
Kania berjalan masuk ke dalam kantor dan menuju kemeja resepsionis
ia melihat seorang laki-laki berjalan menuju kerahnya.
“ibuk kania ?” tanyanya
“saya anton buk, bawahan pak surya” ucap pak anton ramah sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.
“ohh iya saya kania ” ucap kania membalas salam anton
Dari arah lain radit datang dengan pak surya dibelakangnya, ia tak sengaja mendengar perkenalan mereka.
“cihh bahkan dia tak menanyakan nama ku ” gumam radit namun masih bisa didengar pak surya
“mang suruh sekretaris dan kepala keuangan datang ke ruangan ku . dan jangan lupa perwakilan pusat ” perintah radit
“siap den ” ucap pak surya hendak pergi
“ohh iya tunggu mang, kan sudah radit bilang mang jangan panggil Radit den lagi."
ucap Radit
"mang Surya itu pamannya Radit kenapa manggil den. Panggil namaku saja mang ” ucap radit kesal
“hahaha iya nak radit, kalau begitu bapak pergi dulu” ucap pak surya terkekeh ia tahu bahwa anak majikannya itu sangat menyanginya sama seperti pak adi. Mereka berdua adalah paman kesayangan radit.
meski tak sedarah dengan daddy-nya tapi kesetiaan dan kebaikan mereka membuat Radit begitu meneladani mereka
Beberapa saat setelah masuk keruangan, radit melihat berkas yang menumpuk di meja nya ia sedikit pusing melihat
masalah kantornya. Banyak pembangunan tertunda dan para investor mencabut dana mereka.
“tok tok tok ” suara ketukan pintu dan itu membuyarkan lamunan radit
“masuk ” ucapnya dingin
Sekretaris itu masuk dan dia duduk dipangkuan radit. Radit sedikit risih namun dia menikmatinya untuk menghilangkan rasa pusingnya, mereka sudah dipenuhi nafsu namun itu hanya sebentar karna pak adit dan kania datang
“permisi nak radit ” ucap pak surya
“iya masuk mang ” kata radit sambil menyuruh sekretaris turun dari pangkuannya.
“silahkan duduk ” ucap radit pada mereka
Akhirnya kania duduk disofa berada di depan radit
“ oohh iya pak sur dan siapa namamu , kenalkan ini sekretaris ku bella ” ucap radit sambil menunjuk kearah kania
“ saya kania pak ” ucap kania menatap kesal radit
kemudian ia beralih ke samping Radit
wanita seksi yang menjadi sekretarisnya
__ADS_1
"Kania " ucapnya dan menyalam
“saya bella buk ” ucap bella sopan pada kania
“ooh iya saya kania buk, pannggil nama saya aja mungkin ibuk lebih tua sedikit dari saya ” ucap kania dan membuat bella merasa jengkel
“Ohh ya udah perkenalannya, mari kita bahas tentang masalah kantor “ ucap radit
Akhirnya mereka mulai mendiskusikan masalah yang menimpa di perusahaan itu. dilihat dari pengeluaran di lapangan dengan pencairan dana diperusahaan ternyata banyak penyelewengan dana dan pembayaran pajak yang tidak tepat waktu.
terlihat jelas bahwa perusahaan mengeluarkan uang sesuai dengan tagihan manager setiap divisi, tapi tidak tersampaikan ke anggota divisi masing masing.
bahkan banyak yang mengundurkan diri karna merasa gaji tak sesuai, padahal memberikan dana yang besar untuk fasilitas karyawan.
perusahaan Wira bukan lah perusahaan kecil yang dengan mudah di bodohi.
hanya orang dalam yang sudah dipercayakan memegang kendali di perusahaan ini.
Setelah lama membahas pekerjaan tak terasa jam sudah berada di angka pukul delapan WIB.
“sekian dulu pembahasan kita, jika ada lagi yang mau ditanyakan silahkan ajukan saja pada sekretaris ya. nanti kita rundingkan lagi
untuk penyelesaian ini silahkan Kania langsung turun tangan kelapangan ” ucap radit
"baik pak. kalau begitu saya hendak undur diri " ucap Kania
Kania dan pak surya pun undur diri ingin kembali keruangan mereka untuk beres beres ingin pulang .
" akhh lelah nya " ucap Kania yang bersandar dikursi goyang kesayangannya
tapi setiap di akan melakukan pengawasan keperusahaan cabang
ia akan mendapat kantor kursi lengkap dengan fasilitasnya dan tidak lupa kursi goyang kesukaannya.
setelah duduk beberapa saat, Kania yang merasa tenaganya sudah kembali. segera mengumpulkan barang barangnya dan pulang
saat di lantai bawah Kania yang melihat sepertinya cuaca sedang tidak bersahabat dan kania lupa mempersiapkan payung karna ia tadi diantar oleh pak surya.
Kania pun memutuskan untuk menunggu hujan sedikit reda.
waktu terus berputar sudah hampir 15 menit tapi hujan tak kunjung henti
Kania duduk sendiri disana menunggu hujan reda dan tiba tiba pintu terbuka. keluar pak surya dan radit dibelakangnya bersama bella dengan tangan yang saling bergandengan.
Radit menatap Kania sekilas dan kembali menghadap ke depan
Melihat itu kania enggan minta tolong pada pak surya karna sedang mengantar pak radit.
Pak surya melirik pada kania di ikuti radit dari belakang, tapi radit tidak peduli dengan kania.
“ayo mang ngantar bella dulu baru kehotel” ucap radit pak surya berlalu begitu saja dan hanya bisa melirik kania
Hujan mulai reda dan hanya ada gerimis gerimis kecil menerpa tas yang Kania gunakan sebagai penutup kepala menuju halte , ia sedikit berlari agar tidak ketinggalan bus terakhir yang lewat dari tempat ia tinggal.
__ADS_1
“ basahkan ” gumam kania, namun tiba tiba bus datang
Senyum terukir diwajah kania, ia tak tau apa yang akan terjadi jika ia tidak bisa naik bus trip trakhir itu. Jika ia
naik taksi uangnya pasti tidak cukup. Kalau ia berjalan kaki kemungkinan besok baru sampai.
Kania langsung masuk kebus yang hanya ada satu orang penumpang . ada sedikit rasa takut namun kania membuang nya begitu saja
“akhhh tidak apa apa yang penting cepat sampai dipenginapan” ucap kania dalam hati
Sesekali ia hanya bisa menghela nafas,ia berharap bus itu cepat sampai.
Kania tetap berusaha tenang, ia menguatkan hati bahwa tidak akan terjadi apa apa
namun Kania tetap lah seorang wanita, meski terlihat tegar tapi tetap saja ia rapuh
saat seperti ini bayangan Kania tentang hidup itu selalu muncul
betapa ironisnya hidup mereka dulu di panti.
ia selalu bertanya dihati, kenapa ayah dan ibunya tega membuangnya di panti asuhan.
ya begitu lah Kania saat dalam kesendirian dan tak banyak yang tahu itu .k
merasa orang yang paling tidak beruntung tapi akhirnya ia tetap berusaha menguatkan hatinya
menurutnya Tuhan memberikan ini karna ia mampu
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya kania bisa bernafas tenang karna ia bisa keluar dari bus itu.
Kania melangkahkan kakinya menuju trotoar jalan dan menatap sekelilingnya.
ia tersenyum getir.
"heheh kok jadi cengeng sih" ucap Kania
"baru segini " ucapnya lagi
Kania mengumpulkan kekuatannya lagi berjalan satu kilometer lagi dari halte tempat bus tadi berhenti menuju hotel yang ia tempati.
kaki terus melangkah dan menyusuri setiap jalan itu. pandangannya ke depan untuk memastikan tak ada lubang dengan genangan air disana.
terimakasih untuk para reader
stayytoon yaaa
jangan lupa like ya
kalau ada kritik dan saran silahkan dikomen dikolom komentar
terimakasih
sarangheoo
__ADS_1
😊😊😊😊