Please Cameback

Please Cameback
Episode 30


__ADS_3

Malam semakin larut dan kania berusaha untuk tidur, dia bergeerak kesana kemari untuk mencari posisi nyaman tapi tetap saja tidak bisa tidur karna tidak ada radit disampingnya


“apa radit sudah tidur ya ” batin kania


yang kembali terduduk dia merasakhatir kalau suaminya juga tidak bisa tidur


tapi tidak seperti kania, radit tidak khatir dengan kondisi istrinya, dia bahkan lupa


sudah ber istri entah apa yang dilakukannya diluar sana


Kania mondar mandir kesana kemari dan dia pun langsung berlari ketempat kain kotor


Dia mengambil satu pakaian radit yang digantinya sebelum pergi ke luar kota


“akhh sangat wangi ” ucap kania sambil mengendus endus aroma tubuh radit dari baju kotor itu


Kemudian kania beranjak ketempat tidur dengan membawa baju kotor itu


Dan benar saja kania langsung tertidur sekejap dengan bantuan baju itu


Kania terbangun karna mendengar suara pintu yang diketuk


“bunda” kania langsung memeluk bunda ia benar benar takut sendiriran


“ bunda pikir kamu kenapa napa” ucap bunda khwatir


“emangnya kenapa bun” tanya kania bingung


“kamu tidak lihat ini sudah jam berapa ” kata bunda


Kania kaget melihat jam tangannya, ternyata sudah jam sepuluh pagi


“tadi malam aku tidak bisa tidur bun, karna tidak ada mas radit ” ucap kania menjelaskan pada bunda sarah


“jadi bunda tidur disini aja ya tunggu mas radit pulang ” minta kania pada bunda


“iya sayang ” balas bunda


Setelah ada bunda kania bisa lupa dengan radit, dia tidak lagi memperhatikan ponselnya menunggu panggilan dari


radit

__ADS_1


Mereka berdua tidur diruang tamu, kania selalu memeluk bunda sarah dengan erat


“aku suka aroma bunda ” ucap kania


Bunda hanya tersenyum mendengar perkataan putrinya itu


“tidur lah sayng ini sudah larut ” dan dibalas anggukan oleh kania


Setelah kania tidur, bunda terus saja mengelus rambut kania sesekali dia menepuk nepuknya


“bunda berharap kamu akan selalu bahagia sayang ” batin bunda


Dia tidak mau putrinya sama sepertinya di dalam berumah tangga.


Sudah seminggu berlalu radit berjanji akan pulang hari ini. Dua hari yang lalu radit  berpesan kepada istrinya, akan pulang lebih lama karna ursannya belum selesai


Radit juga berpesan untuk menunggunya dirumah saja, dia tidak mau membuat istrinya kelelahan hanya untuk menjemputnya kebandara.


Meski ada sedikit perdebatan, tapi akhirnya kania harus menunggu suaminya dirumah.


Mendengar suara mobil yang masuk ke garasi, kania langsung berlari untuk membuka pintu dan bruk


Kania langsung memeluk radit, dia mengendus endus untuk mencium aroma tubuh radit


“aku juga sayang ” ucap radit membalas pelukan kania


“ayo kita masuk, aku sudah sangat lelah ” kata radit


“ohh iya ” ucap kania sambil membawa


barang bawaan radit


sampai dirumah radit duduk dan menyandarkan kepalanya disofa


“kamu mau minum apa mas ” ucap kania yang baru menuruni tangga


“seperti biasa aja yank, teh hijau ” ucap radit sambil mendudukan bokongnya disofa


Kania datang dengan segelas teh, radit terus saja memperhatikan kania


“kenapa badannya semakini berisi ya, itu membuatnya terlihat seksi ” batin radit  terus memandangi kania

__ADS_1


“sayang” ucap radit


“iya ” ucap kania


Radit menepuk nepuk pahanya dan kania tau artinya itu


Dia berdiri dan duduk diatas paha radit


“aku sangat merindukamu ” ucap radit yang hasratnya sudah sampai diubun ubun


“aku juga ” ucap kania


Dan radit langsung mencium rakus bibir kania.dan tangan radit sudah bergerylia kesana kemari


Melihat kania yang sudah kehabisan nafas, radit memberikan jeda membiar kania menghirup udara


Kania ngos ngosan tapi setelah beberapa saat radit kembali menggulum bibir kania. Dia berusaha menyalurkan hasratnya


Setelah selesai pemanasan akhirnya mereka akan melakukan permainan inti


“mas jangan disini dong nanti bunda datang ” ucap kania yang melihat radit melucuti pakaiannya


Radit benar benar sudah tak tahan, dia langsung mengangkat kania yang sudah tidak memakai sehelai pakaian dan kania melingkarkan kakinya ke pinggang radit


Melihat radit yang tidak mebawanya ke kamar, kania melepaskan ciumannya


“kenapa kesini mas  ” tanya kania yang sudah sampai depan kamar ruang kerja


“aku ingin kita melakukannya diruang kerja, kita mencari  suasana baru ” ucap radit yang benar benar jengah dengan pertanyaan kania


Kemudian dia ingin mencium kania, tapi diberhentikan kania


“akhhh ” batin radit dia sangat marah


“kenapa sayang ” tanya radit serak


“tutup pintunya dan jangan lupa dikunci” perintah kania


Dengan cepat radit berlari dan mengunci pintu ruang kerjanya


Kania yang melihat radit berjalan tanpa busana terkikik. Apalagi wajah radit yang sudah memerah menahan hasratnya dari tadi.

__ADS_1


Setelah selesai mengunci pintu radit langsung saja menerjang kania dan kania hanya pasrah. Mereka  terus melakukannya hingga berkali kali. Sampai


kania merasa lelah.


__ADS_2