
Pagi ini mereka menghabiskan sarapannya bersama dan brangkat bersama
“pak saya turun disimpang ini saja” ucap kania
“ehh kenapa ” ucap radit
“nanti dilihat oleh karyawan lain pak ” ucap kania
“ ya sudah terserahmu ” ucap radit
Radit meminggirkan kendaraannya dan membuka pintu
“terima kasih pak ” ucap kania
“iya” ucap radit dan pergi
Kania menghela nafas dan berjalan ke arah kantor
Hari ini adalah acara pengesahan direktur baru dikantor kania yang saat itu sibuk mempersiapkan acara tidak
terlalu memperhatikan acara itu dan ia hanya sibuk memperhatikan keperluan acara.
Ia sudah ditugaskan oleh pak wirawan untuk menyiapkan acara itu.
“nia ” ucap jeni berteriak
Kania tersenyum ke arah jeni seraya merentangkan tangan
“akhh baru satu malam tidak bertemu, tapi sudah rindu ” ucap kania
“siapa yang rindu ” ucap jeni cemberut
“ahahah tidak ada. yaa sudah sana jumpai petrik dia sudah menunggu mu dari tadi ” ucap kania
“kamu tidak duduk bersama kami ? ” tanya jeni
“tidak, masih ada yang harus ku bereskan ” ucap kania
__ADS_1
Kania hanya pergi kessana kemari tanpa memperhatikan ia menambrak seseorang
“ auhh maaf pak ” ucap kania
“kania ” ucapnya
Kania mendongak dan melihat ternyata itu sopian mantannya dulu
“eh ian, sedang apa kesini” ucap kania
“aku di undang temanku pergantian diektur wira group ini ” ucap sopian
“ohh iya. Ayo masuk. Itu tempat duduk untuk tamu ” ucap kania sambil mennunjuk ke arah tempat duduk tamu
“ohh iya terima kasih. Aku kesana dulu. Kapan kapan kita berbicara ya ” ucap sopian
Kania hanya mengangguk. Dan mereka meninggalkan posisi mereka dan bergerak saling menjauh.
Setelah semuanya beres, kania duduk disamping jeni
“akhh akhirnya bisa tenang juga” ucap kania
“entahlah pak eira yang suruh ” ucap kania
Setelah pembawa acara mulai membuka, dan mempersilahkan pemimpin baru utnuk memberi ucapan salam kesemua karyawan. sang direktur masuk
Dan membuat kania tersedak kaget melihat siapa yang naik kepodium
Ternyata yang naik ke podium adalah radit
Jeni yang terkena semburan hanya kaget melihat tingkah sahabat nya itu
“kania ” ucap jeni sedikit menahan kesal
“maaf sayang ” ucap kania
Setelah selesai memberikan sedikit pidato, radit turun dan memandang sekilas ke arah kania
__ADS_1
“apa kau sudah tertarik padaku hm ” batin radit
Kemudian duduk ditempat yang sudah disediakan
Akhirnya acara itu berakhir. Semua orang sedang membicarakan direktur muda itu
“selamat bro ” ucap sopian saat melihat radit
“terimakasih ian ” ucap radit seraya membalas salam sopian
“ohh iya aku sedang mencari seseorang dikantormu ini ” ucap sopian
“ayo kita bahas diruangan ku saja ” ucap radit seraya pergi keruangannya
Sampai diruangan radit permisi untuk mengganti setelan jas nya
“apakah ini ruangan khusus untuk bermain mu ” ucap sopian
“haha ini tidak layak untuk ******, aku
membuatnya khusus untuk tempat ku beristirahat dan tempat anak dan istri ku jika mereka datang singgah ke kantorku ” ucap radit dan sopian hanya mengangguk angguk
“ohh iya siapa nama wanita yang sedang kau cari itu ” tanya radit
“apa itu yang membuat melajang sampai sekarang ” tambahnya lagi
“haha iya namanya nia ” ucap sopian yang terus membayangkan wajah kania
“seingat ku tidak ada disini bernama nia. Tapi nanti akan kutanya kebagian pegawai. Mungkin dia bagian yang tidak
sering ku jumpai ” ucap radit
“ohh iya itu lebih baik. Aku merindukan tubuhnya ” ucap sopian
Dan perkataan sopian membuat radit mendelik tak percaya ternyata wanita itu tidak suci lagi gumamnya
“ya sudah kabari aku ya ” ucap sopian
__ADS_1
“aku pergi dulu ya, selamat menjalankan jabatan baru ” ucap sopian sambil say dadah ke radit
Radit mulai berpikir ia teringat ada seseorang yang sering dipanggil nia dikantor ini