
Beberapa minggu berlalu radit dan kania
semakin dekat, cara radit membuat kania luluh berhasil.
“kamu tahukan aku ingin mencari yang serius ” ucap radit
“siapa yang ingin main main sih mas ” ucap kania mencari posisi aman didekat radit
Tangannya mulai tidak bisa dikondisikan, ia bergerylia ditubuh radit
“sayang jangan menggodaku ” ucap radit merasa sedikit terganggu
Namun kania terus saja mengelus dada radit
“siapa yang menggoda ” ucap kania
“jangan membangunkan singa yang lapar sayang, ayo tonton film kesukaan mu,agar kita tidur ” ucap radit
Kania hanya tertawa kemudian menonton drama india kesukaannya.
“lihat, mas sangat mirip sama sarukhan ” ucap kania mengalihkan
pandangan nya kewajah radit dan bertemu dengan mata jel radit.
“dasar pintar sekali bibir mu ini berkata kata ” ucap radit sambil memberi kecupan pada bibir kania
“ayo kita tidur, film nya sudah habis” kata radit dan berusaha berdiri
“gendong ” ucap kania yang semakin manja pada radit
“dasa manja” batin radit
Radit menurunkan kania ditempat tidur,
sebenarnya radit sedikit heran kenapa kania dengan mudah nya mau tidur bersama
seorang laki laki yang baru dikenalnya. Tapi pikirannya itu hanya sebentar saat
rasa ngantuk menyerang. Radit tidur disamping lalu kania langsung masuk
kepelukan radit untuk mencari posisi nyaman dan mereka masuk kedunia mimpi
masing masing.
“ayok cepat yank nanti kita telat ” ucap radit teriak dari ruang tamu
“iya sabar mas ” ucap kania yang sedang mengambil berkas berkas yang ia kerjakan semalam
__ADS_1
Setelah sampai di lobi kania turun terlebih dulu agar tidak ada yang tahu.
“hei kenapa dia harus seperti itu ” ucap radit tersenyum
Pak adi yang melihat tingkah radit hanya tersenyum
“paman jangan bilang bilang daddy ya nanti aku yang bilang” ucap radit
Pak adi hanya memberi anggukan karna ia tahu pak wira sudah terlebih dulu tahu dari mata matanya.
Setelah masuk keruangannya, radit langsung mengerjakan berkas menumpuk yang ada didepannya.
Saat itu dia ingin minum, tanpa sadar ia menelpon kania bukan sekretarisnya
“tolong buatkan saya kopi ” ucap radit dan langsung mematikan ponselnya
Setelah beberapa menit, radit mendengarkan suara ketukan pintu dan mempersilahkan masuk. Ia pikir
sekretarisnya yang datang
“letakkan saja disitu ” ucapnya dan tetap fokus mengerjakan berkasnya
Saat dirasanya sekretaris itu tidak pergi
“jangan mengganggu ku, nanti saja kalau aku tidak sibuk ” ucapnya lagi sambi mendongak
“jadi kamu pikir siapa mas ? sekretaris mu ?” ucap kania
“hahaha bukan sayang. Kamu cemburu ya ” jawab radit dan berusaha menggoda kania
“kamu kok bisa ngantar minuman aku, apa kamu tarok penyadap disini ya ” ucap radit yang berusaha mencari disudut sudut kantornya
“untuk apa aku menyadap ruangan ini. Emangnya disini ada tahanan. ”kata kania
“aku tau karna kamu yang menelpon sayang ” kania menunjukkan ponselnya
“yang mana sih yank ” ucap radit berusaha mencari namanya
Dengan cepat ia mengambil smart phonenya dan menelpon nomor kania
“kok namaku seperti ini sih yank ” ucap radit dengan melihat namanya diponsel kania
Kania hanya tertawa dan berusaha melihat namanya di hp radit
“lihat ” ucap radit dan melihat tuli san “sayangku ” dengan emoticon love
Kania senang dan ia juga akan mengubah
__ADS_1
nama penghuni gunung es itu diponselnya. Kemudian memalingkan wajah nya ke
radit dan ia kaget melihat wajah cemberut radit
“sayang kok kamu marah sih ” ucap kania. Radit senang ini pertama kali kania memanggilnya sayang.
Radit semakin berpura pura cemberut
“cup cup cup ” mengecup radit beberapa kali. Dan radit tersenyum melihat tingkah kania
Lalu mendekatkan dirinya dengan kania hingga jarak mulai terkikis diantara mereka
Radit mulai mengecup kania dengan
lembut dan beralih ke leher kania.
Kania mulai menikmati perbuatan radit.
Radit menggeser rak buku itu dan asuk keruang istirahat radit dan memulai
aksinya.
Kania pun mulai sadar dan menitikkan air matanya
“apa yang sudah kami lakukan, ini sudah terlalu jauh ” gumamnya
Akhirnya ia membuat perlawanan dan membuat radit sadar
Radit kaget, ia sudah terlalu jauh.
Dengan cepat ia membawa kania kedalam pelukannya dan mengecup kepala kania
“tidurlah ” ucap radit
Dan kania langsung tertidur. Karna merasa tenaga sudah terkuras hebat karna pergulatan mereka
“huh hampir saja ” batin radit
Setelah kania tidur. Radit pun turun dari ranjang dan memperbaiki selimut kania.
Radit keluar dari ruangan dan turun kelobi. Ia harus menuntaskan hasratnya yang hampir di ubun ubun. Dia sudah
menyuruh sekretarisnya bella menyusul ke hotel yang sudah ia pesan.
Radit dengan cepat menyelesaikannya. Dan segera kembali ke kantor. Dia takut kania bangun dan tidak melihatnya
disana
__ADS_1