
Terimakasih untuk para reader yang masih setia menunggu karya saya, meski masih banyak kekurangannya.
Jika ada sara atau kritik yang mungkin dapat membantu saya menjadi lebih baik.
Silahkan tulis di kolom komentar🙂🙂.
Pagi yang begitu benderang disambut dengan suara burung dan udara pagi yang dingin.
Di panti itu semua anggota keluarga sudah mengerjakan pekerjaan mereka masing masing
Kania yang baru bangun, pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Dan erick sicadel masih terlelap di dunia mimpinya. Sambil bantal guling kesayangannya
Bantal itu kania yang membelinya waktu upang tahun kedua.
Selesai membersihkan diri kania bergabung dengan anak panti yang bertugas memasak hari ini
“pagi adik adik ” ucap kania
“pagi kak nia ” balas mereka tersenyum bahagia
Merea benar benar bahagia jika ada kania. kania bagai malaikat pelindung. Mereka merasa aman saat ada kania.
Kania yang begitu penyayang dan sabar, membuat siapa saja nyaman berada di dekatnya.
“kakak bantu ya ” ucap kania
“iya kk ” ucap salah satu dari mereka
Kania mengambi alih bagian penggoreng dan menyuruh ketiga adik adik itu untuk
menyiapkan bahan yang diperlukan kania
Saat masakan sudah hampir selesai, tiba tiba ada yang aneh dengan perut kania.
Ia berlari ke arah kamar mandi dan mengeluarkan semua yang sudah tertahan di mulutnya
Anak anak yang melihat itu memanggil titi dan kembali kekamar mandi.
“kamu kenapa sayang ” ucap titi seranya memijat pundak kania
“aku tidak apa apa ti, biasa mungkin karna masih awal bulan ” ucap kania
Erick yang baru bangun karna suara ribut diluar. Segera bangkit dan berjalan ke arah suara yang tepat bersebelahan dikamar mandi
“bang elwin kenapa libut libut sih??” ucap erik sambil mengusap matanya
Mereka yang mendengar suara cadel erick, mengalihkan pandangannya ke erick
Erick memang selalu begitu , bangun paling lama jika kania pulang
“itu kak ina sakit ” ucap sari salah satu anak panti
“kak isa ” ucap erick dan masuk ke dalam kamr mandi melewati mereka semua.
“akak takit apa ?” ucap erick dengan mata berkaca kaca.
Ia naik ke closet dan bendiri supaya setara dengan kania
Ia memegang kening kania untuk mengecheck suhu kania dengan telapak tangannya kemudian membersihkan sisa air mata kania
"Akak gak anas kok " ucapnya
Kania yang melihat tingkah erick menjadi lupa akan mualnya sebenarnya ia ingin tertawa
melihat tingkah polos erick tapi ia juga terharu betapa sayangnya erick pada kania
“kak nia tidak apa apa sayang, itu hanya mual karna bawaan dedek yang ada diperut kk nia
” titi berusaha menjeaskan
“ayok turun nanti kamu jatuh ” tambahnya seraya mengangkat erick yang ada diatas closet
“iya sayang kakak tidak apa apa ” ucap kania berusaha untuk menenangkan erick
__ADS_1
Erick yang sudah turun terus menatap kania, ia belum sepenuhnya percaya, bahwa kakaknya itu baik baik saja
“sekarang kalian kembali kerjakan tugas masing masing ya, sebentar lagi kita akan sarapan. Kak nia baik baik saja jangan cemas ” ucap titi untuk membubarkan anak panti
Tapi anak anak yang bertugas masak hari ini tetap tidak bergeming, mereka merasa bersalah.
Mereka pikir ini semua karna mereka
Kania yang menatap wajah ketiga adiknya itu mendekat dan memeluk mereka bertiga
Hingga mereka menangis mengeluarkan rasa gelisah yang ada dihati mereka
“kakak tidak apa apa, ini biasa untuk orang hamil. Jadi jangan khawatir” ucap kania berusaha menenangkan adik adiknya.
“napa bica ada dedek di pelut kk nia ” ucap erick yang tiba tiba menyosor masuk kepelukan kania
Dia mengelus perut kania dan menatap lekat perut kania yang sudah sedikit membesar
Kania tertawa ia sungguh terhibur dengan tingkah erick.
“Yah karna erick meminta dedek bayik sama Tuhan” ucap titi
“hahaha kok isa sih. Dedek angan uat kk nia atit dong. Macak kk nia halus untahin akanan na kalna adek” ucap erick sambi menunjuk perut kania dengan jari mungilnya
Kania tertawa dan memeluk erick
“dedek na jolok cekali ya ” imbuh erick lagi
Dan lagi lagi kania hanya bisa tertawa mendengar itu
“akhh sudah ya sayang. Nanti lagi ya ngomong sama adek na. Kakak sudah lapar” ucap kania
dan membawa erik ke ruang makan.
Mereka semua berkumpul dan makan bersama
Hari ini erick yang memimpin doa
“ayo sayang buat doanya ” ucap titi
“Celamat agi Tuhan
Telimakasih ya dah uat kami tidul nyenyak tadi malam
Pa lagi ada
kak nia
Tuhan belkati ya makanan kami
Aamm
Ehh atu lagi ya Tuhan
Buat dedek tehat di pelut kk nia agal gak muntah bial kakak nia ugak ngak muntah
Telimakasih Tuhan Yesus amin”
Kania yang
mendengar itu kania merasa tersentuh dan matanya sudah berkaca kaca. Ia terharu betapa banyak orang yang
menyayanginya.
Ia usap wajahnya, agar adik adik tak tahu kalau ia menangis
Titi yang melihat itu hanya mengusap usap pundak kania
Ia tahu betapa kuatnya putrnya itu
Dengan ketenangan, mereka menghabiskan seluruh makanan yang ada di meja itu
Dan selesai makan mereka membersihkan meja makan dan melakukan aktivitas belajar mereka
__ADS_1
Kania juga ikut membantu mencuci piring kemudian kembai ke kamar untuk bersiap siap
menjumpai pemilik tanah yang ia beli.
“selamat pagi pak ” ucap kania
“ohh iya kenapa yang ndok ” ucap tukang taman dirumah itu
“saya ingin menjumpai pak rudi ” ucap kania
“ohh tunggu ya saya panggilkan. Kalau boleh tahu neng namanya siapa ya” ucap bapak itu
“kania pak " ucap kania ramah
Beberapa menit  kania menunggu tiba tiba pintu terbuka keluar bapak tukang taman itu berserta tuannya
“selamat siang cantik” ucap pak rudi
“siang pak ” balas kania jijik
Rasanya ia mual mendengar suara pak rudi apalagi menatap wajah genitnya
Kania tiba tiba mual dan memuntahkan semua yang ia makan
Dan buruknya kania mengeluarkan pas di baju pak rudi
“akhh wanita kurang ajar ” ucap pak rudi. Ia ingin memukul kania tapi karna takut kena hukum dan merusak semua rencananya. Ia berusaha menahan amarahnya
Pak rudi masuk ke rumah dengan gerutuan.
Pak tukang kebun mendekat ke arah kania dan memberi kania minum
“mbak tidak apa apa ” ucap bapak itu
“iya saya tidak apa apa pak. Maaf menambah pekerjaan bapak ” ucap kania
“tidak apa apa ” ucap bapak itu
Kania merasa segan pada bapak tukang taman itu
Kania kembali duduk menunggu pak rudi. Sebenarnya ia enggan untuk melihat pak rudi,
apalagi sampai memuntahi baju pak rudi
“baik kania urusan apa kamu kemari. Apakah panti itu sudah kalian kosongkan ” ontar pak
rudi yang baru datang dari dalam rumah
“sebelumnya saya minta maaf karna sudah mengotori pakaian bapak ” ucap kania
“dan saya kesini memang untuk urusan panti tapi ingin memberitahu kepada bapak. Supaya
jangan coba coba mengganggu panti kami ” ucap kania tegas
“hahahhaha apa maksudmu. Itu tanah saya jadi saya berhak untuk itu ” ucap pak rudi
“kecuali kamu mau jadi istri kedua saya ” ucap pak rudi
Kania benar benar jijik mendengar ucapan pak rudi dan tanpa sadar tangan kania sudah
melayang ke arah wajah pak rudi
Plak
“jaga omongan bapak. Saya kesini hanya memberitahu itu. Kalau begitusaya permisi ”
ucap kania sopan
“dasar wanita jalang, kita lihat sampai kapan kalian bisa bertahan ” teriak pak rudi dan memegang pipinya yang sudag ada bekas stempel tangan kania
Kania berjalan dengan badan gemetar. Tangannya yang menampar wajah pak rudi memerah dan sakit
Stayytoon para reader
__ADS_1
Jangan lupa vote dan like ya
Sarangheioooo🥰🥰🥰🥰