
Malam semakin larut dan kania berusaha untuk tidur, dia bergeerak kesana kemari untuk mencari posisi nyaman tapi tetap saja tidak bisa tidur karna tidak ada radit disampingnya
“apa radit sudah tidur ya ” batin kania
yang kembali terduduk dia merasakhatir kalau suaminya juga tidak bisa tidur
tapi tidak seperti kania, radit tidak khatir dengan kondisi istrinya, dia bahkan lupa
sudah ber istri entah apa yang dilakukannya diluar sana
Kania mondar mandir kesana kemari dan dia pun langsung berlari ketempat kain kotor
Dia mengambil satu pakaian radit yang digantinya sebelum pergi ke luar kota
“akhh sangat wangi ” ucap kania sambil mengendus endus aroma tubuh radit dari baju kotor itu
Kemudian kania beranjak ketempat tidur dengan membawa baju kotor itu
Dan benar saja kania langsung tertidur sekejap dengan bantuan baju itu
Kania terbangun karna mendengar suara pintu yang diketuk
“bunda” kania langsung memeluk bunda ia benar benar takut sendiriran
“ bunda pikir kamu kenapa napa” ucap bunda khwatir
“emangnya kenapa bun” tanya kania bingung
“kamu tidak lihat ini sudah jam berapa ” kata bunda
Kania kaget melihat jam tangannya, ternyata sudah jam sepuluh pagi
“tadi malam aku tidak bisa tidur bun, karna tidak ada mas radit ” ucap kania menjelaskan pada bunda sarah
“jadi bunda tidur disini aja ya tunggu mas radit pulang ” minta kania pada bunda
“iya sayang ” balas bunda
Setelah ada bunda kania bisa lupa dengan radit, dia tidak lagi memperhatikan ponselnya menunggu panggilan dari
radit
__ADS_1
Mereka berdua tidur diruang tamu, kania selalu memeluk bunda sarah dengan erat
“aku suka aroma bunda ” ucap kania
Bunda hanya tersenyum mendengar perkataan putrinya itu
“tidur lah sayng ini sudah larut ” dan dibalas anggukan oleh kania
Setelah kania tidur, bunda terus saja mengelus rambut kania sesekali dia menepuk nepuknya
“bunda berharap kamu akan selalu bahagia sayang ” batin bunda
Dia tidak mau putrinya sama sepertinya di dalam berumah tangga.
Sudah seminggu berlalu radit berjanji akan pulang hari ini. Dua hari yang lalu radit berpesan kepada istrinya, akan pulang lebih lama karna ursannya belum selesai
Radit juga berpesan untuk menunggunya dirumah saja, dia tidak mau membuat istrinya kelelahan hanya untuk menjemputnya kebandara.
Meski ada sedikit perdebatan, tapi akhirnya kania harus menunggu suaminya dirumah.
Mendengar suara mobil yang masuk ke garasi, kania langsung berlari untuk membuka pintu dan bruk
Kania langsung memeluk radit, dia mengendus endus untuk mencium aroma tubuh radit
“aku juga sayang ” ucap radit membalas pelukan kania
“ayo kita masuk, aku sudah sangat lelah ” kata radit
“ohh iya ” ucap kania sambil membawa
barang bawaan radit
sampai dirumah radit duduk dan menyandarkan kepalanya disofa
“kamu mau minum apa mas ” ucap kania yang baru menuruni tangga
“seperti biasa aja yank, teh hijau ” ucap radit sambil mendudukan bokongnya disofa
Kania datang dengan segelas teh, radit terus saja memperhatikan kania
“kenapa badannya semakini berisi ya, itu membuatnya terlihat seksi ” batin radit terus memandangi kania
__ADS_1
“sayang” ucap radit
“iya ” ucap kania
Radit menepuk nepuk pahanya dan kania tau artinya itu
Dia berdiri dan duduk diatas paha radit
“aku sangat merindukamu ” ucap radit yang hasratnya sudah sampai diubun ubun
“aku juga ” ucap kania
Dan radit langsung mencium rakus bibir kania.dan tangan radit sudah bergerylia kesana kemari
Melihat kania yang sudah kehabisan nafas, radit memberikan jeda membiar kania menghirup udara
Kania ngos ngosan tapi setelah beberapa saat radit kembali menggulum bibir kania. Dia berusaha menyalurkan hasratnya
Setelah selesai pemanasan akhirnya mereka akan melakukan permainan inti
“mas jangan disini dong nanti bunda datang ” ucap kania yang melihat radit melucuti pakaiannya
Radit benar benar sudah tak tahan, dia langsung mengangkat kania yang sudah tidak memakai sehelai pakaian dan kania melingkarkan kakinya ke pinggang radit
Melihat radit yang tidak mebawanya ke kamar, kania melepaskan ciumannya
“kenapa kesini mas ” tanya kania yang sudah sampai depan kamar ruang kerja
“aku ingin kita melakukannya diruang kerja, kita mencari suasana baru ” ucap radit yang benar benar jengah dengan pertanyaan kania
Kemudian dia ingin mencium kania, tapi diberhentikan kania
“akhhh ” batin radit dia sangat marah
“kenapa sayang ” tanya radit serak
“tutup pintunya dan jangan lupa dikunci” perintah kania
Dengan cepat radit berlari dan mengunci pintu ruang kerjanya
Kania yang melihat radit berjalan tanpa busana terkikik. Apalagi wajah radit yang sudah memerah menahan hasratnya dari tadi.
__ADS_1
Setelah selesai mengunci pintu radit langsung saja menerjang kania dan kania hanya pasrah. Mereka terus melakukannya hingga berkali kali. Sampai
kania merasa lelah.