu kalian. Jangan lupa bawa si princess ya ” ucap kania antusias
“iya iya. Sampai jumpa. Dan jangan lupa jaga kesehatanmu dengan si debay” ucap fira
“iya orang kakak juga ya. Sampai jumpa minggu depan kak” ucap kania dan mengakhiri
panggilan itu
Fira pun duduk dan meletakkan handphone itu
disampingnya.
Dan menatap wajah tampan suaminya
Stay toon para readers
Jangan lupa kasih likenya ya dan votenya
Sarangheoo😊😊😊
__ADS_1